Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Penyihir Roh dan Roh Jahil Dari Litlu


__ADS_3

Setelah Yuri terbangun dengan menjerit histeris disertai air mata membasahi pipinya, Rain terbangun dan melihat Yuri yang sudah duduk di sampingnya.


Rain langsung ikutan duduk dan memeluk Yuri serta menjadikan jarinya untuk mengusap air mata Yuri.


"Yuri... Yuri.. Tenanglah, ada apa... " Ucap Rain.


Yuri menggelengkan kepalanya dengan mata lesu dan layu tidak seperti biasanya, Rain menenangkan Yuri dengan mengelus rambut Yuri.


"Mau minum? Aku akan suruh Maid Android membawakan mu teh herbal. " Imbuh Rain.


Yuri mengangguk dan melihat kearah Rain.


"Boleh, tapi jangan terlalu panas. " Lirih Yuri.


Suara Yuri kini sangat lemah dan serak, Rain jadi khawatir jika Yuri sebenarnya punya trauma semasa hidupnya. Itulah mengapa Rain mengambil tablet miliknya dan memesan beberapa makanan ringan dan juga teh herbal untuk mereka berdua.


Yang duluan turun dari tempat tidur adalah Rain dan Rain mengajak Yuri untuk mau digendong dari belakang, Yuri hanya mengangguk dan setelah naik ke punggung Rain, Rain membawa Yuri ke bagian sofa yang empuk tak jauh dari kasur mereka.


Sesosok Android datang tak lama setelah Rain menghibur Yuri dengan berbagai kata-kata, ada tempat khusus di kamar mereka yang sangat besar ini, tempat itu langsung terhubung dengan dapur pribadi milik Rain yang diurus oleh Android yang di programkan untuk menerima perintah masak memasak atau dikatakan dalam hal kuliner, bahkan Android tersebut pintar saat bahan sudah habis, mereka membeli bahan tersebut yang tentu saja sudah di programkan dan terhubung sama uang digital Rain.


Meja sudah dipenuhi oleh makanan dan minuman dan Yuri bisa merasakan aroma jasmin dan aroma teh herbal yang menyengat di hidungnya, membuat Yuri merasakan perasaan relaksasi yang luar biasa.


Mereka berdua menikmati makanannya sambil mengobrol bahkan Rain membawa Yuri dalam sesi bercanda dan semua berjalan lancar, mood Yuri sudah lumayan baikan setelah mereka selesai makan dan minum.


Melihat kondisi Yuri membuat hati Rain terbesit, bahkan Rain merasakan perasaan yang sangat aneh kepada Yuri. Perasaan Rain untuk lebih menyayangi Yuri lebih dari sekedar kontrak.


Namun sepertinya Rain agak kecewa atau mungkin kecewa ketika Yuri mengatakan hal yang sebenarnya mengenai Yuri sendiri, hal itu dimulai saat Yuri meminta izin untuk mengucapkan sesuatu kepada Rain.


"Rain, boleh kah aku mengatakan sesuatu... " Ucap Yuri ragu.


Rain menoleh dengan senyuman.


"Iya? Mau tambah atau kamu tidak suka sama menunya?. " Balas Rain.


Yuri langsung menggeleng dengan cepat dan satu tangannya membuat gerakan yang berarti bukan.


"Bukan, tidak... Bukan seperti itu, semuanya enak, aku hanya ingin mengungkapkan tentang ku saja" Ucap Yuri.


Rain mengangguk, raut wajahnya kini mulai serius dan ia terlihat siap mendengarkan dan mempersilahkan Yuri untuk berbicara tanpa berkata-kata.

__ADS_1


Yuri mulai membuka mulutnya, namun tepat saat ia ingin ngomong, sesuatu masuk kedalam dirinya, Yuri kaget tapi ia tidak bisa mendeteksi bahkan Ai chan saja error akibat nya.


"Aku ingin mempunyai anak bersamamu.. "


Yuri mencoba untuk mengidentifikasi siapa yang masuk kedalam tubuh Yuri dan setelah tau, Yuri mengaktifkan kekuatan pertahanan yang membuat makhluk yang masuk kedalam tubuh Yuri terpental keluar dari tubuh Yuri.


Yuri reflek menutup mulutnya setelah kejadian tersebut, ternyata Roh Jahil itu benar-benar ada dan Yuri melihat dari cara ia berpakaian juga berasal dari negara tetangga.


Rain yang tersenyum, mungkin didalam pikirannya senang karena hal yang ia tunggu akhirnya datang dan Yuri sudah terlambat untuk memberitahu kan keadaannya, hal itu yang membuat Rain menggendong Yuri dan menaruh Yuri ke kasur.


"Tunggu Rain... Maksud ku bukan sekarang... " Ucap Yuri panik.


"Maafkan aku tapi kamu sendiri yang bilang. " Balas Rain.


