
"Sudah, sudah! Jangan ribut terus!" Niko berusaha melerai perdebatan Putra-Putrinya.
Kedua Kakak beradik itu langsung diam tak melanjutkan lagi, perdebatan mereka.
"Kita sampai, ayo, turun!" ucap Niko sambil membuka pintu mobilnya.
"Hore! Akhirnya, aku bisa nonton bareng Kak Leira!" teriak Elena dengan girang.
"Lebay!" sindir Nicholas sambil berjalan mendahului mereka semua.
"Ish, sirik!" balas Elena sambil menjulurkan lidahnya.
Alissa dan Mila, hanya menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya.
"Ayo, kita masuk! Filmnya sudah mau di mulai!" ajak Mila sambil menggandeng keponakannya.
Mereka berenam 'pun berjalan beriringan memasuki gedung bioskop.
"Mau popcorn, gak?" tanya Leira sebelum masuk ke studio.
Elena langsung mengacungkan tangan, dan Nicholas hanya melirik sebentar saja tanpa bersuara.
Nicholas sedikit kecewa, karena hari terakhirnya di Jakarta, dia tidak bisa bebas berbicara berdua dengan Leira.
"Kamu kenapa? Dari tadi Papah lihat, cuma diam saja!" tanya Niko kepada Nicholas yang duduk di sampingnya.
"Gak apa-apa kok, Pah!" jawab Nicholas singkat.
Niko sebenarnya paham, Nicholas butuh waktu berdua bersama Leira. Namun dia juga tidak bisa berbuat apapun juga, untuk mendekatkan Putranya kepada calon menantunya tersebut.
Semua orang kini ingin merayakan perpisahan, jadi sangat sulit mencuri-curi waktu untuk membuat Putranya bisa berdua-dua terus dengan gadis pujaan hatinya.
Niko menoleh ke kiri dan ke kanan mencari tempat ke empat wanita yang datang bersamanya.
Namun ke empat wanita tersebut, masih betah berada di luar studio. Entah apa yang mereka lakukan di luaran sana, padahal beberapa menit lagi, film akan segera di mulai.
"Ibu dan Adikmu, mereka masih di mana? lama sekali masuknya!" tanya Niko memecah keheningan.
"Tidak tahu!" Nicholas membalas dengan malas.
Beberapa saat kemudian, rombongan ke empat orang wanita tersebut, akhirnya datang dan menduduki kursi masing-masing.
Kebetulan, tempat duduk Leira bersebelahan dengan Niko. Dan itu menjadi kesempatan Niko, untuk lebih mendekatkan Leira kepada Putranya.
"Nak Leira! Bisa tidak, kita bertukar tempat duduk?" bisik Niko kepada Leira yang langsung membalas dengan anggukkan kepala tanpa merasa curiga.
"Eh, kamu kenapa duduk di sini, Ra?" tanya Nicholas terkejut saat Leira duduk di sampingnya.
"Om Niko, dia minta bertukar kursi! Ya sudah, aku duduk di sini sekarang!" balas Leira sambil memasukkan popcorn ke dalam mulutnya.
__ADS_1
Nicholas melirik ke arah sang Ayah, yang saat ini sedang mengacungkan jempol kepadanya.
Di dalam lubuk hatinya yang terdalam, Nicholas banyak-banyak mengucapkan terima kasih, kepada sang Ayah karena sangat pengertian.
Setelah seharian penuh Nicholas berjauhan terus dengan Leira, akhirnya dia memiliki kesempatan untuk duduk berdekatan dengannya.
"Popcorn buat aku mana, Ra?" tanya Nicholas mencairkan suasana.
Dia tak lagi ingin menatap layar, wajah Leira lebih menarik daripada cerita film yang di tontonnya sekarang, pikir Nicholas.
"Memangnya, kamu mau?" tanya Leira dengan heran.
Waktu di pintu masuk tadi, Nicholas nampak acuh, namun sekarang, malah terlihat antusias.
"Mau!" jawab Nicholas sambil meraih popcorn yang ada di tangan Leira dan memasukannya ke mulut.
"Pelan-pelan!"
Leira menepuk punggung Nicholas perlahan karena dia terlihat kepayahan mengunyah popcorn yang memenuhi mulutnya.
"Ini, minum!" Leira menyodorkan botol minuman ke arah Nicholas.
Setelah minum hampir setengah botol, Nicholas mengembalikan sisanya kepada Leira.
"Kenapa gak di abisin sekalian aja sih, Nichol?" goda Leira sambil tersenyum lembut yang membuat hati Nicholas semakin bergetar.
"Mas, Mbak! Kalau mau ngobrol di luar aja, jangan di sini! Berisik!" tegur salah satu penonton di belakang kursi mereka.
"Iya, nih. Kita jadi gak bisa fokus nontonnya." tegur yang lainnya.
Nicholas tidak marah sama sekali, justru dia menggunakan kesempatan ini untuk mengajak Leira keluar dari studio.
