
~JDOORR.... TUSKKK!!!~
Suara tembakan dan suara tusukan dari senjata tajam, itulah yang kini dilakukan Yuri, mengeliminasi para ******* yang dinamakan Sandatrom Dynamic , mengkombinasikan senjata barunya dengan lembing sihirnya membuat mobilitas Yuri semakin bagus dan semakin gesit.
Para terorist berjatuhan dengan darah bercucuran kemana-mana, sebagian dari mereka kabur dan sebagian masih melawan.
"Heaaaahh..!!!."
~CRUTTT..!!!~
Sebuah pedang yang tercipta dengan sihir api muncul didadanya, kaget juga karena Yuri sudah tidak lagi didepan matanya dan sudah berada di belakangnya.
Pandangan ******* tersebut memudar lalu perlahan-lahan kehilangan kehidupan nya.
Misi Yuri kali ini adalah untuk mendapatkan kembali Magic Supply Vortech atau MISUV, hal itu dikarenakan sekelompok ******* ini mencuri inti penting dari bagian panggung Rose and Flame Theatre, entah apa tujuan mereka Yuri juga tidak tau.
"Tutup Semuaa gerbang...!! Sniper bersiap menembak..!!!."
Dalam situasi ini seseorang berteriak, kelihatan nya mereka bukanlah penyihir, atau mungkin penyihir dengan kelas paling bawah sehingga mereka membutuhkan alat bantu canggih ini.
~Jdorr>>>JDERRR..!!!~
Suara senapan mulai dari senapan api hingga senapan sihir menghujani nya, namun Yuri dapat menepis tembakan-tembakan tersebut tanpa bergerak sama sekali, Yuri menggunakan trik sihir menggabungkan elemen api dan tanah untuk menciptakan barrier tidak terlihat.
"Guahh...!!!."
Trik yang ampuh, serangan yang mereka tembakan secara beruntun tadi kini menjadi senjata makan tuan bagi mereka, tidak perlu mementalkan peluru mereka, mereka hanya perlu merasakan rasa sakit saat terkena peluru mereka masing-masing, namun secara brutal. Yuri menamai barrier ini adalah Aegis Pandemonium Mirror, sesuai dengan namanya dan pelindung yang kuat setara dengan pelindung Aegis milik Altenia.
Cukup sampai disitu aja, Yuri melihat Seorang Barbarian yang kini melompat dari lantai dua dan kelihatan nya ingin menghabisi Yuri. Yuri dengan tenang malah melihat Barbarian tersebut yang tengah melompat untuk menerjang Yuri, tapi sayang sekali niatnya hancur lebur ketika sebuah tangan golem tiba-tiba muncul didepan Yuri dan menyentil Barbarian tersebut seperti nyamuk, Barbarian tersebut langsung terpental,namun dengan kokohnya Barbarian tersebut bisa bangkit.
"Boleh juga umur seusiamu bisa mengimbangi orang dewasa seperti ku..."
Pria itu berdecih, meludah kesamping kanan lalu dengan gertakan giginya, giginya yang berwarna emas dan suara seakan-akan ingin menerkam orang lain.
"Bawakan aku Man O' breaker..!!!."
Seru sang Barbarian membuat dua orang cungkring mengantarkan sang Barbarian senjata nya, kapak dengan aliran listrik yang kelihatannya deras.
"Tunggu dulu... Ini bukan sihir atau teknologi...Ini adalah energi.." Gumam Yuri.
__ADS_1
Pria berbadan besar, berotot dan terlihat bengis tersebut berhasil mendapatkan senjatanya. Senjata biasa yang ia pakai tadi, ia malah buang ke sembarang arah.
"Nah, dengan begini...Aku, Salvatagor, Raja dari Barbarian akan menghabisimu, saat ini juga.."
Pria tersebut melempar kapaknya seperti tombak dan Yuri menangkisnya lalu menahan gagang kapak tersebut dengan Libra: Sharp Turbulance , berbentuk seperti kain tipis dan tidak lebar terbang namun kain tersebut setajam pedang terkuat yang pernah dibuat di Bumi atau Terra.
"Shhhh...."
Menggunakan sihir es, Yuri berhasil menjinakkan Man O' Breaker dengan sangat mudah, bentukan kapak tersebut yang awalnya besar mengikuti besar badan pria barbarian tersebut kini sesuai dengan badan Yuri, tapi Yuri merasakan hal aneh dari senuata ini, Yuri berjaga-jaga dengan diam-diam memasang perisai pada seluruh tubuhnya tanpa terkecuali.
"Nghh... Sialan, siapa kau sebenarnya.!!..." Seru pria tersebut.
Yuri membuat pose baru dengan kapak barunya kini melihat kearah Barbarian tersebut.
Yuri tersenyum karena melihat ekspresi pria ini tidak bisa disembunyikan, bahwa dugaan Yuri benar
"Aku ini siapa bukanlah urusanmu.."
Yuri melemparkan kapak tersebut ke arah kanan atas dan tepat sasaran mengenai seorang sniper dan meledak mengenai para pemegang RPG.. RPG terbaru yaitu RPG-Z67 dengan mengandalkan tenaga listrik sebagai daya ledak yang menciptakan sebuah ledakan beruntun, setidaknya itulah yang diajarkan Tesla.
