Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Extra Chapter 1 : Kehidupan Baru


__ADS_3

...Aula Singgasana...


...3 March 1928...


Yuri membuka matanya dengan perlahan, kesadarannya telah pulih dan ia kini sudah berada di dalam aula singgasana dan Yuri sudah berada duduk di singgasana, tentu saja ditemani oleh Ksatria dan yang paling dekat dengan Yuri, berdiri dengan gagah terlihat seperti seorang penasihat.


"Ah syukurlah yang mulia telah bangun. " Ucap Si Penasihat.


Yuri bingung bukan main, ia sekarang berada dimana? singgasana nya cuma satu saja dan Yuri juga bingung karena wajah-wajah dari penghuni sini sangat asing di mata Yuri.


Yuri reflek melihat gadget nya, sangat berbeda. Ia mengambil cermin kecil yang ada di dekatnya lalu berkaca.


"Tidak ada perubahan sama sekali. " Batin Yuri.


Yuri kemudian berdeham dan ia menaruh kembali cermin tersebut ketempat nya. Ai chan juga kelihatannya sudah aktif namun Yuri memarasakan ada yang aneh pada gadget nya.


"Maaf karena aku tidak sopan yang mulia,wajar kamu bingung karena kamu baru pertama kali menduduki singgasana dan menjadi Empress bagi Vermilion Kingdom. " Ucap sang penasehat dengan ramah.


"Mungkin aku perlu memperkenalkan diriku sekali lagi.. Aku adalah Reginald Bucklet, penasihat setia Vermilion Kingdom yang mulia. " Imbuhnya.


Yuri mengangguk dan ia segera mengalihkan pandangannya kepada seorang wanita yang kelihatannya sangatlah kuat, rambutnya seperti singa namun berwarna coklat yang dicampur dengan warna abu-abu.


Sadar karena dilihat Yuri, wanita tersebut tersipu malu dan menggaruk kepalanya.


"Ah benar maaf,seperti nya aku lupa memperkenalkan diriku.. Aku Leona Empiridia,jika yang mulia kesulitan aku bisa jadi tameng sekaligus penghancur bagi musuh kita. " Ucapnya.


Dengan percaya diri wanita ini membuat senyuman miring dan sedikit nyengir yang memperlihatkan sedikit gigi runcingnya yang kelihatan tajam mirip seperti singa.


"Terimakasih, Leona aku akan mengandalkan mu. " Balas Yuri.


Mendengar sedikit perkataan Yuri membuat wanita ini seperti termotivasi dan Yuri baru menyadari bahwa Leona membawa kapak yang ukurannya lebih besar dari ukuran badannya yang tingginya Yuri tebak adalah 171cm.


Tak lama setelah Yuri berbicara kepada Leona,seorang prajurit dengan terburu-buru menghampiri Yuri sambil berkata "Yang mulia" dan kemudian tunduk hormat kepada Yuri.


"Bicaralah." Ucap Yuri.


Prajurit tersebut mengangguk.


"Yang mulia, kita kedatangan tamu dari Emerald Kingdom." Balas prajurit tersebut.

__ADS_1


Tak lama setelah prajurit tersebut melapor, Yuri melihat sosok pria dengan jas vintage dengan warna abu-abu dan memakai baret abu-abu juga.


Di topi baretnya ada sebuah batu bersinar berwarna hijau,menarik perhatian Yuri. Prajurit tadi langsung bergeser tempat sebelum pria tersebut dengan sopan memberi hormat kepada Yuri sebelum akhirnya pria itu berbicara.


"Aku Akasha,kapten kavaleri dari Emerald Kingdom. Saya sebagai utusan Emperor Calamante ingin meminta bantuan dari anda yang mulia. " Ucapnya.


Yuri mulai berfikir ketika Akasha menyebutkan nama Emperor Calamante. Yuri juga menyuruh Ai chan untuk mengakses lebih lanjut tentang Calamante walau hasilnya yang didapat sangat sedikit.


Yang Yuri dapat bahwa Calamante, alias Jonathan De'elri Calamante adalah raja baru dari negara yang udah ada sejak lama ini. Yuri kini berada di dunia alternatif dari Terra dengan sistem yang berbeda dan Yuri sebenarnya juga merasakan hal yang sangat kuat.


Atau bisa dibilang ini adalah dunia yang Cosmos sendirilah yang membuatnya tanpa campur tangan dari Versalite.


Bahkan Yuri melihat tak jauh darinya terpampang dengan jelas peta Terra sangat berbeda, agak terkejut jika wilayah Noma dan Sophia masih utuh namun di benua lain di Terra ini.


"Bantuan apa yang ingin anda minta dari saya wahai Akasha? " Balas Yuri dengan senyuman.


Akasha kemudian menjelaskan bahwa mereka sedang berselisih dengan pemerintahan Calleum, Calleum adalah negara dengan sistem demokrasi dan presiden mereka,Albedo merasa bahwa perairan di wilayah utara Emerald adalah peninggalan nenek moyang dari Albedo.


