
"Enggak Pah, Mamah gak bakalan ngebiarin Leira maafin Alex lagi! Mamah udah sayang sama Leira, Mamah gak mau Leira terluka gara-gara kesalahan Alex!" Kata Jessica menolak tegas ucapan Wibowo.
Alex hanya tertunduk lesu mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut Ibunya.
Alex pasrah!
Bahkan jika sang Ibu ingin membunuhnya sekalipun, Alex rela.
"Jangan bicara seperti itu, Mah. Alex Putra kita satu-satunya ...," Bela Wibowo yang merasa kasihan dengan Alex.
"Mamah tidak peduli, Pah! Lebih baik Mamah tidak punya Anak, daripada harus menanggung malu seperti ini!" Tegas Jessica.
Wibowo langsung diam mendengar perkataan sang Istri, Jesica.
Ini kali pertama untuknya, melihat Jessica murka seperti ini.
Selama puluhan tahun berumah tangga, Jessica selalu bersikap lembut dan juga ramah kepada dirinya, dan juga semua keluarga Wibowo.
"Mah!" Alex bersimpuh di hadapan Ibunya.
Jessica menghempaskan tangan Alex yang menyentuh lututnya.
"Jangan sentuh aku!" Bentak Jessica dengan raut muka jijik.
Alex semakin terluka melihat ekspresi Ibunya itu.
"Tante, tolong maafin Alex. Moora tidak mau, cuma gara-gara masalah ini, Tante dan Alex jadi saling membenci." Kata Amoora sembari memasang raut wajah sedih.
Jessica tidak menanggapi sama sekali perkataan Amoora.
Begitu 'pun juga Alex, dia terlihat cuek dan tidak menganggap jika Amoora itu ada.
Hanya Wibowo, yang merasa tak tega melihat airmata yang meleleh di kedua pipi Amoora.
"Kamu tidak perlu khawatir Nak Moora, Tante Jessica hanya ngambeuk biasa. Nanti juga berubah baik lagi ...,"
"Tidak! Tidak akan!" Tegas Jessica.
Amoora kembali berpura-pura terlihat sedih, agar semua orang merasa hiba kepadanya.
"Tante, Moora mohon!"
"Diam kau sialan! Semua ini gara-gara kamu! Kalau saja kamu tidak datang ke kamarku semalam, mungkin kejadiannya tidak akan menjadi seperti ini!"
Bentak Alex kepada Amoora yang sontak membuat kedua orang yang baru melangkahkan kakinya melewati pintu, jadi langsung tertegun.
"Apa-apa yang kamu ucapkan barusan itu benar, Lex?" Ucap perempuan yang baru memasuki ruangan tersebut.
Semua orang menoleh ke arah suara perempuan tersebut, yang bukan lain adalah Leira.
Dan orang yang datang bersamanya bukan lain adalah, Nicholas.
"Leira!" Ucap Jessica setengah berseru lirih.
Sedangkan Alex, kini merasa hancur ketika melihat wanita yang di cintainya, kini sedang berdiri dengan berderaian airmata.
__ADS_1
"Leira, aku ...," Alex seakan tak sanggup melanjutkan kata-katanya lagi.
Dia juga kini meneteskan airmata, karena merasa bersalah karena telah mengkhianati Leira.
"Kak Leira!" Amoora juga ikut terkejut dengan kemunculan Leira yang tiba-tiba.
Selain itu, yang membuat Amoora lebih terkejut lagi adalah, Leira yang di maksud Jessica tadi ternyata Leira yang sama dengan apa yang di pikirkan Amoora sebelumnya.
Yaitu Leira, Kakaknya Naira, sahabat Amoora.
"Moora! Jadi kau, perempuan yang masuk ke kamarnya Alex tadi malam?"
Jessica terkejut karena Leira mengenal Amoora.
Alex juga lebih terkejut lagi dari Jessica. Dia tidak menyangka, Leira akan mengenal Amoora.
"Iya Kak Leira, maaf!" Lirih Amoora.
Dia sedikit merasa menyesal telah menjebak Alex semalam.
Seandainya saja Amoora tahu, jika Alex adalah calon suaminya Leira. Mungkin Amoora tidak akan meneruskan niatnya, untuk mendapatkan cinta dari Alex.
"Tidak! Kau tidak perlu minta maaf, Moora! Aku yang salah, aku salah memilih pasangan." Ucap Leira yang membuat Alex serasa tertampar.
Nicholas yang dari tadi hanya terdiam, kini mengelus pundak Leira berusaha menenangkan.
