Puteri Sang Walikota

Puteri Sang Walikota
42. Tiba di Jakarta.


__ADS_3

Alissa mengangguk kepada Nicholas. Seingat Alissa, sambel enak yang pernah dia makan hanya di tempat ini.


"Mamah mainnya kurang jauh, coba Mamah main ke rumah Leira, Mamah pasti bisa makan sambel enak setiap harinya." Kata Nicholas sambil tersenyum.


Alissa melirik ke arah Leira. "Benar itu, Leira?"


"Iya, Bi Nenah setiap hari bikin sambel yang super enak, Tante. Bahkan saking enaknya, Nicholas bisa dua kali nambah nasi kalau sudah makan sama sambel bikinan Bi Nenah." Ucap Leira sembari menyikut Nicholas.


"Jangan bilang-bilang, nanti Mamah iri!" Goda Nicholas kepada Alissa.


Alissa senang dengan keakraban yang di tunjukkan oleh Nicholas dan Leira. Meskipun Putranya ini belum berhasil mendapatkan cintanya Leira, tapi setidaknya, dia memiliki kesempatan untuk tetap berusaha.


"Bukan hanya Mamah saja yang iri, Papah juga. Lihat saja tuh, air liurnya sampai mau netes gitu ...," Ucap Elena yang membuat Niko menyeka bibirnya.


"Nakal ya kamu, Elena!" Niko geram karena Elena mengerjai dirinya.


"He-he! Salah sendiri, kenapa mulutnya gak bisa mingkem kalau denger masalah sambel." Ucap Elena tenang.


"Papah-mu 'kan penggemar sambel sejati, mana tahan dia dengan godaan seperti itu." Cibir Alissa.


Leira hanya tertawa dengan candaan keluarga Nicholas. "Kalau Tante mau, Leira bisa minta Bi Nenah masakin sambel khusus buat Om, dan Tante."


"Boleh?" Tanya Niki antusias.


"Tentu saja boleh, Om!" Balas Leira tanpa ragu.


"Kalau begitu, kami sekeluarga akan liburan ke Jakarta." Ucap Niko dengan gampangnya.


"Papah yakin?" Tanya Alissa heran.


Niko mengangguk, lalu menjawab. "Yakin, Mah. Papah sudah memikirkannya dengan baik, besok kita akan ikut dengan Nicholas dan Leira ke Jakarta."


Nicholas hanya garuk-garuk kepala melihat sikap kedua orangtuanya.


"Boleh, Leira?" Alissa menoleh kepada Leira untuk menanyakan pendapatnya.


"Tentu boleh, Tante. Justru Leira senang, Tante mau mengunjungi rumah Leira." Jawaban dari Leira membuat Alissa merasa lega.


Selain dia ingin menyicipi sambel yang katanya enak itu, Alissa juga ingin terus mengusahakan agar Putranya bisa terus dekat dengan Leira.


"Terima kasih ya, Sayang!" Alissa mengelus tangan Leira dengan penuh kasih sayang.


Leira terenyuh, karena ini kali pertama ada orang melakukan hal itu selain Ibunya, Hani.


Setelah acara makan selesai. Mereka semua kembali pulang dengan perasaan senang.

__ADS_1


Mereka memutuskan langsung beristirahat, karena besok semuanya harus bersiap berangkat ke Jakarta.


Pagi hari, semua orang telah berkumpul di ruangan utama keluarga Mahendra.


"Siap?" Tanya Niko dengan semangat.


"Siap!" Jawab semua orang tak kalah semangat juga.


"Ayo, kita berangkat!" Ajak Niko sembari mendorong koper miliknya, dan juga milik sang Istri.


Tiga puluh menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di Bandara.


Mereka sengaja memilih penerbangan pertama, karena sudah tidak sabar ingin cepat sampai ke Jakarta, ke tempatnya Leira.


Beberapa jam kemudian, pesawat yang membawa mereka semua telah tiba di Jakarta.


"Welcome to Jakarta!" Ucap Nicholas mengikuti gaya selebgram di Ibu Kota.


"Lebay!" Cibir Elena masam.


"Sirik aja, kerjaannya ...," Sindir Nicholas .


Kedua kakak beradik ini tak henti-hentinya untuk saling mengganggu satu sama lain.


"Tahu nih, Elena." Ucap Nicholas ketus.


"Kak Nichol, Mah! Bukan aku ...," Bantah Elena manja.


Setelah mobil sewaan mereka siap, akhirnya mereka semua pergi menuju ke rumah Leira.


"Ini rumahnya Leira, Mah." Nicholas berinisiatif memberitahu Alissa sebelum di tanya.


