Puteri Sang Walikota

Puteri Sang Walikota
44. Mila datang.


__ADS_3

"Nicholas? Memangnya, dia kenapa Pah? Kok bisa, bikin Papah kesal sih?" Alissa keheranan karena Suaminya menyebut nama Nicholas sebagai penyebab kekesalannya.


"Tadi waktu di tempat makan, Mah. Kalau saja dia gak bilang apa-apa sama Leira, mungkin Papah sudah bisa request banyak makanan." Jawab Niko yang membuat Alissa tak bisa menahan tawanya.


"Ha-ha! Jadi karena alasan itu, Papah marah?"


"Iya Mah, karena itu ...," Balas Niko sedikit tersipu.


"Ada-ada aja ah, si Papah! Lagian aneh-aneh aja nih, masa tinggal di rumah orang, makanan pake request segala. Malu tahu Pah, sama Leira!"" Ucap Alissa.


Niko sekarang sudah tidak cemberut lagi seperti tadi, dia berpikir, tidak ada gunanya lagi untuk merasa kesal seperti itu. Toh apa yang di katakan Nicholas itu benar, mereka akan makan apa saja yang di sajikan selama itu memang enak.


"Ok, ok, Papah minta maaf." Ucap Niko sambil cengar-cengir di depan Alissa.


"He-he! Minta maafnya jangan sama Mamah, Pah." Goda Alissa yang membuat Niko bingung.


"Terus sama siapa?" Tanya Niko heran.


"Nicholas!" Jawab Alissa singkat.


Niko kelihatan segan jika harus meminta maaf sama Nicholas. Meskipun usia bukan penghalang, tapi Niko merasa gengsi aja kalau harus minta maaf beneran.


"Berani gak, Pah?" Tantang Alissa.


"Berani!" Ucap Niko lantang.


"Kalau gitu, ayo sekarang kita kesana!" Ajak Alissa bersemangat.


"Kemana?" Jawab Niko enggan.


"Nyamperin Nicholas sama Leira, mereka ada di sana, di bawah pohon itu ...," Tunjuk Alissa.


Mata Niko mengikuti arahan telunjuk Alissa. Di sana, di bawah pohon mangga, Leira dan Nicholas berada.


"Ayo!" Ucap Niko bersemangat juga.


Niatnya Niko nyamperin Nicholas, bukan ingin minta maaf, tapi untuk menganggunya.


Enak bener si Nicholas mojok gak ngajak-ngajak, batin Niko.


"Ehem ... ehem ...," Niko pura-pura batuk setelah berada di dekat Nicholas.


"Apaan sih, Pah?" Ucap Nicholas kesal.


Ngapain sih, Mamah dan Papah pada kesini? Gangguin orang lagi 'PDKT' aja, batin Nicholas.


"Gak apa-apa, tenggorokan Papah cuma gatal aja!" Jawab Niko asal-asalan.

__ADS_1


Alissa memutar mata malas, bukankah niat mereka datang kesana untuk minta maaf? Kok malah jadi aneh gini, pikir Alissa.


"Pah, ayo minta maaf!" Bisik Alissa kepada Suaminya.


"Enggak ah, Mah!" Tolak Niko dengan santai.


"Kok, enggak sih? Niat awal kita tadi kesini, mau ngapain?" Bisik Alissa lagi.


Niko menyeringai jahat, "Gangguin Nichol!"


Alissa menepuk dahinya sendiri saking jengkelnya dengan tingkah Niko.


"Minta maafnya gak jadi, Pah?" Alissa berbisik sambil mencubit perut samping Niko.


"Aduh Mah, sakit!" Pekik Niko kesakitan.


Tot... tot... tot...


Suara klakson mobil terdengar kencang sekali dari arah gerbang.


Setelah pintu gerbang terbuka, mobil pajero sport warna putih langsung memasuki halaman.


"Siapa, Pah?" Bisik Alissa.


Niko mengangkat bahunya.


"Itu siapa, Ra?" Tanya Nicholas yang membuat Alissa dan Niko secara bersamaan menoleh kepada orang yang di tanya.


Leira bangkit dan menghampiri mobil Mila, di susul Nicholas dan kedua orangtuanya.


"Tante Mila!" Panggil Leira sambil berlari ke pelukan Tantenya itu.


"Hey, sayang!" Ucap Mila tapi matanya langsung tertuju menatap Nicholas, Alissa, dan juga Niko.


"Tante kenapa baru datang jenguk Ara?" Tanya Leira.


Mila tersenyum lembut, lalu mengelus puncak kepala keponakannya.


