Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Batu Ombadient dan Charlotte


__ADS_3

Penyerangan dari Fahrir yang jiwa nya dihidupkan kembali dan terkontaminasi oleh kekuatan gelap dan jahat tidak membuat Anna merasa kesulitan, mungkin awalnya Anna merasa sulit, namun setelah sekian lama pertarungan yang berlangsung, membuat para prajurit tumbang satu persatu yang menyisakan dirinya seorang, Anna Broadway teringat akan sesuatu.


"Gale Invasion..!!!."


Suara gadis yang kerap terdengar menggema di ruangan ini, sebuah angin tercipta dari bawah Jiwa Fahrir dan beserta pasukannya, menghempaskan semuanya dalam badai angin yang luar biasa.


Untungnya makam ini sangat besar, untuk satu makam saja tempat ini seperti kuil besarnya.


"Aghh! siapa lagi yang berani menentang ku..!!."


Jiwa Fahrir menggeram, suaranya paling menggema disini dan Anna melirik Wendy sudah ada disampingnya.


"Anna..." Panggil Wendy.


Anna mengangguk dan dengan segera dirinya memanggil atau menciptakan sebuah kerangka hidup yang asalnya dari sebuah portal hitam kecil, setidaknya lima portal kecil dan satu portal besar.


Tengkorak tersebut kemudian berevolusi menjadi tengkorak yang mana didalam kerangka dadanya seperti menyimpan sesuatu yang berwarna hitam kebiruan.


Dan untuk tengkorak besar, tengkorak yang memakai tameng besar dan pedang besar, wajar saja karena tinggi makhluk ini adalah lima meter, tak hanya itu, makhluk besar ini seperti nya lebih berisi walau kepalanya tengkorak yang dilapisi atau dilindungi oleh pelindung kepala yang menyatu dengan mahkota.


"Lich..!! atas perintahku, hancurkan musuh yang ada didepanku..!!." Seru Anna.


Lich dengan raungan amarah nya segera menyerang Fahrir beserta pasukannya, dengan mudahnya Lich membasmi para pasukan hanya dengan satu kali tebasan pedang.


Diikuti oleh minion punya Anna, minion tersebut dengan kecepatan yang lebih gesit dan lincah daripada pasukan lawan berhasil memasuki area sekitar Fahrir dan mengelilingi Fahrir.


Lich kini sedikit mundur dan dari suatu tempat atau titik buta, Wendy menciptakan busur dan anak panah yang terbuat dari sihir angin miliknya.


Dengan memanfaatkan kekuatan Dragon Slayer api dan angin, Wendy melepaskan energi sihir luar biasa kearah Fahrir.


~JLEBB~


Fahrir kaget karena tidak menyadari bahwa serangan itu tidak dia prediksi dengan baik, dengan kaku atau bahkan tidak bisa bergerak sama sekali, Fahrir mencoba untuk bergerak.


"Skeletal Bomb..."


Dengan santai Anna memusatkan energi yang bakal jadi ledakan di dada kerangka minion milik Anna dan benar baik serangan Wendy dan Anna memiliki ledakan yang dimana membuat Fahrir hancur lebur dan jiwanya langsung seperti terserap oleh batu yang berwarna silver dan kuning.


Seiring dengan jatuhnya batu tersebut, para prajurit undead yang lain kelihatan nya kehilangan kekuatan mereka dan langsung melebur menjadi debu.


"Fuhh, kerja bagus Wendy..." Ucap Anna.


"Hup.."


Wendy turun dari sebuah tempat yang jadi titik butanya tersebut kini sudah berlari kearah Anna, tentu saja setelah ia mendarat.


Anna berjalan kearah tempat jatuhnya batu tersebut dan mengambilnya, sekilas batu tersebut bercahaya, cahaya kuning yang tercampur oleh kegelapan.


Anna juga melihat kesekeliling nya dan bersyukur ia tidak menghancurkan tempat ini, serangan kombo ledakan milik nya dan Wendy hanya meledakkan bagian area yang sudah ditentukan dan tidak terlalu over kaboom.


"Eww.. Darah, ada banyak darah.."


