Quality Love

Quality Love
Episode 79


__ADS_3

*Arief Yang Murka


"Tililit...tililit...tilililit..." dering Hp terus berbunyi hingga berhasil membuat Salwa terbangun, perlahan ia menggosok ke dua bola matanya lalu tangannya berusaha meraba-raba Hp tersebut yang ia taroh di atas meja tidak jauh dari tempat tidurnya.


"Ya Allah..ya Allah...!" Salwa terbangun kaget, saat mendapati 13 panggilan tak terjawab dari Arief, ia segera beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Dengan tampilan hijab yang tak beraturan ia menghadap cermin sembari menggosok gigi, dengan wajah mengerut Salwa masih saja berceloteh seorang diri.


"Tadi malem aku tidur jam berapa sih, kok bisa telat bangun gini"


Setelah selesai bersiap-siap Salwa lalu bergegas keluar kamar, ia berpapasan dengan bi Lijah yang saat itu tengah mengepel lantai tepat di depan pintu kamar.


"Eh non, cantik amat mau kemana?" candaannya terlontar begitu serius, hanya saja bi Lijah tak tahu, meski tadi tak sempat mandi, isteri bapak Pilot itu tetap saja masih terlihat cantik.


"Mau ke toko cake Umi, Mas Qiyas mana bi?"


"Tuan Qiyas ada di dapur non"


"Hah?" tak berlama-lama lagi, Salwa segera menghampiri Qiyas di dapur.


Dari kejauhan ia mendapati Qiyas yang tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi, celemek memasak yang dikenakannya pun terlihat mulai bercampur warna, sesaat setelahnya Qiyas juga melihat Salwa yang tengah menghampirinya.


"Good Morning!" Qiyas tersenyum menyambut kedatangan Salwa disitu, alih-alih merespon sapaan suami, yang ada malah Expresi wajah Salwa masih saja terlihat kesal.


"Kamu kok gak bangunin aku?"


Qiyas tiba-tiba berhenti tersenyum, melihat ekspresi sang suami yang berubah itu, Salwa sejenak di buat berfikir "Apakah mas Qiyas tersinggung dengan ucapan ku barusan?" tuturnya dalam hati. hingga tak lama kemudian Salwa langsung menyadari apa yang seharusnya ia lontarkan pada Qiyas, kini dengan wajah yang canggung bercampur malu ia kembali mengulangi pertanyaannya.


"Aham, mmm....mmmm... Mas kok gak bangunin aku?" kompak ke duanya bertemu mata, Salwa yang hampir tak berani menatap Qiyas usai menutur seperti itu langsung salah tingkah dibuatnya, tak sengaja ia hampir menumpahkan segelas susu yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Eeeehts...kamu gak apa-apa?" tutur Qiyas dengan sigap menahan gelas yang hampir roboh tersebut, Salwa hanya bisa menggeleng sembari pandangannya mengarah kemana-mana, Qiyas langsung tertawa kecil melihat ekspresi gugup Salwa saat ini.


"Aku juga telat bangun tadi, sini kita sarapan dulu" jawab Qiyas mendatar.


"Gak apa-apa kamu..." lagi dan lagi, Salwa mengedipkan mata lalu mengorect kembali ucapannya.


"Aam..Mas sarapan aja dulu, aku buru-buru" Salwa hanya meminum seteguk susu, melihat gelagat isterinya itu, Qiyas menyadari kalau Salwa akan bergegas ke suatu tempat.


"Memangnya kamu mau kemana hari ini?" cetuhnya seraya memasang wajah seolah tak ingin ikut campur dengan urusan Salwa, padahal jauh dari lubuk hatinya ia sebenarnya pengen tau kemana dan sama siapa saja Salwa akan menghabiskan waktunya hari ini.


"Mau ke toko cake..." begitu saja, Salwa segera beranjak dari situ, dari meja makan Qiyas terus memaku menatapnya hingga wanita cantik itu sudah tak terlihat lagi dari pandangannya, Qiyas segera menghela napas dengan wajah yang termenung seraya memandangi menu sarapan pagi yang baru saja ia sajikan itu.


*****


Pukul 10.15 Salwa tiba di toko, ia langsung buru-buru masuk ke dalam, seketika Salwa menegun melihat suasana di hadapannya saat ini.


