
Alex menatap tajam ke arah sang Ayah, yang kini tengah memegangi pergelangan tangannya.
"Lepaskan Alex, Pah!" Ucap Alex dengan nada keras.
"Tidak, Lex! Kamu tidak boleh seperti ini, kamu tidak boleh berbuat kasar kepada orang lain lagi!" Wibowo tampak terpukul dengan perubahan sikap Alex.
Alex menarik paksa tangannya dari genggaman Wibowo. "Alex juga tidak ingin bertindak kasar, Pah! Tapi mereka yang memaksa Alex untuk melakukan ini semua!"
Wibowo menggoyang-goyangkan tangan Alex dengan perlahan. "Tenang, Nak! Tidak semua masalah, bisa di selesaikan dengan kekerasan. Semua bisa di bicarakan terlebih dahulu dengan keadaan tenang, dengan begitu, semuanya akan berjalan lancar."
Mata Alex yang sempat memancarkan api kemarahan, kini menjadi meredup setelah mendengar ucapan yang menenangkan dari Wibowo
"Alex hanya ingin minta maaf dengan Leira, Pah." Ucap Alex dengan lirih.
Wibowo menepuk pundak Alex pelan.
"Kalau memang itu yang ingin kamu lakukan, mintalah ijin terlebih dahulu kepada Tuan rumah. Seorang pria, harus berjiwa kesatria. Jangan hanya mengandalkan kekuatan, untuk mengejar keinginan." Ucap Wibowo mencoba menasehati Putranya agar tidak bertindak impulsif seperti tadi.
Alex mengangguk pasrah. Sikapnya memang terlalu kasar tadi, entah karena alasan takut kehilangan, atau mungkin karena merasa frustasi karena Leira seperti tak ingin melihatnya sama sekali.
"Mbak Mila, tolong biarkan Putra saya untuk bertemu dengan Leira sebentar saja. Jika perlu, saya akan bersujud di hadapan anda, Mbak." Ucap Jessica sambil berlinangan airmata.
Jujur saja, Mila juga merasa kasihan dengan Alex yang terlihat kacau.
Tapi sebagai pengganti orangtuanya Leira, Mila tidak mau mentorerir kesalahan sekecil apapun, apalagi ini menyangkut tentang hidup keponakannya.
"Tidak! Tetap tidak bisa!" Tegas Mila keras.
"Tolonglah, Mbak! Ini hanya masalah anak muda, sebagai orangtua, kita harusnya menjadi penengah saja." Bujuk Jessica lembut.
Namun Mila tetaplah Mila, mau di bujuk dengan cara apapun, dia akan tetap menolak.
"Aku bilang tidak bisa, ya tidak bisa!" Tegas Mila.
"Jika Tante tidak mau Alex menggangu Leira lagi, lebih baik, Tante membiarkan Alex masuk dan berbicara dengan Leira sekarang. Kalau tidak, Alex akan terus datang, dan terus memaksa untuk bertemu dengan Leira." Ancam Alex.
Mila berpikir sejenak, lalu akhirnya membiarkan Alex untuk masuk ke dalam rumah, dan menemui Leira.
"Leira!" Panggil Alex setelah menemukan keberadaan Leira.
"Mau apa Den Alex nemuin Non Leira lagi?' Bi Nenah merasa terganggu dengan kedatangan Alex.
__ADS_1
"Maaf Bi, ini bukan urusan Bibi. Ini urusan antara aku, dan Leira." Jawab Alex dingin.
Bi Nenah ingin membalas, namun Leira memberinya isyarat untuk tetap diam.
"Ada apa?" Tanya Leira ketus.
Hati Alex terasa pedih begitu mendengar pertanyaan Leira yang dingin kepadanya.
"Ra, aku mau minta maaf!" Ucap Alex lemah.
Seandainya dulu, mungkin hati Leira akan mudah luluh. Namun sekarang, hati Leira sudah terlanjur sakit karena telah di khianati.
"Sudah di maafkan!" Balas Leira datar.
Mata Alex menjadi berbinar. "Benarkah, Ra?"
"Benar!" Jawab Leira singkat.
"Kalau begitu ...,"
"Kalau begitu, kau lebih baik cepat pulang" Alex belum selesai berbicara, namun Leira malah langsung menyela ucapannya.
"Jangan gitu, Ra!" Alex berusaha membujuk Leira.
Alex diam mematung. Sikap hangat Leira yang biasa di tunjukan Leira untuknya, kini telah menghilang.
Kemana senyum hangatmu itu? Kemana tatapan penuh kasih sayangmu itu? Kemana Leira-ku yang dahulu? batin Alex.
