Psikopat Sejak Dini

Psikopat Sejak Dini
Kejutan


__ADS_3

Happy Reading!😊


Vira kini duduk dengan Bima.


"Apa yang ingin kamu ceritakan?" tanya Bima.


"Em,, sebelumnya aku mau minta maaf" ucap Vira.


"Minta maaf untuk apa?" tanya Bima bingung.


"Selama ini aku tidak bersikap baik pada ayah. Aku membuat jarak denga ayah. Seharusnya aku tidak begitu" ucap Vira dengan penyesalan.


"Sudahlah,, itu tidak masalah" balas Bima.


Vira terdiam.


"Em apa yang ingin kau ceritakan?" tanya Bima.


"Karna ayah sudah menjadi ayahku, dan ayah juga sudah tau rahasiaku. Aku tidak akan menutupi apapun pada ayah. Aku akan menceritakan perjalanan hidupku sebelum bertemu dengan ayah" jawab Vira.


"Dengan senang hati ayah akan mendengarkannya" balas Bima.


Vira mulai bercerita. Cerita Vira di awali dengan siapa orang tua kandung Vira. Lalu kejadian Vira menemukan Devan yang sudah tidak bernyawa. Vira dimasukan ke panti asuhan, bertemu April, kemat*an bu Cece, mencuri uang Dewi, membun*h pria tidak dikenal, April bun*h diri, Vira memasukan kemat*an April, sampai akhirnya Vira memalsukan kemat*annya sendiri dan kabur dari panti.


Bima mendengarkan cerita Vira dengan serius. Bima tidak menyangka kalau kisah Vira begitu rumit dan penuh dengan kejadian diluar kemampuan anak seusia Vira.


Vira selesai bercerita hingga tengah malam.


"Ayah bangga sama kamu" ucap bima.


Vira mengerutkan keningnya tidak mengerti.


"Kamu menjalani hidup dengan usaha kamu sendiri. Kamu tidak mau ditindas oleh orang lain. Kamu berjuang sendiri untuk mendapatkan hidup" ucap Bima.


Vira tersenyum.


"Sekarang sudah sangat malam, sebaiknya kamu cepat tidur" titah Bima.


"Tapi aku belum mengantuk" tolak Vira.


"Lihatlah jam" ucap Bima.


Vira melihat ke arah jam yang menunjukan pukul 00.10.


"Hem,, baiklah" ucap Vira pasrah.


"Ayo, ayah antar kamu ke kamar" ucap Bima.


Bima mengantar Vira ke kamarnya. Vira naik ke tempat tidur dan Bima menyelimuti tubuhnya.


"Tidurlah, besok ayah ada kejutan buat kamu" ucap Bima.

__ADS_1


"Kejutan apa?" tanta Vira.


"Yang namanya kejutan itu rahasia, jika dikatakan sekarang, maka bukan kejutan namanya" Bika menyentil kening Vira.


Vira memegang keningnya yang disentil oleh Bima sambil mengerucutkan bibirnya.


"Sekarang cepat tidur" ucap Bima mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur.


Vira menutup matanya dan tertidur.


"Selamat malam gadis kecilku" ucap Bima mengelus kepala Vira.


Bima pun keluar dari kamar Vira.


...***...


Keesokan harinya. Hari ini adalah hari minggu.


Vira turun untuk sarapan bersama Bima.


"Selamat pagi sayang" sapa Bima.


"Selamat pagi ayah" balas Vira sambil tersenyum.


Vira dan Bima menjalani sarapan dengan khidmat. Setelah selesai sarapan, Bima dan Vira duduk di ruang ke luarga.


"Ayah punya kejutan untukmu" ucap Bima.


"Oh, iya" balas Vira.


"Kan semalam ayah bilang, kalo kejutan diberitau, itu bukan lagi kejutan" jawab Vira.


"Aww.." Vira meringis sakit saat Bima kembali menyentil kening Vira. "Sakita ayah.." keluh Vira.


"Kamu, ini kan semalam ayah bilang hari ini ayah punya kejutan buat kamu. Kenapa kamu tidak menagihnya?" tanya Bima.


"Untuk apa aku menagihnya? Ayah pasti akan mengatakannya sendiri" jawab Vira.


"Huh,, baiklah. Lupakan itu" ucap Bima.


"Lalu apa kejutannya ayah." tanya Vira.


"Kejutannya adalah,, mulai besok kamu akan sekolah" jawab Bima.


"Sekolah?" tanya Vira.


Bukannya senang, Vira malah bingung.


"Iya, kamu akan bersekolah bersama Rendi, Roy dan Nathan" jawab Bima. "Kamu senangkan?" tanya Bima yang tidak melihat raut bahagia dari Vira.


"Aku senang yah. Hanya saja, apa ini tidak terlalu berlebihan?" tanya Vira.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Bima mengerutkan keningnya.


"Ayah sudah menerimaku tinggal di sini saja aku sangat bersyukur. Tapi ayah menyekolahkanku? Apa ini tidak berlebihan?" tanya Vira dengan ragu.


"Dengar" Bika memegang pundak Vira. "Kau adalah putriku, dan aku adalah ayahmu. Bukan berarti tidak memiliki hubungan darah itu artinya mempunyai batasan. Aku akan menyekolahkanmu. Kau akan bersekolah seperti anak-anak lain" jawab Bima.


Vira dengan cepat memeluk Bima dengan erat.


"Terima kasih" ucap Vira.


"Kau tidak perlu berterima kasih sayang" balas Bima.


Bima mengelus kepala Vira dengan lembut. Seseaat kemudian pelukan mereka terlepas.


"Nah, sekarang ayo kita membeli baju seragam untukmu" ajak Bima.


Vira menganggukkan kepalanya dengan senang.


Vira dan Bima pergi kepusat perbelanjaan untuk membeli baju seragam. Vira juga ditemani oleh Rendi, Roy dan Nathan.


"Permisi, ada yang bisa saya bantu?" tahya pelayan toko.


"Aku sedang mencari baju seragam untuk putriku" jawab Bima dengan datar.


"Apakah seragam SD?" tanya pelayan itu.


"Kau lihatlah putriku. Apa dia seperti anak SMA?" tanya Bima.


"Tidak tuan, putri anda seprtinya masih SD" jawab pelayan itu.


"Lalu kenapa kau masih bertanya?" kesal Bima.


"Maaf tuan" ucap pelayan itu. "Mari, saya akan tunjukan beberapa baju" pelayan itu menunjukan beberapa baju seragam pada Bima dan Vira.


"Ayah, aku tidak mau memakai rok. Aku mau memakai celana saja" pibta Vira.


"Sayang, kamu ini perempuan. Masa mau pakai celana? Kalo baju biasa sih gak papa. Tapi ini seragam sekolah" ucap Bima.


"Om, biarkan Vira memakai celana. Agar nanti dia dikira laki-laki" ucap Rendi.


"Diam kamu. Kamu menghasut putriku" balas Bima.


"Om, turuti saja keinginan Vira" timpal Roy.


"Kamu juga diam" semprot Bima. "Kamu harus memakai rok untuk seragam sekolah sayang" ucap Bima pada Vira.


"Hem,, baiklah.." ucap Vira dengan pasrah.


Setelah membeli baju seragam, Vira diajak membeli baju untuk sehari-hari. Bima sengaja membelikan baju untuk Vira, karna dia tau setiap harinya Vira hanya memakai pakaian yang itu-itu saja.


Terima kasih sudah mampir😊

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak😆


Tbc..


__ADS_2