Puteri Sang Walikota

Puteri Sang Walikota
34. Keluarga Mahendra


__ADS_3

Nicholas menghela nafas pasrah!


Dia tadi merasa bahagia, karena menyangka Leira peduli padanya. Namun kebahagiaannya langsung sirna, setelah mendengar penuturan Hu Liena.


"Iya, aku tidak akan marah!" Ucap Nicholas dengan terpaksa.


"Syukurlah kalau kamu tidak marah, aku juga jadi merasa lega." Ucap Leira bahagia.


Sebenarnya Leira masih merasa sedih dengan masalah Alex yang mengkhianatinya. Tapi entah kenapa, kalau lagi sama Nicholas, Leira justru tidak merasa sedih lagi. Apalagi dengan sikap Alex yang tampak peduli padannya, membuat Leira sedikit melupakan kesedihan yang ada di dalam hatinya.


"Sekarang kita mau kemana, Ra?" Tanya Nicholas berusaha mengalihkan pembicaraan.


Leira menggeleng, dia tidak memiliki tempat tujuan sekarang. "Entah!"


"Aduhhhh ... aku lupa!" Kata Nicholas sembari menepuk keningnya sendiri.


Nicholas menepuk keningnya sendiri.


Dia lupa, benar-benar lupa, kalau tujuan awal Leira ke Surabaya adalah menemui tunangannya.


Tapi tunangan Leira tidak bisa di harapkan, dan otomatis Leira tidak memiliki tempat tujuan, jadi Nicholas hanya bisa membawanya ikut serta ke tempat yang dia kunjungi sekarang.


"Lupa kenapa?" Tanya Leira heran.


"Tidak apa-apa, Ra. Karena kamu sekarang tidak ada tempat yang mau di tuju, bagaimana kalau kamu ikut aku saja?" Tanya Nicholas.


"Terserah kamu saja, Nichol. Aku juga masih bingung mau pergi kemana sekarang!" Jawab Leira pasrah.


Nicholas mengangguk puas, dia akan membawa Leira ke tempat tujuannya. Di sana, Leira pasti suka.


Nicholas memberi kertas alamat tujuannya kepada sang supir taxi. Dengan sekejap, akhirnya mereka sampai di tempat yang di maksud. Karena kebetulan tempat itu memang tidak terlalu jauh dari tempat mereka tadi.


"Nahh, sudah sampai! Ayo turun, Ra!" Ajak Nicholas bersemangat.


Leira menatap Rumah mewah tempat mereka berada sekarang.


Dia ingin bertanya, namun merasa malu dengan sahabatnya, Nicholas. Jadi Leira hanya bisa menurut, dan mengikuti langkah Nicholas dari arah belakang.


Setelah membayar ongkos taxi, Nicholas 'pun berjalan memasuki rumah mewah yang ada di hadapannya.


"Kak Nichol!" Seorang gadis remaja, langsung berseru gembira ketika melihat kedatangan Nicholas.


Gadis itu lalu berlari, dan memeluk Nicholas dengan rasa suka cita.


"Elena! Bagaimana kabarmu? Baik?" Tanya Nicholas sambil membalas pelukan gadis yang dia sebut Elena itu.

__ADS_1


Leira yang memperhatikan dari samping Nicholas memeluk seorang perempuan, hanya bisa tertegun di sana. Entah kenapa, hati Leira merasa sakit ketika Nicholas memeluk mesra gadis yang baru di lihatnya sekarang.


"Aku baik Kak, bahkan sekarang, aku bertambah baik lagi setelah kedatangan Ka Nichol." Jawan Elena dengan manja.


Lalu Elena melirik ke arah Leira yang kini sedang menatap ke arah mereka dengan ekspresi yang susah di gambarkan.


"Dia siapa, Kak?" Tunjuk Elena kepada Leira.


"Dia itu sahabat Kakak dari Jakarta, Leira. Dan Leira, ini Adik perempuanku, namanya Elena Mahendra." Ucap Nicholas seraya memperkenalkan keduanya satu sama lain.


Leira tersenyum manis ke arah Elena, begitupun juga sebaliknya, Elena membalas senyuman manis Leira tersebut.


"Hallo Elena, senang bertemu denganmu." Ucap Leira yang berubah sumringah ketika mengetahui identitas gadis yang memeluk Nicholas.


"Hallo juga, Kak Leira!" Balas Elena.


Setelah kedua gadis berkenalan, Nicholas 'pun mengajak mereka berdua untuk memasuki rumah.


Nicholas sudah tidak sabar, menemui kedua orangtuanya yang sudah lama tidak di temuinya karena kesibukan.


"Mah, Pah!" Sapa Nicholas ketika melihat kedua orangtuanya sedang duduk di ruang tamu.


"Ehhhh, jagoan Mamah sudah pulang!" Balas Ibunya Nicholas penuh kelembutan.