Menyadari hal itu, Wendy langsung teringat bahwa yang ia liat tadi tengkorak dan ia merasa tidak takut. Mungkin, tidak semuanya atau Wendy sudah tidak takut lagi.

__ADS_1


"Batu Ombadient, aku kira batu jenis ini sudah punah." Ucap Anna.


"Batu Ombadient?."


Dengan heran Wendy menyentuh lapisan batu tersebut dan terasa halus tapi kasar.


"Setiap jiwa orang mati, apalagi pahlawan ataupun penguasa akan memiliki batu Ombadient dalam diri mereka, batu ini akan ada ketika jiwa mereka dikalahkan." Jelas Anna.


Paham apa yang dimaksud oleh Anna, Wendy kemudian berfikir kembali.


"Apa kegunaan batu ini?." Tanya Wendy.


Anna hanya diam setelah Wendy menanyakan hal tersebut, tak lama tempat ini menjadi sunyi, bau busuk mulai menyengat dan Wendy dengan segera merekomendasikan mereka berdua agar kembali ke markas ETP.


"Anna...Wajah itu...." Lirih Wendy.


Wendy berada di sebuah ruangan dimana Yuri berada, Wendy merasa khawatir juga Wendy khawatir dengan Yuri.


Sudah dua tahun berlalu dan Yuri dinyatakan hilang, setelah hilangnya Yuri, Terra mengalami masalah yang besar dalam dua tahun ini dan dalam dua tahun juga dirinya beserta Anna makin melatih diri mereka agar menjadi lebih kuat.


~Tok..Tok.~


Pintu diketuk dan Wendy membalasnya dengan memperbolehkan untuk masuk, ternyata yang masuk adalah Sara.


Sudah lama Sara ditugaskan diluar dari Sophia, penampilan Sara hari ini lebih berbeda mungkin dari pakaiannya dan gaya rambutnya yang bergaya ala rambut zaman vintage.


Dengan sopan juga Sara menutup pintunya, aura kedewasaan Sara mulai muncul dimata Wendy.


"Ah Wendy , sudah selesai dari tugas mengobati Clan Akemi di Hanamura?." Tanya Wendy.


"Mungkin aku datang sedikit terlambat, tapi insiden di Hanamura sudah saya selesaikan." Jawab Sara


Melihat raut wajah letih Sara, Wendy tanpa mengatakan sesuatu bergerak untuk mengambil dua cangkir lalu menyeduh kopi dan masing-masing kopi Wendy menyediakan gula agar berjaga-jaga jika terlalu pahit.


"Ini...Minumlah secangkir kopi, jika kamu suka."


Ucap Wendy.


Wendy yang sudah memberikan secangkir untuk dirinya dan Sara kini langsung duduk di kursinya.


"Apa...Apa kak Yuri belum ditemukan? "


Mendengar pertanyaan Sara, Wendy menurunkan pandangan matanya, ekspresi wendy berubah seketika menjadi sedih. Wendy menggelengkan kepalanya dengan pelan dan Sara terlihat makin sedih.


Tepat disaat hal itu, tanpa mengetuk Anna masuk kedalam ruangan Wendy, tentu saja suara pintu dibuka secara tiba-tiba membuat kedua gadis itu kaget bukan main.


"Ahh, maafkan aku jika kalian lagi asik ngobrol, tapi aku mau mengatakan sesuatu."


Dengan senyuman Anna melakukan isyarat tubuh meminta maaf dan Wendy segera mengangguk.


"Ada apa kak Anna?." Tanya Sara.


Anna dengan merasa tidak enak melepaskan segala yang ia tau kepada kedua gadis itu setelah menutup pintu ruangan ini. Kedua gadis itu kaget, merasa gembira dan juga merasa sedih.

__ADS_1


"Jadi, kak Yuri tidak menghilang kan? kamu tidak bohong kan?."


Dengan antusias, Wendy langsung turun dari kursinya dan dengan cepat bergerak kearah Anna. Tentu saja dengan senyuman, Anna menganggukkan kepalanya menandakan bahwa itu benar.


