Psikopat Sejak Dini

Psikopat Sejak Dini
Mayat Di Gudang


__ADS_3

Happy Reading!😊


Pukul 17.00 WIB, teman-teman Vira pulang ke rumah mereka masing-masing. Tapi Vira ikut dengan Rendi.


Rendi itu orangnya bawel, gak bisa diem, tengil, narsis dan dia so ganteng. Kalo Roy, dia hampir sama seperti Rendi. Jika kalian bertanya soal Nathan, dia berbeda dari Rendi dan Roy. Nathan lebih pendiam.


Keesokan harinya, seperti yang sudah diberitahukan, hari akan melakukan kebersihan setiap minggu. Semua murid membawa alat kebersihan masing-masing. Vira, Rendi, Roy dan Nathan membawa alat yang sama yaitu lap.


Semua orang sedang melakukan gotong royong, namun Vira tidak ikut. Vira memilih pergi ke gudang yang ada di area belakang sekolah. Tujuan Vira ke sana, untuk bertemu dengan Mini. Vira masuk ke gudang itu. Di dalamnya hanya ada Mini. Mini terkejut dengan kedatangan Vira.


"Hei, aku terkejut dengan kedatangan mu" ujar Mini. "Untuk apa kau ke sini?" tanya Mini.


"Untuk mengirimmu pada tuhanmu" jawab Vira.


"Apa maksudmu?" tanya Mini tidak mengerti.


Vira tidak menjawab.


Vira tidak ingin berbasa-basi lagi. Vira mengeluarkan sarung tangan plastik dalam kresek kecil yang dibawanya. Vira memakai sarung tangan itu.


Mini bingung dengan apa yang Vira lakukan.


Setelah memakai sarung tangan, Vira mengeluarkan benda dari kresek itu lagi. Kali ini Vira mengeluarkan jas hujan plastik. Vira memakai jas hujan itu dan Vira juga memakai masker.


"Hei, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Mini dengan aneh.


Lagi-lagi Vira tidak menjawab Mini. Vira mengeluarkan pisau lipat dari sakunya.


"Apa yang akan kau lakukan dengan pisau itu?" tanya Mini mulai ketakutan.


Vira berjalan mendekati Mini.


"Sudah ku bilang bukan, aku akan mengirimmu pada tuhanmu" jawab Vira.


Tanpa ba bi bu lagi, Vira mengg*r*k leher Mini sampai terpisah dari badannya. Vira terkena cipratan dar*h Mini. Untung saja Vira memakai jas hujan dan masker. Jika tidak, makan akan mengenai bajunya.


Vira memasukan kepala Mini pada kantong kresek yang sebelumnya digunakan untuk membawa jas hujan. Vira mengikatnya. Vira melepas jas hujan, masker dan sarung tangannya.

__ADS_1


Vira keluar dari gudang dan menutul pintu gudang itu. Vira membakar jas hujan, masker dan juga sarung tangan bekas dia pakai. Vira membakar ke-3 benda itu di tanah yang ada sisa pembakaran daun.


Setelah habis terbakar, Vira meninggalkan tempat itu. Vira mencari ruangan yang sepi dan di sana terdapat tempat sampah. Setelah menemukan ruangan itu, Vira memasukan kantong kresek yang berisikan kepala Mini ke dalam tempat sampah itu.


Setelah melakukan semua itu, Vira ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Tak lama, Vira ke luar dan kembali ke kelasnya.


"Vira, dari mana aja lo?" tanya Rendi.


"Gue dari kamar mandi" jawab Vira.


"Lama banget lo dari kamar mandi aja. Abis berak ya lo" tuduh Roy.


"Sembarangan aja lo kalo ngomong" Vira menonyor kepala Roy.


"Ya kali. Lo sih, lama banget" ucap Roy.


"Hei,, kalian kok malah ngobrol" tegur bu guru.


"Maaf bu, Roy yang ngajak ngobrol" ucap Vira.


"Ayo bantu yang lainnya" titah bu guru.


Tak lama kemudian, terjadi keributan.


"Bu,, bu,, tolong bu.." teriak seorang siswi.


"Ada apa?" tanya bu guru yang dihampiri siswi itu.


"Itu bu, di gudang ada mayat" jawab siswi itu.


"Mayat?" gumam bu guru.


Beberapa guru dan beberapa orang berlari ke arah gudang. Sesampainya di gudang, mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat.


"Aaaa..." jerit semua orang.


Guru segera menelepon polisi.

__ADS_1


Murid yang ikut ke gudang tiba-tiba berlari meninggalkan gudang.


"Aa,, mayat,, mayat..." teriak murid-murid itu.


"Mayat?" gumam Rendi, Roy dan Nathan.


"Eh, eh, eh,, di mana ada mayat?" tanya Rendi pada salah satu murid yang berteriak.


"Itu di gudang" jawab murid itu dengan panik.


"Gudang?" gumam Rendi.


"Kita liat yu" ajak Roy.


Rendi dan Nathan menganggukki ajakan Roy.


Rendi, Roy dan Nathan terkejut saat mereka ke gudang.


"Eh, aj*g itu mayat" ujar Rendi yang kaget.


"Ah, gila sih. Ada mayat di sekolah" timpal Roy.


"Siapa yang lakuin ini?" tanya Nathan.


"Orang yang lakuin ini, nyalinya gede banget" ucap Roy.


"Vir, lo tau gak siapa yang lakuin ini?" tanya Rendi.


"Vir.." Rendi menoleh ke belakang. "Eh, si Vira ke mana?" tahya Rendi.


"Emang gak ada?" ranya Roy.


"Gue kira dia ngikutin kita" jawab Rendi.


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalkan jejak😆

__ADS_1


Tbc..


__ADS_2