
Alex tidak sempat mengelak dari serangan tinju mentah milik Nicholas.
Dia harus merelakan sebelah wajahnya membiru karena terkena pukulan Nicholas yang sangat keras.
"Sialan!" gerutu Alex sambil menyeka darah yang keluar dari bibirnya.
"Alex, sudah, jangan di teruskan!" teriak Jessica karena Alex ingin balas menyerang Nicholas.
Dengan berat hati, Alex 'pun menuruti perkataan Ibundanya yang terlihat gemetar ketakutan.
"Maaf, Pak, Buk, ini rumah sakit, kalian tidak di perbolehkan membuat keributan di sini!" tegur suster yang tadi mengantar Jessica ke ruangan dokter.
"Maaf ya, Mbak." ucap Jessica canggung sambil mendorong Alex untuk memasuki ruang dokter.
"Ayo, kita pergi juga, Ra!" ajak Nicholas sambil menggandeng tangannya Leira.
Setelah sampai di parkiran, Nicholas langsung mengajak Leira untuk menaiki mobil dan langsung mengendarainya menuju arah pulang.
"Tangan kamu sakit enggak, Ra?" tanya Nicholas di sela-sela kesibukannya menyetir mobil.
Leira tidak mengatakan apapun juga, dia hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban untuk pertanyaan Nicholas.
Karena tak ingin memaksa, Nicholas juga tak lagi menanyakan hal itu kepada Leira.
Yang bisa Nicholas lakukan sekarang, hanya fokus menyetir sambil sesekali melirik ke arah tangan Leira yang masih memerah bekas cengkraman tangan Alex.
"Awas kau!" tanpa sadar Nicholas memukul setir mobil dengan tangannya hingga menyebabkan mobil yang di kendarainya oleng dan hampir menabrak bahu jalan.
"Awas!" teriak Leira yang terkejut karena mobil Nicholas hampir saja menabrak roda pedagang kaki lima yang sedang mangkal di sana.
Untung saja, Nicholas dengan sigap membanting setirnya ke arah lain hingga kecelakaan tidak sampai terjadi.
"Maafkan saya ya, Pak!" ucap Nicholas kepada seorang pria yang roda jualannya hampir tertabrak oleh Nicholas.
"Tidak apa-apa, Mas. Lain kali, kalau nyetir harus lebih hati-hati lagi!" tegur si pedagang kepada Nicholas yang saat ini sedang mengajaknya bersalaman.
"Iya Pak, saya akan lebih hati-hati lagi. Maaf sekali lagi ya, Pak!" ucap Nicholas sambil kembali menggandeng Leira masuk ke dalam mobil.
"Kamu kenapa si, Nichol? Tidak seperti biasanya, kamu jadi seperti ini?" tanya Leira heran dengan sikap Nicholas yang ceroboh.
Nicholas tidak menjawab, dia hanya kembali fokus mengendarai mobilnya dengan lebih berhati-hati.
__ADS_1
Bukan karena takut di tegur oleh orang, ataupun pengendara lainnya. Yang Nicholas takutkan adalah keselamatannya Leira, jika dia lepas kontrol, dan menyetir dengan ugal-ugalan, terus sampai terjadi kecelakaan, dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri karena telah membuat Leira terluka.
Bagi Nicholas, Leira adalah segalanya. Dia tidak mau melihat Leira terluka sedikitpun juga, entah itu karena dirinya, ataupun karena orang lain.
"Nichol!" panggil Leira dengan keras karena Nicholas tak lagi mengajaknya berbicara.
"Iya, Ra!" balas Nicholas sambil terus memperhatikan ruas jalan.
"Kamu kenapa diam saja? Marah sama aku?" tanya Leira dengan ekspresi heran.
"Aku itu gak marah, Ra! Aku itu, hanya sedang fokus aja. Kamu gak mau 'kan kejadian kaya tadi, mobil tiba-tiba nyosor kemana-mana." ujar Nicholas tanpa menoleh sedikitpun ke arah Leira.
"Jadi kamu gak marah?" tanya Leira lagi.
Entah kenapa sekarang Leira merasa takut jika Nicholas akan marah, dan mengacuhkannya.
Padahal sebelum-sebelumnya, Leira tidak pernah merasakan hal seperti itu.
"Enggak!" jawab Nicholas singkat.
Beberapa menit kemudian, mobil mereka sudah sampai di kediamannya Leira.
