Puteri Sang Walikota

Puteri Sang Walikota
39. Leira hilang.


__ADS_3

Leira penasaran dengan rasa nasi krawu yang di ceritakan oleh Elena. Dari aroma yang dia cium juga, sepertinya nasi krawu ini sangatlah enak.


"Mau, aku mau mencobanya." Ucap Leira bersemangat.


"Ayo, aku juga sudah lama gak makan nasi krawu." Ajak Elena kepada Leira.


Setelah sampai di tempat penjualnya, Elena langsung memesan dua porsi. Satu untuknya, dan satu lagi untuk Leira.


"Gimana Kak, rasanya?" Tanya Elena di sela-sela acara makannya.


"Enak! Rasanya enak! Apalagi ini, serundeng kelapa, Kakak suka!" Ucap Leira seraya menyuapkan nasi ke dalam mulut.


Elena tersenyum puas, nasi krawu ini memang benar-benar enak. Jangankan Leira, dia juga merasa ketagihan dengan rasa serundengnya.


"Iya, Kakak memang benar. Rasa serundengnya memang enak, apalagi si nasinya juga di siram pake kuah kaldu, jadi makin gurih." Kata Elena sembari dia juga memasukkan sendok yang berisi nasi.


Leira sedang asik dengan makanannya, tiba-tiba Elena berdiri dan pamit untuk ke toilet.


"Kak, aku mau ke toilet dulu. Kakak tungguin aku di sini ya, jangan kemana-mana. Nanti, biar aku gak bingung cari Kakak." Kata Elena sembari memberikan piring bekas kepada si penjual.


"Iya, Kakak di sini nungguin kamu. Tapi kamu jangan lama-lama ya, Elena." Jawab Leira.


Elena mengangguk, lalu buru-buru pergi dari sana.


Bukannya ke toilet, Elena justru pergi ke tempat lain.


"Mah, tugas Elena baru di mulai. Sekarang Mamah bantuin Elena, supaya yang lain percaya kalau Kak Leira hilang." Bisik Elena kepada Ibunya.


Alissa mengangguk, lalu pura-pura tidak mengetahui apapun.


"Ada apa kalian bisik-bisik? Di mana Leira?" Tanya Nicholas yang heran karena Leira tidak datang bersama Adiknya.


Elena terlihat murung ketika di tanya masalah Leira.


"Kak Nichol! Tadi aku, sama Kak Leira jalan-jalan kesana sebentar. Terus aku ijin ke toilet sebentar, tiba-tiba Kak Leira sudah gak ada. Aku pikir dia pulang duluan, tapi kata Mamah barusan, Kak Leira belum datang." Ucap Elena dengan perlahan.


"Apa? Leira hilang?" Teriak Nicholas panik.


"Iya, Kak!" Ucap Elena tampak sedih.


Nicholas semakin panik begitu teringat dengan Leira. Tempat ini sangatlah asing baginya, Nicholas takut terjadi sesuatu dengan Leira. Jadi Nicholas langsung berlari kesana kemari untuk mencari keberadaan gadis pujaan hatinya itu.


"Kak Nichol, mau kemana?" Teriak Elena.


Nicholas tidak menjawab, dia terus saja berlari sembari menengok ke kanan, dan ke kiri.


Niko yang baru datang membeli minuman untuk sang Istri, di buat bingung ketika melihat Putranya berlari dengan panik.

__ADS_1


"Ada apa? Kenapa Nicholas lari-larian seperti itu?"


"Leira hilang!" Jawab Alissa singkat.


Niko sama paniknya dengan Nicholas, ketika mendengar kabar tentang Leira.


"Apa? Hilang? Hilang kemana?" Tanya Niko setengah berteriak.


Alissa mengangkat bahunya, lalu menjawab pertanyaan dari Niko.


"Gak tahu, Pah. Namanya juga hilang ...," Jawab Alissa santai.


"Kalau begitu, kita harus lapor security. Siapa tahu, Leira bisa cepat di temukan kalau kita banyak mendapat bantuan." Saran Niko.


"Tidak perlu, Pah. Hilangnya juga 'kan belum lama, Leira pasti ketemu. Kita tunggu di sini saja." Jawab Alissa tampak tenang.


Niko mencium kejanggalan, dari reaksi Istrinya yang tampak biasa-biasa saja ketika menyebutkan tentang Leira yang hilang.


