
...Vermilion City...
...3 October...
Hari yang tenang atau mungkin setidaknya sedikit lari dari masalah untuk memikirkan cara untuk mengatasinya. Yuri dan Charlotte telah berhasil menyelamatkan hari dengan memberikan bantuan berupa Anima-Animus, alat yang sangat terbatas karena Yuri tidak ingin Anima-Animus disalahgunakan, jika itu terjadi maka Yuri harus mengambil atau menghancurkan Anima-Animus yang dipegang oleh orang yang memakai Anima-Animus ke jalan yang salah.
Menurut data Ai, dari Ai gadget miliknya bahwa seluruh rakyat di Vermilion sangat sehat dan suhu badan mereka stabil, jikapun ada yang sakit makan itu hal wajar sebagai makhluk hidup.
Bagaimana nasib Sylph? dia sekarang menjadi pemimpin miko dari Kuil Mitama. Sejak saat itu Sylph belajar banyak,diluar dari ia seorang dewi itu tidak akan menghentikan nya untuk belajar.
Soal kepercayaan, Yuri baru menyadari bahwa di Vermilion ada dua tipe kepercayaan yaitu Mitama dan Utone. Meskipun begitu, keharmonisan dalam kekeluargaan disini sangatlah erat, Yuri menyukai suasana disini.
Ketenangan itu pun berubah menjadi kebisingan dan Yuri mendengar suara teriakan wanita dan suara kaca pecah. Yuri langsung bergegas lompat dari pagar kayu di lantai dua ini dan melakukan rolling ketika ia mendarat yang tidak menyakitkan.
Yuri berlari hingga akhirnya ia berada di sumber suara, ternyata dia adalah Albedo. Mantan presiden dari Calleum yang terlepas dari belenggu penjara, sangat mengejutkan ia sendiri datang kesini.
"Berhenti disana..!! " Seru Yuri.
Yuri mengeluarkan pedang replika nya dan menodongkan ujung pedangnya ke arah Albedo.
Yuri juga melihat ada sekitar dua orang yang berpakaian sama dengan Albedo.
Sepertinya Albedo membentuk sebuah organisasi mafia.
"Tch.. Jangan macam-macam kamu..Atau dia akan mati! " Gertak nya.
Ia memegang sebuah senjata api yang sangat berbahaya meskipun menurut Yuri senjata yang ia gunakan sangatlah jadul. Ia kemudian bergeser kebelakang seorang wanita yang dari tadi merengek diampuni dan menangis.
Ia dengan kasar menggunakan wanita ini sebagai tamengnya dan ia menodongkan senjata apinya ke kepala wanita tersebut.
"Eit jangan bergerak atau dia akan mati loh.. " Ucap Albedo bersamaan dengan kedua anggota nya itu mengeluarkan senjata api mereka dan menodongkan moncong senjata api tersebut kearah Yuri.
"Dingdong.. "
Pada saat yang tepat Yuri melihat sosok yang ia kenal, Charlotte tiba di belakang Albedo dan memukul dengan gagang pedangnya ke area sensitif yang sedikit melumpuhkan saraf selama beberapa saat.
Albedo yang kaget dan tiba-tiba kehilangan tenaga dan kesadaran tersungkur jatuh, hingga akhirnya menyentuh tanah dan Charlotte langsung pergi membawa wanita itu ketempat yang lebih aman.
Yuri tau bahwa Charlotte menyerahkan sisanya itu kepada ibunya.
Kedua rekannya menjadi panik ketika Albedo sudah tersungkur ke tanah dan mereka kebingungan apa yang terjadi.
Hal itu membuat kedua orang ini melepaskan pelatuk pada senjata api mereka masing-masing kearah Yuri, membuat suara kekacauan lagi dan lagi.
Yuri menangkis tiap serangan yang diberikan senjata itu, membiarkan mereka bermain dan ketika peluru mereka benar-benar habis, Yuri sedikit melakukan sebuah dash ke salah satu dari rekan Albedo kemudian melemparkannya kearah rekannya yang satu lagi.