"Kita mau kemana, Nichol? Om, Tante, dan Elena masih ada di dalam, kalau nanti mereka nyariin kita, bagaimana?" ucap Leira ketika sudah berada di luar studio tempat mereka nonton film.
"Gampang itu mah, Ra! Kita tinggal telepon aja, 'kan beres!" ujar Nicholas sambil meraih tangan Leira untuk di ajak jalan bersamanya.
"Kamu mau makan, apa enggak, Ra?" tanya Nicholas di sela-sela langkah kakinya.
Leira menggeleng, pikirannya masih tertuju kepada orang-orang yang nantinya akan bingung mencari keberadaannya di studio.
Dan benar saja, Mila yang duduk di dekat Alissa merasa kebingungan karena Leira sudah tidak ada lagi di tempatnya.
"Mbak, tempat duduk Leira kok, kosong?" tanya Mila merasa heran juga kebingungan.
Alissa menoleh dan mendapati Nicholas juga tidak ada di tempatnya, "Nicholas juga, Mbak!"
"Sudah, Mah. Jangan berisik, biarin aja! Mereka 'kan anak-anak muda, kita yang tua-tua duduk manis aja!" bisik Niko yang mendengar pembicaraan Mila dan Istrinya.
Di pinggir jalan, Nicholas terus menggandeng tangan Leira hingga sampai ke tempat penjual mie baso jawa.
__ADS_1
"Mas, mie basonya dua porsi." ucap Nicholas sambil duduk di salah satu bangku yang sudah di sediakan.
"Yakin, mau makan di sini?" tanya Leira heran.
"Memangnya kenapa? Kamu malu makan di pinggir jalan?" tanya Nicholas sambil menatap wajah Leira yang membuatnya candu.
"Bukan begitu, lokasinya kejauhan. Nanti, Tante Mila nyariin aku, gimana?" ujar Leira yang masih memikirkan tentang hal tersebut.
Dari dulu, Leira tidak pernah pergi keluar rumah tanpa seijin orangtuanya. Dan sekarang, Mila adalah orangtua pengganti bagi Leira. Tentu saja dia merasa was-was, karena belum mendapat ijin Mila untuk keluar.
"Nanti aku yang jelasin ke Tante Mila, kamu makan aja dengan tenang, ok!" ucap Nicholas sambil mengelus pipi Leira.
Secara kebetulan, Jessica juga sedang berada tak jauh dari tempatnya mereka sekarang.
"Leira, Pah!" ucap Jessica kepada Suaminya sambil menunjuk ke arah Leira sekarang.
"Biarin aja, Mah! Kita fokus aja, nyari nasi goreng biar Alex mau makan." balas Wibowo tak mau ambil pusing dengan urusan orang lain.
"Tapi, Pah. Mamah belum rela kalau Leira dekat sama pemuda lain, selain Putra kita." rajuk Jessica yang merasa kesal karena Nicholas seperti menyukai Leira, mantan calon menantunya tersebut.
"Mah! Putra kita yang salah! Biarkan saja Leira mencari kebahagiaannya sendiri, jangan di ganggu!"
Wibowo memang orang yang positif vibes, dia tidak pernah mau mencampuri, atau mengganggu kehidupan orang lain.
"Mamah gak bisa, Pah! Mamah enggak akan biarin pemuda itu, mendapatkan cintanya Leira! Cuma Alex yang berhak mendapatkannya, Pah!" tegas Jessica sambil menghempaskan tangan Wibowo yang sedang menggenggamnya.
"Mah! Jangan, Mah!" teriak Wibowo saat Jessica sudah menjauh darinya.
Namun Jessica mengacuhkan panggilan dari Suaminya, tekadnya sudah bulat, dia harus merusak kedekatan Nicholas dengan Leira saat ini.
"Leira! Sedang apa kamu malam-malam di tempat ini?" tegur Jessica sambil matanya melirik tajam ke arah Nicholas.
"Tante Jes! Aku ...,"
Belum sempat Leira menjawab, Jessica langsung menimpali ucapannya.
"Tidak baik seorang gadis, keluyuran malam-malam begini!" ucap Jessica ketus.
Sikapnya sekarang berubah kasar semenjak Leira memutuskan untuk menjauh dari Alex.
"Bukan begitu, Tante!" Leira berusaha menyangkal namun Jessica semakin gencar menyudutkannya.
Nicholas yang geram, langsung bangkit dan menatap Jessica dengan tatapan sinis.
"Maaf, Tante. Kami berdua sedang makan! Jika Tante ada urusan, sebaiknya tunggu sampai kami selesai makan terlebih dahulu." ucap Nicholas tegas.
Wibowo yang baru saja datang, langsung merasa tidak enak hati dengan sikap kasar Istrinya.
"Maafkan Istri saya! Kami akan segera pulang, silahkan menikmati kembali makanan kalian!" ucap Wibowo sambil meraih tangan Istrinya untuk di ajak pergi dari tempat itu.
__ADS_1