
Meskipun dunia sudah mencapai tingkat modern yang canggih, tidak terlalu mengandalkan alam, seperti nya orang-orang Terra masih menyukai adanya teater.
Banyak pemuda yang mempunyai kemampuan khusus dalam menjalankan aktingnya, atau bisa dibilang ahli. Salah satunya adalah Antonio Gackrym.
Antonio adalah aktor yang paling tersohor dan dikenal dimana-mana, banyak para aktor yang berbakat juga memuja dirinya bahkan ingin tampil bersamanya.
Antonio adalah laki-laki sekitar dua puluh enam tahun, tak hanya itu ada posisi kedua yang menjadi rival Antonio, umurnya sekitar sembilan belas tahun.
Setiap hari setiap Yuri berjalan-jalan di Sophia, dirinya melihat mereka berdua bersama para gadis. Banyak penggemar, begitulah jika Yuri bisa mendeskripsikan nya.
"Ahh, lihat siapa tamu terhormat yang tengah berjalan-jalan."
Yuri yang sudah berhenti dan duduk disalah satu kursi panjang dengan nyaman, mendengar suara serak dan kedengaran tebal menyapanya.
Yuri langsung menoleh kearah sumber suara dan melihat seorang nenek-nenek yang sangat-sangat dan sangat tua, namun terlihat sehat.
"Apa saya mengenal anda.?"
Dengan sopan Yuri memberikan senyumannya, senyuman hangat dan sopan. Senyuman yang masih terlukis dibawah daun-daun yang lagi berguguran.
"Aku adalah Lita, jika kamu mengingatnya."
Dengan kata yang seperti terbata-bata, nenek tersebut bisa menyelesaikan kata-katanya dan dipahami oleh Yuri.
Yuri membelalakkan matanya, tidak percaya dengan apa yang ia lihat dan dengar. Lita adalah mantan kakak kelas Yuri sejak Yuri masih di akademi.
Tapi, itu kan cuma saat Yuri menjadi Anna? kenapa bisa?.
Wanita tua itu pun tertawa kecil.
"Oh Yuri, aku ini ras Astra, memiliki umur panjang dari manusia biasa.... Kecuali dirimu."
Lita, Lita.. Astra.. Kalau tidak salah, Astra adalah ras yang tidak terpengaruh perputaran dan pengubahan dunia oleh Versa kecuali jika yang dihapus adalah eksistensi nya mereka.
Astra adalah ras pertama yang menguasai Terra hingga akhirnya penduduk bumi. Tak jauh dari leluhurnya Almita saat peperangan melawan Enyo, yah mungkin menunggu lima puluh tahun kemudian setelah penduduk Astra lenyap akibat perang yang tidak berkesudahan dengan para Orc dan Demon.
Cukup sampai disitu, Yuri bahkan tidak ingat dan tidak tau berapa lama ia meninggalkan Terra. Waktu berjalan dengan cepat.
"Hmm?."
Dengan bingung, Lita menatap Yuri. Yuri yang sadar akan lamunannya kini hanya bisa tersenyum.
"Masa-masa yang sulit... Bukan begitu, Lita?."
Yuri sedikit mengubah nada bicaranya dengan nada bertanya. Lita juga mengangguk, akhirnya duduk disampingnya Yuri.
"Aura mu begitu tebal dan berat Yuri... Jadi, setelah dirimu bereinkarnasi kembali, kamu menjadi semakin kuat." Ucapnya.
Yuri mengangguk, menanggapi ucapan dari Lita, tapi ntah kenapa di benak Yuri, Yuri merasakan ini adalah hari terakhir dari Lita.
Dan benar dugaan Yuri, setelah Lita bersandar ke bahu Yuri dan berbincang-bincang, kemudian hening sejenak, Yuri merasakan pergerakan kepala Lita bergeser, lalu Yuri dengan cepat menangkap tubuh Lita sebelum jatuh kedepan.
Lita, usianya sudah mencapai batasnya dan siap untuk pergi ke dunia lain. Dunia dimana Yuxuan dan para roh lainnya berada.
Yuri dengan segera membaringkan Lita dengan perlahan lalu menutup mata Lita dengan tangannya walau cuma sebentar.
"Aku harus memanggil para prajurit..."