"Tante akhir-akhir ini sibuk, Sayang. Maaf ya ...," Leira mengangguk begitu Mila selesai berbicara.


"Hallo, apa kabar?" Sapa Alissa sambil mengulurkan tangan mengajak bersalaman.


"Kabar baik! Maaf, anda ini siapa ya?" Balas Mila sembari menerima uluran tangannya Alissa.


"Ini Tante Alissa, Ibunya dari Nicholas. Dan ini Om Niko, Ayahnya. Dan ini, namanya Nicholas temen Ara waktu sekolah 'SD' dulu Tante." Leira mengenalkan satu-satu Nicholas dan orangtuanya kepada Mila.


"Oh, gitu ...," Mila kelihatan bingung karena belum pernah mengenal sosok orang yang sedang bersama keponakannya.

__ADS_1


"Iya, kami sekeluarga sedang liburan di Jakarta. Karena belum tahu jalan, jadi kami numpang tinggal di rumahnya Leira." Ucap Alissa ramah menambahkan kesan yang baik untuk Mila.


Syukurlah, meskipun Leira kehilangan orangtuanya, tapi dia di kelilingi orang baik dan sayang sama dia, batin Mila.


"Seru dong ya, liburan sekeluarga." Balas Mila yang tak kalah ramah juga.


Alissa dan Mila seperti dua sahabat yang baru bertemu saja. Mereka langsung cocok satu sama lain meskipun baru bertemu pertama kali.


"Mbak Alissa, bagaimana kalau kita ngobrolnya di dalam aja. Di sini panas!" Ajak Mila yang memang sudah merasa gerah berdiri terus di sana.


"Silahkan duluan Mbak, saya nyusul di belakang." Balas Alissa dengan senyuman.


Mila lalu berpamitan, dan berjalan memasuki rumah Leira di susul Alissa, Niko, dan juga Nicholas.


Sedangkan Leira, dia tak pernah lepas dari pelukan Tantenya. Tentu saja Leira masuk lebih dulu bersama Mila.


"Tantenya Leira baik ya, Mah." Ucap Nicholas pelan.


"Iya, orangnya positif vibes. Pantas saja, Leira juga sangat begitu baik. Dia memnag sedari kecil di kelilingi oleh orang-orang yang baik pula." Jawab Alissa memuji keramahan Mila.


Di ruang tamu...


"Nyonya Mila, kapan datang?" Tanya Bi Nenah yang baru keluar dari dapur.


"Baru aja nyampe, Bi. kabar Bi Nenah bagaimana?" Ucap Mila ramah sambil tersenyum lembut.


"Alhamdulillah, Bibi selalu baik Nyonya." Jawab Bi Nenah sambil mengambil alih koper yang sedang di bawa oleh Leira.


"Biar Bibi aja yang bawa Non." Ucap Bi Nenah yang di balas senyuman oleh Leira.


"Terima kasih Bi, jadi merepotkan." Kata Leira.


Nicholas dan kedua orangtuanya yang menyaksikan kejadian ini, merasa sangat senang sekali dengan perilaku Leira yang selalu sopan kepada siapa saja.


"Enggak kok, Non. Ini sudah jadi tugasnya Bibi ...," Balas Bi Nenah lalu pergi mengantarkan kopernya Mila ke kamar yang berdekatan dengan kamarnya Leira.


Setelah Bi Nenah pergi, Leira berinisiatif membuatkan minuman untuk Tante, dan juga para tamunya keluarga Nicholas.


"Silahkan duduk, Mbak, Mas, dan Nak Nicholas." Ucap Mila sembari dirinya duduk juga di sofa.


"Terima kasih!" Alissa membalas ucapan Mila mewakili keluarganya yang lain.


"Mbak Alissa ini, kalau boleh tahu asalnya darimana ya?" Tanya Mila memulai obrolan.


"Kami semua dari Surabaya, Mbak." Jawan Alissa.


"Oh, Surabaya." Mila jadi teringat Alex yang memang juga berasal dari sana.

__ADS_1


"Iya, kami tertarik datang ke Jakarta karena tergiur dengan sambel buatannya Bi Nenah. Waktu Leira ke Surabaya kemarin, dia cerita kalau di rumahnya ada yang jago bikin sambel, jadi kami langsung kesini sekalian liburan." Ucap Alissa menceritakan alasan mereka yang sebenarnya datang ke Jakarta.


Memang pada dasarnya, setiap perempuan kalau bertemu dengan sesama jenisnya, akan cepat akrab dalam hal apapun. Mau itu bergosip, berbelanja, atau hanya sekedar kumpul-kumpul arisan. Mereka akan kompak dengan sendirinya.


__ADS_2