
"Alex ada urusan sebentar." Akhirnya Mario bisa menjawab pertanyaan dari Amoora dengan lancar, meskipun dengan berbohong.
"Oh begitu ...," Amoora terlihat kecewa.
Mario memperhatikan gerak-gerik Amoora, gadis itu terlihat sedih setelah Alex meninggalkan ruangannya. Apa jangan-jangan dia menyukai Alex, pikirnya.
Namun, ia berusaha mengenyahkan prasangka itu dari pikirannya. Karena dia tahu, Alex bukanlah tipe Amoora.
Amoora suka laki-laki yang humoris, dan juga romantis. Sedangkan Alex, apa yang bisa di harapkan darinya. Alex itu dingin, dan juga tidak bisa bersikap romantis kepada seorang gadis.
"Kamu bosan ya, Moora?" Tanya Mario yang melihat Amoora hanya diam saja sedari tadi.
Amoora hanya mengangguk, tanpa menoleh ke arah Mario sama sekali.
Amoora memang bosan karena tak ada Alex di sisinya lagi, dia juga bosan mendengar celotehan Mario yang seakan tak ada habisnya itu.
"Bagaimana kalau aku ajak kamu jalan-jalan, Moora?"
"Kemana?" Amoora nampak tak bersemangat.
"Aku tidak tahu." Mario menggelengkan kepala.
Amoora semakin merasa bosan dengan Mario, setiap hal yang di ucapkan Mario, terasa tidak menarik lagi baginya.
Mario tiba-tiba dapat ide cemerlang, ia langsung berseru kepada Amoora.
"Ahhh ... bagaimana kalau kita ketemu Tante Jessica di rumahnya, sekarang." Ucap Mario setengah berteriak.
Mata Amoora langsung berbinar begitu mendengar nama Jessica di sebut.
Tapi Amoora tak segera menjawab, karena takut ketahuan oleh Mario jika dia sangat antusias dengan ide Mario tersebut.
"Moor, bagaimana? Kamu mau gak, ketemu Tante Jessica?" Mario mengulang kembali kata-katanya.
Amoora mengangguk, tapi tak mengucapkan apa-apa untuk jawaban dari pertanyaan Mario.
Mario yang melihat anggukkan dari Amoora, langsung beranjak dari duduknya dan langsung meraih tangan Amoora.
"Ayo, kita pergi sekarang saja." Ajak Mario.
Amoora pun kembali mengangguk dan membiarkan tangannya di gandeng oleh Mario.
Semua karyawan yang tadinya menyangka Amoora tunangannya Alex, langsung terdiam begitu melihat Mario menggandeng tangan wanita tersebut.
"Aku pikir, wanita tadi tunangannya Pak Alex. Tahu-tahunya, pacar Pak Mario." Ungkap karyawan wanita yang pertama kali menyapa Alex tadi.
__ADS_1
"Iya, ternyata dia pacarnya Pak Mario. Hatiku, hancur sudah." Bisik karyawan yang lainnya yang tampak lesu karena sudah mengagumi Mario sejak dulu.
"Makanya, kalau mimpi itu pikir-pikir dulu. Jangan Boss sendiri yang di mimpiin, jadinya gitu deh, pas bangun patah hati. He-he ...," Balas karyawan wanita sambil terkekeh menertawakan sahabatnya.
Di dalam mobil, Amoora yang tak sabar bertemu dengan Jessica, mulai bertanya-tanya kepada Mario seputar kepribadian Jessica dan Alex sendiri tentunya.
"Ibunya Alex tuh, baik atau enggak, Mar?" Tanya Amoora sembari memperhatikan jalan lewat kaca spion mobil.
"Memangnya kenapa, Moor? Kamu takut ketemu sama Tante Jessica, ya?" Tanya balik dari Mario.
"Bukan gitu, aku cuma nanya saja." Balasnya cepat.
Amoora tak mau jika Mario curiga kepadanya, ia pasti akan merasa malu jika ketahuan menyukai Alex.
"Tante Jessica itu baik orangnya, Moor. Kamu pasti suka deh, sama dia." Terang Mario.
Amoora menjadi semakin bersemangat ketika mendengar hal itu, ia akan berusaha semampu mungkin agar di sukai oleh Jessica. Dan siapa tahu, jika dia berhasil mendapatkan hati Jessica. Alex juga, akan ikut menyukainya mengikuti Ibunya, Jessica.
Setelah mengendarai mobil selama 45 menit, akhirnya Mario dan Amoora sampai di sebuah mansion mewah milik keluarga Wibowo, Ayahnya Alex.
