
...Emerald Hall...
...7 March...
Hari begitu cepat berlalu,Yuri tidak mengerti tentang politik sebenarnya dan ia juga kebingungan bahkan penasaran motif dari Albedo ini.
Yuri masih belum bisa memahami situasi yang ada,hasil laporan dari Reginald bahwa tujuan Albedo sebenarnya bukan hanya sekedar perairan,namun wilayah Emerald ingin ia kuasai sebagai wilayah selatan.
Menurut Reginald saat ia meneliti tentang hal itu bersama dengan mata-matanya bahwa Albedo merencanakan sesuatu yang sangat berbahaya.
Hingga akhirnya lamunannya terhenti saat sosok tokoh figuran datang,jas nya sangat rapi dan rambut pria tua ini di sisir rapi walaupun bentuk rambut nya seperti profesor tua.
Baik Leona maupun Charles dari tadi hanya terdiam.
Sebelum itu perjalanan Yuri ke Emerald Kingdom cukup melelahkan,Yuri berangkat mulai jam 5 pagi pada tanggal 4 maret dan sampai pada 6 maret. Sebenarnya banyak gangguan dan Yuri sempat di cegat oleh sekelompok radikal yang ingin mencelakai nya.
Saat itu juga Leona menunjukkan kemampuan nya dalam bertarung dan itu sungguh membuat adrenalin Yuri terpacu. Sebelum mereka beranjak pergi Yuri menyalin peta Benua Utopia,yaitu benua dimana Vermilion Kingdom dan Emerald Kingdom hidup dalam negara tetangga.
Bisa dikatakan, Vermilion Kingdom ini adalah kerajaan kecil.Pada saat itu juga Yuri penasaran, dirinya di dimensi ini,apa yang terjadi sebenarnya.
Ini adalah Terra, namun semua berubah total, atau setidaknya ini adalah dunia jika Yuri tidak membangun hubungan dengan Sophia dan membentuk Enforcer of The Piece?.
"Ah senang melihat mu datang,Presiden Albedo. "
Itulah kata yang terucap di mulut raja Calamante,seorang raja yang masih dibilang muda dan terlihat memiliki kharisma.
"Jangan basa-basi Calamante,aku telah meminta Maha-Dewan Keadilan dan Kesejahteraan untuk mengurus hal ini." Balas Albedo.
Suaranya kelihatan serak,serius dan terlihat mengintimidasi. Apapun itu, Albedo seperti nya terlihat seperti sosok pemimpin yang tegas namun rawan untuk salah jalan.
"Oh ya,ekhem. Aku juga mengundang penguasa dari Vermilion Kingdom sebagai saksi dan penengah dalam permasalahan kita. " Ucap Calamante.
Albedo terlihat tidak senang dan menatap Yuri tajam.
"Hmm, penguasa baru di Kerajaan Vermilion? aku terkejut jika penguasa baru mereka ini hanya gadis muda yang kelihatan memaksakan diri datang ke persidangan ini. " Balas Albedo.
Leona terlihat terpancing dan ingin membalas perkataan Albedo, namun Yuri menghentikan Leona untuk melakukan tindakan lebih jauh seperti itu.
"Aku Yuri Heisenberg,penguasa dari...Vermilion Kingdom,aku akan melakukan sebisaku untuk jadi netral.. Atau mungkin kita bertiga bakal menjadi aliansi demi kebaikan atas rakyat kita. " Ucap Yuri dengan jelas.
Albedo mengangkat satu alis matanya keatas dan sempat membuat nada tawa kecil yang ditahan. Tak lama Yuri melihat orang-orang yang berpakaian lebih tinggi sosialnya muncul dan Yuri menduga bahwa itu adalah Maha-Dewan.
Setidaknya mereka ada lima orang,terlihat sangat beda dengan Yuri.
Setelah sekian jam berdebat dan saling beradu politik dan argumen, Albedo terlihat sedang tidak bisa menahan sifat tempramental nya menantang Emerald Kingdom untuk berperang.
Albedo kemudian meminta izin perang kepada dewan untuk sebagai pembuktian siapa yang pantas mendapatkan perairan utara dari Emerald Kingdom.
