
Happy Reding!😊
10 tahun kemudian.
Pukul 07.00 WIB. Seorang gadis tengah duduk di balkon kamarnya. Rambut gadis itu tertiup angin pagi. Mata yang hitam, bola mata hitam pekat, kulit putih serta rambut lurus menjadi penyempurna kecantikannya.
Gadis itu menyesap benda kecil panjang dan diujungnya sedikit terbakar. Gadis itu mengeluarkan asap dari mulutnya. Gadis itu sedang memikirkan sesutu sembari menyesap rok*knya.
"VIRAAA!" teriak Rendi masuk ke kamarnya.
Ya, gadis itu adalah Vira. Kini Vira berusia 18 tahun. Vira tumbuh menjadi gadis cantik dengan akal yang cerdik.
"Vira.." Rendi berjalan ke arah balkon kamar Vira. "Vira, kita cariin dari tadi" ucap Rendi.
Vira menyembunyikan rok*k di tangannya.
"Hah,, gue pikir siapa" ujar Vira lega saat melihat siapa yang masuk ke kamarnya.
"Vira, kok lo belum siap sih? Lo gak niat ke sekolah ya?" tanya Rendi.
"Niat kok. Bentar gue mandi dulu" jawan Vira.
"Vir, lo belum mandi?" tanya Roy.
"Belum" jawab Vira yang tidak beranjak dari duduknya.
"Katanya mau mandi, tapi kok masih duduk sih?" tanya Nathan.
"Bentar Nat. Ngehabisin ini" jawab Vira sambil menunjukkan rok*knya yang sedikit lagi.
Nathan merebut rok*k Vira dan melemparkannya ke bawah.
__ADS_1
"Cepet mandi. Kalo gak, gue mandiin lo" tegas Nathan.
"Satu batang lagi deh" ucap Vira yang mengambil satu batang rok*k lagi.
Nathan merebut rok*k yang diambil Vira. Kemudian Nathan menggendong Vira di pundaknya. Nathan membawa Vira ke kamar mandi.
"Ah,, Nat turunin.." Vira memberontak.
Nathan mengguyur Vira dengan air yang ke luar dari shower. Nathan hendak menyabuni Vira, namun Vira menolaknya.
"Gue bisa sendiri Nat" tolak Vira.
"Nah, kenapa gak dari tadi" ucap Nathan.
Nathan ke luar dari kamar Vira. Dia kembali ke balkon. Nathan melihat Rendi dan Roy sedang menyesap rok*k milik Vira.
"Nat, lo mandiin si Vira?" tanya Roy.
Nathan ikut mer*kok.
10 menit kemudian, Vira sudah selesai dengan madinya. Vira ke luar hanya menggunakan jubah mandi yang sebataskan lutut dan rambut yang terurai basah.
Vira mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Namun tidak sampai kering. Setelah itu Vira memakai vitamin rambut, lalu menyisirnya supanya tidak berantakan.
Vira memakai seragam sekolahnya. Vira memakai celana kulit berwarna hitam dan jaket kulit yang juga sama berwarna hitam. Vira memasukan rok spannya ke dalam tas. Vira selalu menaiki motor sport miliknya.
Setelah selesai, Vira dan ke-3 temannya turun ke bawah. Di bawah sudah ada Bima yang sedang sarapan sambil membaca koran.
"Pagi yah.." sapa Vira.
"Pagi juga sayang.." balas Bima.
__ADS_1
Bima masih seperti dulu. Meskipun sudah usia Bima sudah 39 tahun, tapi Bima masih memancarkan ketampanannya. Bahkan bagi Vira, Bima semakin tampan.
"Ayo sarapan dulu" ajak Bima.
"Tidak yah. Aku tidak lapar. Nanti saja di sekolah" tolak Vira. "Aku berangkat dulu" Vira menyalami tangan Bima kemudian Vira menci*m pipi Bima. Hal itu kini sudah menjadi rutinitas setiap Vira maupun Bima akan pergi.
Vira berjalan ke luar rumah.
"Om, minta satu ya.." ucap Rendi mengambil apel yang ada di meja makan.
"Aku juga om" Roy juga sama seperti Rendi. Namun Roy mengambil buah pir.
Nathan tidak melakukan hal yang sama seperti Rendi dan Roy.
"Mereka itu.." gumam Bima menggelengkan kepalanya.
Vira memakai helm dan menaiki motor sport hitam miliknya. Teman-teman Vira pun juga sama seperti Vira. Mereka melajukan kendaraan mereka menuju sekolah. Butuh waktu sekitar 10 menit hingga sampai di sekolah.
Vira dan teman-temannya memarkirkan motor mereka di parkiran. Namun tempat biasa mereka memarkirkan motor ada yang menempati. Dengan cepat Rendi menendang motor itu sampai jatuh ke bawah.
Vira membuka helm nya dan mengibas-ngibaskan rambutnya yang panjang. Vira berjalan menyusuri kelas-kelas. Semua orang memandang Vira dengan takjub. Bagaimana tidak, kecantikan Vira dan juga ditambah tubuh Vira yang tinggi semampai, bagaikan dewi yang turun ke bumi.
Vira adalah kembang sekolah ini. Tatapan Vira bisa menghipnotis siapapun yang menatapnya. Banyak siswi yang iri pada kecantikan Vira. Apalagi ditambah dengan ke-3 pengawal yang selalu setia mendampingi Vira. Siapa lagi kalau bukan Rendi, Roy dan juga Nathan.
Mereka juga tampan, tapi itu menurut orang lain. Bagi Vira, mereka biasa saja. Rendi tumbuh menjadi laki-laki tampan. Namun dia play boy. Sama halnya dengan Rendi, Roy juga seperti Rendi. Hanya Nathan lah yang berbeda. Nathan lebih terlihat seperti bad boy. Rendi, Roy dan Nathan menjadi incaran pada siswi di sekolah.
Terkadang Vira menjadi obyek pembullyan. Namun bukan Vira namanya jika dia yang dibully. Saat Vira dibully, maka Vira akan balik membullynya. Bahkan Vira tak segan untuk menghilangkan nyawa orang yang membullynya. Alasan orang membully Vira, bukan karna Vira culun. Tapi karna Vira terlalu cantik.
Terima kasih sudah mampir
Jangan lupa tinggalkan jejak
__ADS_1
Tbc..