
Yuri sekarang berada di rawa-rawa, banyak burung-burung bersuara aneh disini, ada beberapa suara raungan juga, namun untungnya tidak dekat.
Di rawa ini Yuri masih belum melihat setitik makhluk pun, seperti katak atau pun serangga lainnya. Bahkan, untuk rawa ini, Yuri tidak merasakan seekor buaya.
"Cahaya api" Bisik Yuri.
Yuri kini menciptakan penerangan di telapak tangannya, soalnya didepan Yuri sudah mulai gelap sekali dan makin menakutkan. Namun, Yuri itu adalah seorang penyihir, bagaimana pun dia harus berani.
Suara semak-semak yang terdengar janggal terdengar oleh kuping Yuri. Yuri yang tadinya berjalan kini langkah kakinya terhenti.
"Capricorn pinjamkan aku kekuatanmu dan ungkapkan apa yang ada disekitar ku" Ucap Yuri.
Setelah Yuri dengan cepat melafalkan mantra, terdengar suara makhluk aneh ketika serangannya berhasil mengenai dan makhluk aneh itu pun terpelanting.
"Hound?" Ucap Yuri.
Yuri melangkahkan kakinya menuju kearah makhluk yang terpental tadi dan dengan jelas Yuri melihat seekor Hound tidak sadarkan diri tergeletak didekat batu.
"Hound dengan kristal? hmm, ini aneh" Ucapnya.
Yuri merasakan energi jahat dari kristal yang sepertinya menempel di tubuh Hound tersebut. Dari yang Yuri amati dan salin dari Ai-chan, ketika kristal aneh tersebut menempel di tempat hidup seperti pohon, maka sumber kehidupan akan diserap.
Jika itu makhluk hidup seperti manusia, hewan dan mungkin makhluk lain, akan kehilangan kendali atas kesadaran mereka.
"Kristal ini...aku harus menetralkan efeknya sedikit agar tidak terlalu menyebar, maafkan aku"
Yuri mengganti sarung tangan nya menjadi sarung tangan khusus, Yuri juga mengambil sebilah pedang dari sarungnya dan memotong antara Hound dengan kristal tersebut.
Yuri juga mengambil potion nya, membacakan mantra dan menumpahkan nya ke kristal tersebut dan menunggu beberapa menit agar dapat dipegang.
"Baiklah, mungkin itu sudah cukup" Ucap Yuri.
Yuri memasukkan kristal tersebut kedalam salah satu tas pinggang kecilnya dan memegang tubuh Hound tersebut dan membakarnya.
Setelah itu Yuri beranjak dari tempatnya dan berjalan balik menuju Mansion Queen Anne Square, rencana Yuri untuk menuju ketempat yang seharusnya ia datangi kini harus terhalang oleh penampakan kristal yang membuatnya tertarik untuk diteliti.
Setelah berhasil menyelinap masuk kembali kedalam Mansion menuju ruangannya, Yuri kini menghembuskan nafas panjang dan dengan segera mengeluarkan kristal biru gelap tersebut.
"Kristal aneh ini, terus saja bercahaya. Mungkin, ini berbahaya? aku akan cek lagi."
Memastikan agar semuanya aman, Yuri mengamati kristal tersebut dengan peralatan khusus untuk penyelidikan yang harusnya Yuri pakai di Meda, tapi karena ini darurat mungkin Yuri akan menunda hal tersebut. Lagipula memakainya tidak akan merusak atau merubah alat ini menjadi hal aneh.
__ADS_1
"Coba aku pikir, kristal biru ini aku seperti pernah melihatnya"
Mencoba untuk berfikir, Yuri malah lapar karena perutnya berbunyi.
"Kenapa disaat yang seperti ini." Batin Yuri.
Yuri kemudian melihat sebuah kain panjang yang tidak terpakai, terlihat lusuh, namun akan berguna. Yuri mulai mengambil kain tersebut, memotong dan menjahitnya sehingga dapat berbentuk menjadi kantung untuk menaruh kristal ini.
"Nah..Begitu"
Yuri mengikat kain tersebut dan Yuri beranjak pergi menuju lantai bawah tepatnya di ruangan penyedia makanan.
"Kita tidak bisa!. Bahkan, Mourmun yang agung tidak bisa apalagi mereka!."
Tidak sengaja Yuri mendengar suara lelaki berseru, bahkan menyebut kata Mourmun? Yuri tidak paham itu apa.