Namun, dari sisi Emerald, perairan utara Emerald adalah milik pendiri lama Emerald Kingdom.


Albedo selaku presiden dari Calleum mencoba mengklaim milik negaranya ketika kedua negara ini dikejutkan oleh kemunculan ikan yang memiliki protein yang sangat tinggi.


Yuri memegang dagunya, hal ini belum pernah ia tangani sewaktu menjabat sebagai ratu di Sophia.


"Reginald, tolong urus bagian kerajaan saat aku tidak ada di singgasana. " Ucap Yuri kepada Reginald.


Reginald memberi hormat dan mengangguk.


"Perintahmu adalah tugasku yang mulia. " Balas Reginald.


Yuri mengucapkan terimakasih sebelum akhirnya Yuri mengambil gagang pedangnya dan menghunuskan pedangnya keatas.


"Ksatria pemberani Ikutlah denganku... Tunjukkan keberanian kalian dan kalian akan mendapatkan berkat dari dewa kebijaksanaan. " Ucap Yuri.


Mendengar perkataan Yuri, semua orang yang ada di aula menunduk untuk memberi hormat kepada Yuri serta serentak mengatakan "Baik yang mulia".


" Yang mulia, terimakasih atas kebaikanmu. Kami akan mengirimkan surat untuk mengadakan rapat dan jika ditolak, mau tidak mau kita harus menaklukkan Calleum. " Jelas Akasha.


Yuri mengangguk dan memasukkan pedangnya kembali kedalam sarung nya, kemudian Yuri duduk dengan santai.

__ADS_1


"Charles, tolong antarkan tamu terhormat kita ke ruangannya, ini sudah malam dan tamu terhormat tentu sudah capek datang kesini. " Ucap Yuri.


"Baik Yang mulia, Akasha ikuti saya. Akan saya antarkan anda ke ruangan anda. " Balas Charles.


"Ah terimakasih yang mulia,kamu memang penguasa yang memiliki hati suci dan bersih. " -Akasha.


Akasha dan Charles pun meninggalkan aula takhta dan Yuri sebenarnya masih harus mengolah apa yang terjadi sebenarnya.


Ia terus berfikir sampai ia tidak sadar bahwa ada elf kecil yang melirik dia dari sebelah kanan bangku singgasana yang Yuri duduki.


"Kerenn... " Ucap elf kecil.


Yuri agak terkejut ketika ada elf meliriknya, mata elf tersebut masih sangat polos dan sangat imut, Yuri mengangkat elf kecil tersebut dan memangku nya, elf kecil itu hanya diam saja dengan tatapan polos.


Reginald sudah tau dari awal tapi ia hanya diam saja,membiarkan elf kecil ini dan merasa bahwa tidak ada bahaya apapun, hal itu terlihat jelas di wajahnya saat tersenyum sambil melihat Yuri.


"Sarah, apa yang kamu lakukan disini nak? " Ucap Reginald.


Sarah mengalihkan pandangannya dan menatap Reginald dengan senyum.


"Kata mama, mama mau kesini jadinya Sarah duluan deh kesini dan ketemu kakak cantik ini. " Balas Sarah dengan polosnya.


Semuanya yang ada di ruangan tersebut tertawa melihat tingkah lucu anaknya dan Yuri akhirnya melihat seorang maid elf datang dengan sopan memberikan hormat kepada Yuri.


"Mamaaa!!. " Seru Sarah.


Tanpa mikir apa-apa, Sarah berdiri dan segera melompat dan memeluk maid tersebut yang dipanggil mama, maid tersebut juga membalas dengan memeluk anaknya dan sedikit bersenang-senang sambil tertawa.


Hati Yuri menjadi hangat dan ia rindu dengan Charlotte seketika.


"Terimakasih sudah menjaga Sarah yang mulia. " Ucap Maid tersebut.


Yuri mengidentifikasi dengan Ai chan dan mendapati bahwa nama dari maid ini adalah Grace Bluewind, rambutnya berwarna biru laut dan matanya secerah angin.


"Sama-sama Grace. Aku juga suka liat anak-anak mendapatkan energi luar biasa, kita yang dewasa aja kalah. " Gurau Yuri.


Grace adalah maid yang baru aja tiba satu minggu dan bekerja tidak lama, Grace adalah seorang janda yang dulunya adalah seorang budak dari benua lain.


Identifikasi lainnya adalah bahwa Grace memiliki kekuatan yang berhubungan dengan tanah dan angin, menarik.Dan Grace sedikit naik tingkat menjadi maid pribadi dari Yuri karena Grace adalah seseorang pekerja keras.

__ADS_1


Setidaknya muncul ingatan baru di kepala Yuri dan kali ini tidak ada efek apapun saat ia mengingat sesuatu yang baru.


...~To Be Continued~...


__ADS_2