Kebetulan dua prajurit sedang berkeliling untuk berpatroli, Yuri menghampiri mereka untuk memberitahukan keadaan Lita, kedua prajurit dengan siaga menekan tombol yang ada di punggung tangan mereka dan memunculkan sebuah kendaraan aneh tanpa roda dan mereka menggunakan telekinesis dasar untuk mengangkat tubuh Lita masuk kedalam kendaraan tersebut.
Satu prajurit memunculkan proyektor dimana proyeksi tersebut menunjukkan arah menuju rumah sakit dan dengan cepat mengirim pesan hanya dengan menekan tombol surat saja.
"Terimakasih atas kerja samanya, pahlawan."
Dengan hormat mereka menunduk sebentar lalu pergi lanjut berpatroli, sedangkan kendaraan tadi sudah berangkat dengan sendirinya, berangkat menggunakan kemampuan sihir dan teknologi.
"Yo kamu disana, sepertinya kamu bisa diandalkan."
Yuri melihat seorang pria, seorang pria dengan baju kaos hitam dan dengan jaket merah, jaket yang dilapisi oleh sesuatu, Yuri merasakan bahan tersebut yang melapisinya adalah anti air.
Terlihat bening dan bahkan hampir tidak kelihatan samasekali, pria ini juga memakai kalung yang berbentuk Y&I, tentu nya memakai topi yang di taruh kebelakang untuk bagian depan topinya.
"Iya? kamu butuh apa?."
Dengan lembut Yuri membalas nya.
"Pakaianmu terlihat aneh tapi bukan masalah, aku butuh bantuan berupa Yana, apa boleh?." Pintanya.
Pria berumur tiga puluh tahun tersebut mulai mendekat, membuat Yuri melihat dan mendeteksi kondisinya saat ini.
__ADS_1
"Tidak sopan, tapi baiklah..."
Yuri kemudian mulai bertransaksi Virtual dengan orang tersebut, bahkan Yuri memberikan lowongan pekerjaan untuk orang tersebut.
"Kau tidak bercanda kan?."
Kaget, pria tersebut mulai menyadari siapa yang ia hadapi sekarang, namun Yuri tidak mempermasalahkan nya.
"Tentu tidak, kamu bisa jadi pekerja untuk Rose and Flame Theatre , kebetulan ada akan event besar."
Mendengar balasan Yuri, orang tersebut kegirangan karena senang, akhirnya penderitaan akan tidak punya apa-apa terkabulkan.
Pria itu memeluk Yuri serta memberikan rasa terimakasih, mendoakan yang terbaik bahkan pria tersebut merasa berhutang budi.
Rose and Flame Theatre, itu adalah panggung teater yang ada di ETP , ada juga dan banyak panggung teater di negara lain. Mungkin salah satunya adalah Holy Theatre, Theater yang memiliki tempat megah bak bangsawan.
Pria tersebut langsung beranjak pergi setelah memeluk Yuri, perhi kearah Rose and Flame Theatre tentu saja.
"Akhirnya senang bisa membantu orang.."
Yuri tersenyum pada dirinya sendiri sebelum akhirnya Yuri mendengar suara jeritan tak jauh darinya tentu saja Yuri mendengar suara bandit dan letusan senjata Flareschon m21, mungkin di bumi senjata itu mirip dengan AK47.
"Hahh... Kelihatan nya damai bukan lah hal yang bisa disempurnakan jika masih di dunia ini..... GATE OPEN..!!."
Setelah Yuri memgomel, Yuri melafalkan mantranya dan memunculkan portal hitam, tak lama seseorang dengan memakai armor gelap, tentu dengan senjata m21 terpental ketika ieluar dari portal tersebut.
"....!! Jangan bergerak..!!."
Dengan panik bandit tersebut langsung mengancam Yuri dengan memakai senjatanya.
"Tidak pernah belajar dari kesalahan, eh..."
Yuri hanya dengan menatap saja membuat senjata tersebut menjadi lentur, loyo seperti tidak berdaya.
Yuri tanpa basa-basi memasang pose jari untuk menyentil dan kemudian ada tangan yang lumayan besar, lebih tepatnya seperti telapak tangan golem yang mengikuti pose jari Yuri, dan Yuri akhirnya melakukan sentilan diikuti oleh tangan golem tanah tersebut yang membuat si bandit terlempar dengan keras.