"Iya Mah, Nichol langsung terbang kesini setelah selesai mengerjakan sebuah kasus penting di Jakarta." Jelas Nicholas kepada Ibunya.


Setelah ketiga orang itu selesai menyapa satu sama lain, Nicholas lalu mengenalkan Leira kepada kedua orangtuanya.


"Mah, Pah, ini Leira dari Jakarta. Dia ikut Nichol kesini, untuk liburan di Surabaya." Kata Nicholas seraya melirik ke arah Leira.


Kedua orangtua Nicholas saling bertukar pandangan. Nama Leira sudah tak asing bagi mereka, karena sedari kecil Nicholas selalu bercerita tentang Leira.


"Leira, ini orangtuaku, yang ini Mamahku Alissa Mahendra, dan yang ini Papahku Niko Mahendra." Kata Alex memperkenalkan kedua orangtuanya kepada Leira.


Leira mengulurkan tangan untuk menyalami kedua orangtuanya Nicholas.


"Hallo Om, Tante, perkenalkan saya Leira dari Jakarta." Ucap Leira sembari tersenyum sopan.


Alissa dan Niko langsung menyambut uluran tangan Leira dengan perasaan bahagia.


Akhirnya mereka bisa bertemu langsung dengan orang yang sering di sebut-sebut oleh sang Putra selama ini.


Pantas saja Putranya tidak bisa move on sedari kecil, ternyata visual orang yang sering Putranya impikan itu sesempurna ini.


Wajahnya yang cantik, membuat orang tidak ingin berhenti untuk memandangnya.

__ADS_1


Tutur sapanya yang santun, membuat orang semakin terbuai dengan kecantikannya.


"Hallo juga Nak Leira, senang bertemu dengan gadis cantik sepertimu."


Woosshhh....


Ucapan Alissa sontak membuat wajah Leira memerah bagaikan kepiting rebus.


"Tante bisa saja ...," Ucap Leira tersipu.


Nicholas memandangi wajah Leira yang memerah. Hatinya semakin bergejolak, ia sudah tak mampu lagi menyembunyikan rasa sukanya kepada Leira.


"Kakak suka ya, sama Kak Leira?" Bisik Elena yang berada di sebelah Nicholas sekarang.


"Jangan sok tahu!" Cibir Nicholas kepada Adiknya.


Elena mendelik ke arah Nicholas. Tanpa Kakaknya beritahu 'pun, Elena tahu kalau Kakaknya Nicholas, menyukai Leira.


"Nak Leira, kenalkan, Om Ayahnya pemuda kuat ini, Niko!" Sapa Niko dengan ciri khasnya yang suka bercanda.


Leira mengangguk, dia merasa senang berada di tengah-tengah keluarga Nicholas.


Mengingatkan Leira dengan kehangatan kedua orangtuanya yang sudah tiada.


"Nak Leira pasti lelah ya, perjalanan dari Jakarta ke Surabaya lumayan menguras tenaga. Lebih baik Nak Leira sekarang istirahat dulu di kamar tamu, baru setelah itu kita makan malam bersama." Usul Alissa yang melihat Leira seperti kelelahan.


Leira mengangguk setuju dengan usulan sang empunya rumah. Dia tak ingin menolak, karena memang dia juga merasa lelah baik pisik maupun mental.


"Elena, antarkan Kak Leira ke kamar tamu, Sayang!" Perintah Alissa kepada Putrinya, Elena.


Elena menurut, tanpa banyak bicara dia langsung menuntun jalan Leira menuju kamar tamu yang di sebutkan Alissa.


Selepas kepergian Leira dan Elena. Tinggallah di sana Nicholas, dan kedua orangtuanya.


"Leira itu teman SD 'mu waktu kecil 'kan, Nak?" Tanya Niko langsung tanpa basa-basi.


"Iya Pah, itu dia!" Jawab Nicholas lugas.


"Cantik ya, terus orangnya juga kelihatannya baik. Mamah suka gadis pilihan kamu, Nichol!" Ucap Alissa mengutarakan isi hatinya.


Alissa memang langsung cocok ketika melihat sosok Leira untuk pertama kalinya hari ini.


"Jangan gitu Mah, kita 'kan belum tahu asal-usulnya." Timpal Niko yang tak mau terburu-buru menilai Leira baik atau enggaknya.


Nicholas berinisiatif menceritakan sepenggal kisah Leira kepada kedua orangtuanya.

__ADS_1


Dari awal Nicholas mendapat kasus pembunuhan berencana di Jakarta, sampai dia bertemu dengan sahabat lamanya itu di sana. Nicholas ceritakan kepada Alissa dan Niko. Mungkin itu bisa menjadi referensi, agar Ayahnya, ataupun juga Ibunya semakin menyukai sosok gadis pujaan hati Nicholas.


"Malang sekali ya, nasib gadis itu Pah! Mamah jadi merasa kasihan sama Leira, dia pasti sedang sedih sekarang!" Ucap Alissa dengan mata berkaca-kaca.


__ADS_2