Maha-Dewan menerima keputusan tersebut dengan catatan bahwa tidak ada warga yang bakal kena imbasnya,Maha-Dewan juga menyuruh kedua belah pihak mengevakuasi rakyat mereka ketempat aman dan melakukan aturan perang yang sehat, yang artinya tidak ada yang namanya perang dingin.
"Ngh..Baiklah, saya paham yang mulia.. " Ucap Albedo.
__ADS_1
Salah satu anggota Maha-Dewan tiba-tiba menoleh melihat kearah Yuri dan Yuri merasa tegang.
"Yuri Heisenberg,Empress of Vermilion Kingdom.Diantara kedua kepala negara ini,apakah kamu ingin menjadi negara netral atau memilih untuk memihak salah satu dari mereka?. "
Sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh salah satu Maha-Dewan,pertanyaannya terlihat mengintimidasi atau setidaknya Yuri merasakan dia diintimidasi oleh pertanyaan tersebut.
Memilih menjadi netral atau menjadi sekutu,keduanya sangat berat. Disatu sisi,Yuri belum memahami dunia ini dan negara yang ada di dunia ini.
Disisi lain ia sebenarnya tidak paham,harusnya ia menyuruh Reginald mengurus hal ini. Yuri mencoba berfikir namun ia hanya bisa menemukan satu jawaban saja.
"Maaf yang mulia Maha-Dewan,sebelum perang tiba berikan hamba izin memikirkan hal ini... " Balas Yuri.
"Sungguh tidak kompeten,pemimpin macam apa kamu.Kamu ini beneran Empress ga sih? untung aku tidak ada niat untuk menjadikan mu sekutu. " Celetuk Albedo.
Sebuah palu diketuk agak keras setelah Albedo berceletuk dan Albedo pun langsung terdiam. Cepat bertindak atas ucapan Albedo karena Maha-Dewan tau bahwa Leona sudah menggertakkan giginya dan menatap tajam Albedo.
"Kompeten atau tidak.. Yang terpenting adalah bagaimana rakyat bisa bahagia,mengerti kan tuan Albedo? " Ucap salah satu dewan.
Albedo mengangguk pelan.
"Benar Maha-Dewan.. " Jawab Albedo.
Sidang pertama sudah selesai dan Maha-Dewan meminta para peserta yang ada disidang untuk bubar dan menyiapkan apa yang menjadi hasil sidang kali ini.
...Emerald Guest Villa...
...7 March...
Yuri duduk di sebuah ruangan di Villa ini, ruangannya lumayan sepi dan Yuri juga ditemani oleh Charles.
Dari nada suara Charles sudah ketahuan bahwa Charles sangat khawatir,ia tidak segan menepuk bahu Yuri yang tengah melamun.
Yuri memikirkan kata-kata dari Albedo,kata-kata yang sangat relate bagi Yuri. Dimanapun ia berada ia tidak dapat menyelamatkan teman-temannya,jikapun berhasil ia hanya akan berakhir seperti saat ia terpaksa mengakhiri hidup Anastasya.
Bahkan, ia masih teringat bahwa ia tidak bisa menyelamatkan Althenia.
"Yoo,aku bawakan yang segar-segar nih.. Hehe.. "
Terdengar suara yang tidak asing bagi Yuri,dia adalah Leona.Leona membawa banyak cemilan mulai dari cemilan makanan sampai minuman.
Dengan mata sayu Yuri melihat Leona ini orangnya tidaklah pintar, namun Leona kuat. Bahkan ia bisa menyingkirkan para radikal hanya dalam satu tebasan,semua rata.
"Leona, apa kamu bawa susu? untuk yang mulia. " Ucap Charles kepada Leona.
Leona terlihat berfikir lalu ia mencoba memeriksa tas kantung yang terbuat dari kain dan mengambil botol plastik yang terlihat sangat aneh dan terlihat sangat tua.
Leona memberikan botol isi minuman tersebut kepada Charles,kemudian Leona duduk di samping Charles dan tentu saja meletakkan bawaannya di atas meja.
