Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Hari Penyerangan Pertama


__ADS_3

Mentari sudah menunjukkan dirinya lagi, menandakan bahwa pagi sudah tiba. Namun, yang pertama bangun dan sudah bersiap-siap adalah Kai Yuxuan.


"Hey bangun"


Ucap Yuxuan sambil menggoyangkan badan Yuri agar terbangun dari tidurnya. Tak lama kemudian Yuri membuka matanya perlahan dan melihat kearah Yuxuan.


"Yuxuan.."


Itulah kata pertama yang disebutkan Yuri, Yuri tersenyum melihat Yuxuan dan Yuxuan membalas senyumannya sembari menyerahkan semprotan yang sepertinya adalah jenis semprotan sihir baru.


"pakailah, ini khusus untuk kamu" Kata Yuxuan.


"Ahh dan jangan lupa pakai busanamu, aku ingin teman mu itu tidak tau tentang semalam" Lanjut Yuxuan


Yuri mengangguk dan mengambil semprotan itu dan menyemprotkan dirinya yang tidak berbusana tersebut.


Yuri tak lama memakai busana nya ketika Yuxuan berbalik dan merogoh tas nya untuk mengambil sarapan mereka, yaitu susu gelas buatan bumi dan sebungkus roti yang Yuxuan ambil dari ruangan khusus organisasi Zodiac, tentu sudah mendapat izin dari ketua zodiac, George.


Yuxuan pun berbalik dan melihat Yuri yang sudah rapi berpakaian dan itu membuat hati Yuxuan berdegup kencang melihat Yuri begitu cantik dimatanya.


"Kamu tau, kamu adalah singa malam yang sangat gentle" Kata Yuri.


Yuri tersenyum dan berjalan kearah Yuxuan, mengambil salah satu susu gelas dan kemudian mundur beberapa langkah untuk duduk di kasurnya.


"Dan kamu adalah ratu malamku yang membuat aku bahagia" Balas Yuxuan.


Mereka pun meminum minuman mereka dan memakan roti tawar yang rasanya seperti roti susu, tanpa selai pun akan terasa nikmatnya. Mereka berdua fokus makan dan minum dan tidak tau bahwa Turin sudah bangun dari tidurnya.


"Ah, kok ada seorang laki-laki di sini?" Tanya Turin.


Yuri yang kaget pun tersedak, terbatuk batuk.


Yuxuan mencoba untuk memukul pundak Yuri dan punggung Yuri dengan pelan. Hingga akhirnya Yuri berhenti terbatuk.


"Kamu lupa? kita akan menyerang hari ini"


Balas Yuri.


Turin mengangguk, teringat kembali apa yang di diskusikan oleh Yuri dan yang lainnya kemarin sampai larut malam, yang membuat Turin kelelahan karena membantu Yuri berfikir.


Namun, untung nya Turin tidak tau Yuxuan menginap di ruangan Yuri dan melakukan hal yang tidak harus Turin lihat.


Bunyi suara perut menggema di ruangan Yuri, itu adalah bunyi suara perut Turin.


"Hey apa aku boleh mendapatkan makanan ku juga?" Pinta Turin sambil memegang perutnya yang masih kosong.


"Tentu"


Balas Yuxuan. Menaruh gelasnya diatas meja.


Yuxuan kemudian menarik tas nya dengan sihirnya lalu kemudian merogoh kedalam tasnya, mendapatkan empat apel segar di kedua tangannya, menyerahkan nya kepada Turin yang kini bersemangat dan langsung mengambil keempat apel tersebut.


~Nomm Nomm Nomm~


Turin kelihatan nya sangat mood hari ini soal makanan, Turin menghabiskan apel apelnya satu persatu dan saat Turin menghabiskan apel terakhir suara pintu Yuri diketuk pun terdengar dengan segera Turin mengubah dirinya menjadi bentuk gelang dan Yuri langsung memakaikan nya ke pergelangan tangan yang tidak memakai gelang.


Dengan perlahan pintu dibuka karena Yuxuan sengaja tidak mengunci pintu. saat pintu terbuka, satu persatu para Zodiak lainnya pun masuk ke ruangan Yuri.


"Hmm, aku melihat dan mencium aroma-aroma romantis disini" Goda Beatrix yang kini tersenyum jahil.


"Itu cuma perasaan kamu saja kak Beatrix." Balas Yuri.


Yuri yang tersenyum malu kini berdiri dan berjalan ke arah kunci mekanisme yang membukakan jalan rahasia. Para Zodiac pun dengan serius menanggapi nya saat mekanisme nya bekerja dan apa yang dibilang Yuri benar adanya.


