Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Tak Kunjung Pulang


__ADS_3

Dunia makhluk abadi ini memanglah tidak mempunyai siang maupun malam, seperti yang dikatakan salah satu Hor, namun entah kenapa Yuri merasakan hal ini berbeda, dia melihat malam dan juga Yuri sangat mengantuk.


Setelah puas berjalan-jalan di Heaven Town, Yuri singgah ketempat penginapan gratis oleh pemilik penginapan tersebut. Yuri tidak sempat memikirkan kenapa ada penginapan di sini? bukankah mereka semua tidak perlu tidur?.


Setelah memilih ruangan yang cocok untuknya dan mengunci pintunya rapat-rapat, Yuri langsung tidur , merasakan capek yang sangat amat luar biasa, rasa nyaman juga membuat Yuri langsung tertidur pulas.


Hari pun berganti di mata Yuri, karena matahari sudah mulai menampakkan dirinya dan Yuri terkena langsung sinar matahari setelah tidur nyenyak nya.


"Nghh..."


Berkat sinar matahari yang sangat menyilaukan, Yuri akhirnya terbangun dan langsung duduk di tempat tidurnya.


"Baiklah, setelah dikasih kesempatan tidur aku akan giat latihan dan cepat ketemu dengan Wendy, Anna dan yang lain."


Yuri tidak tau, bahwa dia akan sangat lama berlatih di dunia Hor dan Yuri tidak tau bahwa dia akan menyelesaikan latihan serta ujiannya dengan kurun waktu lima ribu tahun.


Benar, dunia Hor dan manusia berbeda, sangat berbeda. Cosmos juga tau akan hal ini dan juga para Hor, Setelah mempersiapkan diri, Yuri melihat para Hor berkumpul dan disinilah, Yuri dilatih oleh mereka, dilatih untuk mendapatkan kekuatan baru.


Entah apa tujuan dari Versa, apa pula motivasi nya, tidak ada yang tau. Mungkinkah ada ancaman besar selain Enyo? Yuri tidak tau juga.


Tapi ternyata dunia tempat Yuri tidak dibekukan oleh Versa, waktu berjalan di Terra, sudah dua tahun sejak kepergian Yuri. Mereka mencari, bahkan Almita turun tangan mencari keberadaan Yuri, namun hasilnya sama sekali nihil.


"Yuri... Kamu dimana..." Lirih Wendy. Tangannya mengepal, merasa gagal.


Kehilangan Yuri adalah hal terburuk bagi ETP, Huang dan Yu Jie, Stephen dan Hans, Ixaha II beserta petingginya,Almita, bahkan ratu dari sophia ikut mencari Yuri yang hilang.


Tak hanya itu, Anna yang dalam waktu dua tahun sudah menjadi Necromancer sejati ikut mencari Yuri dan benar, kekuatan Necromancer menghubungkan nya dengan dunia bawah, para penghuni dunia bawah menceritakan sesungguhnya kepada Anna.


Anna menyembunyikan kebenaran itu setelah meraup informasi dari para Undead dan tentunya berterimakasih adalah hal terpenting, tak peduli mereka itu undead,manusia atau malaikat.


"Dunia para Holly Spirits... Yuri, apa yang kamu lakukan disana, kembalilah..." Lirihnya.


Setiap berjalan, sebuah gelang terlihat seperti borgol dengan rantai bergerincing disalah satu tangannya. Anna juga menjadi Deputy daripada ETP , setidaknya mengganti posisi sementara Wendy dan Wendy memasuki posisi sementara Direktur.

__ADS_1


Semuanya masih baik-baik saja sampai akhirnya ada seseorang mencurigakan mengorbankan dirinya disebuah altar buatan yang baunya seperti baru di bangun ketika Anna pergi ke makam Raja Fahrir, raja sophia yang telah gugur.


"Apa-apaan ini.!" Geram Anna. Tangannya mengepal dengan sangat kuat.


Para pemuja kesesatan tersebut langsung terkejut ketika Anna melompat dan mendekati mereka perlahan.


"Kenapa bisa ada seorang Necromancer datang kesini!." Geram salah satu diantara pemuja kesesatan dengan jubah serba hitam.


Anna menatap tajam dan perlahan matanya melirik kearah para pemuja ini.


"Ahh, tetapi.. Jiwa yang kuat itu.."


Para pemuja itu semuanya seperti terkoneksi, tersenyum. Senyuman yang sangat mengerikan, hingga akhirnya masing-masing dari mereka mengeluarkan senjata mereka.


"Ayo manis, berkorban demi yang mulia Fahrir, kamu akan mendapatkan kemenangan mutlak." Ucap Para Pemuja.


"Oh tidak, terimakasih tapi aku menolak."


Tentunya Anna mementalkan mereka semua dengan aura yang menakutkan, aura para undead khas Necromancer.


