Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Pengkhianatan


__ADS_3

"Kalau begitu, mari bersenang-senang" Kata Abisk.


Dengan mudahnya Abisk menarik Wendy dengan sangat kuat, seperti tenaga dalam.


Wendy pun melesat dengan cepat kearah Abisk dan dengan ketepatan waktu Abisk memegang leher Wendy dan mencengkeram nya.


"Nghh...Le-lepaskan"


Wendy yang kini meronta-ronta, berusaha memukul Abisk namun serangannya tidak mempan kepadanya.


~Xringgg... sret~


Sebuah benang muncul entah dari mana dan memotong lengan Abisk yang tadiny mencekik Wendy. Wendy kini terjatuh, lalu Wendy terbatuk-batuk sambil menarik nafasnya dengan berat.


"Hah.. Kalian mengganggu saja" Kata Abisk.


Abisk kini menendang Wendy di bagian perut dengan kakinya, Wendy kini terpental jauh dan untung saja dengan reflek Yuri, Yuri berhasil menangkap Wendy yang kini meringis kesakitan.


"Apa ini... Kenapa ada serangga di pakaianku~AHHHH!!!"


Terdengar suara pria menjerit histeris, tak tau arahnya dimana tapi jeritannya makin lama makin menipis dan terdengar samar-samar hingga akhirnya tidak terdengar sedikitpun.


"Kalian para manusia harusnya menyerah saja, kalian tidak bisa mengalahkanku"


Abisk kini mulai berjalan pelan kearah Yuri dan lainnya, tangannya yang terpotong oleh senjata milik seseorang entah darimana kini tumbuh kembali.


"WALL !! "


Dengan sihir Yuri, Yuri menciptakan sebuah dinding yang mengelilingi Abisk.


"Humph!!"


~Crackkk.... Bummmm~


"..!!"


Dinding tersebut awalnya retak lalu akhirnya berhasil ditembus Abisk tanpa bergerak sedikitpun, Yuri dengan refleks sedikit terpental dan kaget sampai-sampai Yuri mengeluarkan suara.


Abisk kini mulai berjalan kembali, Abisk melihat senjata yang di pegang Yuri dan mendengus.


"Jadi, Glory Bringer itu memberimu senjata. Tapi sayang...mwahahaha"


Abisk kini berhenti menyisakan jarak beberapa meter dari Yuri, Abisk kemudian tertawa kembali setelah Abisk menunjukkan kukunya yang panjang di tangan yang tidak memegang senjata.


Disisi Six Dragon dan Haax kini melihat kejadian tersebut, suasana di tempat tersebut sangat tegang melihat akhirnya Jendral Abisk muncul didepan mereka.


"Jadi, dia adalah Abisk..."


Ashura kini mencoba berfikir, Lu Woh dan yang lainnya menunggu ucapan yang akan dikatakan Ashura selanjutnya.


"Dia sepertinya berada di planet lain" Kata Caliery.


Lu Woh kini tersenyum dan mengangguk ketika yang lain melihat kearah dirinya.


"Benar. Seperti yang kalian pikirkan, dia berasal dari Planet Abbyseal" Kata Lu Woh.

__ADS_1


Abbyseal. Abbyseal secara singkat adalah planet yang berisikan makhluk yang sudah ada sebelum populasi manusia semakin membesar. Base Form mereka seperti Insect versi berkaki dua seperti manusia.


Isi daripada Abbyseal sendiri beda dari Terra dan Bumi. Bahkan mereka tidak memerlukan oksigen untuk bernafas atau bisa dibilang makhluk ini bernafas dengan elemen yang ia bawa dari lahir.


"Dari pandangan yang kita lihat. Gadis yang bernama Anna melakukan kontrak dengan salah satu makhluk Abbyseal" Kata Scathacha sambil mengangguk.


Lu Woh mengerutkan dahi nya dan mencoba untuk berfikir. Tidak masalah jika Lu Woh sendiri yang turun tangan untuk melenyapkan Abisk, itu sangat gampang.


