Psikopat Sejak Dini

Psikopat Sejak Dini
Awal Rencana


__ADS_3

Happy Reading!😊


Vira membawa Nathan ke kamarnya. Vira mengobati luka Nathan dengan teliti.


"Harusnya, lo gak perlu berantem sama dia" omel Vira.


"Terus gue harus biarin dia nyentuh lo gitu?" tanya Nathan.


"Ya,, gak bukan gitu maksud gue. Maksud gue, gue bisa hadepin dia dendiri" jawab Vira.


"Gue gak mau tangan lo kotor gara-gara pria br*s*k itu" ucap Nathan.


"Iya,, iya.." balas Vira. "Ha,, udah selesai" lanjut Vira.


"Makasih ya" ucap Nathan.


"Iya. Harusnya gue yang makasih sama lo" ucap Vira.


"Ah,, udah lah.." balas Nathan.


Tak berselang lama, Rendi dan Roy masuk datang ke kamar Nathan.


"Hey bro, gimana keadaan lo?" tanya Rendi.


"Gue liat, tadi lo dipuk*l sama dia" timpal Roy.


"Vir, kita bawa ke rumah sakit aja si Nathan" usul Rendi.


"Gue gak selemah itu" ujar Nathan dengan ketus.


"Ya,, kali aja" balas Rendi dengan menahan tawanya.


"Ah, pesta kita berantakan" sesal Roy.

__ADS_1


"Iya nih" ucap Rendi dengan lesu.


"Eh, kalian gak puas apa? Dari awal pesta kalian seneng-seneng terus" ucap Nathan.


"Eh, kita baru sebentar lho" sangkal Rendi.


Kalo gue di sini terus, gue gak akan bisa ke luar. Gue harus pergi dulu. Setelah itu, gue mulai rencana gue. Pikir Vira.


"Em,, gue ke kamarnya" pamit Vira.


"Lho, kenapa?" tanya Nathan.


"Gue ngantuk, mau istirahat" jawab Vira.


"Ya udah sana. Tidur yang nyenyak, besok kita jalan-jalan" ucap Rendi.


"Iya.." balas Vira.


Vira ke luar dari kamar Nathan. Vira pergi ke kamarnya terlebih dahulu. Vira mempersiapkan semua yang dia pelukan. Setelah siap, Vira ke luar kamarnya dengan hati-hati. Vira tidak mau kalau teman-temannya tau Vira ke luar di malam hari. Apalagi ini di negara asing.


Vira mengamati suasana sekitar. Suasananya tampak sepi karna sudah tengah malam. Sebelumnya Vira meretas CCTV yang ada di daerah itu menggunakan tab miliknya.


Vira juga meretas sandi yang ada di pintu untuk masuk ke kediaman targetnya. Target Vira kali ini sangat beresiko. Pasalnya, target Vira adalah anggota keluarga pemimpin negara yang didataanginya. Namun kini targetnya sedang jauh dari keluarganya. Jadi Vira cukup leluasa bergerak di rumah targetnya.


Pertama-tama, Vira memasang alat penyedap di dalam rumahnya. Tujuannya agar Vira bisa memantau targetnya dari kejauhan. Vira tidak bisa gegabah dalam menjalankan misi kali ini. Vira harus mempersiapkan rencananya dengan sangat matang.


Setelah selesai memasang beberapa penyadap, Vira memulihkan kembali sandi pada pintu dan CCTV yang sudah dia retas. Setelah semua itu selesai, Vira kembali ke hotel tempatnya menginap.


Saat masuk ke hotel, Vira disuguhkan dengan pemandangan yang tidak layak. Vira melihat 2 orang pria yang sedang mencoba me*****li resepsionis hotel dengan paksa. Saat itu keadaannya sangat sepi, jadi tidak ada orang melihat adegan tersebut.


Sepertinya 2 orang pria itu adalah perampok. Tapi kok ada orang yang ngerampok hotel? Kenapa tidak ngerampok bank aja? pikir Vira.


Resepsionis itu melihat kehadiran Vira, dia segera berteriak meminta tolong. Namun teriakannya tidak bisa didengar karna mulut resepsionis itu dibungkam.

__ADS_1


Vira tau resepsionis itu meminta tolong padanya. Tentu saja Vira akan menolongnya. Vira tidak mau jika ada orang yang merendahkan wanita di depannya.


Bugh,, Vira mem*k*l kepala salah satu perampok itu.


Perampok itu jatuh tersungkur ke lantai.


"Siapa kau?" tanya perampok 1 (perampok yang dip*k*l oleh Vira).


"..." Vira tidak menjawab pertanyaan perampok itu.


"Hei, jawab" tegas perampok 2 (teman perampok 1).


Perampok itu melepaskan resepsionis itu.


"Berani sekali kau mengganggu kesenangan kami" ucap perampok 2 tidak terima.


"Kau harus diberi pelajaran" umpat perampok 1.


ke-2 perampok itu mulai menger*yok Vira. Namun Vira dengan mudahnya menghindari serangan 2 perampok itu. Bahkan Vira membalas serangan mereka dengan berkali-kali lipat.


"Si, siapa kau sebenarnya?" tanya pereman 2 yang sudah terkapar lemah.


"Dengar, kalian tidak perlu tau siapa aku. Yang jelas, perbuatan kalian tidak bisa dimaafkan. Dengan mudahnya kalian menindas wanita yang lemah" marah Vira.


"Ka, kami tidak bermaksud menindasnya" sangkal pereman 1.


"Iya. Kami hanya ingin merampk saja" timpal preman 2.


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalkan jejak😆


Terus dukung author😉

__ADS_1


Tbc..


__ADS_2