Puteri Sang Walikota

Puteri Sang Walikota
56. Bertemu dengan Jessica.


__ADS_3

"Amoora, Pah. Dia terus saja menghina Leira di hadapannya Alex! Leira itu baik, tidak seperti dia yang sukanya hanya menjelek-jelekkan orang saja."


Alex mengadu kepada Wibowo karena kelakuan Amoora sudah di luar batas kesabarannya.


Alex memang saat ini harus terpaksa berpisah dengan Leira, tapi bukan berarti, Alex akan diam saja ketika ada orang yang dengan sengaja menghina, atau mencaci Leira di hadapannya.


"Moora, kamu tidak boleh bersikap seperti itu, Nak. Leira gadis baik, Om tahu itu." ucap Wibowo lembut kepada Amoora yang saat ini memasang wajah kesal karena Wibowo juga malah membela Leira.


"Amoora gak gitu, Om. Alex udah salah paham, dia pikir Moora jelek-jelekin Kak Leira, padahal enggak sama sekali." bantah Amoora tanpa merasa bersalah


"Kami dengar itu, Alex. Kamu sudah salah paham, ayo, minta maaf!" ucap Wibowo yang berusaha bersikap adil.


Alex berdiri, dan menolak mentah-mentah permintaan Ayahnya.


Dia tidak mau meminta maaf kepada Amoora, karena memang dirinya tidak bersalah.


Amoora yang sedari tadi menyudutkannya, dan membawa-bawa nama Leira untuk mengambil hatinya, hingga Alex merasa kesal.


"Alex gak mau, Pah!" kata Alex sambil berjalan meninggalkan kamar hotel.


"Maafin sikap Alex ya, Nak." ucap Wibowo sambil mengusap puncak kepala Amoora.


Di lobby hotel...


"Selamat siang, Mbak!" Mila datang dan langsung mengajak bersalaman Jessica yang menunggunya.


"Selamat siang juga ...," ucap Jessica sambil menerima uluran tangan Mila.


"Silahkan duduk!" ucap Jessica berusaha beramah tamah kepada perempuan yang pernah menjadi teman curhatnya tersebut.


"Saya tidak akan lama berada di sini, Mbak! Maksud saya datang kesini, hanya untuk meminta agar Mbak lebih bisa menjaga Alex, agar tak lagi mengganggu keponakan saya." ucap Mila dengan penuh wibawa.


"Apa maksudnya ini, Mbak?" ucap Jessica heran.


"Mbak bisa lihat ini ...,"


Mila menunjukkan foto-foto tangan Leira yang nampak memar bekas cengkeraman tangan Alex.


"Sepertinya, Mbak sudah salah paham dengan Putra saya." Jessica berusaha menutupi kelakuan Alex yang sempat menarik paksa Leira di hadapannya.

__ADS_1


"Saya tidak peduli, Mbak! Mau itu salah paham atau tidak, saya hanya ingin menegaskan agar Mbak bisa menjaga Putranya, untuk tidak lagi mendekati Leira. titik!" ucap Mila dengan tegas.


"Kita bisa membicarakan hal ini baik-baik, Mbak!" kata Jessica berusaha membujuk Mila agar tidak terlalu mengumbar kemarahannya.


"Tidak ada lagi yang perlu saya bicarakan, saya akan pergi sekarang. Jadi saya minta, Mbak menuruti permintaan saya. Jaga Alex, dan jangan mengganggu Leira lagi!"


Selesai mengatakannya, Mila 'pun langsung pergi meninggalkan Jessica yang beruraian airmata melihat kepergiannya.


"Ada apa ini, Mah?" tanya Alex penasaran karena tadi sempat melihat bayangan Mila di kejauhan.


"Lupakan Leira, Nak! Lupakan dia!" ucap Jessica sambil mengusap airmatanya.


"Mah, kenapa Mamah berbicara seperti itu? Kenapa, Mah?" protes Alex dengan hati gusar.


Selama ini, hanya Jessica yang selalu mendukung Alex untuk mendapatkan kembali hati Leira.


Tapi sekarang, kenapa tiba-tiba Ibunya itu ingin dia melupakan Leira.


Bagaimana bisa? Alex tidak akan melakukan hal itu.


"Kamu ingin tahu kenapa, Lex?" tanya Jessica sambil menatap sinis Putranya


"Karena kamu bodoh, Lex! Kamu lebih memilih tidur dengan Amoora, dan sekarang kamu nanya kenapa kamu harus bisa melupakan Leira? Leira itu gadis baik, Alex! Dia itu tidak pantas untuk mendapatkan perlakuan seperti ini dari kamu! Kamu bodoh, Alex! bodoh!" teriak Jessica keras hingga memancing perhatian dari orang-orang yang sedang berada di lobby hotel.


