Psikopat Sejak Dini

Psikopat Sejak Dini
Teman Baru


__ADS_3

Happy Reading!😊


Keesokan harinya, Dewi memenuhi perkataannya. Dewi mengirim Vira ke panti asuhan. Tentu saja Vira menolak keras hal itu.


"Tante,, aku gak mau ke panti asuhan.." tolak Vira.


"Pokoknya kamu harus ke panti asuhan" ucap Dewi.


"Tapi tan,, Vura mohon. Vira janji, Vira akan lakuin apapun yang tante suruh. Asal jangan kirim Vira ke panti asuhan.." Vira terus membujuk Dewi.


Dewi tidak mendengarkan Vira. Dewi terus saja memasukan barang-barang Vira ke dalam mobil.


"Masuk" titah Dewi sambil membukakan pintu mobil bagian penumpang untuk Vira.


"Gak mau" tolak Vira.


"Masuk!" bentak Dewi.


"Gak!" tolak Vura dengan tegas.


Vira hendak berjalan kembali ke dalam rumah. Namun Dewi memegang tangan Vira dan mem*ks*nya agar masuj ke dalam mobil.


"Lepasin.." Vira memberontak.


Vira didorong masuk oleh Dewi.


"Tante.." Vira mulai merengek. Siapa tau saja, kalau Vira merengek, hati Dewi akan luluh.


Dewi tidak termakan oleh rengekan Vira. Dewi tetap bersikukuh mengirim Vira ke panti asuhan.


Sekitar 2 jam perjalanan, akhirnya Vira dan Dewi sampai di panti asuhan. Dewi sengaja memilih panti asuhan yang jauh dari kota mereka berasal. Tujuannya, agar Vira tidak tahu arah jalan pulang.


Vira dan Dewi masuk ke panti asuhan itu. Dewi berbicara dengan pengurus panti secara rahasia. Vira menampilkan wajah kesalnya.

__ADS_1


cukup lama Dewi berbicara dengan pengurus panti itu. Hingga akhirnya, Dewi hendak pergi meninggalkan Vira.


"Tante,, tante jangan tinggalin aku.." Vira mengejar Dewi yang hendak pergi.


"Lepasin!" Dewi melepaskan pegangan Vira di tangannya.


"Tante,, aku mohon. Jangan tinggalin aku hiks,, hiks.." Vira mulai menangis.


"Vira, denger ya. Kamu di sini gak sendiri, kamu di sini banyak temen. Bu Cece juga ada" ucap Dewi.


Bu Cece adalah nama pengurus panti.


"Gak mau tante,, Vira mau pulang" tolak Vira.


"Nak Vira,, nak Vira gak usah takut. Kami semua baik kok. Kami semua akan menjadi teman nak Vira" ucap bu Cece.


Vira tak menanggapi ucapan bu Cece.


"Tuh,, denger apa kata bu Cece" timpal Dewi. "Udah ah, tante mau pulang" lanjut Dewi memasuki mobilnya.


Dewi tidak mendengarkan Vira. Dewi memghidupkan mobilnya dan pergi meninggalkan Vira di panti asuhan itu.


"Tante.." Teriak Vira mengejar Dewi. "Tante.." teriak Vira lagi.


Vira terjatuh karna tidak dapat mengimbangi kecepatan mobil yang Dewi kendarai.


Bu Cece mengejar Vira dan menenangkannya. Bu Cece menuntun Vira untuk masuk ke area panti. Vira mengikuti tuntunan bu Cece.


"Ini kamar kamu" ucap bu Cece. "Kamu bisa menempati tempat tidur yang kosong" lanjut bu Cece.


Sikap bu Cece tiba-tiba berubah menjadi kasar. Setelah mengatakan itu, bu Cece pergi entah ke mana.


Di kamar itu terdapat 2 tempat tidur tingkat yang dapat menampung 4 orang. Vira sudah berhenti menangis. Vira menundukkan kepalanya tanpa ekspresi.

__ADS_1


Ada 3 orang di kamar itu. Mereka saling menatap, mengkode untuk berbicara duluan pada Vira. Salah satu dari 3 orang itu mendekati Vira.


"Hai!" sapa April.


"..." Vira tidak menjawab sapaan April.


"Kau bisa tidur di sini. Aku tidur di ranjang yang atas" ucap April.


"..." Vira tidak menanggapi perkataan April.


"Ayo.." April menarik tangan Vira dan mendudukkannya di atas tempat tidur miliknya.


Vira menatap April dengan datar.


"Sekarang kamu istirahat dulu. Kamu pasti capek" ucap April sambil tersenyum manis.


April hendak pergi meninggalkan Vira. Namun langkahnya terhenti oleh pertanyaan Vira.


"Siapa namamu?" tanya Vira menatap April.


April membalikkan badannya dan menatap Vira.


"Namaku April. Kau bisa memanggilku April" jawab Vira. "Siapa namamu?" April bertanya balik.


"Vira" jawab Vira.


"Ok, Vira. Kita akan menjadi teman dekat. Dan iya, kenalkan. Ini Mila, dan ini Winda" April memperkenalkan 2 orang lagi yang ada di kamar itu.


"Hai Vira!" sapa Mila dan Winda.


Vira hanya menatap sekilas ke arah mereka tanpa membalas sapaan mereka.


Terima kasih sudah mampir😊

__ADS_1


Silahkan tinggalkan jejal😆


Tbc..


__ADS_2