Pria Barbarian ini, seperti nya terlihat panik, namun masih tetap tersenyum, menandakan bahwa masih ada lagi selain mereka.
Dengan merasa tertarik, aura pria tersebut menjadi aneh, goncangan energi muncul dari dirinya dan merambat kearah Yuri.
"Perisai Batu Tertium.."
Yuri seperti mengangkat benda menaikkan tangannya dengan telapak tangan mengarah keatas dan sebuah dinding besar terbuat dari batu tentu saja mengelilingi Yuri.
"Heh-hehheheh... Heaaa....!!!."
Pria Barbarian itu terkekeh, sampai ia tidak menyadari Yuri sudah ada dibelakangnya, berdiri sambil melihat perisai Yuri sendiri hancur.
Pria Barbarian tersebut terengah-engah, menunggu asap akibat serangan besar dari pria yang namanya Salvatagor, pria ini terkejut saat asap tersebut sudah hilang dan tidak ada tanda-tanda dari Yuri.
Reflek Salvatagor langsung berbalik kebelakang dan dia mengambil sebilah pedang yang ada di samping pinggulnya.
"...!!."
~Sringgg~
__ADS_1
Besi berbenturan dengan benda keras dengan sihir Libra: Sharp Turbulance milik Yuri. Yuri dan Salvatagor pun bertarung dengan sengit, keduanya sama-sama mengandalkan kemahiran mereka, namun Yuri terlihat tidak terlalu serius atas serangan pria ini.
Meskipun sengit, namun Yuri tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Yuri kemudian menggunakan sihir anginnya untuk memunculkan gelombang besar yang mengirim Salvatagor kelangit-langit ruangan besar ini dengan sangat keras..
"Ughh...!!!."
Pria itu jatuh, jatuh dari ketinggian seperti itu, membuat dirinya langsung merangkak sambil terbatuk-batuk, mengeluarkan cairan merah dari mulutnya, hal yang menjijikkan.
"Dengar, aku tidak ingin melawanmu... Tapi jika kamu memaksanya..." Ucap Yuri.
Yuri kini menggunakan teknik ilusi yang diajarkan oleh Cosmos, ilusi yang katanya berguna dan berpengaruh kepada makhluk yang tidak suci atau manusia yang belum disucikan hatinya atau bisa kepada makhluk yang Yuri kehendaki.
"Hah...Aku tidak ta-... Nghh..!!!!."
Tampaknya Barbarian yang satu ini melihat telapak tangan Yuri saat Yuri dengan sangat cepat mendekatkan telapak tangannya ke wajah Barbarian tersebut.
".... Nghh apa ini.. Heyy..!!!."
Tiba-tiba saja si Barbarian sudah dirantai dan ditahan oleh bola besi yang sangat berat, jika ditambang beratnya 2 ton. Barbarian tersebut dengan panik mencoba keluar dari belenggu tersebut, belenggu yang mengikat kedua tangan dan kakinya bahkan untuk lehernya juga dimasih kuncian keamanan.
Suara rincingan rantai dan raungan amarah membuat dimensi ilusi Yuri bergema.
"Kau.... Ini tempat apa...!!!??."
Salvatagor terlihat mengamuk lebih parah dari sebelumnya saat melihat Yuri, niatnya teredam saat ia tidak bisa meraih Yuri untuk meremuknya. Yuri mengisyaratkan dengan tangan kanannya untuk membuat rantai tersebut berapi lalu nyala kejutan listrik juga menyerang tubuh Salvatagor.
Berteriak, itulah yang ia bisa lakukan sekarang, walaupun ilusi, namun rasa sakit tetap akan ada di pikiran orang yang terkena ilusi, membuat dirinya merasa bagian tubuhnya berasa sakit, jika level ilusi Yuri ditingkat paling atas maka rasa sakitnya akan menjadi nyata tidak hanya ada didalam pikiran, jika di ilusi kamu tertebas, secara tubuh asli juga ikut tertebas.
"Kau tidak akan bisa lepas Salvatagor." Ucap Yuri.
"Nghh... "
Yuri menghentikan ilusinya dan benar saja, Salvatagor sudah tumbang, tidak tahan dengan rasa sakit dari siksaan yang Yuri berikan di Ilusinya. Sihir yang Yuri pelajari dari Cosmos adalah sihir Dominic iluminatia.
Tak lama juga sebuah pintu gerbang besar terbuka dan Yuri segera masuk kedalam, mencari Magic Supply Vortech yang akhirnya ketemu, bentuknya segitiga dan tiap sisinya di pergengahan garis antara sisi bercahaya, berwarna kuning terang.
"Baiklah mungkin ini saatnya..."
Yuri menyimpan Magic Supply Vortech tersebut dan juga mengambil beberapa hal penting seperti sebilah pedang lengkap dengan sabuk dan sarungnya, mahkota emas bahkan membawa sebuah harpa yang dilapisi oleh berlian unik.
__ADS_1
...~To Be Continued ~...