Mereka saling bertabrakan dan Yuri melakukan Telekinesis nya untuk mengangkat mereka bertiga, karena Albedo masih pingsan maka yang panik dan sangat berisik adalah kedua rekan Albedo ini.
__ADS_1
Mereka meminta ampun kepada Yuri dan dengan segala alasan yang dilontarkan kepada Yuri.
"Diam... Apa tujuan kalian sebenarnya. " Ucap Yuri.
Terlihat panik, mereka kelihatannya memilih diam seribu kata, tidak mengindahkan dengan menjawab pertanyaan Yuri.
"Atau kalian mau aku jadiin sate untuk hewan liar? " Ucap Yuri dengan nada menakut-nakuti yang tentu saja sambil memegang batang pedangnya tersebut.
Yuri menjamin bahwa kedua orang ini sudah ketakutan setengah mati, terlihat kulit mereka jadi pucat dan mereka berbicara seperti orang lagi kumur-kumur.
Yuri kemudian mengikat mereka bertiga dengan tali yang terbuat dari tanah, tanah yang ia campurkan dengan sihir airnya hingga menjadi lunak dan Yuri membentuk tali, lalu tali itu ia bakar lalu ia campurkan dengan air agar tidak panas.
Tak lama kemudian para prajurit datang dengan buru-buru.
"Yang mulia...Kau tidak apa-apa?! " Ucap salah satu penjaga dengan khawatir.
Yuri menggelengkan kepalanya dan ia tersenyum, senyumannya membuat para penjaga lega bahwa Yuri tidak apa-apa dan bingung kenapa Albedo pingsan dan dua lainnya seperti melihat hantu.
"Jangan khawatir, aku sedikit menekan mental kedua orang itu. " Ucap Yuri.
Para penjaga mengangguk paham lalu mereka membawa ketiga penjahat kecil ini menuju penjara.
"Itu tadi hampir aja... Terimakasih Charlotte.. " Ucap Yuri.
Charlotte kemudian muncul ditemani oleh sedikit guntur. Selain untuk memeriksa sana, dan memeriksa kesini, mereka juga sebenarnya lagi liburan walaupun cuma sebentar saja.
Lihat kesini, wanginya akan membuat mu merasakan menjadi elegan, cantik, ataupun menjadi gadis imut.. Kami punya banyak jenis parfum, silahkan di cek.
"Ya? ada yang bisa aku bantu ?. "
Terdengar suara wanita yang masuk ke telinga Yuri dan Charlotte, ternyata yang menyapa mereka adalah pemilik toko ini.
Ia berpenampilan berbeda, sangat elegan meskipun ia sedang duduk sekalipun dan Yuxuan pernah membuatkan satu untuk Yuri saat berada di dunia Hor atau Heaven Town.
Wanita berkacamata tersebut tersenyum tipis dan mulai berdiri, menghampiri Yuri dan juga Charlotte.
"Halo calon pelanggan ku, selamat datang di Jingzi Shop. Toko serba guna sekaligus suvenir asli dari Wenling.. " Ucap wanita ini dengan nada bicara yang unik.
"Kami... Lihat-Lihat dulu boleh? " Sahut Yuri.
Wanita ini kelihatan senang dan ia menepukkan tangannya dengan keras.
"Nah, aku ada rekomendasi bagus untuk kalian..Emmm, kakak adik? " Tanya wanita ini.
Selagi menunggu Yuri maupun Charlotte membalas perkataan wanita ini, wanita ini menyempatkan diri untuk membenahi kacamatanya.
__ADS_1
"Dia anakku Charlotte Heisenberg dan aku adalah Yuri Heisenberg. " Balas Yuri.
Ekspresi wanita ini langsung berubah dan ia sedikit menunduk, memberikan hormat kepada Yuri.
"Ahh, maafkan aku Yang mulia. Aku benar-benar tidak menyangka kalian datang ke toko ku.. " Ucap wanita ini.
