
Happy Reading!😊
Vira didudukkan di sebuah kursi dengan tangan dan kaki yang terikat. Perlahan Vira sadar. Vira membuka matanya. Orang yang pertama kali Vira lihat adalah pria dewasa yang sedang duduk di kursi kebesarannya.
"Akhirnya dia bangun juga" gumam seseorang.
Vira mengedarkan pandangannya. Vira cukup terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya. Vira dikelilingi oleh pria dewasa, remaja dan ada juga anak yang seusia dengan Vira. Mereka berpakaian seperti preman.
Mereka memakai pakaian hitam, mereka memiliki tato dan tindik. Sementara Vura berada di tengah-tengah mereka. Vira sudah seperti tersangka yang dihakimi banyak orang.
Tapi ada seseorang yang menarik perhatian Vira. Orang itu adalah, pria yang duduk di atas kursi kebesaran.
"Hei nak, apa tidurmu nyenyak?" tanya pria dewasa lain.
"Jelas saja dia nyenyak. Dia baru saja mendapatkan pukulan dari panglima kita" celetuk pria lain.
"Hahahah..." semua orang tertawa kecuali pria yang duduk di kursi kebesaran. Dia hanya tersenyum saja.
Vira menatap orang yang bertanya padanya. Rupanya orang itu adalah salah satu orang yang memuk*l Vira. Vira menatapnya dengan tajam. Ingin sekali Vira menjadikan kep*la orang itu sebagai pajangan.
Tunggu, tatapan itu.. gumam pria yang duduk di kursi kebesaran.
"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa kau mulai marah?" tanya pria itu dengan nada mengejek.
"Hahahah..." semua orang kembali tertawa.
Vira tidak melepaskan pandangannya.
"DIAM!" teriak pria yang duduk di kursi kebesaran.
__ADS_1
Seketika suasana menjadi hening. Tak ada suara sama sekali.
Pria itu bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Vira. Vira itu menatap Vira dengan lekat. Vira mebatap pria itu dengan ekspresi yang sulut diartikan.
"Tinggalkan kami" ucap pria itu.
"Tapi bos.." pria lain hendak memprotes namun segera dipotong oleh pria itu.
"TINGGALKAN KAMI!" bentak pria itu.
Akhirnya para pria itu meninggalkan ruangan itu. Tersisalah Vira dan pria itu.
Vira membuang pandangannya ke sembarang arah.
"Hei nak, berapa orang yang kau bun*h?" tanya pria itu secara tiba-tiba.
Seketika Vira langsung menatap pria itu dengan terkejut.
Vira tidak dapat berkata-kata. Lidahnya kelu. Bagaimama pria itu bisa tau? Hanya April yang tau rahasia Vira. Selain April, Vira tidak pernah berbicara pada siapapun.
"Apa kau heran? Kenapa aku bisa tau semua ini?" tanya pria itu lagi.
Vira tidak menjawab.
"Aku bisa membedakan mana mata orang biasa dan mata seorang pembun*h" pria itu menjawab pertanyaannya sendiri. "Dan kau, adalah salah satu pembun*h" lanjut pria itu.
"YA! AKU ADALAH PEMBUN*H. TAPI ORANG YANG AKU BUN*H TIDAK PANTAS UNTUK HIDUP. AKU HANYA MENGINGINKAN KETENANGAN. AKU TIDAK INGIN ORANG YANG AKU BENCI HIDUP DI DUNIA INI!" teriak Vira menahan air matanya agar tidak jatuh.
Pria itu terdiam.
__ADS_1
"Aku hanya menginginkan dalam hatiku berkurang. Dan jika dengan membun*h seseorang bisa membuat beban hatiku berkurang, maka akan aku lakukan itu" lanjut Vira.
Pria itu dapat melihat dari sorot nata Vira, kalau Vira itu sangatlah membutuhkan kasih sayang dan lendukung dalam hidupnya.
Vira menundukkan kepalanya menatap lantai.
Pria itu membuka ikatan pada tangan dan kaki Vira. Vira melihat ke arah pria itu.
"Namaku Bima" ucap pria itu memperkenalkan dirinya. "Siapa namamu?" tanya Bima.
"Em.. aku tidak tau. Semua orang sudah menganggapku mat*" jawab Vira.
Pria itu mengerutkan keningnya.
Vira menceritakan kejadian sebelum dia datang ke kota ini. Setelah bercerita cukup lama, akhirnya cerita Vira pun selesai.
"Jadi nama asli kamu Vira. Tapi nama kamu itu sudah mat*" gumam Bima. "Kalo begitu, mulai sekarang nama kamu adalah Syavira" lanjut Bima.
"Syavira?" tanya Vira.
"Iya. Tapi kamu akan tetap dipanggil dengan nama Vira. Jika ada orang yang bertanya siapa namamu? Maka kamu jawab, namamu adalah Syavira. Kamu adalah anak dari Bima" lanjut Bima.
Vira mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Kamu saya angkat menjadi anak angkat saya. Kamu maukan menjadi anak angkat saya?" tanya Bima.
Dengan ragu Vira menganggukkan kepalanya. Alasan Vira menganggukkan kepalanya, karna sepertinya Bima bisa dipercaya dan bertanggung jawab.
Terima kasih sudah mampir😊
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak😆
Tbc..