
Gagah berani menghadapi 2000 pasukan secara beruntun rupanya memberikan rakyat dari Sophia tinggi, mereka jadi lebih positif kepada Yuri serta merta berdoa kepada dewa yang bersemayam didalam Sophia agar Yuri menang melawan mereka.
"Hahaha,beh boleh juga kau menghadapi pasukan sebanyak ini. " Ucap Dark Matter dengan terkekeh.
"Ahh, sayangnya... Pastinya kau punya batasan. " Imbuhnya dengan nada sedih.
Yuri hanya diam dan menatap dengan tatapan dingin saat para dark matter tiba-tiba diam dan sinar beam raksasanmerah melesat kearah Yuri dari arah barat daya.
"...!! "
Yuri hanya tersenyum miring, musuhnya sepertinya terlalu meremehkan Yuri ketika ia bertarung dengan serius.
Tentu saja hal itu ia buktikan saat Yuri menutup kedua matanya dan saat Yuri membuka matanya yang awalnya bola mata Yuri masih normal kini berwarna kuning keemasan dengan diiringi oleh gen garis-garis yang terlihat eksotis.
Tepat saat sinar tersebut sudah hampir mendekati Yuri, sebuah portal yang besarnya sama dengan sinar tersebut muncul dan sinar tersebut masuk ke portal yang berwarna kuning keemasan tersebut.
Saat sinar tersebut sudah mencapai batasnya, Yuri menutup portal tersebut dan mengembalikannya kepada suatu entitas yang berusaha menyerang Yuri saat ia fokus melawan para dark matter.
Mata kuning keemasan Yuri kini berevolusi menjadi logo zodiac yang di satu padukan menjadi satu kesatuan yang membuat penampilan Yuri berubah.
"Energi ini.... " Ucap Dark Matter.
Dark matter terlihat terkejut saat penampilan Yuri hampir terlihat seperti dewi yang memanfaatkan sihir dan teknologi. Atau bisa disebut penampilan Yuri terlihat seperti dewi modern.
"Tidak... Tidak bisa begitu... HEY TEMBAKKAN SINAR ITU LAGI SECARA BERSAMAAN.. " Ucap Dark matter dengan panik.
Dark matter panik karena ia tidak bisa mengeluarkan ilusi miliknya, dark matter terlalu meremehkan Yuri dan menganggap kemampuan Yuri bakal sama seperti kemaren-kemaren.
Sekali lagi sinar beam merah muncul melesat kearah Yuri, namun kali ini ada sekitar ribuan beam yang melesat kearahnya dengan kecepatan tinggi.
Namun sayang sekali Yuri melakukan hal yang sama dengan serangan beam yang pertama kali melesat kearah Yuri, Yuri menciptakan ribuan portal kecil dan memunculkan replika tombak dan pedang dengan elemen yang berbeda-beda.
Yuri juga memunculkan ribuan portal lainnya hasil serangan beam dari entitas yang berenergi gelap tersebut.
pedang, tombak dan sinar beam tersebut langsung menyerbu baik entitas tersebut maupun para Dark matter.
"Nghh.... "
Ledakan di mana-mana dan Dark matter satu persatu, tak hanya itu saja kota sophia modern saat ini terlihat seperti puing-puing kapal, hancur lebur.
Giselle adalah objek utama yang Yuri harus temukan, meski kata Rain bahwa ia gagal menyelamatkan Giselle, namun Yuri yakin sepenuhnya Giselle masih ada.
"Mwahahaha, ternyata begitu... Semua ini demi gadis kecil itu ya, siapa ya? Giselle? hmhm, cacing meresahkan. "
__ADS_1
Dark matter membangunkan lamunan Yuri dengan sebuah cemooh yang tersulut dalam kata-katanya, Yuri langsung menatap Dark matter yang kini hanya dia seorang, bukan kloningannya apa lagi pasukan perangnya.
"Kau apa... Dimana anak itu sekarang.. " Ucap Yuri geram.
Dark matter hanya tertawa, sangat puas hingga akhirnya membuat nada ejekan untuk Yuri.
"Kasihan ya kamu... " Jawab Dark matter.
Dark matter kini memanggil sebuah gelembung hitam, kini gelembung tersebut terlihat transparan dan Yuri melihat Giselle tak sadarkan diri di dalam gelembung tersebut.
Yuri hanya diam dan langsung melesat untuk mengambil Giselle dengan kecepatan cahaya, namun sayang sekali, sangat sayang sekali gelembung tersebut hilang bersamaan dengan cahaya Yuri yang membuat Yuri kehilangan kendali dan terjun bebas kebawah.
Pada saat yang tepat, Kongming datang dengan fitur terbarunya JETER untuk menangkap Yuri dan menggendong nya dengan genggaman erat.
Tak hanya itu, Kongming membuat serangan peralihan dengan menggunakan Magical Rocketer milik Kongming kepada Dark matter yang kehabisan tenaga.
"Kongming.. Makasih... " Ucap Yuri.
Bola mata Yuri kembali ke warna semula dan Yuri menutup matanya rapat-rapat.
"Kenapa...Ada sesuatu yang salah... Tapi apa... "
...Place : Unknown Dimension...
Ketika Yuri membuka matanya, ia berada di dalam sebuah ruangan sangat gelap dan Yuri berdiri dengan sorot lampu yang redup menemani dirinya.
Ia tidak bisa merasakan apa-apa, Yuri juga tidak tau sekarang ia berada dimana. Yuri pun dengan pelan melangkagkan kakinya menuju kedalam situs gelap gulita didepannya.