"Namaku adalah Daiyu dan yang kalian lihat ini adalah toko ku sendiri.. " Lanjutnya.
Kemudian wanita ini mencoba mencari sesuatu di sebuah kotak kardus yang panjang, Yuri baru menyadari tadi ia melihat sebuah simbol yang ia pakai yang ada di dekat kerah baju bagian depannya.
Kemudian wanita itu mengambil sebuah pedang yang masih tertutup oleh sarung nya, pedang itu memiliki simbol petir merah gelap yang ada diantara pembatas gagang pedang dan besi pedang tersebut.
"Ini.. Aku menyebut pedang ini, Pendekar Merah Dari Negeri Wenling. Ini di tempa langsung oleh penempa handal di negeri Wenling,pedang ini sudah menjadi legenda si negeri Wenling, karena dipakai oleh pendekar merah legendaris alias pemimpin dari Heavenly General : Mahaprapta. " Ucap Daiyu.
Yuri yang merasa bingung langsung bertanya, kalau ini legenda kenapa ini ada sampai di tangan Daiyu dan Daiyu hanya menjawab jika dewa menghendaki mereka.
Daiyu kemudian seperti kelupaan sesuatu dan ia mengambil lagi satu senjata, pedang tapi bentuk dan rasanya beda, Yuri menatap kearah Charlotte yang kebingungan.
"Ini adalah Apsaras, senjata kedua yang dibuat oleh penempa legenda dari Wenling, konon katanya pedang ini dipakai oleh salah satu
Heavenly General : Guan. " Kata Daiyu.
Yuri mengangguk paham dan ia merasakan juga energi dari Apsaras ini tidak jauh beda dari Pendekar Merah Dari Negeri Wenling. " Cahaya gelap nya yang pekat membuat kedua senjata ini terlihat mengintimidasi.
Yuri melihat Charlotte sudah mengambil Apsaras, tertarik dengan pedang itu. Ia mencabut pedang dari sarungnya dan kelihatannya elemen kilat dan guntur yang ada di diri Charlotte saling mendukung satu sama lain.
"Baiklah aku ambil ini.. Ibu, aku punya ide setelah ini. " Ucap Charlotte.
Yuri penasaran tapi ia hanya bisa manut perkataan anaknya itu. Ia mengambil dengan perlahan pedang Pendekar Merah itu dan ia merasakan pedang ini ternyata sangat ringan dan juga membuat tubuh Yuri terasa ringan.
"Jadi ini... Senjata dari Zodiac dari negeri lain. " Batin Yuri.
Saat di dunia Hor, ia sempat melihat kedua belas Zodiac ini sebelum mereka balik ke dunia mereka yang rupanya mereka adalah penghuni dari Terra yang satu ini, sangat unik. Bahkan sangat beda dengan apa ia punya sekarang.
Muncul tekat baru dalam dirinya, tekat akan ingin belajar dari Heavenly General atau Zodiac dari negeri luar ini. Ia ingin mempelajari nya sekaligus ia ingin diajarkan cara mengendalikan emosi dalam pertempuran.
Entah kenapa firasat Yuri semakin hari semakin buruk, namun ia tetap menyimpannya.
"EHHHH, TI-TIDAK USAH TUAN PUTRI..INI GRATIS..G-R-A-T-I-SS..." Seru Daiyu panik.
Lamunan Yuri kelihatannya berhasil diganggu oleh seruan Daiyu ketika Charlotte memaksa dan dengan ekspresi tidak enak memberikan Daiyu uang yang begitu banyak.
Begitulah suasana hari ini, tenang, tentram dan... Tentu saja ilmu yang baru, ia ingin ilmu yang baru.... Kenapa? entahlah, Yuri hanya merasakan bahwa dengan semakin kuat tenaga, level penguasaan bahkan teknik pengendalian nya semakin bagus.
~To Be Continued~
Next : Twelve Heavenly General Arc
__ADS_1
Phase 1.