"Hah.. Kau telat, kau telat...FAHRIR AKAN BANGUN DAN SOPHIA AKAN DILANDA KEKACAUAN HAHAHAHA~~~ A-AAAAHH..!!!!!."


Tanpa segan-segan, Anna memunculkan tongkatnya dan cahaya dari kristal yang sangat lengket dengan tongkat tersebut mulai bersinar.


Hijau, gelap, menakutkan.. Itulah yang mendeskripsikan tongkat itu sekarang dan para pemuja itu langsung menjerit histeris, menangis dan berusaha kabur saat tongkat milik Anna mulai menyedot jiwa-jiwa mereka.


Hingga akhirnya, saat setelah menyedot jiwa-jiwa para pemuja tersebut, masing-masing dari mereka mulai berjatuhan, yang tersisa dari mereka hanyalah kerangka mereka sendiri.


"Jiwa dan kehidupan kalian akan lebih baik jika hilang dari muka Terra ini."


Dengan sinis Anna melihat jijik para pemuja yang sudah menjadi tulang tengkorak. Tak lama juga gempa dahsyat menggoyangkan tempat Anna berada, di makam ini terasa seperti mau roboh, Anna melihat sebuah magic circle dan magic barrier muncul beberapa meter darinya.


"..Ngh... Fahrir seperti nya sudah bangkit."

__ADS_1


Dengan pelan Anna berjalan mundur, dia melihat ini bukan cuma Fahrir yang bangkit, namun jiwa-jiwa prajurit yang telah gugur dan jiwa-jiwa arwah penasaran ikut dalam kejadian tersebut.


"Hahahaha-Ahhhh.. Akhirnya, kembali hidup dari dunia ini.."


"Nghh... Jiwa nya terlalu kuat, ini gawat, bakal jadi ancaman.." Gumam Anna.


Beberapa kemudian, makam besar ini di datangi oleh lima prajurit Sophia yang langsung dengan cepat bergerak ke depan Anna. Benar, mereka adalah para prajurit yang menjaga tempat ini dan seorang Monk juga menjaga tempat ini.


Anna menjelaskan tentang penyusupan dilakukan oleh pemuja kepada para prajurit dan monk tersebut. Namun, anehnya para prajurit tersebut terkejut dan merasa aneh, padahal mereka menjaga ketat area ini.


Tetapi untuk sekarang hal itu bukanlah suatu perdebatan atau permusyawarahan. Kini mereka harus menghadapi bahaya yang mendatang.


Konon katanya jiwa orang yang dibangunkan di naungi atau di barengi oleh jiwa-jiwa undead,jiwa-jiwa jahat dan tersesat maka akan membuat jiwa orang yang dibangunkan dari kematiannya akan menjadi tidak terkendali kan dan sangat kuat.


Rahasia kekuatan undead, salah satunya, hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Anna tidak bisa membiarkan begitu saja para prajurit ini, lagian jika pulang dan melapor kepada Wendy, maka sama saja Anna melepaskan lawan-lawan nya kelaut lepas dimana di laut lepas terdapat sekutu-sekutu yang sedang lemah atau tidak mempersiapkan diri mereka.


Dan Anna tidak bisa membiarkan jiwa orang biasa dan tidak berdosa hangus begitu saja ditelan mentah-mentah oleh Fahrir.


Terbentuk dan bentuknya sangat mengerikan, bau busuk mulai menyengat, Anna yang sekalipun adalah Necromancer tetap batuk-batuk menghirup udara busuk ini.


"Bone Phalanx."


Setelah Anna melapalkan mantranya, tulang-tulang yang ada disekitar mereka bertebaran lalu memutar di sekeliling Anna dan para prajurit, membentuk barrier dan juga membentuk sebuah ruang agar dapat bebas dan tidak dapat ditembus oleh aura busuk.


"Hahaha, waktunya makan para prajurit kematianku, mari kita jadikan ini sebagai langkah menuju kemenangan."


Dengan suara seperti berbisik namun masih terdengar jelas, Anna membuat sebuah penghalang untuk para undead bisa kabur atau menuju ke Sophia.


Di makam raja fahrir, hari ini juga adalah hari yang besar, apakah Anna bisa menahan mereka, Anna tidak tau. Lalu, dirinya melihat para undead semakin lama semakin banyak.


Mau tidak mau, Anna harus menyerang dan Anna membuat Clone dari dirinya untuk mencapai ketempat Wendy, berharap Wendy tidak pingsan karena Wendy sangat mudah dikejutkan walau itu bukan hal untuk dapat mengejutkan seseorang. Dan Wendy juga masih trauma dengan wajah tengkorak dikarenakan masa lalu Wendy sebelum akhirnya dilatih oleh para naga.


...~ To Be Continued ~...

__ADS_1


__ADS_2