
Vira membuka matanya secara perlahan. Warna putih mendominasi penglihatannya. Dia melihat ada banyak orang di sekitarnya. Dia menatap semua orang satu persatu secara bergantian.
Vira di kelilingi para laki-laki terdekatnya. Tatapan Vira terpaku pada satu orang, yaitu ayah nya. Bima.
"Vir lo gak papa kan?" tanya Roy.
Vira diam tak menjawab.
"Vir ada lo rasa sesak, pusing, mual, em.. atau apa gitu?" timpal Rendi.
Vira masih diam.
"Vira.." Nathan berusaha memancing Vira agar menjawab pertanyaan Roy dan Rendi.
"..." Vira masih setia dengan diam nya. Dia enggan menjawab pertanyaan dari para sahabatnya itu.
"Tinggalkan kami." titah Bima.
Tanpa bantahan semua orang pergi dari ruangan Vira. Tersisalah Vira dan Bima berdua saja. Dalam keadaan berbaring, Vira berusaha meraih tangan Bima. Namun Bima menolak tangan Vira. Bima menepis tangan Vira yang hendak meraih tangannya. Vira sangat kaget atas tindakan Bima.
Bima menatap Vira dengan tatapan kecewa. Bima membalikkan badannya dan menjauh dadi Vira.
"Ayah.." lirih Vira.
Vira segera meraih tangan Bima. Namun karna Bima sudah beberapa langkah dari Vira, Vira tidak bisa meraih tangan Bima. Alhasil Vira jatuh ke samping.
"Akh.." pekik Vira.
Mendengar pekikkan Vira, Bima langsung berbalik dan menangkap Vira yang hendak jatuh. Vira berada dalam pelukan Bima. Vira kaget karna Bima bisa menangkapnya. Dia pikir dia akan jatuh dan membentur lantai.
Vira mengatur nafasnya yang naik turun. Sementara Bima mengelus kepala Vira dengan lembut guna memberikan rasa tenang.
Bima melepaskan pelukannya. Saat dia menatap bertatapan dengan Vira, dia kaget karna Vira sudah berlinang air mata.
"Maafin Vira ayah.." ucap Vira. Vira tak bisa menahan air matanya lagi. Vira menangis di hadapan Bima.
__ADS_1
Bima tak bisa melihat putri satu-satunya menangis. Bima mengusap air mata yang membasahi wajah Vira. "Kenapa kamu nangis?" tanya Bima dengan dingin.
"Vira pikir, Vira gak akan bisa ketemu ayah lagi. Hiks.. hiks.. hiks.." jawab Vira di sela-sela tangisannya.
"Berhenti menangis." titah Bima.
"Hisk.. hiks..." Vira masih menangis.
"Ayah bilang berhenti menangis." ulang Bima.
"Hiks.." Vira masih tidak bisa menghentikan tangisnya.
"Syavira!" Bima memanggil nama Vira dengan penuh penekanan.
Akhirnya Vira berhenti menangis. Vira mulai menstabilkan emosinya.
"Ceritakan semuanya." titah Bima.
Vira menceritakan awal mula peristiwa yang terjadi padanya. Bima mendengarkan dengan seksama cerita dari Vira. Akhirnya Bima tau kenapa Vira bertindak cukup ceroboh. Bima menganggukkan kepalanya.
Tanpa menjawab, Bima memeluk Vira. Vira membalas pelukan Bima dengan erat.
"Visa seneng karna bisa meluk ayah lagi." ucap Vira.
"Ayah juga seneng kamu bisa selamat. Kamu hebat sayang." ucap Bima sambil mengelus kepala Vira.
***
Saat ini Vira sedang bersama dengan teman-temannya yaitu Rendi, Roy dan Nathan. Teman-teman Vira tidak menyangka Vira bisa selamat.
"Vir gue gak nyangka lo masih hidup." celetuk Rendi.
Bugh..
Rendi mendapat pukulan ringan dari Nathan.
__ADS_1
"Sakit blog." protes Rendi.
"Lo kalo ngomong jangan sembarangan toil." ucap Nathan.
"Ya maaf gue cuman bercanda."
"Bercanda nya gak lucu." timpal Roy.
"Yee maaf."
"Heheh.." Vira terkikik melihat pertengkaran ketiga temannya itu. Ini yang dia rindukan saat jauh dari mereka.
"Kamu gak papa kan?" tanya Nathan.
"Eum.. giliran sama si Vira aku kamu. Giliran sama gue, gue elo, toil, blog lah. Gak adil banget lo." cibir Rendi.
"Berisik!" desis Nathan.
Vira tersenyum. "Iya, aku gak papa ko." jawab Vira.
Nathan tersenyum lega. Nathan tidak mau jauh dari Vira. Sedari tadi dia memilih duduk di dekat Vira. Dari dulu perasaannya tidak pernah berubah pada Vira.
Vira sangat senang bisa bersama lagi dengan Bima dan yang lainnya. Dia tidak pernah membayangkan dia akan seberuntung ini dalam hidupnya.
Saat Vira masih kecil ibunya meninggal dunia, Vira kekurangan kasih sayang dari ayahnya dan mendapat perlakuan kasar dari ibu tirinya. Setelah kematian ayahnya, Vira dikirim ke penjara anak-anak berkedok panti asuhan. Di sana Vira mendapat perlakuan kasar dan juga tekanan mental. Vira harus menerima kenyataan saat sahabat terdekatnya, April mengakhiri hidupnya sendiri.
Seluruh kejadian dari kecil membuat Vira menjadi seorang manusia yang merenggut nyawa manusia lainnya. Sampai akhirnya Vira kabur dari panti asuhan itu dan bertemu dengan Bima.
Setelah bertemu dengan Bima, Vira kembali merasakan dan mendapat kasih sayang seorang ayah. Dia juga mendapat teman yang setia bersamanya. Kebiasaan mengambil nyawa manusia, masih sering Vira lakukan, malah dia menjadikan itu sebagai pekerjaan.
Memang terdengar mengerikan, namun itulah kisah hidup seorang Vira. Gadis kecil yang menjadi monster demi menjaga kelangsungan hidupnya.
End.
Terima kasih untuk reader yang sudah membaca novel author sampai akhirš¤
__ADS_1
Nantikan terus novel author yang baruš