Psikopat Sejak Dini

Psikopat Sejak Dini
Ikat Rambut


__ADS_3

Happy Reading!😊


Vira menjalani hari-harinya di panti dengan biasa. Sebenarnya Vira sedang merencanakan sesuatu. Namun dia masih mencari waktu yang tepat untuk menjalankan rencananya.


Vira mencari tahu pasilitas apa saja yang ada di panti. Ya,, pasilitasnya terbilang cukup banyak. Ada tempat bermain, taman, perpustakaan, lapangan, gazebo juga ada. Namun semua pasilitas itu ditutup.


Tidak ada anak yang boleh memakai pasilitas itu. Mereka hanya bisa memakai pasilitas itu hanya jika ada pengecekan saja. Di panti itu juga terdapat banyak CCTV. Setiap area ruangan termasuk kamar, ada saja CCTV. Bahkan di belakang kamarpun ada. Tujuannya, agar tidak ada anak yang bisa kabur dari panti itu. Itu sebabnya April selalu tertangkap jika berusaha kabur.


Jika ada anak yang terus berusaha kabur, maka anak itu akan dihukum dengan k*jam. Vira memberi nasihat pada April agar tidak selalu berusaha kabur. Pasti akan ada saatnya kesempatan untuk kabur. Tapi kita hanya harus lebih bersabar saja.


Tanpa semua orang ketahui, Vira sering masuk ke dalam perpustakaan. Vira masuk ke perpustakaan dengan diam-diam. Vira menghitung pergerakan CCTV, karna CCTV yang digunakan di panti adalah CCTV yang bisa bergerak ke kanan dan ke kiri.


Sampai saat ini tidak ada yang mengetahui kalau Vira sering ke perpustakaan. Di perpustakaan, Vira membaca buku tentang teknologi elektrik dan ilmu bela diri. Sambil mempelajari, Vira juga sambil merencanakan rencananya.


...***...


Suatu malam.


Mila dan Winda sudah tertidur, hanya Vira dan April saja yang belum tertidur. Vira berusaha memejamkan matanya untuk tidur. Namun dirinya terfokuskan pada April yang sedang melamun di meja belajar.


Vira sudah kesal karna dirinya tidak bisa fokus untuk tidur. Akhirnya dia memutuskan untuk bertanya pada April.


"Kenapa?" tanya Vira pada April.


"..." tak ada jawaban dari April.


Sepertinya April masih asik melamun.


"Pril" panggil Vira.


"..." masih tak ada jawaban dari April.


"Pril" panggil Vira lagi.


"..." lagi-lagi tak ada jawaban dari April.


Vira mengambil bantalnya dan melemparkannya pada April.


"Awh.." April memegang kepalanya dan melihat ke arah Vira. "Vira, sakit tau.." keluh April.


"Siapa suruh kamu melamun terus?" ucap Vira dengan sedikit keras.


"Em,," Mila mengigau.


Vira dan April melihat ke arah Mila. Mereka baru sadar kalo mereka tidak berdua.

__ADS_1


"Syutt.." April menempelkan jarinya di mulutnya.


Vira mendengus kesal.


"Bawa bantalnya" titah Vira.


April mengambil bantal Vira yang dilemparkan ke arahnya. April berjalan mendekati Vira.


"Duduk" titah Vira pada April.


April duduk di ranjang Vira.


"Jangan pernah berpikir untuk kabur" ucap Vira.


April melebarkan matanya terkejut. Tak disangka Vira bisa menebak isi kepalanya.


"Kenapa? Kaget?" tanya Vira.


April tidak menjawab Vira, dia masih kaget.


"Dengar, kita akan pergi dari sini. Tapi kita akan mencari waktu yang tepat. Jangan bertindak gegabah" ucap Vira. "Mengerti?" tanya Vira.


April menganggukkan kepalanya.


April meniruti perkataan Vira.


Akhirnya Vira bisa tidur dengan tenang tanpa harus memandangi April yang terus melamun.


Keesokan harinya.


Vira dan April seperi biasa bersiap untuk mengumpulkan kayu bakar. Jika mereka tidak mengumpulkan kayu bakar, maka mereka tidak akan mendapatkan jatah makan siang. Jadi dengan terpaksa mereka mereka harus mengumpulkan kayu bakar.


"Vir" panggil April sebelum Vira keluar dari kamar. Mila dan Winda sudah keluar kamar terlebih dahulu.


Vira membalikkan tubuhnya.


"Coba deh, kamu pake ini" April menyodorkan ikat rambut.


Vira menaikan alisnya pertanda tidak mengerti.


"Biar kita samaan. Aku kan pake ikat rambut, kamu juga pake. Kamu pasti akan terlihat lebih cantik kalo rambut kamu diikat" jelas April.


Vira mengambil ikat rambut dari tangan April dan memakainya.


"Tuh kan,, jadi tambah cantik" ujar April.

__ADS_1


"Terima kasih" ucap Vira.


"Sama-sama" jawab April dengan tersenyum lebar. "Tapi masih ada yang kurang" lanjut April.


"Apa?" tanya Vira.


"Senyum" jawab April.


Vira mengerutkan keningnya.


"Akan lebih cantik jika kamu tersenyum. Coba deh kamu senyum, sedikit aja" jawab serta pinta April.


"Gak" tolak Vira.


"Ih,, Vir,, coba sedikit aja" paksa April.


"Gak Pril.." tolak April.


"Plis.." mohon April.


"Gak" tolak Vira lagi.


April sedih mendapat 3× penolakan dari Vira. Vira mengetahui kalau April tengah sedih karna dirinya. Akhirnya Vira menuruti permintaan sahabatnya itu.


"Huh,, baiklah.." ucap Vira.


Vira tersenyum paksa pada April.


"Yang ikhlas.." ucap April.


"Banyak maunya ya kau" keluh Vira.


April kembali bersedih karna ucapan Vira.


"Ih,, yaudah iya" pasrah Vira.


Vira tersenyum manis dan ikhlas pada April.April tersenyum senang saat Vira tersenyum.


"Udah kan, ayo" Vira kembali ke ekspresi awalnya yang datar.


Terima kasih sudah mampir


Silahkan tinggalkan jejak


Tbc..

__ADS_1


__ADS_2