Psikopat Sejak Dini

Psikopat Sejak Dini
Jadilah Gigolo Ku


__ADS_3

Hanny menyuruh anak buahnya untuk membawa makanan ke kamar yang di tempati Vira. Hanny memberikan makanan itu pada Vira.


"Makanlah" ucap Hanny menyodorkan makanan.


Vira diam tidak menerima makanan dari Hanny. Vira masih kesal pada Hanny.


"Kau tidak mau makan?" tanya Hanny.


Vira menggelengkan kepalanya. "Aku mau ponsel" jawab Vira meminta hal lain.


Hanny mengerutkan keningnya pertanda tidak mengerti.


"Teman-temanku pasti sedang mencariku" ucap Vira menjawab pertanyaan Hanny yang ada di kepalanya.


"Aku akan memberikanmu ponsel, tapi dengan satu syarat" ucap Hanny mengajukan syarat.


"Syarat apa?" tanya Vira.


"Pertama, kamu harus makan. Kedua, jangan katakan keberadaanmu ada di mana" jawab Hanny.


"Kau bilang hanya satu syarat. Kenapa jadi 2?" tanya Vira tidak terima.


"Aku yang mempunyai ponselnya. Jadi terserah akulah" jawab Hanny.


"Ck,, baiklah" setuju Vira dengan berdecak kesal.


Hanny memberikan ponselnya pada Vira.


Setelah menerima ponsel, Vira menghubungi nomor Rendi. Vira teringat pada teman-temannya.


"Hallo" ucap Vira.


"Ini siapa?" tanya Rendi.


"Ren, ini gue. Vira" jawab Vira.


"Vira!" ujar Rendi yang terdengar senang. "Vir, lo di mana? Kita dari tadi cariin lo ke mana-mana. Tapi gak ketemu juga" tanya Rendi dengan panik.


"Vir, lo gak kenapa-napa kan? Lo baik-baik aja kan?" tanya Nathan yang tiba-tiba merebut hp Rendi.


"Gue baik-baik aja kok. Kalian gak usah khawatir" jawab Vira.


"Sekarang lo di mana? kita jemput lo" tanya Nathan.

__ADS_1


"Gak usah jemput gue. Gue ada urusan. Kalian pulang aja. Nanti gue nyusul" jawab Vira.


"Gak bisa gitu donk. Kita dateng berempat. Pulang kita juga harus berempat" tolak Nathan.


"Nat, dengerin gue. Kalian pulang, setelah itu gue bakalan nyusul kalian. Gue bakal pulang kok" jelas Vira.


"Gak. Pokoknya, kita gak akan pulang kalo lo gak pulang" tolak Nathan.


"GUE SURUH PULANG YA PULANG. JANGAN BANTAH PERINTAH GUE" bentak Vira pada Nathan.


Nathan terdiam karna bentakan Vira. Tidak biasanya Vira membentaknya seperti itu.


Vira mematikan telponnya secara sepihak.


"Gue harap, mereka akan pergi" ucap Vira dalam hati.


"Makasih" Vira memberikan ponsel milik Hanny.


"Sekarang kamu harus makan. Kamu udah janji sama aku" ucap Hanny memberikan piring berisikan makanan.


Vira menerima piring itu dan memakan makanannya. Hanny duduk diam dan memperhatikan Vira yang sedang makan.


"Kenapa lo masih di sini?" tanya Vira sambil makan.


"Tapi lo gak usah liatin gue makan" ucap Vira.


"Kamu terlihat sangat cantik saat sedang makan" ucap Hanny sambil tersenyum.


"Jangan bicara lagi. Gue gak mau denger sepatah katapun dari lo" geram Vira.


"Aku tambah suka jika melihatmu marah" balas Hanny.


Vira menghentikan makannya dan menatap Hanny dengan tajam.


"Kau tau, kau itu terlihat sangat se** saat sedang marah" ucap Hanny makin menjadi.


Prang,, Vira melemparkan piring yang sedang dipegangnya.


Hanny cukup terkejut dengan apa yang dilakukan Vira.


Beberapa anak buah Hanny datang ke kamar Vira karna mendengar suara benda yang pecah. Anak buah Vira melihat pecahan piring berserakan. Mereka segera menodongkan p*st*l pada Vira.


Hanny menggerakan tangannya mencegah anak buahnya.

__ADS_1


"Turunkan senj*ta kalian" titah Hanny.


Anak buahnya pun menurunkan senj*ta mereka.


"Ke luar" titah Hanny.


"Tapi bos.." anak buah Hanny hendak membantah, namun bantahan mereka ditolak oleh Hanny.


Kini di kamar itu ada 2 orang lagi.


"Kenapa kau harus marah seperti itu? Aku mengatkan yang sebenarnya" tanya Hanny mendekat.


"Tutup mulut lo. Atau gue rob*k" anc*m Vira.


"Meski kau merob*k mulutku, itu tak akan bisa mengubah apa yang aku katakan" balas Hanny.


Vira sudah geram pada Hanny. Ingin sekali Vira meny*ngkirkannya.


"Dengar, saat ini kau sedang lemah. Apa kau tau kau ada di mana?" tanya Hanny.


Vira terdiam. Vira memang tidak tau saat ini dirinya terbawa ke mana oleh ombak.


"Bahkan kau tak tau kau ada di mana sekarang" ucap Hanny. "Ku beritahu. Saat ini kau sedang di negara Y. Kau ada di wilayahku. Kau tidak bisa pergi ke manapun kau mau" lanjut Hanny.


"Negara Y? Sejauh itu kah gue terombang-ambing?" tanya Vira dalam hati.


"Aku punya penawaran untukmu" ucap Hanny.


"Penawaran apa?" tanya Vira.


"Jadilah gigolo ku. Kau akan hidup aman dan nyaman di sini" tawar Hanny.


"Gigolo? Lo gil* ya? Eh, gue perempuan anj**. Lo pikir gue perempuan apaan? Meskipun gue terombang-ambing di laut semaleman, tapi gue masih waras, gue masih normal. Gue gak le*** ya" ucap Vira dengan marah.


"Jika kau tidak mau,, maka kau akan di sini sebagai tawanan. Itu terserah kau saja. Mau di sini sebagai gigoloku dengan hidup nyaman. Atau mau di sini sebagai tawananku. Kau akan hidup ters*ksa dan mender*ta" ucap Hanny.


Vira terdiam dengan ucapan Hanny.


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalkan jejak😆


Terus dukung author😉

__ADS_1


Tbc..


__ADS_2