Alex yang melihat adegan itu, langsung merasa terpancing emosinya.
"Singkirkan tanganmu dari calon Istriku, keparat!" Bentak Alex dengan keras.
Nicholas menoleh dan mencibir kepada Alex.
"Bajingan!" Alex langsung menerjang melayangkan tinjunya ke arah Nicholas.
Semua orang berteriak histeris dengan tindakan impulsif Alex tersebut.
"Nichol!" Teriak Leira dengan panik.
Nicholas hanya berdiri tenang menunggu tinju Alex mendekat ke arahnya.
Grepp~
Nicholas menangkap tinju Alex dengan telapak tangan. Setelah itu, Nicholas memelintir tangan Alex ke belakang.
Alex memberontak, tapi tenaga Nicholas jauh lebih kuat darinya.
"Lepaskan aku, keparat!" Bentak Alex sembari memelototkan matanya kepada Nicholas.
"Coba saja kalau kau bisa!" Tantang Nicholas.
Alex meronta-ronta!
Namun cengkraman Nicholas semakin kuat.
Secara, Nicholas sering mendapatkan pelatihan di tempat kerjanya.
__ADS_1
Sedangkan Alex, meskipun waktu SMA sering berkelahi dengan rekan-rekan sebayanya. Tapi Alex tidak menguasai ilmu bela diri apapun juga.
Jadi secara teknis, Alex kalah tanding oleh Nicholas.
"Brengsek!" Ucap Alex dengan geram.
Jessica berlari menghampiri Leira, yang masih tampak terkejut dengan reaksi Alex.
Hati Jessica terasa sakit, melihat Leira yang terluka seperti ini.
"Leira, maafin Tante ya ...," Ucap Jessica seraya menghambur ke pelukan Putri sahabatnya itu.
"Tidak perlu minta maaf, Tan. Leira yang salah, Leira tidak seharusnya datang, dan mengetahui hal ini." Balas Leira dengan lirih.
Jessica semakin tertohok dengan ucapan Leira.
Sungguh dirinya merasa malu, karena perbuatan sang Putranya yang sembrono, telah membuat semua ikatan baik, menjadi membingungkan seperti ini.
"Leira! Maafkan Putra Om, Alex. Dia tidak sengaja melakukan hal ini, dia mungkin hilaf. Percayalah, gadis yang ada di dalam hati Putra Om itu, ialah kamu, Nak Leira." Ucap Wibowo yang masih menutupi kesalahan Alex dengan kata-kata, hilaf!
Nicholas melirik ke arah orang yang berbicara.
Ia tidak habis pikir dengan pola pikir Ayahnya Alex, yang bisa-bisanya, membela sang Putra dengan kata-kata seperti itu.
"Sebaiknya kita pergi dari tempat ini, Ra. Tidak baik jika kamu berada di sini terlalu lama." Ujar Nicholas yang merasa kesal dengan drama semua orang.
Leira mengangguk!
Dia juga tidak mau lebih lama lagi berada di rumahnya Alex.
Leira sakit hati, dan juga merasa kesal dengan kelakuan Alex yang menyerang Nicholas tadi.
Nicholas mendorong tubuh Alex dan langsung meraih tangan Leira dengan cepat.
"Ayo kita pergi, Ra!" Ajak Nicholas.
Alex yang sudah bisa menyeimbangkan tubuhnya, langsung bergerak lagi ingin menyerang Nicholas.
Tapi gerakannya tertahan. Karena Jessica langsung menghadang tubuh Nicholas dengan dirinya.
"Mau apa kau? Mau pukul orang?" Bentak Jessica.
Alex menghentikan gerakan tangannya di udara.
Dia merasa cemburu, karena Nicholas menyentuh Leira untuk yang kedua kalinya di hadapan Alex.
"Awas saja kau nanti, bajingan!" Ancam Alex kasar.
Nicholas menyeringai mendengar ancaman Alex.
"Aku tunggu!" Tantang Nicholas dengan seringai kemenangan.
Nicholas merasa menang, karena bisa mengalahkan Alex tadi. Dan Nicholas juga merasa menang, karena akhirnya, pertunangan Leira akan terancam batal.
Dan itu artinya, Nicholas mempunyai kesempatan.
__ADS_1
"Nichol, sudah! Sebaiknya kita cepat pergi!" Ajak Leira yang sudah tidak kerasan berada di sana.
"Ayo!" Kata Nicholas sembari mengayunkan langkahnya perlahan.