"Ayo, turun!" ucap Nicholas sambil membukakan pintu untuk Leira.
Di teras rumah, Alissa dan juga Mila jadi menghentikan obrolannya karena terpaku dengan keakraban dua muda-mudi di hadapan mereka.
"Lihat itu Mbak, serasi ya ...," bisik Alissa kepada Mila yang membalasnya dengan anggukkan kepala.
"Woyyyy, ada yang lagi cari kesempatan nih!" teriak Elena yang baru turun dari ojek online.
"Apaan sih kamu, Len?" Nicholas jadi dongkol dengan ucapan Adiknya.
"Dihh, kok baper sih, Kak?" goda Elena sambil meraih tangan Leira dan mengajaknya jalan bareng.
Nicholas menjadi kesal karena Elena mengganggu waktunya bersama Leira.
Baru saja dia mau dekat, ehh, sudah di gangguin Adiknya yang jahil ini, pikir Nicholas.
"Len, jangan gangguin Kakak kamu!" tegur Alissa sambil melambaikan tangan ke arah Putrinya.
"Denger tuh!" ucap Nicholas ketus.
__ADS_1
"Dihh, biarin ...," ejek Elena sambil menjulurkan lidah dan berlari menjauh dari Nicholas dan Leira.
Mila berjalan menyambut kedatangan Nicholas dan keponakannya, Leira.
Sementara Alissa, kini sedang memeriksa wajah Nicholas yang tampak biru lebam.
"Wajah kamu kenapa, Nak?" tanya Alissa penuh rasa khawatir.
Nicholas bergeming, dia tidak ingin membuat Ibundanya semakin khawatir.
"Iya, wajah kamu kenapa, Nichol?" Mila juga jadi ikutan panik setelah melihat penampakan wajahnya Nicholas yang membiru.
"Gak apa-apa kok, Tante." jawab Nicholas sambil menutupi lukanya dengan tangan.
"Gak apa-apa gimana? Wajah kamu jadi aneh gitu!" tegur Mila kesal karena Nicholas bersikap abai dengan keselamatannya sendiri.
"Tadi kita berdua tidak sengaja ketemu sama Alex di lapas, Tante." ucap Leira sambil menundukkan kepalanya.
Ekspresi Mila langsung berubah begitu tahu Alex yang membuat wajah Nicholas terluka seperti itu.
Alissa juga sama kesalnya dengan Mila, dia sampai mengutuk perbuatan Alex yang terbilang kasar kepada Putra kesayangannya.
"Tante harus bicara langsung, dengan Mbak Jessica. Biar dia urusin, Putranya yang seperti preman pasar itu!" ucap Mila dengan geram.
"Tidak usah, Tante. Biarin aja ...," ucap Nicholas sambil melirik ke arah Leira agar dia membantunya mencegah niat Mila untuk menghubungi Ibunya Alex
Kalau itu di lakukan, Nicholas takut urusannya akan semakin runyam. Bukan hanya Alex yang bersalah, dia juga sama.
Nicholas juga memukul wajah Alex tadi sewaktu berada di rumah sakit. Jadi bisa di bilang, jika mereka berdua sudah impas.
Dan jika Mila benar-benar menelpon Jessica, bisa di pastikan urusan akan semakin panjang.
Nicholas tidak mau jika hal itu sampai terjadi, dia dan Leira akan sama-sama di salahkan oleh kedua belah pihak. Meskipun sebenarnya, dia tidak salah karena tidak memulainya terlebih dahulu.
"Nicholas benar, Tante. Biar saja, lagipula, Ara udah bawa Nichol ke rumah sakit. Terus kata dokter juga dia sudah tidak apa-apa, lukanya akan hilang dalam beberapa hari ini." ucap Leira yang sambil mengeluarkan resep obat yang di berikan dokter.
"Anak-anak benar, Mbak. Sebaiknya, urusan ini jangan di perpanjang lagi. Ribet!" Alissa menyetujui usulan yang di berikan oleh Leira.
Menurutnya, akan sangat tidak baik jika Mila menegur keluarga Alex. Bagus kalau mereka bisa menerima, kalau tidak? repot jadinya, pikir Alissa.
"Baiklah, Tante terserah kalian saja!" ucap Mila menghela nafas pasrah.
__ADS_1
Tadinya, Mila berharap Jessica bisa bertanggung jawab atas sikap kasarnya Alex. Tapi jika Nicholas dan Leira tidak menginginkannya, dia bisa apa.