Puteri Sang Walikota

Puteri Sang Walikota
45. Kekecewaan Mila


__ADS_3

Alissa juga sangat menyukai kepribadian Mila yang ramah dan murah senyum, itu membuat Alissa tidak sungkan untuk mengakrabkan diri dengan Mila.


Bip... Bip...


Suara bunyi notifikasi ponsel Mila menghentikan percakapan antara dua wanita tersebut.


"Sebentar ya Mbak, saya balas pesan dulu." Ijin Mila kepada Alissa untuk mengetik balasan kepada si pengirim pesan.


"Sampai di mana pembicaraan kita tadi, Mbak?" Tanya Mila setelah menyimpan kembali ponselnya.


"Itu, tentang masalah butik di Surabaya." Jawab Alissa dengan bersemangat.


Niko yang sedari tadi menjadi pendengar setia di sana, lama-lama merasa bosan juga jika harus mendengarkan obrolan seputar kecantikan dan fashion kedua wanita ini.


Dia lalu berpamitan untuk melihat-lihat taman belakang rumah Leira yang di tumbuhi berbagai macam tanaman hias.


"Ini minumannya Tante ...," Leira baru saja datang dari dapur membawa minuman untuk semua orang.


Mila dan Alissa langsung meminum jus strawberry yang di suguhkan oleh Leira.


"Om Niko kemana?" Leira baru sadar jika Niko sudah tidak ada di sana ketika dia akan memberikan minuman untuk Niko.


"Tante juga gak tahu, Nak. Tapi tadi, Om bilang mau ke taman belakang." Jawab Alissa lembut.


"Lalu ini bagaimana, Tan?" Ucap Leira sembari mengacungkan segelas jus.


"Buat kamu aja ...," Mila yang dahulu menjawab pertanyaan dari Leira.


Leira mengangguk, lalu duduk di sebelahnya Mila.


"Ra, kata Ibunya Nicholas kamu pergi ke Surabaya?" Mila menanyakan hal itu kepada Leira karena merasa penasaran dengan alasan kepergian keponakannya itu.


"Benar, Tante!" Jawab Leira jujur.


"Berapa lama kamu di sana, Sayang?" Tanya Mila lagi kepada Leira.


"Gak lama Tante, cuma beberapa hari aja." Leira membalasnya dengan reaksi yang biasa.


Mila tak lagi bertanya tentang masalah ini, dia kurang lebih tahu untuk apa sebenarnya Leira datang ke Surabaya dari Bi Nenah.


Dan lagi, setelah Mila menanyakan langsung sama Jessica tentang kabar tersebut. Jessica mengiyakannya, dan bilang kalau Leira memang datang ke rumahnya untuk mencari Alex.


Namun, yang jadi pertanyaan Mila. Kenapa Leira tidak tinggal di rumahnya Jessica saja? Kenapa Leira malah tinggal di rumahnya Alissa? Dan kenapa Jessica seperti orang panik, dan memaksanya untuk bertemu dengan Leira hari ini?


Bip... Bip...


Ponsel Mila berbunyi kembali.

__ADS_1


"Ra, temenin Tante ke depan!" Ajak Mila setelah mematikan layar ponsel.


Leira hanya mengangguk untuk menyahuti ajakan Tantenya itu.


"Mbak Alissa, aku dan Leira tinggal dulu sebentar enggak apa-apa?" Tanya Mila berbasa-basi.


"Silahkan saja, Mbak. Tidak perlu sungkan!" Balas Alissa dengan senyuman khas di wajahnya.


Mila 'pun menggandeng Leira untuk jalan bersama ke arah depan.


Baru saja mereka keluar dari pintu, sebuah mobil mini bus putih sudah meluncur memasuki halaman rumah, dan berhenti tepat di depan mereka berdua.


" Tante Jessica!" Gumam Leira perlahan setelah melihat seorang perempuan turun dari mobil mini bus putih tersebut.


"Hallo Mbak Mila, Leira, apa kabar?" Sapa Jessica ramah kepada mereka berdua.


Leira tidak menjawab, dia hanya mengangguk saja sebagai balasan sapaannya Jessica.


Sedangkan Mila, dia nampak senang dengan kedatangan calon mertua keponakannya ini.


"Kabar aku baik, Mbak! Di mana Alex, dan Mas Wibowo?" Tanya Mila dengan ramah tamah.


"Masih di mobil, sebentar lagi juga turun mereka." Jawab Jessica agak getir.


Mila langsung bisa menangkap keanehan dari gerak-gerik Jessica.


