
Api besar menghantam Enyo dengan sangat kuat, Enyo pun terseret oleh api tersebut, rasa seperti dihantam dan rasa terbakar yang ia rasakan di seluruh tubuhnya kini terasa.
Namun tak sampai disitu, Enyo malah tertawa dan memakan api yang begitu besar tersebut melalui mulut Enyo sendiri. Setelah itu Enyo menghilang dari pandangan dan muncul di atas reruntuhan bangunan.
"Althenia... Sudah siap untuk dikubur?"
Enyo memusatkan energi sihir ditelapak tangannya dan mengarahkan telapak tangannya kearah Althenia, telapak tangan yang tentu saja tidak memegang apa-apa.
Tak sampai satu detik setelah Enyo mengarahkan telapak tangannya, Althenia tiba-tiba terpental sangat jauh. Althenia, seperti di tinju oleh tangan raksasa, namun Althenia menjadikan tombaknya sebagai penahan agar tidak menghantam sebuah duri raksasa yang ada dibelakang Althenia.
"Hahaha, The King of The Beasts,The Guardian of The West, Baihu Palm Kick!
Setelah tertawa, Enyo melompat sambil mengeluarkan sihir nya kearah Althenia, Sihir Baihu Palm Kick.
(Note : gambar diatas adalah luas area serangan dari Enyo, Kuning adalah area target, merah adalah efek dari serangan. Tipe serangan tidak bisa mengenai Enyo karena Enyo dapat membelokkan efek serangannya sendiri)
"The Power to protect, I calling you Aegis!!"
Dengan sigap, Althenia mengeluarkan sihir pelindung miliknya dan serangan Enyo yang begitu dahsyat hanya bisa mengguncang Althenia yang didalam perlindungan sihirnya tersebut.
Akibat serangan Enyo, banyak benda yang hancur lebur, retak bahkan amblas 2x lipat kedalaman serangannya itu.
"Gawat kalau bertarung disini, maka Terra akan hancur total" Gumam Althenia.
Althenia kemudian tersenyum kepada Enyo, melihat balasan Althenia, Enyo menggertakkan giginya dan mulai memukul dengan keras dengan tangannya dan menggunakan sihir dengan tombaknya untuk bisa menembus pertahanan Althenia.
"....Aku harus"
Dengan kehendak Althenia, Althenia menggunakan sihir teleportasi kepada dirinya, Enyo dan Almita ke suatu tempat. Tempat yang sama seperti di Terra, hanya saja ini adalah dimensi Althenia sendiri.
"Hah, aku kira kau mau memaksakan diri, ternyata ingin membuat kuburanmu sendiri"
Ucap Enyo lalu meludah kearah kirinya, sebuah ledakan sihir keluar dari dalam diri Enyo dan penampilan Enyo berubah, benar penampilan dari tampilan tubuh Yuri menjadi Enyo.
"Yuri sudah tiada dan kalian selanjutnya" Ucap Enyo.
Althenia, yang masih percaya akan Yuri tidak semudah itu dibohongi oleh Enyo, dari tatapan Enyo sendiri sudah jelas bahwa Yuri melawan Enyo, Yuri yang menghindar dan menghindar dan menebas jika ada kesempatan.
"Tch aku tidak suka tatapan itu"
__ADS_1
Sekali lagi Enyo mengumpulkan energ sihir, energi sihir gelap di telapak tangannya. Energi sihir yang Althenia rasakan adalah sihir dari demon. Hanya Amanda yang dapat melakukan hal ini.
Sebuah siluet hitam datang dari belakang Enyo, membentuk seperti sebuah beam dari kedua sisi kanan dan kiri Enyo, tak hanya satu dari kiri dan kanan Enyo tetapi banyak yang muncul, membentuk sebuah simbol-simbol yang akhirnya Althenia ingat.
"Enyo..."
Ucap Althenia, Althenia juga mengeluarkan sihir yang sama seperti Enyo, baik Enyo maupun Althenia membentuk sebuah ring dan alter-ring. Jika Enyo mengeluarkan energi kegelapan, cahaya, api dan angin. Althenia cuma mengeluarkan api dan angin saja.
Baik kekuatan Althenia maupun Enyo sama-sama super dahsyat. Setelah mereka berdua sama-sama selesai, keduanya berbarengan mengendalikan energi sihir mereka berbentuk cincin tersebut.
Ring dan Alter-ring berubah lagi menjadi beberapa bagian dan baik punya Enyo maupun Althenia kini memiliki sifat seperti misil, bergerak cepat, saling menghantam.
Kekuatan yang luar biasa, ketika sihir kedua Dewi tersebut saling beradu, Almita hanya bisa menciptakan sihir anti gravitasi dan sihir pertahanan untuk melindungi dirinya.
"YURI!! aku tau... aku tau kamu masih melawan!! karena itu, bertahanlah dan jangan kalah!" Seru Althenia.