"Ah benar, salah satu Serpent di Abbyseal. Tapi sepertinya kontraknya akan mulai berakhir" Ucap Scathacha lagi.


"Maafkan saya karena datang terlalu lama, The Great Dragon Lu Woh."


Terdengar suara perempuan yang datang dari pintu yang kini sudah terbuka. Seorang wanita tua berpakaian bangsawan dan memakai mahkota emas. Ditemani oleh sepuluh orang yang sepertinya adalah pasukannya, namun wanita tersebut hanya memilih dua orang untuk masuk lebih dalam lagi dan menghampiri para dragon dan Glory Bringer.


"Suatu kehormatan bisa sempat datang dan anda tidak telat pembicaraan baru saja dimulai"


Jawab Lu Woh dengan sangat sopan. Seperti biasa Ashura mempersiapkan tempat duduk untuk wanita bangsawan tersebut.


"Yang mulia, Ratu Helena. Kamu tidak bersama dengan Raja?" Tanya Haax.


Helena menggelengkan kepalanya dengan pelan lalu mengambil suatu buku tebal, memberikannya kepada Lu Woh dan Lu Woh mengambil buku itu dengan sangat berhati-hati.


"Mari kita selesaikan masalah yang belum terselesaikan ini" Kata Ratu Helena.


Keenam naga dan Glory Bringer Haax pun mengangguk. Mereka pun mulai melanjutkan diskusi mereka, mulai dari penyerangan,metode penyerangan,tentang perjuangan Yuri dan teman-teman nya hingga beberapa diskusi lainnya untuk dapat menolong Yuri dan lainnya.


Disisi Yuri dan lainnya, yang kini masih berdiri adalah Yuri dan Turin. Wendy dan Anna kini terlihat babak belur oleh Abisk, Abisk juga kini meskipun tangguh, sepertinya Abisk menunjukkan tanda-tanda bahwa Abisk semakin melemah atau itu hanya pikiran Yuri saja.


"Humph, kalian cukup membuat ku terhibur"


"TURIN~" Seru Yuri.


Turin mengangguk dan mengerahkan tenaganya untuk menyerang Abisk.


"Javelin Trust!"


Kali ini serangan tusukan Turin sangat berbeda dari sebelumnya, setiap tusukan memiliki serangan sihir api tambahan yang entah darimana yang membuat Abisk tidak bisa membacanya.


"Tch... enyahlah!"


~SYUUUTT..WWOOOSHH~


Abisk menjerit lalu membuat Turin terpental sangat jauh, tanpa menunggu waktu Abisk kini menciptakan mantra air berbentuk burung rajawali, tak hanya itu disekitar tubuh burung tersebut terdapat kilatan kilatan berbahaya.


Mantra air berbentuk burung tersebut kini terbang melesat kearah Turin. Turin menggunakan tombaknya untuk berhenti dari efek terpental.


Yuri mencoba menyerang, namun Abisk berhasil melancarkan cakarannya kearah Yuri, Abisk terlalu cepat untuk mereka berdua, Yuri kemudian terhuyung mundur lalu terjatuh.


"Yuri!!.... Nghhh... ahhh!!! AEGIS SHIELD"


Tidak ada pilihan lain, Turin menyebut mantra sihir yang tidan terduga. Turin yang tadinya memiliki tubuh Cobbala kini Turin berubah menjadi seorang Wanita/Makhluk yang Yuri tidak asing melihatnya.


Serangan Abisk yang melesat kearah Turin kini menjadi air biasa dan unsur kilat petir didalamnya menghilang seketika.


"Maafkan aku Yuri" Turin tersenyum.

__ADS_1


Turin kemudian memanggil tamengnya yang Yuri belum pernah liat tetapi simbolnya Yuri masih ingat. Simbol yang tidak pernah tergantikan dan bahkan di buat ilusi, simbol yang asli.