Yuri jadi teringat ucapan mendiang ratu yang berkata Yuri cocok jadi penerus kekuasaan Sophia atau semacamnya dan ia melihat makhluk jahil itu sudah menghilang.


Yuri agak bingung namun akhirnya ia pasrah dan membiarkan dirinya dibelenggu oleh singa malam di malam hari ini, atau setidaknya mereka berdua melakukan itu sampai langit sudah menunjukkan langit birunya.


...Sophia Central...


...1 March C2...


Rain mengajak Yuri ke Sophia Central untuk membeli peralatan yang dipesan oleh Enforcer of The Piece. Yuri menggunakan pakaian yang ia pakai saat kembali ke Terra, menyimpan mahkotanya dan pergi sebagai orang biasa.


Pipi Yuri masih memerah karena ulah Rain saat malam, ia terus memikirkan dan begitu kesal dengan ulah Roh Jahil.


"Ah selamat datang tuan dan nyonya, silahkan dilihat dulu... " Ucap seorang pria dengan kupluk hitamnya.


"Andrean, aku nyari benda untuk hadiah nih, Enforcer of The Piece.. Seperti biasa.. " Balas Rain.


Pria berkupluk hitam yang tadi nya membelakangi mereka kini berbalik dan menyipitkan matanya untuk melihat Rain.


"Ahh kawan ku, kenapa tidak bilang dari tadi.. " Andrean.


Didalam pikiran Yuri sepertinya mereka sahabat seperti Rea dan Rain, melihat mereka sangat akrab begini. Tapi Yuri masih penasaran tentang roh jahil, siapa tau ada yang mengendalikamnya, maka dari itu Yuri mencoba membuka mulutnya.


"Maaf ganggu obrolan kalian, tapi aku ingin bertanya.. Ini tentang roh jahil dari Litlu, mungkin Andrean pernah dengar?. " Ucap Yuri.


Andrean terlihat berfikir sebentar dan akhirnya mengangguk.

__ADS_1


"Seingatku ada penyihir bernama Lich Si Ahli Sihir Gelap, tapi ya aku cuma dengar-dengar aja dari pedagang lain.. " Balas Andrean.


Andrean sudah selesai menyiapkan barang-barang yang dipesan dan Yuri juga Rain berpamitan kepada Andrean dengan ditemani oleh senyuman hangat dan beberapa gurauan.


Yuri diajak Rain lagi jalan-jalan keliling central siapa tau mereka bisa mendapatkan makanan kuliner, mereka sih bebas melakukan apa saja sebenarnya dan lagian barang pesanan mereka sudah dibawa oleh pengawal mereka kedalam bagasi kendaraan mereka.


"Yuri... Aku penasaran kamu bertanya tentang roh jahil dari Litlu.. " Ucap Rain.


Yuri sedikit malu dan akhirnya menceritakan apa yang terjadi saat dikamar, hal tersebut membuat Rain bingung dan agak menyesal karena tidak mendengar kan Yuri.


"Maaf Yuri... " Kata Rain.


Yuri menghela nafasnya, waktu tidak bisa berhenti maupun mundur tanpa seizin Versalite.


"Tak apa..... Jikapun aku mengandung anakmu.. " Balas Yuri.


Rain berhenti dan ia menghadap kearah Yuri, Yuri bingung dan hanya menatap Rain.


"Katakan padaku, apa kamu membenciku.. " Ucap Rain.


Kadua tangan Rain masing-masing memegang pundak Yuri kanan dan kiri, Rain dengan serius menatap Yuri dengan dekat yang membuat wajah Yuri merah padam.


"Tidak, aku tidak membenci yang mulia, anggap saja itu tragedi tidak disengaja.... " Balas Yuri cepat.


Yuri hanya menutup matanya dan membukanya kembali, keringat dingin membasuh tubuh Yuri ketika Rain menatap Yuri lebih dekat dan Yuri bisa merasakan hembusan nafas Rain.


Rain kemudian menjauh dari wajah Yuri sambil tertawa hingga akhirnya ia menghembus nafasnya.


"Aku tak menyangka, veteran perang seperti kamu bisa gugup seperti ini.. " Ucap Rain.


Yuri tidak bisa apa-apa, wajahnya terlanjur merah dan rasanya jika di ilustrasikan bakal muncul asap kecil diatas kepala Yuri sangking merahnya.


Didalam hati Yuri juga sangat kesal dan menganggap Rain orang menyebalkan.


Sebelum akhirnya Rain menggenggam tangan Yuri dan menarik nya menuju cafe yang tidak jauh dari mereka, dari ekor mata Yuri, Yuri tak sengaja melihat orang yang mengintip mereka, tatapannya sangat tajam.


Apakah itu Chaos Bringer atau kah yang lain... Yuri juga tidak tau... Tapi Yuri sudah memantapkan hati ingin pergi ke kota Litlu esok hari.


...~To Be Continued~...

__ADS_1


__ADS_2