Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Jawaban yang sebenarnya


__ADS_3

~Srringg..!!!! Dsingg..!!~


Begitulah suasana yang berada ditempat Yuri berada, kini Yuri berada disituasi yang sangat rumit. Seperti bertarung didalam ruang dan waktu yang sama dan berulang lagi dan lagi.


Yuri dengan gigih mengadu tombak sihir nya yang dia pakai untuk bertarung jarak dekat. Dengan sangat lincah dia melumpuhkan bayangan bayangan yang berusaha untuk mengakhiri hidupnya.


"Sial, andai saja pisau ku tidak patah" Batin Yuri.


Yuri menyalahkan dirinya sendiri karena telah menggunakan pisau miliknya untuk beradu dengan senjata tajam milik bayangan-bayangan ini.


"Pikir Yuri... Pikir. Pasti ada sesuatu yang menjadi titik agar ini berakhir" Gumam Yuri.


Meskipun Yuri masih memikirkan cara untuk keluar dari sini, namun kemampuan bertarung Yuri dalam jarak dekat bukan lah hal yang main main.


~Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!~


Yuri dengan refleks menangkis semua peluru-peluru yang telah ditembakkan setelah Yuri dengan sangat jelas mendengar suara dan dimana arah tembakan tersebut.


"Aku sudah lelah dengan semua ini" Kata Yuri.


Yuri kemudian mempersiapkan diri untuk melempar tombaknya. Yuri mengarahkan pusat tombaknya kearah makhluk yang menjelma menjadi sosok manusia tanpa wajah tersebut lalu melemparnya.


~Jleb~ ~wooshhh~


Setelah melempar lembing sihir tersebut, seketika kecepatan lembing yang Yuri lempar tersebut sangat cepat, secepat angin yang bergerak dan menusuk makhluk tersebut.


Tak hanya itu, lembing tersebut juga mengeluarkan api setelah menancap ke makhluk tersebut. Dengan amukan dan rasa sakit akhirnya makhluk tersebut hilang menjadi abu.


~Sring~


"...!"


Seketika mata Yuri terganggu oleh celah yang tidak sengaja Yuri perbuat. Yuri dengan segera melindungi matanya dengan tangannya hingga cahaya tersebut redup.


~Set!~ ~Syut!~


"..!! sialan..!"


~Dsinggg...!!!!!!!~


Hampir saja Yuri lengah, Yuri dengan reflek nya bergerak dengan lincah dan secara langsung benda tajam yang diayunkan ke arah Yuri langsung Yuri tahan oleh sihir lembing miliknya.


Itu hampir saja, jika Yuri tidak menyadari hal tersebut, kemungkinan besar kepala Yuri akan dibagi menjadi 2 bagian.


"Terbakar lah..!!" Geram Yuri.


Yuri tanpa segan membakar bayangan tersebut sekali lagi.


~ Dig , Dug ~


"nghh..!!!!"


Dada Yuri kali ini terasa sangat amat sakit, begitu juga kepala Yuri yang membuat Yuri menjatuhkan senjatanya dan berlutut.


"Sudah kubilang manusia, tidak ada gunanya melawan. Bekerja samalah denganku dan kamu akan bahagia"


Suara itu muncul lagi, nadanya seperti sedang ingin mengolok-olok Yuri atas tindakannya. Yuri menghiraukan suara tersebut dan memaksakan diri untuk mengambil senjatanya dan berdiri.


Walaupun sulit tetapi Yuri berhasil, yuri teringat bagaimana cahaya tersebut muncul, lalu Yuri sudah menandai posisi nya dan berkat device miliknya yang sudah merekam untuk jalan keluar Yuri.


"Aku tetap menolak apapun yang terjadi..!!!!"


Dengan sekuat tenaga Yuri melempar lembing nya dan berhasil menancap tepat dimana cahaya tadi muncul.


~Crackk..!!!! ZZSHHHHH~

__ADS_1


Seketika suara retakan mulai terdengar, lalu suara kaca-kaca dan pasir mulai kedengaran di kuping Yuri. Yuri tersenyum jika itu adalah mekanisme nya untuk keluar dari tempat ini.


"...!! berani-beraninya kamu menghancurkan tempat yang indah ini..!!!!!" Kata suara misterius tersebut.


