
...Arena latihan...
...6 October...
Yuri berada di sebuah arena pelatihan, arena ini dulunya adalah colloseum yang memiliki banyak kenangan bagi Vermilion dan sekarang digunakan sebagai tempat berlatihnya para ksatria-ksatria yang memiliki jiwa yang berani dan mereka juga sangat fokus.
Tentu saja bagian untuk melatih teknik berpedang ada di tangan Charles, teknik menyerang secara kasar ada di tangan Leon, teknik dalam bertahan dan menghindar ada pada tanggung jawab ajaran Charlotte dan terakhir teknik menyerang dalam menggunakan busur juga teknik dalam pengendalian sihir di latih oleh Groceria.
Bagaimana dengan prajurit yang menggunakan Anomali? mereka dilatih khusus oleh Special ops dan juga Yuri sendiri.
Hari itu adalah hari damai lainnya, semuanya berjalan lancar dan Yuri menikmati nya sambil menggunakan kesempatan ini untuk mengingat kembali ajaran Cosmos yang ia lupakan selama kurang lebih lima ribu lamanya.
Ia tidak menyangka bahwa Heavenly General merupakan zodiak yang memiliki kekuatan lebih apa yang ia punya, ataukah mungkin Yuri sudah lupa caranya.
Bahkan jika dipikir-pikir tidak semua kekuatan ia keluarkan, karena itulah Yuri sempat songak memukul dahinya dengan telapak tangannya sekali.
Reflek akan kebodohan sendiri, ia tidak memiliki sebuah kecerdasan dalam bertarung dan kecerdasan dalam memikirkan sesuatu yang pastinya Yuri lakukan selalu saja mengakibatkan hati, perasaan ataupun ego.
"Yang mulia... Anda tidak apa-apa?. "
Terdengar suara yang ramah di telinga Yuri dan saat Yuri melihat ke sumber suara, ternyata Charles yang datang untuk menemuinya.
"Ah ya,maaf,tapi aku tidak apa-apa. " Balas Yuri.
Charles mengangguk pelan dan memberikan sebuah nota yang berisi status para prajurit. Semuanya sehat dan kuat, rata-rata dari mereka memiliki predikat A+ walaupun ada yang mendapat predikat C dalam fisik namun memiliki predikat A bahkan ada yang terburuk,semuanya B atau C.
Itu sudah termasuk hal yang bagus menurut Yuri, tidak ada yang instant. Mungkin kecuali dirinya yang secara instan diberikan kekuatan tanpa mengetahui pengalaman dan juga pengetahuan bertempur yang baik.
Bela diri karate yang ia pelajari sewaktu dan sebelum ia bereinkarnasi terus-terusan tidaklah cukup jika dibandingkan dengan apa yang ada sekarang karena ia juga harus menguasai teknik menggunakan senjata.
Atau Yuri cukup bergantung pada Ai gadget dan lebih mengatur pola pikir saat ia bertarung,tapi ada satu hal yang terpikirkan oleh Yuri dan Yuri menyuruh Charles untuk mempersiapkan duel antara Charles dengan dirinya.
"Eh, duelnya beneran?. "
Charles sontak dan reflek mengucapkan sebuah pertanyaan untuk Yuri dan Yuri mengangguk. Charles kemudian tau apa yang ia lakukan ketika menatap mata Yuri, arena harus dibersihkan seperti biasanya.
Charles pun pergi dan tanpa basa-basi Yuri mulai mencari data pada ingatan Ai gadget dan ia menemukan pertarungannya dengan Vajra.
Ia melakukan, mencari, mengolah dan menerima data dari gerakan Vajra saat bertarung dengan menggunakan pedang.
Ingatan baru telah muncul dan ia mengingat semua gerakan dari Vajra dan ia sedikit mencuri beberapa gaya bertarung yang bahkan Vajra belum tunjukkan kepadanya.