Semua orang benar-benar terlihat sibuk dengan tugasnya masing-masing, ada yang menata beberapa properti, ada yang menghias gorden putih polos di atas stage mini, ada yang tengah memboyong hanger trolley ada juga yang menyiapkan letak lighting camera, saking sibuknya Sampai-sampai semua yang ada disitu hampir tak menyadari dengan kedatangan Salwa.


"Ahm...Rief, maaf yah aku telat.." Arief tak menjawab, namun tatapan matanya sudah bisa menjelaskan betapa marahnya ia saat ini.


"Rief..aku..." pintanya seraya meraih lengan Arief.


"Jangan pegang saya...." Arief membentak, sontak Salwa terkejut sembari melirik semua mata yang mulai menyaksikan perdebatan mereka.


"Saya kalo punya staf yang gak disiplin seperti kamu, toko ini gak akan sampe seminggu udah bangkrut tau gak kamu!" Arief kembali membentak, Salwa hanya terdiam bahkan matanya mulai berkaca-kaca, kali ini Arief memang tak mampu mengontrol emosinya.


"Rin, bawa dia ke kamar ganti sekarang"


"Baik pak"

__ADS_1


Erin segera memboyong Salwa menuju ruang ganti, Salwa yang bertumpuk rasa bersalah sekilas hanya bisa menoleh lagi menatap Arief yang terlihat mengabaikannya.


Dengan mundurnya scedhule syuting Arief sampai kehilangan 2 client penting karena mereka lebih memilih membatalkan kontrak kerja sama dari pada harus mengulur-ngulur waktu.


Di ruang ganti, Erin segera mengenalkan Salwa pada Nita seorang Make Over profesional yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan Salwa.


"Ini Ta, bu Salwa"


"Ow...hai ibu, saya Nita, masya Allah ibu cantik sekali..." ia terperanjat seraya tersenyum Nita menyedorkan telapak tangannya dihadapan Salwa, pun Salwa segera berjabat tangan dengannya sembari menyebutkan nama.


"Salwa..." sekuat tenaga Salwa berusaha tampil baik-baik saja di hadapan semuanya.


"Hari ini saya yang bertugas untuk memake-over bu Salwa dan ini Dhea tim saya yang nanti akan mematchingkan antara dress bu Salwa dengan tema!"


"Hai bu, saya Dhea.." tutur Dhea sembari berjabat tangan dengan Salwa.


"Ya udah kita mulai sekarang aja ya bu..." Sejak tadi Salwa hanya mengangguki apa yang dilontarkan oleh Nita.


25 menit berlalu, Nita sudah selesai melakukan tugasnya, ia lalu sedikit membungkuk  seraya memegang pundak Salwa, sorotan mata keduanya tertuju pada cermin hias yang ada di hadapan mereka saat ini, Nita kembali memerhatikan lagi beberapa titik tertentu yang mungkin saja ada warna  make up yang terlalu mencolok atau tak sama dengan sisi yang lain, setelah yakin semuanya sudah perfect, ia kembali melihat hasil ukiran tangannya yang sudah menempel di wajah Salwa saat ini sambil senyum-senyum tak menentu ia hampir tak percaya melihat itu.


"Ya Allah, bu Salwa cantik banget..sumpah"


bukan main Nita memuji-muji kecantikan Salwa.


"Emang udah cantik dari awal sih, pas dipolesin make up makin cantik banget!" tambah Dhea.


"Bu Salwa punya adek cowok gak?"


"Hehe gak ada, aku cuman punya kakak, itupun kakak aku cewek" Salwa menjawab dengan polos karena sampai disini ia belum tau maksud si Nita apa selanjutnya.

__ADS_1


"Yaah, padahal baru aja mau dimasukin ke dalam list calon suami idaman, hihihikss..." sambung Nita, seraya tertawa dengan candaannya seindiri.


"Ya ampun Nit, genit amat jadi cewek, sekalipun bu Salwa punya adik cowok, dia jga pilih-pilih kale, dan luw bukan termasuk kriterianya yang pasti, hahaha!" tutur Dhea dengan nada bercanda, Salwa hanya menyimak dari tempat duduknya sembari tertawa kecil mendengar candaan kocak para make over ini.


__ADS_2