Dari suara nya yang sangat geram dan penuh amarah, seperti nya Yuri berhasil. Dan benar saja Yuri terlempar kembali ketempat ruangan labirin tadi. Tak lama kemudian, entah darimana Anna dan Turin juga keluar dari portal yang ada didalam cermin tersebut.


"Huaaaaaaaa...!!! Aggghhh..!!!! kenapa kalian tidak mau dengar kebenaran yang aku ungkapkan..!!!"


Suara tangisan dan jeritan yang memekikkan telinga kini benar-benar menggema dan ruangan ini seketika bergetar dengan sangat hebat.


"Anna.. Turinn"


Lebih memilih untuk membantu teman-temannya berdiri, Yuri tidak mendengar ocehan dari suara tersebut.


"Tidak ada waktu lagi... semua yang kalian kejar akan sia-sia..!! waktu akan berputar kembali ketempat yang sama..!!"


Suara tersebut muncul lagi dan kini didepan mereka bertiga muncul ribuan kaca cermin yang melesat kearah mereka.


"Ariessss...!!" Seru Yuri.


Cermin kaca dan kaca yang tajam seperti pisau tersebut tidak dapat menembus pertahanan Yuri, beberapa dari kaca tersebut tertancap di bulu lembut yang menjadi lapisan pertahanan sihir Yuri dan beberapa kaca terpental kembali kearah yang berlawanan.


"Ai chan, deteksi keberadaan suara misterius ini" Perintah Yuri.


Ai chan yang sekarang jarang berbicara namun kinerjanya sama baiknya dengan Ai Chan yang lama pun kini telah mendeteksi keberadaan dari suara tersebut.


~Beep... Wingg~


Walaupun Yuri tidak memiliki chip didalam otaknya, Yuri dapat mengakalinya dengan menggunakan replika chip yang berupa bentuk sihir dan menyatukannya kedalam pikiran Yuri.


Tentu saja Ai Chan yang baru ini memenuhi harapan Yuri. Ai Chan segera menampilkan informasi tentang makhluk yang menyeramkan ini walau informasi tersebut hanya berupa posisi dan nama dari makhluk tersebut.


"Name (Bloody Dream Nightingale / The Dream Mirror)"


"Anna, aku butuh sihir astaroth mu" Kata Yuri.


Yuri diam-diam menunjukkan arah tempat suara ini bersembunyi, lalu dengan tanggapan cepat Anna paham dan mengangguk, Turin yang melihat hal itu juga mengangguk, apapun itu Turin akan siap membantu Yuri yang telah menyelamatkan dirinya.


"Ada apa... Kalian takut? berubah pikiran? maka datanglah kepada ku dan serahkan diri kali-"


~Sreettt..!! Jlebb...!!!~


Sebelum sempat menghabiskan kalimat nya, Yuri melemparkan pisau cadangan miliknya yang dia ambil dari tempat yany tersembunyi dibalik pakaiannya. Tak hanya Yuri, Turin dengan waktu bersamaan melepaskan tombak nya dan mengenai makhluk tersebut.


"...!!!"


Ditempat persembunyian nya yang kini telah ketahuan, makhluk tersebut terkejut karena ada yang mengisi perutnya dengan besi dan terasa hangat.


Makhluk yang memiliki jelmaan manusia tersebut memegang perutnya dan melepaskan tancapan yang ada ditubuhnya dengan paksa.


~Syuut~


Dengan kelebihan dapat regenerasi secara cepat, makhluk tersebut menjadi marah dan ruangan yang awalnya indah, cantik dan sangat tertata rapi kini menjadi sangat kacau, menakutkan dan sangat tidak rapi.


"Kalian pikir ini lucu ya" Kata wanita tersebut yang di juluki The Dream Mirror.


Akhirnya, setelah yang ditunggu-tunggu, The Dream Mirror pun keluar dari tempat persembunyiannya lalu melayang tepat beberapa meter dari Anna,Yuri dan Turin.



(Source : Pinterest)


(Referensi bentuk/rupa The Dream Mirror)


"Kenapa... kenapa kalian menolak jawaban sebenarnya yang ingin kalian ketahui"

__ADS_1


Dengan tangisan dan amarah diwajahmya, wanita itu dengan tanpa aba-aba menyerang Yuri,Anna dan Turin yang bersembunyi di balik tameng Aries Yuri sendiri.


Satu serangan dengan trisula menyebabkan Aries Yuri goyah dan terguncang sangat hebat.