Ia juga menyalin latihan menyerang, bertahan yang dilakukan oleh Charles, Leona maupun Charlotte.
...6 October...
...13:00...
__ADS_1
Masih didalam sebuah arena, Yuri ingin menunjukkan sedikit tentang pengalaman para ksatria melalui simulasi yang dilakukan oleh Yuri dan Charles.
Dengan kata lain bisa dikatakan juga Yuri akan melakukan sparing dengan Charles.
"Jangan segan-segan untuk menebaskan senjatamu kearahku Yang mulia. " Ucap Charles.
Spar dimulai dan Charles duluan menyerang kearah Yuri dengan melompat, posisi menerjang namun saat ia berada diatas, eksistensi dirinya menghilang layaknya cahaya dan ia sudah berada dibelakang Yuri.
Suara pedang berbentur sudah terdengar, reaksi Yuri akan melakukan tangkisan dan kecepatan Charles dalam menyerang sama-sama cepat.
Yuri masih belum memegang katana miliknya dan hanya memakai pedang replika yang berasal dari elemen angin yang ia ciptakan seperti biasanya.
Akibat dari benturan itu memiliki efek berupa hembusan angin besar yang terpaksa membuat Charles terhempas cukup jauh dari pandangan Yuri.
Charles menapak dengan sempurna dan ia berlari, melakukan teknik yang sama tapi kali ini ia membuat ancang-ancang, ia muncul disebelah kiri namun tiba-tiba sudah ada di sebelah kanan.
"Tebasan--"
"Tarian seribu bayang."
Charles berhenti melesatkan kekuatannya, digantikan dengan memegang tangan Yuri dan ia langsung berteleportasi bersama dengan Yuri menuju ke tempat yang aman dari serangan.
Ia melakukan hal tersebut karena sebuah serangan melesat kearah mereka berdua, serangan itu lumayan berbahaya dan jika ia tidak menghindar, ia akan terpotong menjadi beberapa bagian.
"...!! Penyerangan lagi...?! ." Seru Yuri.
Pria ini memiliki aura merah dan mulutnya ia tutupi dengan sebuah semacam masker yang terhubung sama bajunya. Entahlah Yuri juga bingung bagaimana cara pria ini memakai pakaian seperti itu.
Tiba-tiba saja pria itu muncul di hadapan Yuri dan Charles langsung dengan segera berdiri di depan Yuri.
"Apa maumu... Dan siapa kau ini. " Ucap Charles sambil menodong pedangnya kearah pria itu.
Pria ini diam dan memiliki tatapan tajam, penampilan nya lebih seperti ninja ketimbang petualang, ksatria bahkan para samurai yang Yuri kenali seperti Vajra.
" Namaku, Hanzo. Hanzo Hattori, aku berasal dari Clan Iga dan aku disini mencari Mikami Masami. "
Kata-katanya sangat dingin dan tidak ada emosi yang terkandung didalamnya atau ia berusaha menyembunyikan nya.
"Aku disini. "
Terdengar suara wanita yang menggema di Arena ini, Yuri melihat Mikami turun perlahan dari tribun penonton bersama dengan Leona yang bersamanya.
Tentu saja Mikami ikut untuk melihat pelatihan agar ia dapat kembali mempelajari ilmu dari Vermilion dan ia sempat mengucapkan sumpah setia terhadap Yuri.
__ADS_1
Dengan gagahnya Mikami berjalan mendekati Hanzo tanpa rasa takut dan tangan kanannya siaga di pangkal katana nya itu.
"Kenapa kau mencariku, Hanzo. " Ucap Mikami.
Hanzo menganggukkan kepalanya, tatapan matanya masih sama, dingin dan tidak ada satupun ekspresi atau jiwa yang terkandung didalam matanya.
"Pertama, aku datang kesini untuk meminta maaf atas keterlambatan kami untuk membantu klan Masami..."