"Oke ingat susunannya. Risetta, gunakan api mu untuk memberikan kami penerangan dan membakar apapun itu yang bakal menghambat kita"


"Selanjutnya disusul oleh Kiyan dan Vane yang menjadi kejutan awal serangan. Myeisha,Gerard,Leon,Asterion dan Kevin kalian berada di line terdepan, beri Aku, Beatrix,Yuri, dan Anna ruang untuk dapat menerobos ke line musuh."


George mempersiapkan senjatanya.


"Yuxuan akan menjadi kompas,petarung dan peta kita, dan Sara kamu bertugas untuk memperlambat musuh dengan Alkemis terbaikmu juga mengobati jika kita terluka"


Semua orang mengangguk mendengar ucapan dari George, lalu mengeluarkan senjata mereka masing-masing termasuk Yuri.

__ADS_1


****


Tak lama setelah para Zodiac masuk, Risetta mengeluarkan sihir apinya yang kemudian merambat ke dinding tanpa memakai minyak, api itu merambat atas kehendak Risetta.


"Baguss!!" Seru George.


Mereka kemudian bergerak dan sampai kepada tempat dimana isinya banyak sekali Orc, Ghoul dan goblin sudah berkumpul.


"Sekarang!" Seru George lagi.


"Reign Of Terror!" (Vane)


"Holy Warcry!" (Kiyan)


Sebuah ledakan besar pun terjadi ketika Vane dan Kiyan mengeluarkan mantra mereka.para Orc,Goblin dan Ghoul pun habis terkuras dan tersisa sedikit akibat ledakan yang diberikan Kiyan dan Vane.


Tak lama kemudian para Zodiac langsung memulai pertarungan mereka membasmi para monster disini, sesuai ekspektasi dari para Zodiac. bakal banyak kejutan di dalam sini.


Dan hal tersebut terbukti setelah terdengar suara yang sangat besar menggema di dalam ruangan ini, suara yang bahkan menjadi Friendly Fire bagi Orc dan goblin. Satu persatu dari mereka tumbang memegang kuping mereka.


Suara langkah kaki yang sangat berat mulai kedengaran dan sangat dekat.


~Groaaarrr~


Ketika monster besar tersebut menunjukkan dirinya, monster tersebut mirip seperti Hydra. namun memiliki sayap dan tiap dari kepala nya memiliki tanduk dan memiliki warna mata dan mulut yang berbeda.


Mulut dan mata yang mewakili element element yang ada.


"Aku kira Ghidorah sudah lama mati akibat pertarungan para Archangel dengan Fallen Angel" Kata Myeisha.


"Rencana B, kita kalahkan makhluk besar ini"


Kata George.


Semua mengangguk setuju dan mempersiapkan diri mereka dengan posisi yang lebih matang.


Ghidorah mengumpulkan energi api di mulutnya di kepala sebelah kanan dan menyemburkan api ke para Zodiac.


Namun, risetta menyerap serangan tersebut di pedangnya. Tentu atas kemampuan menyerap api, Risetta berhasil menahan dan menyerap api tersebut, lalu mengangkat pedangnya kesamping kiri.


Risetta mengembalikan api yang di berikan Ghidorah tersebut dalam bentuk tebasan energi api yang dilakukan Risetta berkali kali hingga akhirnya energi yang ada di pedang Risetta habis.


Tebasan tersebut mengenai kepala Ghidorah yang ditengah dan Leher tiap masing masing kepala tersebut. Meraung dengan marah, Ghidorah langsung memberikan serangan besar kearah para Zodiac.


Kepala kanan mengeluarkan api,kepala kiri mengeluarkan petir dan kepala tengah mengeluarkan energi es.


"Aries!"


Seru Yuri dan membentuk sebuah tameng sihir dua kali lipat serta menciptakan bulu wol pada tameng ketiga, tameng tersebut membentuk seperti kubah dan melindungi mereka semua dari serangan besar Ghidorah.


Setelah serangan Ghidorah berakhir, begitu juga dengan tameng aries Yuri. Tak lama terdengar suara tepuk tangan yang menggema di tempat tersebut.


"Ternyata para tikus-tikus kecil ini mencoba untuk menggagalkan rencanaku"


Ucap seorang wanita dan tertawa jahat.


"Tapi.."


~BLAM!~


Tanpa disadari, sosok tersebut sudah berada di belakang mereka dan berhasil memukul keras Gerard dengan sihirnya,sihir hitam pekat dan Gerard terpental sangat jauh dan punggungnya dengan keras menubruk dinding yang ada di tempat ini.


"..!!! Gerard!" Seru Myeisha, lalu mencoba untuk berlari kearah Gerard. Namun, tanpa diketahui dan hal tersebut datant terlalu cepat,Myeisha terhenti, terkejut.


Myeisha memegang sesuatu yang aneh pada perutnya dan melihat tangan yang pucat menembus tubuhnya, tangan putih pucat yang bercak darah.


Myeisha pun berusaha menjerit namun tak bisa, energinya seperti telah habis secara instant.