"Ra, aku ...," Alex kehilangan kata-katanya.
"Pergilah! Tak ada lagi yang perlu kau jelaskan!" Ucap Leira dingin hingga membuat hati Alex semakin terluka karena perlakuan dingin Leira tersebut.
"Maaf Den Alex, Non Leira ingin anda pergi." Bi Nenah memberanikan diri lagi untuk berbicara stelah tadi Alex menyuruhnya untuk diam
"Baik, aku akan pergi. Tapi kamu harus ingat satu hal ini Ra, aku mencintaimu, dan akan tetap mencintaimu sampai kapanpun juga." Ucap Alex penuh penekanan.
Setelah mengatakan itu, Alex 'pun pergi dengan menelan pil pahit kekecewaan.
Sebelum Alex sampai di depan pintu keluar, seseorang telah menghadang jalannya.
"Jangan pernah mengganggu kehidupan Leira lagi!" Orang yang menghadang Alex ternyata adalah Nicholas yang sejak tadi merasa geram dengan kelakuan kasar Alex.
__ADS_1
"Apa hakmu melarangku? Apa kau menyukai Leira? Jangan mimpi! Leira milikku! Dan akan selamanya menjadi milikku!" Bentak Alex kepada Nicholas.
"Leira bukan lagi tunanganmu, jadi Leira masih bisa bebas menentukan, dengan siapa dia akan hidup, dan dengan siapa dia akan membagi hatinya. Dan tentang masalah aku suka Leira atau tidak, itu bukanlah urusanmu. Yang terpenting sekarang, kau jauhi Leira, urus perempuan barumu itu, dan jangan pernah kembali ke rumah ini!" Ucap Nicholas dengan penuh ketegasan.
"Lihat itu Pah, Putra kita!" Bisik Alissa yang sedang memperhatikan perdebatan Alex dan Nicholas.
"Keren ya, Mah." Niko balas berbisik.
"Keluarga Mahendra memang semuanya keren-keren, Pah." Celetuk Alissa.
Niko hanya geleng-geleng kepala mendengar celetukan Istrinya yang terkesan narsistik, lalu kembali memperhatikan perdebatan Nicholas yang mulai memanas.
"Diam kau brengsek!" Alex kehilangan kesabaran dan langsung meninju wajah Nicholas.
-Bughh!-
"Nichol!" Teriak Leira yang langsung berlari begitu melihat kejadian ini.
"Apa-apaan kamu, Mas?" Ucap Leira berang karena Alex bertindak kasar kepada Nicholas.
"Dia pantas mendapatkan itu semua!" Alex malah merasa bangga karena emosinya terlampiaskan.
"Kamu tidak apa-apa?" Leira tidak menggubris sosok Alex lagi. fokusnya sekarang, hanya tertuju kepada wajah Nicholas yang tampak lebam karena pukulan bogem mentahnya Alex.
"Aku tidak apa-apa, Ra." Jawab Nicholas sambil tersenyum tipis.
Sebenarnya, Nicholas bisa saja mengelak, atau menangkis pukulan dari Alex kalau dia mau.
Cuman Nicholas sengaja tidak berusaha menghindar agar pukulannya Alex berhasil, dan dia mendapatkan perhatian dari Leira.
Dan hal yang paling pentingnya adalah, Nicholas bisa menunjukkan kalau perhatiannya Leira kepada Alex sudah tidak ada lagi, dan sekarang perhatian Leira hanya akan di tujukan kepada satu orang pria saja, yaitu dirinya, Nicholas Mahendra.
Alex mengepalkan tinjunya erat ketika menyaksikan Leira mengkhawatirkan pria yang menghadangnya.
Bukan hanya itu, Leira juga mengelus wajah pria yang berhasil dia tinju tadi.
"Leira! Kamu itu gadis baik-baik, jaga harga diri kamu, jangan terlalu dekat dengan seorang pria yang bukan pasangan halalmu!" Tegur Alex keras.
"Kamu sendiri bagaimana, Mas? Apa menjaga jarak? Menjaga nama baik? Tidak 'kan? Bahkan untuk menjaga sedikit perasaanku saja, kau tidak bisa melakukannya!" Kata Leira yang sontak membuat Alex jadi tertunduk malu.
"Leira, itu ...," Alex berusaha menyangkal, namun suaranya tercekat di tenggorokan.
__ADS_1
"Itu apa? Tidak bisa jawab? Hehh, lucu sekali! Orang yang menggaung-gaungkan tentang menjaga baik, ternyata, tidak bisa mempraktekannya sendiri! Memalukan!" Sindir Leira kejam.