"Althenia...Turin jadi..."


Gerakan Turin yang sebelumnya masih bisa dibaca Abisk, kini Abisk menerima serangan Turin dengan menubrukkan tamengnya sengan keras ketubuh Abisk yang juga kuat seperti besi.


"Ughh!! sialan kau Althenia!!"


Abisk kini seperti tidak menjadi dirinya, dari yang tenang dan sombong hingga menjadi seperti ini.


"Jadi... Apakah kau masih balas dendam karena kematian saudaramu?"


Ucap Turin, kini Vibe suara Turin berubah drastis menjadi agak berat meski Turin sebelum nya memiliki suara yang agak berat.


"Kau... Kalian para dewa dan naga mencoba menghapus eksistensi ras kami. Aku tidak akan pernah memaafkan kalian.. Terutama kau!"


Atmosfir kini berubah drastis, Abisk kini berdiri atas bantuan tongkat nya dan kelihatan nya Abisk mencoba untuk melakukan transformasi tubuh. Dengan jeritan dan suara tertawa, Abisk kini diselimuti oleh cahaya hitam.


Semakin lama tubuh Abisk semakin besar dilihat dari cahaya hitamnya. Dan yang benar saja Abisk berubah menjadi ke wujud nya jika sebagai hewan. Wujud kecoak yang kini memiliki lendir yang selalu turun dari mulutnya.


"Hahaha, Althenia...kau tidak akan bisa menghentikanku memakai form ini"


Suara Abisk menjadi bergema, besar dan terlihat mengintimidasi. Yuri yang masih terluka mencoba berdiri dengan sempurna lalu melakukan kuda-kuda.


"Begitu.. Baiklah"


Ucap Turin dengan berani, namun Turin merasakan sesuatu yang sangat aneh dengan bentuk yang satu ini. Hal yang Yuri juga rasakan, kekuatan ini hampir mirip dengan kekuatan Chaos Bringer.


Karena raut wajah Yuri dan Turin berubah dan mungkin salah paham. Abisk kini tertawa.


"Tidak ada tempat untuk orang lemah, aku.. Abisk adalah yang terkuat, aku akan membalaskan dendam atas kematian saudaraku!!' Seru Abisk.


Abisk kini mulai mengumpulkan energi sihirnya. Karena Abisk memiliki banyak tipuan, Turin harus diam ditempat.


~Deg Deg.. Deg Deg~


"Ngh!!"


Pernafasan Yuri tiba-tiba sesak, ada sesuatu yang merayap kedalam dirinya. Yuri mencoba menahan rasa sakit yang dia rasakan saat ini.


Memory baru muncul dengan cepat didalam pikirannya, lalu didalam alam bawah sadarnya melihat cahaya hitam muncul mengejar dirinya. Namun, secara fisik seperti nya Yuri telah kehilangan kesadaran.


Setelah itu, dengan perlahan-lahan, tubuh Yuri dengan sendirinya menuju kearah Turin. Abisk yang tadinya mau melancarkan serangannya, melihat tindakan Yuri yang membuatnya jadi tertarik dan membatalkan serangannya, Abisk kini menjadi tenang dan dirinya berubah kembali menjadi sempurna.


"Haha, sudah kuduga kau aka~ UGGHH!!!!"


Ketika Turin hendak melangkah kan kaki nya sambil berbicara,juga hendak ingin melancarkan serangan. Langkah kaki Turin berhenti, bersamaan dengan ucapannya yang berhenti ditengah jalan dan kaget.


Turin kaget sebuah pedang yang terbuat dari sihir tersebut menusuk dirinya dari belakang. Turin membeku karena saat dia liat yang menusuknya adalah Yuri sendiri.


"Yu...ri... kenapa"


Ucap Turin dengan ekspresi kaget dan kini mengeluarkan air mata.


...~ TO BE CONTINUED~...

__ADS_1


__ADS_2