"Beraninya!!" Risetta dengan geram langsung menyerang kearah wanita yang membelakangi nya dan para Zodiac yang masih tersisa, yang masih berdiri.


Dengan bermodalkan sentilan jari, Risetta berhasil di halang oleh wanita ini, Risetta pun terpental namun berhasil menyeimbangkan tubuhnya dan menjadikan pedangnya sebagai penopang agar berhenti terseret dan menubruk dinding.


Wanita yang memiliki sayap tersebut akhirnya melepaskan tangannya dari perut Risetta. Risetta pun tersungkur ke tanah, masih memiliki kesadaran namun tidak bisa bergerak dan tetap memegang perutnya yang penuh dengan rasa sakit.

__ADS_1


"Ternyata cuma kecoak saja" Kata wanita tersebut dengan angkuh dan kemudian menghilang, pergi jauh dari mereka.


"Zodiac! berikan pertolongan pertama" Ucap George. semua mengangguk dan berpencar mengambil posisi untuk membantu Myeisha,Gerard dan Risetta.


"Myeisha!" Seru Sara dan George. menghampiri Myeisha yang terluka parah.


Sara adalah Alchemist terbaik di Terra.


tidak ada yang tidak bisa ia sembuhkan, setidaknya begitu dan seharusnya begitu.


Sara pun mengeluarkan mantranya dan mengambil sebuah potion berwarna biru, menumpahkannya ke perut Myeisha yang berlubang tersebut.


"Tak apa Myeisha, ada aku disini"


Ucap Sara dengan nada takut dan khawatir.


"George kapan bala bantuan akan datang" Kata Beatrix.


Beatrix kini menggendong Risetta, berjalan kearah George dan melepaskan gendongannya dengan perlahan saat sudah dekat dengan Myeisha.


"Harusnya mereka sudah disini" Balas George.


"Sial, kalau dari awal kita sudah bertemu dengan makhluk seperti wanita itu, kita yang akan dihancurkan" Kata Asterion.


Asterion memaki dirinya lalu memaki serta menghina wanita demon tersebut.


"Tunggu dulu.. Anna dan Yuri kemana?" Kata Leon.


George pun dengan segera melihat sekeliling nya, tak ada tanda dari Yuri dan Anna. George menggertak kan giginya.


"Yuxuan cepat cari mereka,kurasa mereka mengejar Wanita demon itu" perintah George.


"Baiklah George, kalau ada apa-apa, bisa telepati ke aku" Kata Yuxuan.


Yuxuan pun pergi untuk mengejar Yuri dan Anna.


Disisi Anna dan Yuri, mereka berdua tak sengaja menemukan mekanisme jalan lain.


Terjebak dan tak bisa kembali, mereka berdua terpaksa mencari jalan keluar untuk kembali.


"Ini seperti perpustakaan rahasia" Kata Yuri.


Anna mengangguk setuju dan menemukan sesuatu yang sangat menarik disalah satu rak buku yang seperti labirin tersebut.


"Cincin?"


Yuri kemudian melihat dengan seksama cincin tersebut.


"Logo nya seperti ada di cerita tentang Merlin"


Lanjut Anna.


"Ai chan, deteksi"


Ucap Yuri, lalu gelang tersebut bekerja, otomatis telapak tangan Yuri memunculkan sebuah hologram yang membuat Anna terkejut.


Menampilkan gambar yang terlihat seperti cincin yang dipegang Anna sekarang.


"Tingkat keaslian 70%, memiliki sumber element api, kunci untuk membuka Morgan, tidak ada tipuan yang berada di cincin ini"


Ucap Anna yang membaca singkat deskripsi tentang cincin yang ia temukan lalu melihat wajah Yuri.


Setelah itu Anna mencoba untuk menscan dengan sihirnya sendiri lalu apa yang tertulis di hologram milik Yuri 100% jitu dan Anna masih tidak percaya.


"Yuri, sebaiknya jaga Magic Device mu itu. Itu akan berguna bagi kita" Kata Anna.


Anna menyimpan cincin tersebut ke kantung bajunya dan melanjutkan perjalanan.


"Hey apa aku bisa keluar? aku ingin membantu kalian"


Turin yang tadi diam kini berbicara, tentu saja Yuri mengangguk setuju dan melepaskan gelang nya dan meletakkannya disampingnya Yuri sendiri.


Gelang tersebut berubah menjadi Gadis berambut hitam, pakaiannya sangat berbeda kali ini, dan Turin memakai topi yang sesuai dengan Busana yang ia pakai sekaligus menutup kuping kuda miliknya.

__ADS_1


Mereka bertiga pun mulai berjalan menuju mekanisme lain yang bernama Morgan, berharap itu adalah pintu keluar atau bahkan langsung masuk menembus markas utama musuh.


__ADS_2