Ada apa ini sebenarnya? pikir Mila.


"Nah, itu mereka!" Ucap Jessica setelah pintu mobil terbuka.


Mila langsung tersenyum senang begitu melihat Alex dan Wibowo keluar dari dalam mobil.


Namun yang mengganggu penglihatan Mila. Setelah Alex turun, ada lagi orang yang turun menyusul Alex.


Seorang gadis? Mila agak terkejut ketika melihat gadis itu turun, dan langsung bergelayut di tangannya Alex.


"Gadis itu siapa ya, Mbak?" Tanya Mila penasaran.


Jessica ingin mejelaskan, tapi Leira sudah mendahuluinya.


"Gadis itu yang akan menjadi Istrinya Alex, Tante." Selepas berkata seperti itu, Leira 'pun masuk terlebih dahulu ke dalam rumah.


Mila melirik ke arah Jessica, dan meminta penjelasan tentang masalah ini.


"Nanti saya ceritakan di dalam ya, Mbak Mila." Ucap Jessica lemah.


Mila terlanjur tidak senang, jadi dia menjawab dengan kurang bersahabat.

__ADS_1


"Kita duduk di kursi depan saja, di dalam lagi ada tamunya Leira, gak enak saya ngobrolnya. Apalagi, ini menyangkut tentang kehidupan Leira yang telah kalian hancurkan." Ketus Mila.


Jessica tampak sedih dengan kata-kata Mila.


Sikap Mila yang ramah tamah, telah berubah menjadi sikap yang arogan dan juga sombong.


"Hallo Mbak Mila ...," Sapa Wibowo sambil mengulurkan tangan.


Mila menerima uluran tangan Wibowo dengan ekspresi wajah yang tidak sedap untuk di pandang.


Sepertinya, Mila sudah tahu tentang masalah Alex, batin Wibowo.


"Hallo Tante!" Alex mulai menyapa dan mengulurkan tangannya juga.


Namun Mila tidak menggubris Alex dan langsung berbalik menuju kursi di depannya, dan membiarkan tangan Alex menggantung di udara.


Jessica mengikuti langkah Mila di susul oleh Wibowo, Alex, dan juga Amoora yang ikut serta.


"Sekarang, tolong jelaskan, apa maksud kedatangan anda sekalian ke rumah ini?" Mila langsung bertanya kepada Jessica tanpa ekspresi apapun di wajahnya.


Sikapnya Mila sekarang, berbanding terbalik dengan sikapnya yang dahulu kepada keluarga Alex.


"Mbak Mila, kami datang kemari dengan tujuan baik. Kami ingin meminta maaf langsung, dengan Nak Leira. Dan menjelaskan semua yang telah terjadi kemarin, antara Amoora dan juga Alex." Wibowo berbicara penuh dengan kelembutan.


Kalau itu dulu, mungkin Mila akan terkesan dengan cara bicara Wibowo. Tapi sekarang, Mila justru merasa tidak senang dengan tutur kata orang yang sedang berbicara dengannya.


"Leira tidak akan mau menemui kalian, apalagi jika harus mendengarkan kejadian yang tidak perlu kalian perjelas lagi letak kesalahannya. Saya saja sudah cukup untuk mewakili Leira, dan kalaupun Leira mau bertemu dengan kalian, saya akan melarangnya!" Tegas Mila.


Alex terlihat sedih dengan ucapan Mila.


"Tante, Alex ingin berbicara dengan Leira sebentar saja." Ucap Alex lemah.


"Maaf, tidak bisa!" Mila langsung menolak dengan tegas permintaan Alex.


"Tante, Alex mohon!" Ucap Alex memelas.


Mila memalingkan kepala ke arah lain.


Wibowo menyentuh tangan Putranya, lalu menggelengkan kepala agar Alex tak meneruskan lagi niatnya untuk bertemu dengan Leira.


"Mah ...," Alex meminta bantuan Jessica.


Jessica memang merasa kasihan dengan kondisi Alex saat ini. Namun dia juga masih merasa kesal dengan kesalahan yang telah Alex lakukan bersama Amoora. Itulah kenapa, Jessica tidak menuruti keinginan Putranya, dan berpura-pura tidak mendengar permohonan Alex.


Bi Nenah keluar membawakan beberapa gelas minuman di atas nampan.


"Nyonya, saya di suruh membawakan minuman ini oleh Non Leira." Ucap Bi Nenah sopan.

__ADS_1


"Simpan di meja saja, Bi." Jawab Mila datar.


__ADS_2