
Happy Reading!😊
Polisi sudah sampai di sekolah. Tak lama setelah kedatangan polisi, seseorang berteriak menemukan kresek yang bersimbah darah. Polisi segera mengecek kresek itu. Dan benar saja, isi kresek itu adalah bagian kepala dari mayat itu.
Karna ada kejadian seperti ini, semua murid dipulangkan lebih awal. Ternasuk Vira, Rendi, Roy dan Nathan. Namun kali ini mereka pulang jalan kaki. Karna sekolah mereka cukup dekat dengan alun-alun, maka mereka memutuskan untuk pergi ke alun-alun dulu.
"Eh, lo tadi ke mana?" tanya Rendi.
"Em,, ada" jawab Vira.
"Lo gak penasaran apa?" tanta Roy.
"Gak" jawab Vira dengan singkat.
Saat Roy hendak bertanya lagi, tiba-tiba ada seseorang yang menubruk mereka. Roy dan Vira yang berada di tengah hampir tersungkur ke depan.
"Eh, lo apa-apaan sih?" tanya Roy dengan marah.
"Maaf, maafkan aku. Aku tidak sengaja" ucap orang yang menabrak.
"Lo gak punya mata ya?" tanya Rendi mengcengkr*m kerah baju orang itu.
"Maaf, aku sungguh minta maaf. Aku dikejar orang" ucap orang itu.
"Hei,, tunggu lo.." teriak seseorang dari belakang.
Rendi melepaskan cengkr*maannya. Semua orang berbalik ke sumber teriakan itu.
"Heh, mau lari ke mana lo" ucap orang-orang yang mengejar orang yang menabrak Roy dan Vira.
Vira, Rendi, Roy dan Nathan maju ke depan. Orang yang menabrak Vira dan Roy pindah ke belakang.
"Hei, siapa kalian? Minggir, kita gak punya masalah sama kalian" tanya orang-orang itu.
"Kalo kita gak mau gimana?" Rendi malah balik bertanya.
"Kalo kalian gak mau, kalian akan dapet balesannya" jawab orang-orang itu.
"Hahah.." Vira dan teman-temannya tertawa.
"Hei, kenapa kalian tertawa?" tanya orang itu dengan heran.
"Dengar, kalian mungkin gak punya masalah sama kita. Tapi kita yang punya masalah sama kalian" ucap Nathan.
"Apa maksud kalian?" tanyanya lagi.
"Berani sekali kalian memasuki wilayah kita. Apa kalian tidak tau siapa kita?" Rendi menunjukan tanda di bawah lehernya. Roy dan Nathan melakukan hal yang sama dengan Rendi.
Orang-orang itu terkejut melihat tanda dari Rendi, Roy dan Nathan. Mereka bersiap-siap untuk pergi.
"Kalian sudah memasuki wilayah kita. Jadi kita tidak boleh membiarkan kalian pulang dengan tangan kosong" ujar Roy.
__ADS_1
"Bagai mana menurutmu Vira?" tanya Rendi.
"Berikan mereka kenang-kenangan yang berkesan. Sehingga mereka mengingat pemberian dari kita" jawab Vira sambil tersenyum devil.
"Perintah sudah diterima. Mari kita lakukan" ucap Roy.
Rendi, Roy dan Nathan berkel*hi dengan orang-orang itu. Jumlah orang-orang itu ada 3. Mereka berkel*hi 1 lawan 1. Vira hanya menjadi penonton sambil tersenyum. Sementara orang yang ada di belakang Vira, diam dan bingung harus berbuat apa, karna dia takut.
"Sudah cukup" titah Vira.
Kini Rendi, Roy dan Nathan menang telak.
"Sudah cukup. Itu akan membuat mereka mengingat kita" ucap Vira.
Dengan cepat, orang-orang itu pergi jauh.
Vira dan teman-temannya kini berbalik menatap orang yang ada di belakang mereka.
