Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Bonus Chapter : Inilah Ceritaku


__ADS_3

Hai, ini adalah jurnal harianku. Namaku adalah Charlotte, seperti biasanya aku kesekolah. Banyak hal yang terjadi sejak saat itu, bagaimana bisa kukatakan ya, ini sudah menjadi hari peringatan ke 25 tahun setelah kejadian tersebut.


Hidup kami sangat low profile, kata ibu ini demi diriku dan adik laki-laki ku, Wolfram. Apa yang kalian baca adalah Jurnal milik ibuku yang ia tulis hari demi hari dan tahun demi tahun.


Pribadiku banyak berubah, tapi aku tetaplah aku. Dan aku akan berubah menjadi yang lebih baik. Mengharumkan nama Heisenberg, tentu saja ini adalah tahun 2024 di Terra semuanya masih terlihat modern.


Ibuku, Yuri Heisenberg sekarang menjalani hari sebagai Sekretaris di sebuah perusahaan RingOL. Meskipun begitu, Ibu selalu mengawasi dan menjalankan tugas apa yang dikatakan oleh bibi Cosmos.


Adikku, Wolfram dia tumbuh menjadi remaja yang kuat dan ia memiliki sihir mistis yang sangat kental. Ah aku hampir lupa, Ibu sudah menikah dengan seorang pria biasa, dia orang yang baik dan meskipun mengetahui kami ini adalah dewi, ia tetap biasa saja dan menyayangi kami. Aku merasakan kehangatan untuk pertama kalinya dan aku senang meski ia bukan ayah kandung, tapi kasih sayangnya membuatku betah yah meskipun ada beberapa pertengkaran yang biasa terjadi,seperti aku yang selalu saja menyelipkan remote TV dan ayah memarahiku.


Ayah pernah berkata bahwa jika kami ini mempunyai kekuatan dan ingin tetap low profile, maka jalan terbaik adalah seperti yang ada di acara TV, menjadi superhero.

__ADS_1


Aku tetap mengingat perkataan ayah dan mungkin suatu hari akan terjadi. Tapi apakah mungkin? Aku juga tidak tau dan aku ini abadi seperti ibu dan mungkin Wolfram juga.


Terra semakin hari semakin membaik dan pulih, beberapa jiwa yang ditelan kembali datang. Kecuali Yuxuan, Ayah kandungku sekaligus suami pertama Ibu, sangat sedih karena kata Cosmos jiwanya telat untuk diselamatkan dan sudah menyatu dalam kehampaan langit.


Tapi setidaknya Terra sudah baik dan aku masih punya keluarga. Suatu hari mungkin aku akan bertemu Ayah. Aku ingin memeluknya dan menceritakan apa yang terjadi. Inilah Terra yang dibicarakan ibu, mirip seperti bumi.


Ngomongin soal bumi, aku sempat diajak ibu ke bumi hanya untuk berjalan-jalan. Kami sempat bertemu beberapa orang menarik, salah satunya laki-laki SMA yang mempunyai energi menarik.


Makanan disana sangat enak dan enak dan enak. Uhh sampai kapan aku akan berhenti jika memang kenyataannya enak. Aku bahkan mampu dan sanggup untuk menulis enak dalam satu jurnal.


Perubahan fisik sudah tidak ada lagi, Aku dan adik Wolfram tetap berambut hitam dan ibu berwarna ungu. Ayah baru kami berwarna pirang rambutnya.

__ADS_1


"Kak, Wolfram pinjem duid seratus gold dulu ya, ntar dibalikin deh."


Suara pertama yang terdengar disaat aku tengah menulis jurnalku adalah suara adik kecil ku, Wolfram. Seperti biasanya ia meminjam duit ku untuk membeli makanan dan minuman ringan di supermarket.


"Ambil aja, kakak juga nitip minuman ya, apa aja yang penting segar. " Balasku.


Aku mengambil uang di laci dan mengambil dua ratus gold dan memberikannya kepada Wolfram dengan melemparkan nya disaat Wolfram sudah menunjukkan dirinya berasa di pertengahan pintu kamar ku.


Kehidupan biasa, mungkin akan jadi luar biasa.


Mungkin.. Tapi aku berharap akan.

__ADS_1


Sekali lagi, Cerita tentang ibuku telah berakhir disini. Terima kasih yang sudah baca.. Dan cerita ini berakhir dengan kehilangan lagi, meskipun ia masih memiliki hal yang tersisa bagi dirinya. Tapi aku senang menjadi anak dari ibuku yang super hebat..


...-Tamat-...


__ADS_2