"Ada apa dengan Mamahmu, Lex?" Wibowo datang bersama Amoora dan langsung terkejut dengan kemarahan Jessica.


"Mamah, Pah! Mamah!" kata Alex sambil meneteskan airmata.


"Kenapa? Ada apa, Lex?" tanya Wibowo yang menjadi panik melihat dua orang kesayangannya bercucuran airmata.


"Mamah minta Alex buat ngelupain Leira, Pah! Alex gak bisa, benar-benar gak bisa!" ujar Alex sambil menghambur ke pelukannya Wibowo.


Jessica merasakan sakit di hatinya melihat Putra semata wayangnya kini telah hancur karena harus berpisah dari wanita yang di cintainya.


Sedangkan Amoora, kini tersenyum penuh kemenangan di belakang tubuhnya Wibowo.


Rasakan itu, Alex! Kamu akhirnya di paksa harus menjauh dari Leira, dan sebentar lagi kamu akan menjadi Suamiku! Makanya, jangan sombong jadi cowok, batin Amoora.


"Yang sabar ya, Nak." ucap Wibowo sambil menepuk-nepuk pelan punggungnya Alex.

__ADS_1


"Ngapain kamu harus nangis segala sih, Lex? 'Kan kamu masih ada aku! Sebentar lagi kita berdua bakalan nikah, jadi untuk apa, kamu masih mikirin Leira?" Amoora maju dan mengatakan hal itu dengan penuh kebanggaan.


Amoora berharap, Alex akan sadar dan lebih memilih dirinya di bandingkan Leira.


Lagipula, Leira sudah tidak ingin lagi berhubungan dengan Alex. Jadi untuk apa, Alex nangis misuh-misuh seperti ini?


"Diam kamu, Moora! Semua ini karena kamu! Kalau kamu tidak datang di kehidupan Putraku, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini!" teriak Jessica sambil menatap sinis ke arah Amoora yang kini sedang tersenyum bangga di hadapannya.


"Semua ini sudah takdir, Tante. Dan Alex, sudah harus menyiapkan pernikahan kami. Sebelum jabang bayi yang ada di perutku ini, semakin membesar. Apa Tante mau, cucu pertama keluarga Wibowo, lahir duluan sebelum orangtuanya menikah?" ucap Amoora sambil mengelus perutnya yang masih rata.


"Diam kau! Jangan bicara sembarangan!" Alex membentak dengan garang ke arah Amoora.


"Sudah, sudah! Malu di liatin banyak orang!" ucap Wibowo sambil memperhatikan sekeliling mereka yang memang sedang ada di tengah keramaian.


Jessica mendengus, lalu pergi tanpa mengucapkan apapun kepada siapapun juga. Termasuk kepada Suaminya sendiri, yang saat ini menatapnya dengan penuh kekhawatiran.


"Alex, sebaiknya kamu kembali ke kamar! Dan Nak Amoora, Om harap kamu bisa pulang ke rumah. Gak baik, kalau kamu terus-terusan datang ke kamarnya Alex. Kalian 'kan belum resmi menikah!" ucap Wibowo penuh kewibawaan.


Alex berlalu pergi ke kamarnya, setelah berpamitan terlebih dahulu kepada Ayahnya, Wibowo.


Sedangkan Amoora, dia ingin mengikuti langkah Alex, namun di cegah oleh Wibowo dan menyuruhnya untuk pulang ke kediaman Wicaksana.


Wibowo sendiri, bergegas menyusul sang Istri yang pergi dalam keadaan marah.


"Mah!" panggil Wibowo saat melihat Istrinya sedang duduk di bangku taman kota.


"Mamah sedih, Pah!" ucap Jessica sambil memeluk sang Suami yang sudah berada di sisinya.


"Kamu sedih kenapa, Mah? Coba cerita sama Papah!" ucap Wibowo dengan lembut.


Jessica mengusap kedua matanya, yang sudah basah oleh airmata sejak tadi.


"Tadi Mila datang, Pah! Dia meminta Mamah, untuk mencegah Alex untuk mendekati Leira lagi." ucap Jessica sambil berurai airmata.


"Mila pantas melakukan hal itu, Mah. Alex sudah akan menikah dengan Amoora, jadi sudah sewajarnya Mila meminta Alex untuk menjauhi keponakannya." tutur Wibowo sambil mengusap airmata Jessica yang terus saja turun membasahi pipinya yang mulus.


"Tapi Pah ...," Jessica masih belum bisa terima jika Alex harus berpisah dengan Leira.


"Sstttt! tidak ada tapi-tapi lagi, Mah." ucap Wibowo sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir Jessica agar dia tidak melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


__ADS_2