Saat punggungnya menabrak dinding Yuri merasakan dan mendengar suara retakan dari bandit teesebut, bukan retakan dari tulang melainkan sihir pertahanan.
Benar sekali, Yuri sudah diberitahu Anastasya bahwa di zaman ini, orang-orang sudah memakai armor yang sangat canggih, bahkan senjata api yang di kombinasikan sihir tidak bisa nembus alias harus diserang secara beruntun.
Hal itu sepertinya tidak berpengaruh pada Yuri.
"T-tolong... j-jj--jjangan bunuh aku....."
Dengan panik, bandit tersebut hanya bisa memelas minta diampuni.
"Oh baiklah, sekarang, berikan apa yang kamu curi..." Balas Yuri.
Yuri memasang raut wajah intimidasi yang membuat bandit tersebut semakin ketakutan.
"B-b-b-baik..!!!."
Yuri kemudian mengangguk, melepaskan mantra sihir telekinesis nya kepada bandit tersebut dan bandit tersebut terjatuh dan mengerang kesakitan saat bandit tersebut mulai merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
Merasakan sakit dan nyeri, bandit tersebut memberikan kalung dan berlian juga emas yang ia bawa dari tas yang kelihatan kecil namun dapat memuat banyak barang kepada Yuri dan Yuri menerimanya.
"Apa ada yang lain?." Tanya Yuri.
Bandit tersebut menggelengkan kepalanya dengan keras.
"Ah baiklah kau bisa pergi.."
Ucap Yuri setelah menganalisa, melakukan scan dan melakukan penglihatan X-Ray ke pakaian bandit tersebut yang tidak ada apa-apa lagi yang mencurigakan.
Bandit tersebut langsung dengan terbirit-birit lari menjauhi Yuri, teriakan frustasi menghampiri nya.
...(Lokasi : Kanz Plaza , perbatasan wilayah ETP)...
"Oh terimakasih pahlawanku, terimakasih.. Ini adalah harta yang berharga kenangan dari ayahku..."
"Terimakasih pahlawan, emas ini adalah satu-satunya yang kupunya untuk membeli modal besar."
Seorang wanita berusia empat puluh tujuh itu dengan terharu dan air mata keluar dari matanya mengucapkan rasa terimakasih nya kepada Yuri, begitu juga dengan seorang pria berjanggut coklat yang gaya rambutnya sangat unik.
"Ahha... Aku kebetulan mendengar suara kericuhan, jadi aku menggunakan sihirku untuk membuatnya kapok.." Balas Yuri.
"Memang benar legenda itu, dengan mata kepalaku sendiri melihat anda begitu kuat melawan bandit tersebut.."
Yuri mendengar suara Antonio yang tiba-tiba terdengar dari sekian kerumunan, benar karena Antonio adalah saksi dari kekuatan Yuri, ia melihat Yuri menghadang bandit tersebut dengan tidak ada rasa takut didalam diri Yuri.
__ADS_1
Antonio menceritakan apa yang ia lihat kepada warga-warga sekitar lalu semakin tertarik dengan apa yang dikatakan Antonio.
"Kalau begitu, mungkin kamu bisa membuat cerita teater yang dibuat berdasarkan kisah dari kejadian tadi." Ucap seorang gadis.
Nampaknya semua setuju dengan opini gadis tersebut, Antonio juga mengangguk.
"Memang itu rencananya, untuk menyalurkan rasa terimakasih.."
Dengan ramah Antonio memberikan senyumannya, kumis tipis dan kulit sawo matang Antonio membuat dirinya menjadi pria manis dan juga tampan.
Setelah kerumunan itu telah selesai setelah Yuri menjawab satu persatu rasa penasaran mereka, Yuri kini hanya bersama dengan Antonio yang memberikannya sebuah tiket.
"Bukankah ini dibayar dengan mahal?."
Antonio menggelengkan kepalanya.
"Memang mahal, tapi kamu adalah tamu spesial.. Jangan lupa juga untuk berkunjung ke panggung Teater"
Antonio kemudian mulai berbalik dan pergi, Yuri melihat tiket tersebut lalu menyimpan kedalam penyimpan canggih yang berasal dari Magic Bracelet nya yang di upgrade oleh Anastasya dan juga Tesla.