"Tapi ini tidak adil, kak Yuri duluan pergi tidak mengajakku."


Mendengar ucapan dari Sara, Wendy dan juga Anna hanya bisa tersenyum sembari mengelus rambut Sara.


"Aku dengar Sara mulai dekat dengan seorang cowok loh."


Wendy mulai mengajak basa-basi agar tidak tegang dan Anna menanggapinya dengan tangkap. Mendengar hal tersebut juga membuat pipi dan wajah Sara tersipu malu.


"Oh ya? aku ingin tau siapa pangeran tampan ini yang berani mendekati adik kecil kita." Balas Anna.


"Kalian.. Dia hanya klien ku, tidak lebih."


Mencoba mengelak, Sara malah mengungkapkan bahwa semua yang dikatakan Wendy benar.


"Ayolah Sara, aku tidak sengaja melihat dirimu dan dia saling...tau kan.."


Wendy membuat kedua tangannya, kedua jarinya seperti menguncup dan kedua ujung jarinya tangannya saling bersentuhan satu sama lain seperti menandakan sebuah kecupan.


Sara yang ketahuan kini hanya terdiam dan mukanya semakin merah padam.


"Hey hey, kapan-kapan ajak pangeran tampanmu ini untuk makan malam bersama."


Setelah merangkul Sara tiba-tiba, Anna mengucapkan kata itu. Sara awalnya sedikit malu, lalu mengangguk paham.


"Yah setidaknya adik kecil kita masih normal dan memilih lelaki untuk di cintai." Balas Wendy.


"Ah ya, namanya siapa jika aku boleh tau?." Tanya Anna.


Dengan ragu-ragu Sara menjawab.


"N-namanya Duncan Brawendio"


Anna berhenti sejenak, seperti nya ia tau nama ini, tapi siapa...Dan ya benar Anna teringat bahwa Duncan adalah seorang petarung fisik terbaik di Sophia, umurnya ga jauh beda dengan Sara dan Duncan adalah seorang yang pintar juga baik.


Dan orang tua Duncan adalah seorang pembuat batu pusaka atau batu yang memiliki kekuatan luar biasa, bahkan mereka bisa menduplikat batu Ombadient. Anna memerlukan batu tersebut sebenarnya, membutuhkan setidaknya satu batu Ombadient lagi.


"Baiklah, semoga hubungan kalian berdua cepat langgeng tanpa ada masalah." Ucap Anna.


Anna memeluk Sara seperti adik sendiri lalu melepaskan rangkulan dan pelukannya serta meminta izin untuk pamit, dengan rasa hormat dan respect Wendy mengangguk dan memberikan sedikit candaan sebelum Anna akhirnya pergi keluar dari ruangan tersebut.


"Syukurlah jika kak Yuri baik-baik saja, aku harap dia akan kembali." Ucap Sara.


Dan begitulah, Wendy dan Sara berbincang-bincang dari berbagai hal yang diperbincangkan, bahkan Sara membantu Wendy menyelesaikan pekerjaannya disela perbincangan tersebut.


Tidak tau kapan Yuri kembali...


Tapi setidaknya Yuri tidak akan kembali sampai ujiannya dan latihannya selesai, butuh dua ratus tahun didunia. Benar, dua ratus tahun didunia karena didalam dunia Hor Yuri akan berlatih selama lima ribu tahun.


Mungkin jadi agak sedikit lama buat Yuri untuk pulang, karena Yuri melahirkan anak dari Yuxuan di dunia Hor. Yuri memberikan nama anak pertamanya Charlotte, Charlotte Heisenberg. Tentu saja untuk menghapus dosa dari Yuri karena sedikit melanggar aturan dalam dunia suci, Yuri diwajibkan untuk mandi susu di Milky River dimana airnya tetap mengalir dengan hangat dan sangat baik untuk kulit Yuri beserta anaknya.

__ADS_1


Setidaknya hukuman lainnya jika Yuri kembali ke Terra, Charlotte harus tinggal di dunia Hor, tepatnya diurus langsung oleh Dewi Cosmos.


...~To Be Continued~...


__ADS_2