Enyo yang kini menggeram, mulai menambahkan energi pada serangannya untuk mendesak Althenia, Althenia yang tidak ingin kalah melakukan hal yang sama.
"Heh Yuri tidak ada..dia bakal kalah" Dengus Enyo.
"Oh ya? Yuri yang aku tau dia tidak akan begitu"
Balas Althenia.
Enyo yang masih fokus dengan Althenia, baru menyadari bahwa ada sesosok makhluk yang rupanya sudah ada dibelakang nya.
"Sialan kau Almita"
Setelah mengumpat, golem yang dibelakang Enyo kini berhasil membuat pukulan telak, akibatnya serangan yang Enyo keluarkan kini menghilang dalam sekejap, dan kesempatan Althenia untuk mempercepat laju sihirnya kearah Enyo.
~CRRAAACKKKK| DUAARRRR!!!~
"Ughhhoghh"
Sebuah ledakan raksasa terjadi saat serangan tersebut menimpa Enyo, Enyo hanya bisa merasakan sakit yang luar biasa, tidak bisa bergerak saat masih berada di bawah tekanan dari serangan Althenia.
"Tak hanya itu. JAVELIN TRUST!!"
Althenia kini melompat kebelakang, lompatan Althenia yang sangat tinggi kini menyempatkan dirinya untuk memberikan serangan sihir kepada Enyo, tombak Althenia kini sangat besar atau bisa dibilang raksasa dengan panjang 30m.
Setelah lemparan dari tombak Althenia yang menyebabkan ledakan dan tambahan dari durasi sihir Althenia,Enyo akhirnya mengamuk, Enyo mengeluarkan ledakan sihir yang lebih besar dan Althenia terpental dan terjatuh kebawah, merasakan sakit karena yang duluan terkena adalah kepalanya.
__ADS_1
Tanpa ampun Enyo bergerak kearah Althenia dengan cepat tanpa Althenia sadari, Enyo menindih punggung Althenia dengan sihirnya yang kini di selimuti oleh Dark Wind Magic, perpaduan antara sihir angin dan sihir kegelapan.
Setelah menindih dan memijak-mijak, Enyo menggunakan punggung Enyo sebagai tumpuan melompat tinggi dan Enyo mempersiapkan sihirnya di kakinya yang kini dialirkan oleh Cahaya.
"Martial Art : Light of Corrosion"
Seperti roket, kini tendangan Enyo saat mengenai Althenia energi sihirnya sama besarnya seperti Ring dan Alter-ring. Efek kali ini membuat beberapa bukit atas ciptaan Althenia di dimensinya tersebut hancur lebur menjadi rata akibat getaran yang luar biasa dari Enyo.
Althenia menahan rasa sakit, akibat serangan tersebut, inti dari kehidupan Althenia berbentuk seperti kelereng tersebut retak dan Althenia membelalakkan matanya.
"Cukup!!"
Enyo mendengar suara dari Almita yang kini sangat dekat dan Enyo terpental jauh karena sesuatu yang sangat besar menghantamnya dengan sangat keras.
Getaran tersebut hilang dan Althenia menarik nafasnya dengan sangat-sangat berat, menutup matanya, dan terbatuk-batuk.
"Althenia..." Ucap Almita.
Almita, membantu Althenia berdiri dan ketika Althenia sudah berdiri, Almita melihat wajah Althenia kini sudah mulai retak. Atau setidaknya sudah retak namun tidak semuanya.
"Althenia maafkan aku, dunia dimensimu awalnya membuat aliran sihirku berguncang dan aku mendapat gangguan karena itu"
Ucap Almita dengan panik, namun Althenia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Mata Althenia yang dari warna biru keduanya kini salah satunya berwarna hitam.
Almita dapat merasakan detak jantung Althenia sangat kencang, juga Almita dapat merasakan bola kehidupan Althenia kali ini sangat terancam atau sekarat.
"Althenia, jika terus begini kau akan~"
Althenia mencoba bergerak namun tidak bisa , retakan semakin menjadi-jadi.
Althenia kini menundukkan kepalanya, dan seperti nya sudah tidak sanggup lagi, form nya sudah berubah ke bentuk ras Cobbala. Kembali menjadi sosok Turin dan akhirnya berubah lagi yang kini menjadi berbentuk kelereng.
Dengan tepat waktu, Almita menangkap kelereng tersebut, sudah retak, kelereng tersebut kini berkedap-kedip , kelereng yang bersimbol Aegis dibarengi oleh element api dan angin.
Almita memejamkan matanya sekejap lalu menyimpan kelereng tersebut. Menatap tajam kearah Enyo yang kini tersenyum tipis setelah terkena serangan Almita.
"Jadi biang kerok nya sudah mati"
Enyo spontan tertawa, tertawa lepas menggelengkan kepalanya dan mengumpat untuk menghina Althenia.
"Kau sebut dirimu penjaga Aegis?"
__ADS_1
Enyo kini mendengus, melihat tindakan Enyo, Almita kini mulai marah, tatapannya semakin tajam kearah Enyo.