Psikopat Sejak Dini

Psikopat Sejak Dini
Kepergian April


__ADS_3

Happy Reading!😊


1 minggu berlalu. Vira menjalani hari-harinya seperti biasa. 5 hari lagi, Vira akan menjalankan rencananya. Entah kenapa April akhir-akhir ini terlihat murung. Meskipun sudah ditanya kenapa, tapi April terua menjawab tidak papa.


Vira dan April sedang makan siang. Sedari tadi, April terus memperhatikan Vira. April terus saja melihat Vira.


"Kenapa?" tanya Vira pada April.


"Em,, gak papa kok" jawab April.


"Kalo gak papa, kenapa liatin aku terus?" tanya Vira.


"Mau aja" jawab April.


"Huh.." Vira mendengus kesal.


Aku ingin memandangimu untuk yang terakhir kalinya Vir. Ucap April dalam Hati.


Malam harinya. Semua orang sudah tidur, termasuk dengan Vira. Saat tengah malam, Vira terbangunkan oleh sentuhan seseorang dan juga oleh suara pintu yang terbuka lalu tertutup.


Vira membangunkan tubunya. Vira mengedarkan pandangannya. Tidak ada siapa-siapa, itulah yang dilihat Vira. Hanya ada Mila, Winda dan juga..


"Eh, April ke mana?" gumam Vira.


April tidak ada di atas tenpat tidurnya.

__ADS_1


"Mungkin dia ke kemar mandi" pikir Vira.


Vira hendak tidur lagi, namun dia melihat secarik kertas di atas lemari kecil yang ada di sebelah ranjang Vira.


"Kertas apa ini?" tanya Vira.


Vira membaca isi dari kertas itu.


Untuk Vira.


Vir maafkan aku, aku harus pergi duluan. Kamu jaga diri baik-baik ya. Maaf aku selalu merepotkan mu, aku selalu cengeng dihadapanmu.


Jujur Vir, aku tidak yakin pada rencana yang kamu buat. Aku sangat takut jika nanti kita kertangkap. Tapi aku juga tidak mau terus terkurung di panti ini. Aku hanya mempunyai satu pilihan. Yaitu mat*.


Sekian, April.


Vira menjatuhkan kertas itu. Vira menutup mulutnya karna tidak percaya.


"Sial" umpat Vira.


Vira segera membawa senter dan pergi keluar dari kamarnya dan mencari April. Vira mencari di seluruh area panti, namun April tidak. Vira teringat satu tempat, yaitu hutan belakang panti. Vira lupa, jika April sedang merasa sedih, dia lasti akan ke hutan belakang panti.


Vira lari secepat kilat. Vira mencari di seluruh penjuru hutan. Sampai Akhirnya Vira menemukan sesosok gadis terg*ntung di atas pohon yang tingginya sekitar 2m.


Vira menatap gadis itu dari mulai kaki, hinggal kepalanya. Vira terduduk lemas saat mengetahui kalau gadis itu adalah April. Vira menangis tanpa mengeluarkan suara. Hanya isakan kecil yang terdengar dari Vira. Jika Vira menangis dengan menjerit-jerit, maka akan mengundang banyak orang.

__ADS_1


"April,, kenapa kamu melakukan ini,, hiks,, hiks.. kenapa kamu tidak percaya padaku? Hiks,, hiks,, seharusnya kamu bicara padaku jika kamu tidak yakin. Mungkin aku akan mengubah rencananya agar kamu yaki. Hiks,, hiks.." tangis Vira namun tidak keras.


"Bodoh kamu Pril, bodoh. Hiks,, hiks,, hiks.." umpat Vira ditengah tangisannya.


Setelah cukup lama menangis, Vira segera menghapus air matanya. Vira segera memutar otaknya. Jika dia membiarkan tubuh April terus seperti ini, maka akan menggemparkan semua orang.


"Aku ada ide" gumam Vira.


Vira segera berlari ke arah tempat penyimpanan perkakas. Vira mengambil cangkul dan pisau. Vira membuat lubang di samping kamarnya, namun masih terbilang jauh. Vira membuat lubang di samping kamarnya, karna samping kamarnya adalah bagian dari hutan itu.


Vira membuat lubang yang cukup untuk tubuh April. Setelah selesai, Vira menuju tempat di mana tubuh April berada. Kemudian Vira memotong tali yang menjerat leher April dengan pisau. Vira menggendong tubuh April menuju lubang yang sudah disediakan. Tak lupa, Vira juga memotong tali yang terikat di pohon itu agar tidak ada yang curiga.


Vira memasukan tubuh April ke dalam lubang itu, lalu Vira menimbunnya dengan tanah. Lubang itu tidak dalam. Dalamnya hanya sekitar 30 cm. Vira meratakan tanah itu kembali. Vura menutupi tanah yang terlihat segar dengan dedaunan yang jatuh.


Setelah melakukan semua itu, Vira menyimpan kembali cangkul dan juga pisau yang dia bawa. Vira juga membersihkan cangkul dari bekas tanah.


Vira kembali ke kamarnya dengan keadaan lelah. Vira memungut kertas yang diberikan April. Vira membaringkan tubuhnya.


Vira terus saja merutuki kebodohan April. Tapi Vira juga sedih atas kepergian April. April adalah satu-satunya teman yang dia miliki di panti ini. April pergi dengan keadaan yang mengenaskan.


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalkan jejak😆


Tbc..

__ADS_1


__ADS_2