Yuri niat awalnya ingin menguping, tetapi tidak jadi dan langsung melanjutkan langkah kakinya.
Yuri akhirnya tiba di ruang penyedia makanan dan terlihat seorang pelayan yang Yuri kenal dan seorang pelayan lainnya yang Yuri tidak kenal.
"Ah, Lady Yuri. Kamu tidak bisa tidur karena lapar bukan?" Ucap Sora.
Yuri duduk di sebuah kursi dekat dengan meja yang terlihat seperti meja bar atau meja makan? terlihat aneh bagi Yuri. Tapi, Yuri tidak masalahkan hal itu.
"Ini dia, masakan khas Hanamura. Seaweed Butter Tuna dengan taburan bumbu rumput laut, pastinya Yuri akan merasa seperti didalam lautan." Ucap Sora.
Yuri melihat hal tersebut menepuk tangannya, Sora hanya tersipu malu melihat reaksi Yuri.
"Aroma ini, aku bisa rasakan bahwa ini bakal enak" Ucap Yuri.
Sebelum Yuri hendak memakan, makanannya, Yuri melihat dengan ekor matanya sebuah mangkuk yang berisikan seperti mie kuah?.
"Uhh ini apa?" Tanya Yuri.
" Aku menyebutnya Yuyama Udon, buatan keluargaku" Ucap Sora.
Kemudian Sora sekali lagi mengambil sebuah piring kecil dan Sora terlihat membelakangi Yuri dan menghadap kearah oven yang ia gunakan.
Tercium aroma kue yang menyengat di hidung, aroma kue dengan rasa vanilla dan pandan.
"Dan yang ini adalah makanan penutup berasal dari Hanamura, Hanna Last Wish, tentu tidak pakai pengawet karena aku jago dalam hal ini"
__ADS_1
Ucap Sora dengan bangga.
Yuri hanya bisa tersenyum dan mengucapkan rasa terimakasih, Yuri mulai memakan-makanannya dengan perlahan.
"Ah maafkan aku Direktur, aku lupa akan sesuatu" Ucap Sora.
Sora pun memberikan Yuri susu coklat hangat yang ia ambil dari rekan kerjanya yang khusus membuat minuman tersebut.
"Hari ini akan menjadi dingin dan kamu perlu sesuatu yang hangat untuk memulai hal baru"
Ucapan Sora membuat Yuri tersentuh, namun Yuri masih belum membuka hatinya untuk orang lain. Jadi, Yuri hanya bisa mengucapkan rasa terima kasih dan tersenyum.
Setelah menghabiskan makanan nya beberapa menit, Yuri kini mulai minum coklat hangatnya.
"Direktor, aku punya permintaan." Ucap Sora.
Yuri mengangguk dan menggunakan gerakan tubuh agar Sora bisa menjelaskannya kepada Yuri.
"Hanya ada disini, ada tanaman yang bernama Koken, tanaman itu adalah obat langka penyembuh demam, aku butuh sepuluh daun untuk membuat obatnya" Pinta Sora.
Yuri berhenti minum, berfikir. Koken? lalu Yuri bertanya, Koken itu seperti apa, tapi Sora tidak tau bentuknya.
"Baiklah, aku akan coba cari. Tapi, ini untuk siapa?" Tanya Yuri.
"Adik perempuan ku, aku mohon. Jika kamu menolongku, aku siap menjadi pelayan koki kapalmu, mungkin organisasi mu"
Dengan memohon, nada memelas dan wajah ikut memelas. Yuri tidak bisa berkata apa-apa tapi hanya bisa mengangguk dan menyanggupi nya.
"Terimakasih, Terimakasih banyak. Aku berhutang budi kepadamu." Ucapnya lagi.
"Sama-sama Sora" Balas Yuri.
Yuri pun melanjutkan meminum minumannya dan sebelum balik, teman dari Sora memberi Yuri kertas kecil, isinya permohonan jika Yuri sudah ada di Meda, bawakan kepadanya 5 tumbuhan lidah buaya.
Setelah membaca nya, Yuri menyimpan kertasnya san berjalan pergi kearah ruangannya, pergi tidur tanpa melepaskan sedikit pun busananya seperti biasanya.
Hari yang melelahkan dan banyak kerjaan dari Client barunya. Yah tidak buruk, Yuri juga ingin mempunyai pengalaman seperti ini. Berbeda saat Yuri masih berada si akademi
~To Be Continued~
🙏 Terimakasih yang udah baca
__ADS_1