
Yuri membantu kru kapal Feng Shui dengan cara mengepel lantai kapal yang ada digeladak akibat beberapa air ombak kecil yang jatuh ke geladak kapal.
Agar terlihat bersih dan meluangkan waktunya Yuri dengan sukarela membantu, Huang memarahi Yuri karena Yuri tidak perlu melakukan nya, sudah ada staff pengurus, namun Yuri bersikeras menolong yang membuat Huang menyerah dan membiarkan Yuri melakukan apa yang dia mau.
Pesan terakhir Huang kepada Yu Jie sebelum kembali ke ruangannya adalah tolong untuk jaga Yuri beserta awak kapal, aku akan mengurus beberapa hal.
Tentu saja sebagai seorang yang lebih tua dari Yuri, sudah seharusnya melindungi Yuri. Yu Jie mengendalikan kemudi kapal itu juga melihat dan mengawasi Yuri. Benar, Huang merencanakan sesuatu karena hari ini adalah hari perburuan mereka.
Hal ini sudah dipikirkan Huang ketika mereka makan malam bersama di hari pertama kali Yuri naik ke kapal mereka.
"Yuri, Yu Jie. Besok, sepertinya kita akan menangkap ikan paus yang masih anakan saja."
Ucap Huang.
"Kenapa? apa ada suatu masalah Huang? biasanya kita menangkap beberapa ikan kecil, seperti tuna" Balas Yu Jie.
Huang menggelengkan kepalanya dan perlahan mengarah kan pandangannya kepada Yuri diikuti oleh Yu Jie.
"..? kak Huang? kak Yu Jie? kenapa kalian tiba-tiba menatapku begitu" Ucap Yuri.
"Hey hey, Yuri, apa kamu belum pernah makan daging paus dibumi?" Tanya Yu Jie.
Yuri menggelengkan kepalanya, setahu Yuri, Yuri jarang makan makanan lautan segar apalagi paus. Bahkan Yuri tidak tau apakah paus dapat dimakan atau tidak, Yuri takut itu akan jadi hal yang berbahaya.
"Baiklah, aku sudah melihat dari tatapan matamu, kamu takut untuk makan makanan yang asing bagimu" Ucap Huang.
Yuri terkejut namun saat melihat bola mata Huang, Yuri merasa tenang. Bola mata dari pandangan itu mengatakan bahwa semua aman.
"Benar. Kami memiliki Chef yang jago memasak, bahkan dapat memuaskan rasa lapar satu kru loh, termasuk dia sendiri tentunya! " Seru Yu Jie dengan semangat.
Yuri mengangguk, masih bingung, Chef? jadi kapal ini lebih lengkap dari Calibri yang mengandalkan makanan siap saji atau makanan yang dibakar.
"Ah iya, aku lupa tidak mengenalkannya padamu, untuk seorang koki... Dia itu orang yang sangat tampan"
Seketika suara Huang mengecil, namun terdengar, yah seperti berbisik namun terdengar oleh telinga Yuri. Koki yang tampan? Yuri penasaran seperti apa orangnya.
Tak lama sebuah pintu diketuk dan muncul seorang pria berambut hitam lebat, rambutnya kelihatan rapih disisir kebelakang, matanya lentik dan berwarna hitam mungkin coklat atau biru. Bibir dari pria ini juga sangat manis, Yuri menebak usianya 20 tahun, berbeda dengan Yuxuan yang jelas-jelas seperti Yuri, atau ini cuma persepsi Yuri saja.
"Ahh Fengying, akhirnya kamu datang dengan pesanan yang tidak pernah mengecewakan" Ucap Huang.
__ADS_1
Pria yang disapa Fengying itu tertawa kecil yang membuatnya semakin manis dimata Yuri.
"Terimakasih, Huang. Tanpamu, aku bakal jadi seorang yang masih merugikan orang lain." Balasnya.
Fengying kemudian melirik kearah Yuri sembari memberikan menu-menu makanan untuk mereka, Yu Jie yang tau Fengying penasaran dengan tamu mereka langsung melompat dengan kata-katanya.
"Ahh, kamu pasti baru pertama kali melihatnya, perkenalkan Yuri, ini adalah Fengying, nah Fengying ini adalah Yuri Heisenberg." Ucap Yu Jie.
Yuri agak malu namun memberikan salam kepada Fengying, Fengying juga membalas salam dari Yuri.
"Baru pertama kali aku melihat langsung salah satu dari pahlawan Terra, lebih muda dari ku dua tahun rupanya " Ucap nya.
"Terimakasih pujiannya " Balas Yuri.
Yuri tersenyum begitu pula yang lain, sehingga akhirnya Fengying pamit untuk balik ke dapur menyiapkan beberapa makanan penutup.
Ingatan Yuri saat makan malam bersama masih terpikirkan oleh Yuri, pipi Yuri terasa panas namun Yuri masih bisa fokus untuk membersihkan geladak ini hingga akhirnya semuanya bersih dan Yuri meletakkan alat pembersih nya ke ruangan penyimpanan khusus alat pembersih.