"Ayo, kita turun, Moor." Ajak Mario sembari membukakan pintu mobil untuk Amoora.
Amoora tercengang dengan penampakan mansion yang ada di hadapannya ini.
"Hemm ... Orangtua Alex adalah orang kaya nomor dua di kota ini." Jelas Mario yang sontak membuat Amoora semakin terkagum-kagum dengan sosok Alex.
Perempuan mana sih yang tidak kagum dengan sosok pria yang tampan dan mapan seperti Alex, pikir Amoora.
Setelah beberapa saat hanya berdiri di sana, Mario pun segera mengajak Amoora untuk memasukk mansion.
"Ayo buruan Moora, kita langsung masuk saja." Ujar Mario yang sudah merasa kepanasan berdiri di luar.
"Ayo!" Balas Amoora cepat, ia juga sudah tak sabar ingin bertemu dengan Jessica sang mertua incaran.
"Heyyy ... Mario!"
Begitu mereka berdua masuk, mereka langsung di sambut oleh perempuan cantik yang sangat ramah.
Meskipun perempuan itu tidak muda lagi, tapi kecantikannya, tidak kalah dengan bintang iklan yang sering nongol di TV.
Mungkin karena sering perawatan dengan skincare mahal, hingga kecantikannya tak pernah memudar.
"Tante Jessica!" Sapa Mario ramah ke arah perempuan cantik tersebut yang adalah Jessica.
"Tumben kamu main kesini, Mar? ada angin apa nih?" Tanya Jessica yang penasaran dengan kedatangan keponakannya ini.
__ADS_1
"Cuma mampir saja kok, Tante." Jawab Mario malu.
Sebenarnya, tujuan dia datang kesini adalah untuk mempertemukan Amoora dan Jessica. Agar rencananya, menitipkan Amoora berjalan lancar tanpa penolakan dari Alex.
"Ah ... kamu Mar! Biasanya juga, kamu ada maunya kalau main ke rumah, Tante." Ujar Jessica yang di balas senyuman malu-malu oleh Mario.
"He-he ...," Mario hanya terkekeh menanggapi perkataan Jessica.
"Ini siapa, Mar? pacar kamu bukan?" Tanya Jessica yang baru menyadari kehadiran Amoora di samping Mario.
Amoora yang sedari tadi diam saja, hanya tersenyum ke arah Jessica.
"Ini teman aku Tan, dari Jakarta." Jelas Mario kepada Jessica.
Mendengar kata Jakarta, Jessica jadi teringat kepada Leira, calon menantu kesayangannya.
"Ah, dari Jakarta ya ...," Ujarnya seraya melirik ke arah Amoora.
Gadis ini cantik juga ya ... tapi tetep, Leira mantuku lebih cantik, batin Jessica.
Di mata Jessica, tidak ada gadis lain yang bisa membandingi kecantikan dari Leira. Bukan hanya parasnya saja yang cantik, tapi hatinya Leira juga cantik, secantik orangnya, pikir Jessica.
"Iya Tante, saya dari Jakarta, nama saya Amoora, salam kenal ya, Tante." Jawab Amoora seraya mengulurkan tangannya kepada Jessica.
Jessica pun menerima uluran tangan Amoora dengan tersenyum penuh kelembutan.
"Salam kenal juga Amoora, nama Tante Jessica." Balas Jessica.
Amoora merasa senang, karena Jessica menerima kedatangannya dengan penuh kehangatan.
Dia semakin positif thinking, untuk bisa mendapatkan hati Jessica dan juga Alex.
Sepertinya, Tante Jessica ini akan mudah untuk di bujuk. Tidak seperti Alex yang keras kepala, tapi tidak apa-apa, aku akan memulai dari Ibunya dulu. Setelah itu, barulah Alex, batin Amoora.
"Tante, aku haus." Celetuk Mario yang sedari tadi menonton perkenalan kedua perempuan di hadapannya itu.
"Kamu 'kan bisa ambil sendiri, Mar. Jangan manja begitu, masa, udah punya calon pacar kok masih manja sih." Cibir Jessica kepada Mario, yang memang sering berkelakuan manja kepadanya.
"Mario belum ada calon, Tan." Balas Mario dengan wajah murung.
Dia memang belum memiliki pacar ataupun valon pacar, sedangkan Amoora yang dia taksir sedari dulu, belum juga peka terhadap perasaan Mario.
"Jangan bohong kamu, Mar. Nanti Amoora sakit hati, dengar ucapan kamu begitu." Ujar Jessica seraya melirik ke arah Amoora.
"Kenapa aku harus sakit hati, Tante Jess?" Tanya Amoora yang terheran namanya di sebutkan.
__ADS_1