
Happy Reading!😊
Sisa malam Vira dihabiskan dengan melamun dan sesekali menangis. Tidak ada rasa ngantuk pada mata Vira. Vira berpikir bagaimana cara menyelesaikan masalah ini. Kemat*an April adalah sebuah masalah. Jika pengurus panti mengetahui april bunuh diri, maka akan sulit untuk mendapat celah kabur.
Setelah lama berpikir, akhirnya Vira mendapatkan sebuah ide gil* di kepalanya. Jika rencananya berhasil, maka Vira akan bisa kabur dari sini dengan selamat. Jika rencananya gagal, kemungkinan untuk kabur dari panti ini sudah tidak ada lagi. Vira harus menjalankan rencananya lebih awal.
Keesokan harinya.
Vira berpura-puras seperi biasa bangun tidur. Saat ini Vira dengan merapikan rambutnya bersiap untuk pergi ke hutan dan mencari kayu bakar.
"Vir, April mana? Kok dari tadi gak keliatan? Pas sarapan juga gak ada" tanya Mila.
"Iya Vir, biasanya April sama kamu" timpal Winda.
Deg,, April bingung harus menjawab apa.
"Em,, dia sudah duluan ke hutan" jawab Vira.
"Ouh,, tumben sekali dia" ucap Mila.
Mila dan Winda keluar duluan. April membuka baju lagi dan segera memakai baju April. Setelah memakai baju April, Vira memakai bajunya lagi. Setelah itu Vira keluar dari kamar.
Semoga rencana ini berhasil gumam Vira sambil berjalan.
Semua anak panti sudah ada di hutan. Termasuk juga dengan pengurus panti. Vira sengaja berada si hutan sebelah barat. Vira akan menjalankan rencananya di hutan seelah timur. Beruntung di sebelah sana tidak ada orang. Vira memperhatikan keadaan sekitar. Setelah dirasa aman, Vira berjalan mendekati bu Titi yang ada di belakangnya.
"Bu" panggil Vira.
"Hm,, ada apa?" tanya bu Titi.
"Saya mau izin ke toilet" jawab Vira.
"Mau apa kamu ke toilet?" tanya bu Titi.
"Menurut ibu apa yang orang lakukan di toilet?" Vira malah balik bertanya.
"Ya sudah, cepat sana" jawab bu Titi.
Vira tidak pergi ke toilet. Vira pergi ke kamarnya dan segera membuka bajunya. Kini Vira memakai baju April. Vira berjalan cepat menuju hutan sebelah timur. Vira seperti biasa memotong beberapa kayu.
__ADS_1
Tiba saatnya, Vira pun berteriak. Vira mencoba menirukan suara April.
"Ah,, ular" ujar Vira sedikit berteriak.
"Ular? Mana? Aah.." anak-anak lain ikut berteriak.
"Ah,, ular,, tolong.." teriak Vira.
Vira berlari ke arah jurang. Kemudian Vira meloncat ke jurang dan tercebur ke sungai.
"APRIL..." teriak Mila yang melihat Vira meloncat ke jurang.
Semua orang melihat ke arah jurang.
"April.." semua orang mendekati bibir jurang.
Untung sekali Vira karena bisa berenang. Vira berusaha untuk tidak memalingkan wajahnya ke kerumunan yabg ada di atas jurang.
Vira pura-pura tenggelam.
"Tolong,, tolong.." teriak Vira.
Sesaat kemudian, Vira menengg*lamkan tubuhnya ke dalam Air.
"Tidak, enak saja. Ibu tidak mau membahayakan nyawa ibu untuk orang lain" tolak bu Titi.
Jika perkiraan Vira sesuai. Maka Vira akan mengikuti alur sungai. Alur sungai itu akan berbelok dan tepat di belokan itu ada kumpulan pohon bambu yang cukup banyak.
Ketika melewati belokan itu, Vira langsung berenang ke pinggir sungai. Dan perkiraan Vira tepat. Vira duduk sebentar dibalik pohon bambu. Vira mengatur nafasnya.
Hari ini air sungai cukup deras. Vira agak kesulitan saat menjangkau pinggir sungai. Vira hampir kehabisan nafas.
Setelah cukup stabil, Vira mengendap-endap di balik semak-semak yang ada si bebelah pohon bambu. Vira menyusuri semak-semak itu sampai akhirnya berakhir di persawahan. Setelah berada di persawahan, tidak ada orang panti yang melihat Vira.
Vira lari secepat kilat menuju jalan raya. Setelah samapai di jalan raya, Vira segera berlari ke arah panti kemudian masuk ke area panti.
Sebagai informasi, saat Vira pulang ke rumahnya, sebenarnya Vira sedang mengamati jalan yang berada di luar panti. Hal itu Vira lakukan untuk mematangkan rencananya.
Vira celingak-celinguk memperhatikan apakah ada orang atau tidak. Dan ternyata tidak ada orang. Vira segera menuju kamarnya. Vira mengganti bajuga dengan baju yang dipakai sebelumnya. Setelah itu Vira kembali ke hutan dengan arah yang sama seperti ke toilet.
__ADS_1
"Ada apa ini? Kenapa kalian berkumpul di sini?" tanya Vira pada geromboran orang.
"Vira,, April Vir,, hiks,, hiks.." jawab Mila.
"Ada apa dengan April?" tanya Vira dengan wajah yang serius.
"April jatuh ke jurang lalu ke sungai" jawab Mila.
"Apa! Bagaimana bisa?" tanya Vira yang mulai panik.
"April dikejar ular, kemudian dia meloncat ke jurang dan ke sungai" jawab anak lain.
"Hah!" Vira berakting seperti orang yang tidak percaya. "APRIL.." panggil Vira dengan berteriak. "APRIL,, DI MANA KAMU..." teriak Vira lagi.
"Tidak ada gunanya. April sudah tenggelam" ujar bu Titi.
Vira menoleh ke arah bu Titi.
"Bu, kenapa ibu tidak menyelamatkan April?" tanya Vira pada bu Titi.
"Heh, untuk apa saya menyelamatkan April? Dia itu anak tidak berguna. Dia mat* juga gak papa" jawab bu Titi.
"Tega, ya ibu" ucap Vira.
"Bodo" balas bu Titi.
"Aku harus cari April" ucap Vira.
"Vir, kamu mau ngapain? Jangan gegabah Vir" tanya Mila.
"Aku gak bisa cuma diem aja, aku harus nyelamatin April" balas Vira.
Untuk yang kedua kalinya, Vira mel*mpat dari jurang dan tercebur ke sungai.
"VIRA.." teriak semua orang.
Semua orang kaget dengan keberanian Vira. Bahkan bu Titi juga kaget Vira senekat itu.
Terima kasih sudah mampir
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak
Tbc..