"Sepertinya kamu punya bakat untuk menjadi ibu rumah tangga ya Yuri"
Ucap Yu Jie ketika Yuri bergabung ke ruang kemudi, pipi Yuri kini memanas lagi.
Yu Jie hanya bisa tertawa dan mengelus rambut Yuri yang putih. Seketika lonceng dibunyikan dengan kencang oleh pengawas atas sembari berteriak, tak lama juga air yang awalnya terang kini menjadi gelap, ada sesuatu yang sangat besar lewat di bawah mereka.
Kapal mereka seketika juga bergoyang lumayan kencang.
"Yuri! pegang tanganku!"
Yuri mengangguk dan langsung memegang tangan Yu Jie, Yuri juga memegang dinding kecil untuk bertahan dari goyangan besar.
~GRRRRR~
Suara besar menggema dibawah lautan dan disitulah Huang keluar dengan wajah panik.
"LEVIATHAN...!!! SEMUANYA.. PERSIAPKAN DIRI KALIAN..!!"
Dengan posisi panik sembari tetap menyeimbangkan tubuh mereka agar tidak terjatuh keluar dari kapal dan jatuh kedalam lautan yang luas ini.
"Leviathan? apakah ini saatnya aku mempelajari lanjut ilmu sihir air?" Batin Yuri.
__ADS_1
Yuri teringat sedikit perkataan Turin, Yuri harus mengumpulkan atau berteman dengan makhluk tersebut. Yuri, membenci dirinya sendiri saat Yuri lupa bersamaan dengan saat-saat terpenting.
Lautan disekitar mereka akhirnya kembali terang, namun tidak lama setelah itu seekor makhluk datang, makhluk yang besar seperti naga, atau setidaknya apakah Leviathan adalah naga air kuno.
"Grr... Arp aisuna, ada lah hakapa nailak adareb id hayaliw nay ayahabreb in"
("Grrr... Para manusia, ada hal apakah kalian berada di wilayah yang berbahaya ini")
Setelah naga itu berbicara tak ada satupun yang menjawab, bukan karena tidak mau, tapi karena tidak paham.
"Uhh, maaf tuan Leviathan! saya tidak mengerti apa yang anda katakan" Ucap Yu Jie.
" Ahh, Utige nakfam uka, uka arik nailak halada asgna akerm"
("Ahh, begitu maafkan aku, aku kira kalian adalah bangsa mereka..")
Ini perasaan Yuri atau memang Yuri dapat memahami bahasa kuno seperti mantra Yuri? setiap Leviathan berbicara Yuri paham.
Yuri kemudian berjalan ke depan hingga kini yang berani di posisi depan adalah Yuri.
" Uhh, Imak Inisi nign iracenm naki rages kutn nahutubek imak, nahutubek kutn asib igper ek Meda akubme leges Sylph"
("Uhh, Kami disini ingin mencari ikan segar untuk kebutuhan kami, kebutuhan untuk bisa pergi ke Meda membuka segel Sylph")
Yuri membalas perkataan Leviathan, Leviathan seperti nya paham lalu sebelum kembali kelautan Leviathan berpesan kepada Yuri agar kembali beberapa meter dari sini, karena disini adalah tempat bersemayam nya Dewa Macula Marius.
Jika Macula terbangun karena terganggu aktifitas mereka, maka Macula akan murka. Jadi, Leviathan mencoba untuk melindungi mereka dari amukan Macula.
Setelah itu Yuri memberitahu apa yang sebenarnya terjadi antara percakapan Yuri dan Leviathan, Huang mengangguk paham, percaya karena Yuri juga adalah seorang gadis yang tidak biasa.
Seorang perempuan yang memiliki kekuatan luar biasa, jarang ada orang yang paham kecuali seorang sastrawan penjelajah. Huang langsung memerintahkan awak kapalnya untuk berbalik dan menjauh dari area jangkauan pendengaran Dewa Macula.
Huang juga sendiri tidak ingin membuat masalah dengan salah satu dewa yang dia yakini memberikan mereka sebuah berkat untuk tetap bisa berlayar dan berpetualang hingga saat ini.
Yu Jie kini malah mulai kagum dengan keahlian Yuri dalam berbahasa kuno, Yu Jie menepuk bahu Yuri dan tersenyum lebar.
" Ahh, aku hampir terlupa, Althenia memberikan pesan kepadaku sebelum aku mendengar kabar duka. Tak usah ragu, kekuatanku akan bersemayam didalam kalung mu, jika ada kesulitan, panggil namaku dan aku akan memusnahkan mereka dengan kekuatan lautan yang dahsyat"
Setelah mendengarkan penjelasan panjang dari Leviathan, Yuri melihat kalung pemberian anak kecil di Mourne bersinar biru. Walaupun sementara bersinar, namun hal tersebut berefek kepada Yuri, Yuri merasa sesuatu yang hangat dan sesuatu yang sangat bersahabat.
__ADS_1
...~To Be Continued~...