"Aku.. Aku menolak ajakanmu, memang time loop tidak bisa dihindari. Namun, tidak menutup kemungkinan apa yang aku percaya semua bisa dirubah"


Jelas Yuri dengan sangat lantang, Aries kini pun mereda dengan sendirinya.


"Omong kosong, kau akan berakhir seperti aku..." Balas The Dream Mirror.


Yuri sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan The Dream Mirror dan melihat dengan jelas tatto yang ada di bahu makhluk itu sama dengan punya Yuri.


"Penghianatan... orang yang kau kasihi, mereka semua pergi karena ulah Anna yang pernah menjadi wadah reinkarnasi mu Yuri!"


Ucapan The Dream Mirror kini mulai mematahkan hati Yuri. Namun, Yuri tersadar ketika melihat Anna dan Turin yang masih ada disampingnya.


"Tidak, itu pasti semua tipuanmu penyihir jahat. Kau tidak bisa menipuku dengan tipuanmu" Balas Yuri.


Aura disekitar Yuri kini membesar dan semakin membesar, kemarahan Yuri dan kesedihan menyatu menjadi satu.Namun, ada hal yang membedakan Yuri yang sekarang dan Yuri yang mungkin akan menjadi The Dream Mirror.


"Pertama... kau bukan aku meskipun jika kenyataan nya kau adalah aku"


Aura kini semakin membesar, Anna menggunakan sihir pelindung yang Anna buat sendiri untuk melindungi diri nya dan Turin.


"Aku tidak tau, itu keluar dengan sengaja atau tidak... Tetapi Yuri kamu terasa sangat kuat"


Anna bergumam pada dirinya sendiri, masih mengingat bagaimana penyihir jahat ini seperti mengatakan bahwa Anna pernah mati dan menjadi wadah untuk Yuri bereinkarnasi.


"Kedua, jangan pernah mengubar aib sendiri walaupun itu dengan dirimu yang lain...!!!"


Mata Yuri kini berubah menjadi campuran keempat element Tetra dan dengan kecepatan yang luar biasa muncul di hadapan The Dream Mirror.


Yuri mengayun man tangannya kebawah, bersiap untuk melakukan uppercut, gerakan yang Yuri lakukan sangat cepat, bahkan The Dream Mirror sendiri tidak dapat memprediksi nya.


"Tetra Art : Uppercut Hyper Destructio...!!!!"


~Syuttt , BRUK....!!~


Yuri berhasil melesatkan uppercut nya ke The Dream Mirror. Seperti gerakan Yuri yang cepat, The Dream Mirror sendiri terpukul sangat keras dan terpental sangat kencang.


Namun, sayang sekali karena kecepatan Yuri yang tidak bisa diikuti mata, The Dream Mirror mendapatkan pukulan bertubi-tubi. Seolah-olah tidak dikasih untuk menapak atau pun terbang untuk kabur.


Yuri pun kini bergerak cepat diatas The Dream Mirror dan sebelum tinju pamungkas jatuh keperut The Dream Mirror. The dream mirror sendiri melihat mata Yuri yang bersinar terang yang membuatnya bergidik oleh semangat yang ada di dalam diri Yuri.


"Heaaaahhh....!!!!!!"


Pukulan terkena di perut The Dream Mirror sembari Yuri berseru tiap pukulan yang ia berikan.


~Cling.. zroooshhhhhhh .... Craackkkk~


*****


~ zrsshhhh ~


Pukulan yang sangat keras, dengan sangat cepat The Dream Mirror terpukul kebawah hingga lantai. The dream mirror pun terpecah menjadi partikel-partikel kecil ketika setelah dikalahkan.


Asap dan kabut akibat hantaman keras kelantai pun muncul dan membutakan pandangan Yuri. Dinding kaca,lantai kaca, semua serba kaca kini telah hancur atau telah lenyap dengan sendirinya.


Yuri yang kehilangan tenaga sihir nya dan energi nya kini terjatuh dengan bebas kebawah. Namun, berkat kecepatan Turin, Yuri berhasil diselamatkan.


"Terlalu berlebihan itu tidak baik" Gumam Turin.


"jadi ini ruangan tanpa kaca cermin..." kata Anna.


Mereka berdua melihat sekeliling dan lebih rapi ruangannya dan tidak ada lagi labirin didepan mata mereka.

__ADS_1


__ADS_2