
PERHATIAN! NOVEL INI MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA!
Happy Reading!😊
Setelah beberapa kali mematikan lampu, kini lampu itu tidak hidup lagi. Bu Cece duduk di atas tempat tidurnya sambil memegang selimut. Keadaan kamar bu Cece gelap. Malam itu tiba-tiba hujan turun dengan derasnya disertai dengan suara petir yang menggemuruh.
Didekat pintu kamar bu Cece, Vira tampak berdiri sambil memegang parang. Bu Cece melihat ada seseorang di kamarnya.
"Siapa kau?" tanya bu Cece.
"..." tak ada jawaban dari Vira.
"Siapa kau?" bu Cece coba bertanya lagi.
"..." masih tak ada jawaban dari Vira.
Duar,,, suara petur menggelegar.
Bu Cece dapat melihat siapa yang ada di kamarnya itu dari cahaya yang berasal dari petir.
"Anak kecil.." gumam bu Cece.
"Siapa kau? Dari kamar mana kau? Kenapa kau bisa ada di dalam kamarku?" tanya bu Cece mulai bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Vira.
Bu Cece berpikir, kenapa dia harus takut pada anak kecil? Toh, setiap hari dia selalu meny*ksa anak kecil.
"Siapa kau? Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?" bu Cece mengguncang salahsatu bahu Vira.
Vira menatap bu Cece dengan tatapan tajam.
Duar,, lagi-lagi petir menyambar.
"Aaa..." bu Cece berteriak saat melihat tatapan Vira sangat tajam. Namun bu Cece tidak mengenali Vira, karna Vira memakai masker.
Bu Cece terduduk di lantai.
"Si,, siapa kau?" bu Cece menanyakan pertanyaan yang sama namun dengan sangat gugup.
__ADS_1
"Untuk apa kau tau siapa aku?" akhirnya Vira bersuara. Namun Vira menjawab pertanyaan bu Cece dengan pertanyaan.
Bu Cece tidak menjawab.
"Sudah banyak dosa yang kau buat selama kau hidup. Apa kau tidak merasa berdosa?" tanya Vira. "Coba kau hitung, berapa banyak anak yang sudah kau s*ksa. Berapa banyak tangisan anak yang kau dengar? Berapa banyak luka disetiap anak yang buat?" Vira berhenti sejenak.
Vira mendekati bu Cece.
"Kini waktunya kau mendapat balasan atas semua dosa yang kau lakukan" bisik Vira ditelinga bu Cece.
"Apa maksudmu?" tanya bu Cece tidak mengerti.
Vira tidak menjawab pertanyaan bu Cece. Vira mengangkat parangnya dan meny*ntuhkannya pada leher bu Cece.
"Akan sangat menyenagkan jika parang ini menyentuh tubuhmu" ucap Vira.
"Aa,, menjauh dariku" titah bu Cece.
Tubuh bu Cece menggigil karna ketakutan. Bu Cece mejauhi Vira. Vira mengejar bu Cece namun dengan berjalan biasa.
"Pergi! Pergi kau! Menjauh dariku!" bu Cece melemparkan berbagai benda pada Vira.
"Tolong,, jauhi aku. Lepaskan aku.." ucap bu Cece memohon pada Vira.
Vira menc*ngkram rambut bu Cece dengan kuat.
"Aaa,,, sakit.." jerit bu Cece.
Vira memb*nturkan kepala bu Cece sebanyak 3 kali.
"Hiks,, hiks,, hiks,, aku mohon. Ampuni aku hiks,, aku janji, aku tidak akan meny*ksa anak-anak lagi.." bu Cece meminta pengampuan dari Vira.
"Sudah terlambat" ucap Vira.
Bu Cece terbaring lemas. Keadaannya kini sangat menghawatirkan. Bu Cece tidak punya kekuatan untuk berdiri. Bu Cece menatap Vira dengan matanya yang sudah mulai tertutup.
"Se, sebenarnya siapa kamu?" meski sedang dalam keadaan yang terdesak, bu Cece masih penasaran pada Vira.
__ADS_1
Vira membuka maskernya dan memperlihatkan wajahnya pada bu Cece. Seketika bu Cece membuka matanya dengan lebar.
"Vi,, Vira" ucap bu Cece.
"Iya bu, kenapa? Kaget?" Vira tersenyum jahat.
Bu Cece keget karna orang yang menyerangnya ternyata Vira.
"Tolong ampuni saya Vira. Saya tau saya salah, saya janji saya tidak akan melakukan hal yang sama lagi" bu Cece berusaha membujuk Vira.
"Ah,, diam!" tegas Vira. "Aku bosan mendengar kau terus berkata itu. Apa kau tidak capek?" geram Vira.
Bu Cece menatap Vira.
"Dengar, tugasku hanya mengirimmu pada tuhanmu. Jika urusan mengampunimu, itu bukan tugasku. Jika kau ingin diampuni, bicara sendiri pada tuhanmu" ujar Vira.
Bu Cece masih menatap Vira.
"Untuk itu aku akan mengirimmu, agar kau bisa berbicara dengan tuhanmu" lanjut Vira.
"Apa maksudmu?" tanya bu Cece.
Vira mengangkat parangnya.
"Vir, jangan. Ibu mohon jangan lakukan itu" ucap bu Cece seolah sudah tau apa yang akan dilakukan oleh Vira.
"Terlambat" jawab Vira.
"JANGANNN!" teriak bu Cece untuk yang terakhir kalinya.
...Hem,, kira² apa yang dilakukan Vira pada bu Cece ya? ...
...Di sini author mau mengingatkan, jangan meniru adengan kekerasan dalam novel ini. ...
Terima kasih sudah mampir
Jangan lupa tinggalkan jejak
__ADS_1
Tbc..