
_Bughh!_
Nicholas kembali mendapatkan bogem mentah dari Alex di wajahnya.
Dia belum sempat menghindar, karena Alex datang menyerangnya dengan tiba-tiba.
"Nichol!" teriak Leira merasa panik karena wajah Nicholas di tinju lagi oleh Alex dengan keras.
"Brengsek!" Alex maju lagi untuk meninju Nicholas, namun beberapa petugas segera menahan tubuhnya
"Lepaskan! Lepaskan aku!" teriak Alex sambil meronta-ronta dari pegangan si petugas.
Kepala sipir penjara datang, dan langsung membawa Alex ke ruangan yang berbeda dengan Leira dan juga Nicholas.
"Kamu tidak apa-apa, Nichol?" tanya Leira sambil matanya berkaca-kaca.
"Aku baik-baik saja, Ra!" jawab Nicholas sambil menyeka bibirnya yang terasa asin karena mengeluarkan darah.
Karena situasinya tidak kondusif, akhirnya Dante di masukkan kembali ke dalam sel, dan Leira pergi membawa Nicholas ke rumah sakit terdekat untuk mengobati lukanya.
"Tahan ya, Nichol!" ucap Leira sembari mengelus pipi Nicholas lembut.
Nicholas merasa beruntung karena telah bertemu dengan Alex hari ini. Dengan begitu, Nicholas bisa mendapatkan perhatian lebih dari Leira.
Rasa sakit akibat pukulannya Alex, tidak sebanding dengan rasa bahagia yang sedang Nicholas rasakan sekarang.
"Lex, kamu itu kenapa sih? Kamu masih cinta sama Kak Leira?" Protes Amoora kepada Alex yang saat ini sudah mulai tenang.
"Kalau iya, memangnya kenapa?" ucap Alex dengan nada kasar.
"Kamu itu sebentar lagi nikah sama aku, Lex! Jadi tolong, lupakan Kak Leira!" teriak Amoora dengan sangat kencang hingga para petugas yang berada di sana saling berbisik membicarakan dia dan Alex.
Alex mendengus kasar ketika Amoora secara terang-terangan melarangnya untuk mencintai Leira, cinta pertamanya.
"Siapa kamu, berani melarangku seperti itu?" ucap Alex dengan tatapan tajam yang menusuk.
Amoora merasa sakit hati dengan ucapan Alex yang kasar terhadapnya.
Apapun sudah Amoora lakukan untuk mendapatkan cintanya Alex, namun tetap saja, Alex seperti tidak pernah menganggapnya ada.
"Alex, jaga sikap!" Wibowo yang baru saja masuk, langsung meminta Alex untuk menurunkan egonya.
Bagaimanapun juga, sebentar lagi Amoora akan menjadi Istri dari Putranya. Itu berarti, Wibowo berkewajiban juga menjaga Amoora.
__ADS_1
"Alex cape, Pah. Alex mau pulang!" ucap Alex sambil berdiri dan mulai beranjak meninggalkan ruangan.
"Lex! Alex!" Amoora berusaha menghentikan Alex dengan terus menerus memanggil namanya.
Namun Alex tak bergeming, dia tetap melanjutkan langkah kakinya tanpa menghiraukan panggilan dari Amoora yang sekarang terlihat kecewa.
"Yang sabara ya, Nak!" ucap Wibowo sambil mengelus puncak kepala Amoora.
Sedangkan Jessica, tampak tidak peduli dengan kekecewaan yang Amoora rasakan.
Baginya, Amoora hanyalah pengganggu kehidupan Putranya saja. Jika bukan karena Amoora, mungkin Alex sudah hidup bahagia sekarang bersama gadis yang di cintainya, Leira Raharja!
"Agghhhh!"
Alex berteriak kencang sambil meninju sebuah pohon besar yang berada di halaman lapas.
Dia masih merasa kesal ketika mengingat tangan Nicholas mengusap punggung Leira dengan mesra.
"Awas kau, brengsek! Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan Leira!" gumam Alex dengan geram.
Kedua tangannya mengepal dengan erat karena berusaha menahan amarahnya yang seakan ingin meledak-ledak.
"Alex, sedang apa kamu di sini, Nak?" Jessica datang karena mengkhawatirkan keadaan Putranya.
"Alex! Tanganmu kenapa?" teriak Jessica dengan panik sambil menggenggam tangan Putranya yang kini sudah basah oleh darah.
