Psikopat Sejak Dini

Psikopat Sejak Dini
Pemilik Hotel Yang Baru


__ADS_3

Happy Reading!😊


"Iya. Kami hanya ingin merampk saja" timpal preman 2.


"Kalo kalian mau ngerampok, jangan di hotel. Kenapa gak di bank aja?" tanya Vira.


"Kami takut ketahuan" jawab pereman 1.


"Kalian pikir ngerampok di hotel tidak akan ketahuan? Dasar b*d*h, tidak punya otak" maki Vira.


Ke-2 perampok itu hanya diam mendengarkan omelan Vira.


Tak lama, ada beberapa pegawai hotel yang datang.


"Ada apa ini?" tanya pegawai hotel lain yang datang.


"Suara apa tadi? Kami dengar ada keributan dari sini" tanya yang satunya.


"Dari mana saja kalian? Apa yang kalian lakukan?" tanya Vira dengan marah.


"Maaf nona, kami habis dari belakang. Tapi ada apa ini?" jawab serta tanya salah satu pegawai hotel.


"Di mana manager kalian?" bukannya menjawab, Vura malah bertanya.


"A-ada di ruangannya nona" jawab pegawai hotel.


"Panggil dia ke sini" titah Vira.


"Ta-tapi kenapa nona?" tanya pegawai hotel heran.


"Lakukan saja apa yang kuperintahkan" tegas Vira.


"Baiklah" pegawai hotel itu memanggil manager hotel.


"Ya nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya managet hotel itu ketika sudah berada di hadapan Vira.


"Apa kerjaanmu?" tanya Vira.


"Apa? Maksud nona apa? Saya tidak mengerti" tanya manager itu tidak mengerti.


"Ada perampok yang datang ke hotel mu, tapi kau tidak tau?" jawab Vira.


"Perampok?" kaget manager itu.


"Dan kau tau? Mereka mencoba me****li pegawaimu" ucap Vira sambil menunjuk pegawai wanita yang sedang menangis.


"Sungguh nona, aku sama sekali tidak tahu. Aku minta maaf atas kejadian ini" sesal manager hotel itu.

__ADS_1


"Kau tidak perlu meminta maaf padaku. Minta maaf lah pada pegawaimu itu. Karna kau tidak becus menjaga kenyamanan pegawaimu" omel Vira.


"Tolong maafkan aku karna sudah membiarkanmu seperti ini" ucap manager pada pegawai wanita itu.


Pegawai wanita itu menganggukkan kepalanya.


"Kalian urus ke-2 perampok itu" titah Vira.


"Baik nona" patuh manager.


"Te-terima kasih" ucap pegawai wanita yang Vira tolong.


"Tidak masalah" balas Vira.


Vira hendak pergi, namun baru beberapa langkah, Vira membalikkan tubuhnya lagi.


"Dan satu lagi" ucap Vira.


"Apa itu nona?" tanya manager.


"Kau dipecat" ucap Vira.


"Apa maksudmu nona? Kau tidak bisa memecatku. Siapa kau bisa memecatku? Kau bukan atasanku" tanya manager yang mulai marah. "Aku memang sedikit lalai, tapi bukan berarti aku harus dipecat. Lagian dia juga tidak kenapa-napa" lanjut manager.


"Hei tuan, kau itu sangat lalai. Kenapa kau membiarkan seorang wanita berjaga dimalam hari tanpa didampingi laki-laki? Kau tidak bisa mengabaikan keselamatan wanita!" balas Vira tak kalah marah.


Tanpa aba-aba Vira tersenyum aneh.


"Baiklah tuan. Tunggu saja besok. Aku akan menunjukkan posisiku padamu" ucap Vira dengan tatapan yang tajam.


Vira melanjutkan perjalannya menuju kamarnya. Saat Vira di dalam lift, Vira menelpon Bima.


"Hallo sayang, apa kabarmu?" tanya Bima.


"Aku baik yah" jawab Vira.


"Apa ada masalah?" tanya Bima.


"Sedikit yah" jawab Vira.


"Apa masalahmu? Ceritakan pada ayah. Siapa tau ayah bisa bantu" tanya Vira.


"Ayah, aku mau ayah bantu aku mendapatkan sebuah hotel" ucap Vira.


"Hotel? Apa kamu masih dibandara? Kamu belum menginap ke hotel?" tanya Bima khawatir.


"Bukan itu yah. Aku mau ayah membeli hotel" jawab Vira.

__ADS_1


"Membeli hotel?" tanya Vira tidak mengerti.


"Iya" jawan Vira.


"Hotel seutuhnya?" tanya Bima memastikan.


"Iya ayah. HAku mau membeli hotel XX" jelas Vira.


"Tapi kenapa?" tanya Bima tambah heran.


"Besok aku akan jelaskan ayah. Sekarang aku hanya ingin, besok hotel XX ini menjadi milikku" jawab Vira. "Ayah bisakan bantu aku?" tanya Vira.


"Tentu saja sayang. Besok hotel itu akan menjadi milikmu" jawab Bima.


"Terima kasih ayah. Sekarang aku ingin tidur. Aku sangat istirahat. Lagian ini sudah sangat malam" ucap Vira.


"Oh iya ayah lupa, kamu kan sedang di negeri orang. Ya udah, sekarang kamu istirahat, jaga kesehatan, dan kamu jangan pernah lengah" ucap Bima memberi nasehat pada Vira.


"Siap komandan.." balas Vira. "Aku sayang ayah" ucap Vira.


"Ayah juga sayang sama kamu" balas Bima.


Panggilan pun berakhir.


Vira sudah sampai di lantai kamarnya berada. Vira masuk ke kamarnya dan langsung tidur. Sungguh, hari ini Vira sangat lelah.


...***...


Keesokan harinya, Vira sudah mendapatkan surat kepemilikannya atas hotel yang dia tempati. Vira tersenyum puas.


Pagi-pagi sekali, seluruh pegawai hotel sudah berkumpul di tempat meeting. Mereka berkumpul untuk mendengarkan pengumuman penting. Yang jelas,, kalian pasti sudah tau apa pengumuman itu.


Para pegawai mulai ricuh dengan pembicaraan mereka. Mereka merasa heran karna mereka tiba-tiba disuruh berkumpul.


"Silahkan nona, lewat sini" ucap salah satu orang mengawal Vira.


"Perhatian semuanya, kita berkumpul di sini untuk menyambut pemilik hotel kita yang baru. Pemilik hotel kita yang baru bernama nona Vira" ucap salah seorang pegawai hotel. "Nona Vira, silahkan" lanjutnya.


Vira berjalan dengan cool menuju mimbar yang sudah disediakan. Semua orang terkejut saat melohat Vira. Mereka berpikir kalau pemilik hotel yang baru sudah berumur. Tapi ternyata masih sangat muda.


"Dia kan.." gumam manager hotel.


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalkan jejak😆


Terus dukung author😉

__ADS_1


Tbc..


__ADS_2