Tadinya, Niko ingin berlari mengejar Putranya untuk mencari Leira. Namun niatnya dia urungkan, Niko lebih memilih kembali dan duduk di samping sang Istri.


"Ini pasti rencana kamu 'kan, Mah?" Tanya Niko berusaha tampak tenang.


Sejujurnya, Niko masih merasa panik jika dia belum mendengar langsung kabar terbaru mengenai Leira.


"Rencana apa? Mamah gak ngerti!" Sangkal Allisa.


Alissa tidak berbicara, dia memang tidak bisa menyembunyikan apapun dari Suaminya.


"Iya, ini memang rencananya Elena." Jawabnya singkat.


"Terus sekarang, Leira di mana?" Tanya Niko penasaran.


"Papah tanya aja Elena, dia yang tahu Leira di mana." Balas Alissa seraya melirik ke arah Putrinya, Elena.


Niko menoleh ke arah Elena yang sekarang terlihat sedang senyum-senyum simpul.


"Di mana Leira?" Tanya Niko langsung.


"Gak tahu!" Jawab Elena datar.


"Ish, udah jangan pura-pura. Papah sudah tahu akal bulus kamu, Elena." Cibir Niko.


Elena ingin tertawa dengan cibiran Ayahnya, namun dia tahan karena tak ingin di sebut curang.


"Akal bulus apa? Jangan suka memfitnah, Pah!" Sangkal Elena kepada Niko.


Niko memutar mata malas mendengar jawaban dari Elena. Bisa-bisa dia bersekongkol dengan sang Istri agar menang taruhan.

__ADS_1


"Pokoknya, kalau kalian menang hari ini. Kita anggap perjanjian kita, batal!" Tegas Niko.


Elena dan Alissa langsung membelalak mendengar ucapannya barusan.


"Batal?" Teriak mereka berbarengan.


"Iya, batal! Kalian curang, jadi Papah anggap perjanjian kita itu tidak berguna lagi." Jawab Niko dengan tenang.


Elena langsung merengek begitu Niko mengucapkan hal itu.


"Gak bisa gitu dong, jangan batal. Lagian di perjanjian, gak ada peraturan yang menyebutkan tentang hal itu juga." Ucap Elena yang langsung di benarkan oleh Alissa.


Di tengah keramaian...


Nicholas yang panik, masih berlari kesana-kemari mencari Leira.


"Leira, kami di mana?" Ucap Nicholas perlahan.


Hatinya merasakan kegelisahan yang teramat sangat saat ini. pasalnya, Leira adalah orang baru di Surabaya. Dan juga, Leira tidak pernah kemana-mana selama ini. Nicholas takut, jika ada orang jahat memanfaatkan kepolosan Leira.


Sedangkan di tempat penjual nasi krawu. Leira yang sudah lama menunggu, menjadi sedikit gelisah.


"Elena kemana? Ini udah hampir dua puluh menit, tapi dia belum datang-datang juga?" Gumam Leira.


Penjual nasi krawu yang melihat kegelisahan Leira, berusaha menenangkannya.


"Mbak tunggu di sini saja, mungkin di toilet banyak orang. Maklum Mbak, lagi musim liburan." Ucap si penjual nasi.


Leira mengangguk, dia berusaha tenang dan menunggu Elena datang menjemputnya. Karena jujur saja, Leira tidak tahu arah jalan untuk kembali bergabung bersama Nicholas dan keluarganya.


"Leira!" Panggil Nicholas dari kejauhan.


"Nichol!" Jawab Leira dengan girang.


Hatinya merasa lega, karena bisa bertemu dengan Nicholas lagi.


"Kamu lagi apa di sini? Jangan jalan terlalu jauh, kalau kamu beneran hilang gimana?" Ucap Nicholas tampak khawatir.


"Hilang? Aku hilang kemana? Dari tadi, aku nungguin Elena di sini, tapi dia belum datang-datang juga." Jawab Leira dengan kebingungan.


Bisa-bisanya Nicholas bilang dia hilang, padahal 'kan tadi Nicholas sendiri yang ngebolehin dia pergi sama Elena untuk jalan-jalan.


"Jadi Elena tahu, kamu di sini?" Tanya Nicholas heran.


"Tahu! Bahkan dia juga makan nasi ini, bareng aku tadi." Jawab Leira jujur.


"Elena!" Ucap Nicholas geram.

__ADS_1


__ADS_2