"Terima kasih karna kalian sudah membantuku" ucap orang itu.
Tak ada yang menanggapi ucapan terima kasih dari orang itu.
"Kenapa kau bisa berurusan dengan mereka?" tanya Vira.
"Tadi aku tidak sengaja melihat mereka sedang mencopet. Aku tegur mereka. Tapi mereka malah tidak terima dan mengejarku sampai ke sini" jawab orang itu.
"Jelas saja mereka tidak terima" gumam Roy.
"Iya aku tau, tapi mereka melakukan perbuatan dosa dengan mencopet" jawab orang itu. "Kita sebagai umat islam harus saling mengingatkan dalam kebaikan" lanjutnya.
Semua orang terdiam.
"Oh iya, aku belum memperkenalkan diri. Perkenalkan, namaku Akbar" ucap Akbar.
"Akbar?" gumam Vira.
"Iya, Akbar Afriansyah" jawab Akbar dengan pasti.
Vira dan yang lainnya hanya diam.
"Aku boleh tau nama kalian?" tanya Akbar.
"Tidak perlu" jawab Vira.
"Baiklah tidak papa" balas Akbar.
"Dari mana kau berasal?" tanya Nathan.
"Aku bukan dari sini. Aku ke sini ikut dengan abi ku. Saat aku sedang jalan-jalan, aku melihat mereka dan sampai ke sini. Sekarang aku tidak tau ada di mana" jawab Akbar.
"Siapa itu abi?" tanya Rendi.
__ADS_1
"Abi itu em,, ayah" jawab Akbar.
"Oh,, jadi kau ke sini dengan ayahmu" ucap Rendi dan diangguki oleh Akbar.
"Seperti apa tempat yang kau datangi dengan abi mu?" tanya Vira.
"Em,, ada perempatan, pedagang kaki lima, toko buku dan hotel yang bertingkat" jawab Akbar.
"Kalian tau di mana tempat itu?" tanya Vira pada teman-temannya.
"Ya, aku tau" jawab Nathan.
"Ayo, kita antarkan kita" ajak Vira yang langsung berjalan tanpa menunggu persetujuan teman-temannya.
Rendi, Roy dan Nathan hanya saling tatap, kemudia. mereka mengikuti langkah Vira. Akbar mengikuti ke-4 orang itu.
Setelah berjalan kurang lebih 15 menit, akhirnya mereka sampai.
"Terima kasih sudah mengantarku" ucap Akbar.
Vira dan teman-temannya hanya menganggukkan kepala mereka.
"Aku pamit dulu. Assalamu'alaikum" pamit Akbar.
"Wa'alaikumsalam" jawab Vira.
Rendi, Roy dan Nathan melihat ke arah Vira dengan tatapan yang aneh. Vira pergi meninggalka tempat itu. Teman-teman Vira lagi-lagi hanya mengikuti langkah Vira.
"Akbar kamu ke mana aja?" ucap Abi.
Kalian pasti sudah taukan, siapa ayah dari Akbar? Ya,, kalian benar. Ayah dari Akbar adalah ustadz Afnan.
"Tadi Akbar tersesat bi" jawab Akbar.
"Tersesat?" tanya ustadz Afnan.
"Iya, tapi Alhamdulillah ada orang yang mau mengantarkan Akbar ke sini lagi" jawab Akbar.
"Alhamdulillah,, sekarang mana orang itu?" tanya ustadz Afnan.
"Mereka sudah pergi" jawab Akbar.
Ustadz Afnan dan Akbar kembali ke temlat mereka.
Vira yang haur-haur mendengar percakapan antara Akbar dan ustadz Afnan, segera berbalik. Namun saat berbalik, Vira tidak dapat melihat wajah ustadz Afnan. Karna mereka juga sudah berbalik.
Sesaat kemudian, Vira melanjutkan perjalanannyan.
Terima kasih sudah mampir😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😆
__ADS_1
Tbc..