
Happy Reading!😊
Kasus kematian bu Cece terus diselidiki hingga berbulan-bulan. Karna kasus ini tidak juga menemukan titik terang, polisi menutup kasus ini dengan catatan kasus tidak terpecahkan.
1 bulan setelah kepergian bu Cece, ada pengurus baru yang datang ke panti. Pengurus itu seorang wanita yang usianya kurang lebih 35 tahun. Wanita itu bernama bu Titi.
Bu Titi jauh lebih kej*m dari bu Cece. Ternyata oh ternyata, bu Titi adalah kakak kandung dari bu cece. Semua orang sudah bernafas lega karena bu Cece sudah tidak ada. Namun bencana baru muncul setelah kepergian bu Cece.
Dengan adanya pengurus baru, pengaturan panti sedikit berubah. Begitu juga sistim keamanannya. Banyak anak-anak lain yang mencona kabur. Namun mereka selalu tertangkap.
April juga sama. Dia 2 kali mencoba kabur lagi, namun usahanya sia-sia . April mendapat hukuman karena ketahuan berusaha kabur.
Vira sudah lelah mengingatkan April untuk tidak mencoba kabur. Vira sudah merencanakan kapan akan kabur bersama April. Namun karena kedatangan bu Titi, Vira harus menunda rencananya lagi.
Seperti saat ini, April sedang menangis setelah mendapat hukuman karena berusaha kabur. Vira menemani April.
"Huh.." Vira menghembuskan nafas berat.
Pletak,, Vira menjitak kepala April.
"Auw,, sakit.." April meringis kesakitan.
April menatap Vira dengan matanya yang berurai air mata.
"Kamu pantas mendapatkan itu" ucap Vira.
April menundukkan kepalanya.
"Sudah berapa kali ku bilang. Jangan berusaha kabur. Kenapa kau terus berusaha kabur?" tanya Vira marah pada April.
April tak menjab pertanyaan Vira. April hanya menundukkan kepalanya sambil mendengar Vira yang marah-marah.
"Kamu udah tau kan, gimana hukuman yang ke tiga kalinya kalo kamu tertangkap saat berusaha kabur? Bukannya aku takut Pril, tapi aku gak mau kalo aku ngejalanin rencana, terus gagal dan ketangkep. Aku mau saat kita jalanin rencana, kita berhasil" ucap Vira.
April masih terdiam.
"Apa yang kamu keluhkan dari rencana aku?" tanya Vira.
"..." April tak menjawab pertanyaan Vira.
"Jawab Pril" tegas Vira.
__ADS_1
"Aku takut rencanamu gagal. Jadi aku terpaksa melakukannya sendiri" jawab April dengan gugup.
Vira menatap April.
"Itu sebabnya aku bilang kita harus menunggu waktu yang tepat" ucap Vira menonyor kepala April.
April memegang kepalanya sambil memanyunkan bibirnya.
"Aku menyusun rencana supaya kita tidak gagal. Supaya kita bisa melarikan diri dengan sempurna. Kau pikir aku tidak mempersiapkan semuanya?" Vira kembali menonyor April.
April mulai mengeluarkan air matanya lagi.
Vira menyudahi marah-marahnya pada April. Sebenanrnya Vira masih mau memarahi April. Namun Vira ingat kalau April itu cengeng.
...***...
Vira dan yang lainnya sedang makan siang. Vira tidak fokus pada makanannya. Vira hanya mengaduk-ngaduk makanannya menggunakan sendok. Vira sedang melamunkan sesuatu.
"Vir!" panggil April dengan berbisik.
"..." tak ada jawaban dari Vira.
"Vir!" panggil April lagi.
"Vir!" panggil April dengan menyenggol lengan Vira.
"Ya" jawab Vira.
"Kamu kenapa? Ngelamun aja. Cepet habisin makanan kamu, nanti keburu habis waktunya" ucap April.
"..." Vira tidak menanggapi perkataan April. Dia hanya menatap makanannya saja.
"Eh,, ditanya malah diem aja" gumam April. "Vira!" ucap April agak keras.
"Yang di sana diam" bentak bu Titi.
April segera diam saat mendapat bentakan dari bu Titi. Anak-anak di panti tidak diperbolehkan bersuara saat sedang makan. Bahkan satu katapun tidak boleh. Di sana, waktu makan juga diberi waktu. Jika waktu sudah habis namun makanan belum habis, maka mau tidak mau, makanan itu tidak boleh dimakan lagi.
Setelah waktu makan selesai, Vira duduk di lantai kamarnya. Vira duduk seorang diri sambil memejamkaan matanya.
"Vira!" panggil April.
__ADS_1
Vira membuka matanya dan menatap April.
"Kamu kenapa sih? Kamu lagi mikirin apa? Coba cerita sama aku" tanya April.
"Aku membutuhkan uang" jawab Vira.
"Uang? Buat apa?" tanya April heran.
"Sebentar lagi, kita akan kabur dari sini" ucap Vira.
"Wah, benarkah?" tanya April berbinar. "Terus uang buat apa?" tanya April.
Vira menganggukkan kepalanya. "Setelah kita keluar dari sini, kita harus punya uang. Setidaknya untuk makan. Tidak ada yang akan mengasihani kita di luar sana" jawab April.
"Jadi kita harus gimana?" tanya April bingung.
"Kita harus bisa mendapatkan uang bagaimanapun caranya" jawab April.
"Tapi bagaimana? Apa kita akan mencuri?" tanya April.
"Ya" jawab Vira.
"Tapi di mana?" tanya April bingung.
"Yang jelas bukan di sini. Aku akan mencuri di tempat yang seharusnya" jawab Vira.
April mencerna ucapan Vira. Sunggu April tidak tau tempat yang seharusnya dicuri oleh Vira.
"Aku harus pulang" ujar Vira.
"APA!" kaget April. "Ta, tapi kenapa?" tanya April syok dengan perjataan Vira.
"Aku ingin mengambil foto ayahku. Setelah kita kabur, kita akan meninggalkan kota ini. Kita akan pergi ke tempat yang jauh. Tempat yang tidak seorangpun mengenali kita di sana" jawab Vira.
"Lalu bagaimana dengan aku?" tanya April dengan wajah yang cemberut.
"Aku tidak akan lama. Aku hanya akan sehari di sana. Setelah itu aku akan kembali ke sini" jawab Vira.
"Hem,, baiklah" ucap April.
Terima kasih sudah mampir
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak
Tbc..