"Yang mulia,ini minumlah susu. " Ucap Charles.
Charles mengulurkan tangannya yang memegang botol kepada Yuri,dengan pelan Yuri mengambil nya lalu membuka tutup nya kemudian meminum susu dengan lahap.
Dengan beberapa tegukan,susu tersebut habis dan Yuri meletakkan dengan baik botol tersebut ke meja sembari melepaskan nafas lega.
__ADS_1
"Terimakasih Leona,Charles." Ucap Yuri.
Baik Leona maupun Charles tersenyum diwaktu yang bersamaan. Atmosfir ini sangat hangat di hati Yuri,seperti saat ia bergaul dengan Anastasya dan Tesla.
"Sama-sama yang mulia.. " Ucap Charles.
"Tenang saja ratuku,aku siap melayani anda kapanpun dimanapun. " Ucap Leona.
Senyuman Leona yang lebar membuat gigi runcing nya terlihat,galak seperti singa namun memiliki hati yang baik.
"Yang mulia,bagaimana tanggapan anda.Apakah kita akan menjadi netral atau tidak..Ah maaf aku tidak bermaksud untuk menekan anda. " Ucap Charles.
Yuri menggelengkan kepalanya.
"Tak apa Charles,besok aku ingin kamu melakukan wawancara sedikit atau setidaknya selidiki apa rencana sesungguhnya Albedo. " Perintah Yuri.
Charles memberikan hormat dan Charles terlihat setuju.
"Dan kamu Leona,seperti biasa..Tolong lindungi aku besok." Imbuh Yuri.
Yuri kemudian berpamitan kepada kesatria nya dan Yuri bergegas menuju kamarnya yang sudah disediakan oleh Raja Calamante.
Saat didalam kamar dan kamar tersebut ia kunci,Yuri sedikit menaikkan kedua tangannya hingga posisi menekuk.
Dari awal dia ke dunia Terra satu ini Yuri merasakan hal yang aneh,Yuri tidak bisa merasakan keberadaan Hor dan juga ia tidak bisa mengakses sihirnya.
".... Apa yang terjadi sebenarnya.. " Batin Yuri.
Yuri tidak bisa menggunakan sihir Zodiac nya dan ini sungguh aneh,yang ia bisa lakukan hanyalah menggunakan sihir elemen yang ia sudah kuasai dengan sangat matang.
"Cosmos... Kenapa... " Gumam Yuri.
Cahaya redup mulai menemani Yuri di kamarnya ini,Yuri langsung mengeluarkan pedangnya dan menodongnya dari segala arah.
"Yuri... Tidak usah panik ini aku, Sylph.. "
Suara aneh terdengar dan cahaya tersebut hilang,bersamaan dengan munculnya sosok yang memiliki sayap kupu-kupu, matanya merah semerah batu ruby dan rambutnya berwarna biru gelap.
"Sylph... Bukannya kamu disegel... Bagaimana bisa. " Ucap Yuri.
Sylph kini duduk manis di salah satu kursi kamar ini dan melihat Yuri ditemani oleh senyumannya.
"Saudariku.. Segel yang kamu maksud sudah si buka oleh Glory Bringer.. Sebelum Glory Bringer mengirimku ke pusaran portal,ia terlihat tertusuk sesuatu... "
Seketika hening, Sylph memberhentikan nada bicaranya dan membiarkan Yuri mencerna apa yang terjadi.
"Kata terakhir dari Glory Bringer kepadaku : Carilah orang yang bernama Yuri,bimbing lah dia,dia adalah anak angkat dari Enyo.. "
Sylph kemudian membagi memorinya dengan Yuri saat-saat terakhir,semuanya berantakan dan Sylph terlihat linglung pada saat itu. Sylph juga melihat sosok figuran berjubah dan memakai hoodie gelap.
Mungkinkah itu...... Tapi Yuri tidak berani untuk menyimpulkan jadi Yuri hanya bisa terdiam. Tidak saat ia masih ada pertanyaan kepada Sylph yang pipinya selalu merona.
Sungguh kecantikan alam yang tiada duanya...
__ADS_1
...~To Be Continued~...