Hanzo menghembuskan nafasnya dan mengeluarkan nya, tidak terlihat namun Yuri tau ia melakukan sebuah waktu untuk melanjutkan bicaranya.
"Kedua, aku ingin memberikan informasi..Karena pedang besar antara Vermilion,Emerald dan Calleum. Maha-dewan mengundang anda beserta pemimpin negara di seluruh benua secara tertutup. " Jelasnya.
Hanzo berhenti sejenak dan mengambil sebuah kertas yang digulung, Hanzo mengganti arah tubuh dan pandangannya kearah Yuri sembari mengulurkan tangannya untuk memberikan gulungan tersebut.
"Ini, ambillah.. " Ucap Hanzo.
Setelah Yuri mengambil gulungan itu sambil mengucapkan terimakasih, Hanzo menganggukkan kepalanya dan menghilang dari pandangan mereka.
Mikami bergeming, tatapan matanya sayu dan ia terlihat murung. Tersirat rasa yang bercampur aduk, bibirnya bergetar dan Mikami mengepalkan tangannya dengan kuat hingga akhirnya ia menghembuskan nafasnya sedalam mungkin seperti ia menariknya kembali dan itu yang ia lakukan sekarang tanpa membuat suara yang mengganggu.
"Aku tau Yang mulia, tapi tenang saja.. Aku bersumpah setia untuk melindungi mu, aku akan ikut denganmu di pertemuan itu. " Ucap Mikami.
Mikami menunduk untuk memberi hormat dan ia juga jongkok untuk memberi hormat lagi. Entah apa yang merasuki gadis ini tapi setidaknya ia tidak memiliki niat yang jahat atau niat jahil atau semacamnya.
"Tidak, kamu tetap disini.. Kalau aku tidak salah, kamu ini adalah seorang bangsawan bukan ? "
Terdengar suara Charlotte dan kemudian sosok Charlotte datang ke arah mereka.
" Ryuusei no Ikari.. Ibu, aku telah membaca buku sejarah dari Ryuusei no Ikari dan buku itu mengucapkan meskipun ini adalah replika dari katana mahaprapta atau dikenal Vajra... Senjata itu memiliki kekuatan yang setara dengan apa yang di miliki Vajra.. " Jelasnya.
Charlotte kemudian menjelaskan bahkan memberikan kesimpulan bahwa ini adalah pertemuan yang beresiko karena Yuri akan diincar oleh orang yang mencari kekuatan seperti Ryuusei no Ikari atau bahkan Ryuusei no Ikari itu sendiri.
Charlotte juga memprediksi pasti beberapa penguasa ingin memiliki senjata itu juga.
"Bagaimana kamu tau? " Balas Yuri dengan sebuah pertanyaan.
"Ibu, Seeker adalah sekelompok penjahat yang suka berbuat onar demi mencari sebuah harta karun bahkan mereka sering sekali kedapatan mencopet. "
Yuri mengangguk paham, ia menyimpannya kedalam ingatan Ai gadget dan Ai gadget mendapatkan informasi bahwa Seeker jika urusan dengan pria, mereka tidak segan untuk mengakhiri pria yang menjadi korban pencopetan.
Jika itu adalah wanita atau gadis, mereka akan menculik mereka untuk dijadikan bahan kesenangan mereka. Setidaknya ada 23 kasus berhasil ditangani dan 4 kasus masih dalam proses penyidikan.
Jika Seeker sedang baik moodnya, maka saat malam. Mereka mengantarkan pulang gadis yang diculik secara diam-diam kerumah dalam keadaan pingsan karena dihipnotis tidur dan sedikit sihir untuk melenyapkan ingatan tentang kejadian yang tidak mengenakkan pada diri korban.
Ingin rasanya Yuri menyelesaikan masalah tersebut, tetapi untuk sekarang Yuri terpaksa memberikan tanggungjawab nya ke Charles untuk menyelidiki kasus yang belum selesai itu.
...~To Be Continued~...
__ADS_1