
Happy Reading!😊
Vira masuk ke kamarnya. Kamarnya masih tampak sama. Vira berjalan ke arah meja yang berada di dekat tempat tidurnya. Di atas meja itu terdapat foto Vira dan Devan. Difoto itu Vira tampak bahagia bersama Devan. Namun keadaannya sekarang sudah berbeda. Vira menyesali permintaannya dahulu yang ingin mempunyai mama baru.
Vira memeluk foto itu sambil tiduran. Lama kelamaaan Vira tertidur dengan foto yang masih ada di pelukannya.
Vira pulang ke rumahnya hanya dengan membawa tas berukuran sedang yang di dalamnya terdapat 1 set pakaian. Dari awal Vira memang tidak berniat untuk tinggal lama di rumahnya. Setelah kembali ke panti, Vira akan menjalankan rencananya untuk kabur.
Malampun Tiba.
Saat ini Vira sedang melakukan makan malam bersama Dewi, Indra dan Indri. Vira duduk pada kursi yang biasa dia duduki. Sebelah kanan Vira ada Dewi dan sebelah kiri Vira terdapat kursi kosong yang biasa Devan duduki. Sungguh, Vira nerasa tidak nyaman ada di rumahnya sendiri.
Setiap kali Vira melewati ruang tamu, Vira akan teringat pada Devan, karna Vira menemukan Devan tergeletak bersimbah darah di sana. Jika berada di ruang makan, Vira akan teringat pada Devan yabg selalu duduk di sebelahnya.
"Kenapa tidak dimakan?" tanya Dewi membuyarkan lamunan Vira.
Vira hanya mengaduk-ngaduk makanannya saja.
"..." Vira tidak menajwab pertanyaan Dewi. Saat ini dia tidak ingin berbicara.
"Makanlah. Kamu pasti capek setelah perjalan jauh" ucap Dewi.
Vira menoleh ke arah Dewi.
"Apakah makanan ini beracun?" tanya Vira dengan senyum devilnya.
Brak,, Indri menggebrak meja.
__ADS_1
"Vira! Kamu pikir mama aku akan menaruh racun dimakanan kamu?" tanya Indri dengan marah.
"Em,, mungkin saja. Karna aku pernah dengar ada seseorang yang mat* oleh racun yang ada di tehnya" jawab Vira.
"Tapi ini bukan teh. Ini NASI" ucap Indri sambil menekan kata-katanya.
"Ya,, aku atu ini nasi. Tapi bisa sajakan, si pemberi racun itu menaruhnya di nasi ku?" tanya Vira.
"Vira! Kamu ini. Sudah untung kamu diizinkan tinggal di rumah ini. Tapi kamu tidak tau cara berterima kasih" ucap Indra. Kali ini Indra kehilangan kesabarannya.
"Hahahah.." Vira tertawa dengan kerasnya.
Mmbok Ayu dan mang Setno yang mendengar Vira tertawa, segera menghampiri untuk melihat keadaan Vira.
Dewi, Indra dan Indri saling tatap. Mereka bingung melihat Vira yang tiba-tiba tertawa.
Vira terdiam sebentar.
"Hahah.." Vira kembali tertawa mengingat perkataan Indra.
"Kalian mengambil seluruh harta ayahku setelah ayahku tiada. Kalian mendekati ayahku hanya untuk harta sajakan? Aku tau itu. Ingat ayahku membawa kalian dari jalanan menuju istana megah ini. Status seseorang didapatkan atas kerja kerasnya sendiri. Sementara kalian, sekeras apapun kalian berusaha, status kalian hanya orang rendahan yang berasal dari jalanan. Kalian hanya SAMPAH. Batu akan tetap menjadi batu meski ada di antara ribuan berlian" ucap Vira dengan nada menghina Dewi dan keluarganya.
Setelah mengucapkan kata-kata yang panjang, Vira meninggalkan ruang makan.
"Mbok, tolong buatkan aku nasi goreng dan jus alpukat. Dan juga tolong antar ke kamarku" ucap Vira pada Mbok Ayu.
"I-iya non" balas mbok Ayu.
__ADS_1
Dewi, Indra dan Indri mengepalkan tangan mereka. Mereka sungguh merasa terhina oleh perkataan Vira. Apalagi Vira mengatakan itu dihadapan Mbok Ayu dan mang Setno.
Setelah Vira pergi, Dewi juga ikut pergi dengan kemarah yang sangat besar. Indra dan Indri menyusul Dewi.
"Mang, apa benar itu non Vira kita?" tanya mbok Ayu tak percaya apa yang Vira katakan.
"Iya mbok, itu non Vira kita" jawab mang Setno.
Mbok Ayu segera menyiapkan nasi goreng dan juga jus alpukat pesanan Vira. Setelah selesai membuatnya, mbok Ayu mengantarkan makanan itu ke kamar Vira.
*To*k,, tok,, tok,, mbok Ayu mengetuk pintu kamar Vira.
"Non, ini mbok" ucap mbok Ayu.
"Masuk saja mbok" balas Vira dari dalam.
Mbok Ayu masuk ke kamar Vira. Mbok Ayu melihat Vira yang sedang duduk sambil memandangi foto dirinya bersama Devan.
Mbok Ayu menaruh makan Vira di atas meja.
"Makasih ya mbok" ucap Vira.
"Iya non, sama-sama" balas mbok Ayu.
Terima kasih sudah mampir
Jangan lupa tinggalkan jejak
__ADS_1
Tbc..