"Aku tidak apa-apa, Mah!" ucap Alex sambil menarik paksa tangan yang di genggam Jessica.
"Apanya yang tidak apa-apa! Kita harus pergi ke rumah sakit, tangan kamu harus segera mendapatkan perawatan." Jessica kembali memaksa untuk menggenggam tangan Alex dan menarik tubuhnya untuk menaiki mobil.
Setelah itu, Jessica duduk di belakang kemudi dan langsung tancap gas membawa Alex ke rumah sakit.
Jessica tidak peduli lagi, dengan Amoora yang masih berada di lapas dengan Suaminya, Wibowo.
Yang Jessica pikirkan sekarang, hanyalah keadaan Putranya yang sedang terluka dan membutuhkan perawatan medis.
"Ayo cepat, kita turun!" ajak Jessica setelah sampai di halaman sebuah rumah sakit yang tak begitu jauh dari lapas.
"Sus, tolong! Tangan Putraku terluka, dan dia membutuhkan perawatan secepatnya, tolong ya Sus." ucap Jessica kepada sala satu perawat yang sedang berjaga.
"Baik Bu, mari ke sebelah sini ...," ucap si perawat dengan ramah mengantar Jessica dan Alex ke salah satu ruangan dokter.
"Ibu tunggu sebentar, di dalam masih ada pasien. Jika pasien yang di dalam sudah keluar, barulah giliran Ibu untuk masuk bersama Putranya." ucap si perawat dengan sopan.
__ADS_1
Setelah perawat yang mengantarnya pergi, Jessica semakin gelisah karena pasien yang di dalam tidak segera keluar.
"Aduhh! Lama sekali!" ucap Jessica sambil mondar-mandir di depan ruangannya dokter.
Alex hanya duduk di kursi dengan perasaan yang masih memendam amarah, karena selalu terbayang ekspresi Leira ketika sedang mengkhawatirkan Nicholas.
"Sialan!" ucap Alex dengan perlahan.
Dia masih belum bisa terima harus terpisah dari Leira, dan posisinya kini di gantikan oleh laki-laki yang saat ini tampak asing baginya.
_Ceklekk!_
Pintu ruangan dokter terbuka. Dan tanpa di duga-duga, orang yang keluar dari balik pintu ruangan itu adalah Leira, yang memeriksakan keadaan Nicholas di sana.
"Kau!" Alex langsung berdiri begitu melihat Nicholas keluar dari ruangan dokter bersama Leira.
"Jangan Lex, tahan!" Jessica berusaha menahan tubuh Alex agar tidak menyerang lagi ke arah pemuda yang sedang bersama dengan Leira.
"Ayi Nichol, kita pergi dari sini." ajak Leira buru-buru karena tak ingin lagi terjadi keributan di sana.
"Ra, tunggu!" Alex berusaha mengejar Leira yang sedang menggandeng tangan Nicholas.
"Lepaskan!" Leira menepis tangan Alex yang berusaha menggandeng tangannya.
"Dengarkan aku dulu, Ra!" ucap Alex memohon.
Namun Leira sudah tak mau lagi berurusan dengan Alex di kehidupannya sekarang.
Dia sudah terlanjur kecewa, karena Alex telah berani mengkhianati cintanya yang suci mulia.
"Tidak ada lagi yang perlu di jelaskan, semua sudah berakhir. Mengerti?" teriak Leira dengan sangat keras. bahkan para perawat di sana sampai menoleh ke arah mereka.
"Enggak Ra, enggak ada yang berakhir di antara kita. Aku akan berusaha, membuatmu untuk kembali memaafkanku!" ucap Alex sambil terus berusaha meraih tangannya Leira.
"Tidak perlu, aku tidak mau, dan tidak akan pernah untuk memaafkanmu!" tolak Leira dengan keras yang membuat hati Alex semakin terluka.
"Leira!" Alex secara tidak sadar menarik tangan Leira dengan kasar.
_Bughh!_
Tiba-tiba, Nicholas memukul wajah Alex karena merasa emosi dengan sikap kasarnya, terhadap Leira. "Brengsek! Berani sekali kau mengasari Leira!"
Nicholas terlihat marah sekali ketika Alex membuat Leira meringis kesakitan. Bahkan sekarang, pergelangan Leira jadi memerah karena Alex mencengkeram tangannya dengan sangat kuat.
__ADS_1