Omong-omong soal Tesla, ternyata nama adalah sebuah kebetulan dan kepintaran yang juga kebetulan dengan yang ada di bumi menurut Yuri.
Tesla di Terra adalah seorang gadis belia, berambut coklat dan bola mata merah, rambutnya dikucir dan sering memakai kacamata yang membuat Tesla menjadi imut, apalagi saat ia memakai jaket laboratorium miliknya.
"Rose and Flame Theatre huh?... Sangat tidak terpikirkan olehku untuk membangunnya." Gumam Yuri.
Yuri kemudian berjalan-jalan kembali, rencananya sih kali ini ia mau ke toko senjata dan membeli senjata api disini, meskipun Yuri mempunya kekuatan sihir yang luar biasa tapi Yuri percaya senjata api itu akan mempunyai kegunaan pada suatu hari.
( Lokasi : Daddy Gunsmith Shop, Albrach)
"Ahh, selamat datang, selamat datang.. Kami menjual segala jenis senjata api, senjata api dengan sihir maupun senjata sihir.."
Pria yang di juluki Daddy Gunsmith tersebut dengan ramah menyapa Yuri setelah pria itu mendengar suara lonceng didekat pintunya saat Yuri memasuki ruangan.
"Aku ingin upgrade jenis senjata yang bisa di aplikasi kan ke sini..."
Yuri menunjukkan Ai Gauntlet miliknya dengan mengangkat tangannya setengah yang sangat berbeda dari yang lain, tentu saja berbeda, itu karena yang memiliki Ai-chan hanya Yuri seorang.
"Hmm, Mode Breaker 671... Kau adalah customer pertama yang meminta hal itu.."
Merasa tertarik, pria itu memeriksa Ai Gauntlet milik Yuri setelah Yuri membuka gauntlet miliknya, dengan kerja cepat pria itu mengerjakannya dengan ulet dan ketelitian walau membutuhkan waktu satu jam saja.
"Baiklah sudah jadi... Ada hal yang ingin kamu beli lagi?." Tawar pria itu.
Yuri sejenak berfikir, setelah ia memasangkan kembali gauntlet miliknya, Yuri melihat-lihat senjata api yang menarik dan akhirnya melirik ke salah satu senjata yang membuatnya tertarik.
"Ah aku paham, Code name : MZ76 adalah evolusi dari M1911.."
Pria berjanggut dan berkumis tebal tersebut langsung mengambil senjata yang Yuri pandang dan meletakkan nya diatas steling miliknya.
"Hmm, aku beli.. Jangan lupa sarung untuk senjata ini ya.." Balas Yuri.
Pria itu mengangguk dan memberikan sesuai keinginan Yuri.
"Harganya 25jt Yana.. Total semua harga..." Ucap si janggut tebal.
Yuri mengangguk, menggunakan bracelet miliknya untuk membayar secara virtual dan sepertinya sudah masuk kedalam notifikasi di gelang yang pria ini pakai, mungkin ini teknologi seperti Handphone dipikiran Yuri.
Yuri melingkarkan sabuk kecil, sabuk dengan sarung pistol baru Yuri yang muat dengan otot kirinya lalu menyimpan pistol tersebut.
"Terimakasih sudah beli, aku harap itu akan berguna di petualanganmu." Ucap Pria itu.
"Sama-sama dan terimakasih atas ucapannya." Balas Yuri
Yuri pun keluar dari tempat itu dengan perlengkapan baru miliknya. Senjata yang ia beli adalah senjata api dengan peluru menggunakan sihir, bagus untuk Yuri.
Sangat beda dari M1911 berevolusi menjadi senjata seperti ini, benar-benar super canggih.
( Source Picture : Artstation)
Dan yang Yuri butuhkan sekarang adalah membeli bejana untuk meracik potion yang dapat dipakai dalam perjalanannya bersama Anastasya dua hari lagi, dua hari lagi untuk melakukan komisi bersama Anastasya lebih tepatnya.-
Yuri juga penasaran dengan generasi dari Almita Rakhsya , sangat penasaran, apa yang terjadi dengan generasinya.
Yuri juga melihat kapal ETP sudah tidak memakai bahan kayu lagi, kini mempunyai teknologi juga untuk kapal dan penasaran pengganti dari generasi berikutnya siapakah yang akan mendudukinya.
...~To Be Continued ~...
__ADS_1