Sangat gelap hingga akhirnya tempat itu terang sama seperti awal tempat Yuri berada lampu disini juga redup, namun Yuri melihat pecahan-pecahan kaca dan runtuhan dinding batu disekitarnya.
"Bukan kah itu.. "
Yuri mendekati runtuhan dinding batu dan menunduk kan kepalanya untuk melihat lebih jelas, ia pun berjongkok untuk mengambil satu pecahan batu tersebut.
Ia melihat ukiran yang sama seperti di dunia Hor, persis sekali. Pecahan batu ini, apakah....
Sebelum Yuri sempat lanjut berfikir, Yuri tersedot oleh portal hitam pekat dan masuk kedalamnya.
Yuri membuka matanya sekali lagi dan ia kini sudah berada di kota Sophia dan sedang bergandengan tangan dengan Rain. Ia juga melihat ada Giselle yang ria gembira bermain dan tertawa.
Kali ini Yuri tidak bisa mengendalikan tubuhnya, sangat berat hingga ia hanya bisa menutup mata nya rapat-rapat dan keributan yang ia dengar kini tergantikan oleh suara angin bertiup kencang.
Yuri membuka matanya perlahan-lahan dan langsung mendongak keatas ketika ia melihat sesosok bayangan yang ia langsung kenali.
__ADS_1
"Charlotte?. " Lirih Yuri.
Meskipun sosok yang Yuri lihat sekarang adalah gadis remaja 16 tahun, tapi Yuri tau bahwa gadis tersebut adalah Charlotte. Gadis tersebut tersenyum, melihat kearah Yuri, Charlotte memakai pakaian yang Yuri pakai pertama kali saat ia masih mau memulai kehidupannya di Akademi.
Anting-anting nya seperti mengeluarkan cahaya ungu gelap namun juga terang. Akibat dari Chaos System, bola mata Yuri tanpa sadar berubah, mungkin sudah lama dan lebih cantik cocok dengan warna rambutnya yang merah marun.
Charlotte memiliki warna rambut seperti Yuri dan bola mata seperti Yuxuan, setidaknya tatapannya membuat Yuri teringat saat ia memulai misinya.
"Charlotte, ini dimana?. " Tanya Yuri memecah keheningan.
Charlotte hanya diam lalu menghilang dan disekeliling Yuri tiba-tiba berganti suasana menjadi sebuah puing-puing entah apa, namun terlihat sangat berantakan dan bau bubuk mesiu juga masih menyengat di hidung Yuri.
Yuri melihat beberapa pedang terhunus ketanah.
Yuri mengalihkan pandangan nya kesana dan kemari lalu melihat sosok Charlotte lagi.
Sebelum Yuri memanggil namanya, Charlotte sudah terlebih dahulu menginstruksikan Yuri untuk mengikutinya, Yuri pun tenang dan mengindahkan instruksi tersebut.
Saat Yuri memasuki kesebuah portal lagi, Yuri kini sudah berada secara langsung tanpa tersedot dengan kasar. Ia melihat ke sekeliling nya seperti pemandangan senja, diiringi oleh penghalang yang bentuknya seperti note musik.
Note tersebut berubah menjadi angin yang terlihat sangat lembut dan dedaunan jatuh dari sebuah pohon. Pohon ini, Yuri pernah mendengar sebelumnya ada pohon besar, mirip seperti pohon beringin dan pohon ini dikelilingi oleh cahaya apalagi angin lembut yang membuat cahaya ini sangat hidup.
Orang-orang di Sophia menyebutkan nya mitos Glowing Green.
"Charlotte ini tempat apa... Apa yang sebenarnya terjadi..? " Ucapnya.
Charlotte yang tadi membelakangi Yuri kini berbalik untuk menatap ibunya dengan senyuman manis.
"Mama... Ini adalah Seeds of Twilight, Consolation. Aku mendengar suara hati mama sangat bimbang ya, Charlotte paham.. " Balasnya Charlotte.
Charlotte memejamkan matanya dalam-dalam dan membukanya perlahan.
"Benih Senja, Pelipur Lara... Apa kamu menciptakan dimensi ini?. " Ucap Yuri dengan pertanyaan lagi.
Charlotte mengangguk, anggukan yang sangat pelan dan dalam anggukan ada wajah yang membuat hati Yuri melihatnya ingin memeluk Charlotte dan menenangkan nya.
Charlotte kemudian menciptakan cahaya putih yang sangat menyilaukan, Yuri yang mencoba mendekati anaknya kini terhenti dan terpaksa menutup matanya.
Yuri masih memiliki banyak pertanyaan akan hal itu, namun setelah Yuri mulai membuka matanya lebar-lebar.
Ia masih berada di gendongan Kongming, berusaha kabur dari serangan Dark matter. Sepertinya Dark matter adalah tipe makhluk dengan tingkat regenerasi tinggi.
Satu hal yang aneh saat ia terbangun, ia merasakan keberanian yang lebih kuat dan kokoh dan juga perasaaan kuat,perasaan ini, sepertinya adalah ambisi untuk melindungi orang yang layak di lindungi baginya. Ia merasakan kekuatan ia sendiri meminta untuk dipakai agar melindungi Terra, Yuri memejamkan mata sekali lagi sebelum ia berencana untuk menuntaskan Dark matter sampai ke akar-akarnya.
__ADS_1
...•• To Be Continued ••...