"Besar ya...," Alissa merasa kagum dengan arsitektur rumah keluarga Raharja.


Leira hanya menjawab dengan senyuman, ucapannya Alissa.


"Silahkan, Tante, Om, Elena!" Leira mempersilahkan tamunya untuk masuk.


"Ha-ha ... kasihan deh, Kak Nichol gak di ajak." Ledek Elena kepada Nicholas.


Melihat sikap Elena, Niko lantas menegur Putrinya itu, karena menurut Niko sikap Elena kurang sopan.


"Non Leira!" Teriak Bi Nenah ketika melihat Leira memasuki rumah.


Leira tersenyum melihat Bi Nenah menyambutnya dengan antusias.

__ADS_1


"Non Leira kapan sampai? Kenapa gak kabarin Bibi dulu? Kalau tahu Non pulang hari ini, mungkin Bibi standby di depan gerbang." Kata Bi Nenah sembari meraih koper yang di bawa Leira.


"Ngapain Bi, nunggu di gerbang?" Goda Nicholas.


"Eh, Pak Polisi juga datang. Kebetulan, Bibi masak sambel kesukaan Pak Polisi. Lengkap sama capcay, sama lalapannya juga." Bi Nenah terkejut ketika mendengar suara Nicholas.


"Iya Bi, Nicholas mau liburan di Jakarta. Ini Tante Alissa, Ibunya Nicholas. Dan ini Om Niko, Ayahnya Nicholas. Dan ini ...,"


"Aku Elena, Bi Nenah!" Potong Elena memperkenalkan dirinya sendiri.


"Eh, Non sudah tahu nama Bibi?" Ucap Bi Nenah setengah berteriak.


Elena mengangguk. "Kak Leira yang ngasih tahu. Dia juga bilang, kalau sambel buatan Bibi paling enak. Makanya kami datang ke Jakarta, selain liburan, kami juga mau nyicipin sambel Bibi."


Niko dan Alissa merasa malu karena sikap blak-blakkan yang di tunjukkan oleh Elena. Putri mereka ini, kalau gak bikin rusuh, ya bikin malu. Seperti sekarang ini, mereka malu oleh Bi Nenah yang kelihatan bingung.


"Maafin Elena ya, Bi Nenah! Mulutnya memang sering jahil, harus di tutup pake lakban." Alissa berbicara sambil tersipu-sipu.


Elena merengek waktu Alissa mengucapkan kata-kata seperti itu, kepada Bi Nenah.


"Mamah, ihhh ...."


Bi Nenah menjadi semakin kebingungan, dengan situasi saat ini. Mau berbicara, takut salah. Jadi ya sudah, nyengir aja daripada berbuat apa-apa, pikir Bi Nenah.


"Om dan Tante, sebaiknya masuk dulu untuk beristirahat. Elena juga, kamu pasti lelah 'kan? Ayo ikut Kak Leira, biar Kakak tunjukkan kamar untuk kamu." Leira menyelamatkan Bi Nenah dari kegelisahan.


"Kalau aku bagaimana, Ra?" Celetuk Nicholas.


"Pak Polisi mau Bibi anterin?" Tanya Bi Nenah yang di balas gelengan kepala oleh Nicholas.


"Gak usah Bi, Nicholas sendiri aja. Kamarnya, masi sama 'kan?" Jawab Nicholas sambil buru-buru pergi.


Bi Nenah antara ingin tertawa, dan menangis melihat sikap Nicholas. Dari pertama kali datang ke rumahnya Leira, seringkali Nicholas ini mencuri kesempatan untuk bisa berdekatan dengan majikannya itu.


"Dasar Pak Polisi!" Gumam Bi Nenah sembari menutup mulut menahan tawa.


"Ini kamarnya Om, dan Tante!" Leira menunjukkan kamar yang akan si tempati Niko dan Alissa.


"Terima kasih ya, Leira. Tante dan Om, jadi merepotkan kamu." Alissa berbicara sambil mengelus pundak Leira.


"Tante jangan bicara seperti itu, sudah sepantasnya Leira menjamu Tante dan Om dengan baik. 'Kan waktu di Surabaya juga, Leira yang ngerepotin Tante. He-he!" Kata Leira sembari tersipu malu.


"Ya sudah Leira, Om dan Tante masuk dulu ya ...,"


Niko dan Alissa langsung memasuki kamar mereka. Jujur saja, selama perjalanan Niko dan Alissa memang sudah merasa lelah. Jadi saat ini, mereka lebih baik beristirahat aja.

__ADS_1


__ADS_2