
Akhirnya setelah empat hari didalam sebuah kapal bahtera. Anna,Sara,dan Wendy turun bersama dari bahtera.
Sebelum mereka mulai melakukan ekspedisi, Sara terlebih dahulu izin pamit untuk berpisah sementara waktu untuk menyelesaikan pekerjaan nya, Duncan mengangguk paham lalu memeluk Sara dengan erat.
Walau pantai ini, pantai Junest adalah pantai yang indah, ada tempat yang belum pernah dijelajahi oleh para pengunjung maupun warga. Itulah sebabnya Anna,Wendy dan Sara melakukan ekspedisi singkat.
Tapi pertama-tama dan paling utama, mereka harus mencari resort yang bernama Palula Resort.
Palula Resort adalah tempat dimana Almita punya banyak kenalan, bahkan Almita sudah memesan tempat khusus untuk menginap sesuai dengan durasi yang Anna,Wendy dan Sara mau.
Bahkan Palula Resort bisa menjadi rumah mereka karena ETP juga membantu Palula Resort dalam hal perekonomian, tentu saja atas ide Almita.
Kabar soal Almita, kini ia juga bagian dari The Shine , sebuah organisasi kecil yang menjunjung tinggi cahaya dan keadilan yang sebenarnya, hanya terdiri dari dua belas ksatria.
Hebatnya lagi Almita adalah pemimpin dari dari The Shine.
Susunan The Shine sangat unik jika bisa dibayangkan dan tidak terpikirkan di Terra. Julukan masing-masing dari mereka diambil dari beberapa batu mulia yang sangat berharga,mahal dan berguna.
The Crystal Knight, adalah julukan baru dari Almita, atau mungkin setidaknya nama baru untuk Almita.
Untuk saat ini kabar yang bisa Wendy terima hanya itu saja. Dan mereka bertiga sudah masuk kedalam kamar mereka masing-masing. meskipun sama-sama seorang gadis, mereka juga butuh yang namanya ruang pribadi, hal itu wajar untuk sesama manusia.
Mari ke dalam ruang lingkup Anna, Anna duduk di tempat tidurnya, berfikir lima bulan kemudian itu cukup cepat, cukup cepat untuk Anna mengambil batu Ombadient, Tanzanite dan Peridot.
Batu-batu itu sangat berguna sebagai alat komunikasi jarak yang paling jauh, Anna mencoba metode ini untuk bisa menghubungi Yuri dari dunia para Hor.
Anna kemudian dengan super yakin, bergerak dari kasurnya dan segera berjalan menuju ruang tamu kecil, tidak jauh dari kamarnya, ruangan VIP ini benar-benar seperti rumah.
"Rumah didalam rumah, sepertinya ini menarik.''
Tanpa basa-basi, Anna mengeluarkan tiga batu tersebut lalu melapalkan mantra yang membuat ketiga batu tersebut bercahaya.
"Yaaa... Sedikit lagi..."
Dengan memaksakan dirinya, Anna mencoba lagi dan lagi ,begitupun dengan reaksi dari ketiga batu tersebut setelah hampir berhasil menuju titik akhir selalu dipatahkan, entah siapa atau emang Anna tidak cukup kuat.
Rasa frustasi dan stress bergejolak didalam Anna, Anna memukul lantai dengan keras, menahan lengannya yang sakit tersebut dengan perasaan yang benar-benar membuat sakit kepala.
"Aaaghh..!!!." Teriak Anna.
Tak lama setelah Anna teriak, suara pintu terdengar diketuk oleh kedua orang yang Anna kenali.
"Anna...Kau tidak apa-apa disana?."
"Kak Anna, apa ada orang jahat yang melukaimu..?!!"
__ADS_1
Dengan nada khawatir yang dirasakan Anna, Anna kemudian mulai membalas ucapan mereka.
"Ahh, tidak apa-apa, hanya sedikit pusing dengan kerjaan ku."
Anna kemudian mulai menyimpan dan menyembunyikan batu-batu tersebut hingga akhirnya Anna membuka pintu kamarnya dan melihat Wendy dan juga Sara.
"Anna..." Lirih Wendy.
Wendy bukanlah sosok yang dulu, dia sekarang lebih peka untuk merasakan jenis sihir dan Wendy tau bahwa Anna menyembunyikan rahasia itulah sebabnya Wendy menampar Anna dengan reflek.
~PLAK~
"Brengsek, kamu kira aku tidak tau..!?. Aku bisa merasakan tiga batu yang ada denganmu.. Kamu pikir mengorbankan waktu hidup mu itu keren..?!!."
Wendy meledak marah, emosi tersulut dan membara. Melihat Anna memegang pipinya yang baru saja ditampar dengan tatapan sayu.
"Aku harus melakukan ini, untuk--"
Sebelum menyelesaikan kata-katanya, Wendy langsung menyela nya dengan kasar.
"Untuk apa.. Untuk Yuri?!!.. Bagaimana jika dia kembali dan melihatmu seperti ini... Ugh...Kau menjijikkan, aku sudah tidak tahan..!!."
"Kak Wendy..."
Sara hanya bisa mengucapkan namanya dengan suara lemah.
Ekspedisi kali ini sepertinya akan sulit jika salah satu diantara mereka mulai berkelahi, Sara hanya bisa membatin dan meneteskan air mata.
Malam pun telah tiba, Wendy tak kunjung balik ke ruangan dan membuat Sara khawatir, hati tidak tenang dan Sara malah kepikiran secara beruntun.
Suara pintu diketuk dan didepan pintu bukanlah Anna maupun Wendy, itu adalah kapten dan wakil kapten kapal Feng Shui.
Setelah Sara membuka pintu, Sara melihat Huang dan Yu Jie membawakan sebuah makanan yang enak, sangat enak hingga tercium aroma sedap.
"Hey, dimana Acting-Directur Wendy?." Tanya Yu Jie.
Dengan bingung Huang melihat wajah Sara yang murung, Huang langsung memeluk Sara yang murung tersebut.
"Hey, hey..Apa yang terjadi.. Kami juga tadi mengetuk pintu ruangan Anna juga tidak keluar.. Apa yang terjadi?.." Tanya Huang.
Sara kemudian melepaskan pelukan Huang lalu mengajak kedua petinggi kapal tersebut kedalam ruangannya.
Sara menceritakan apa yang terjadi dan tentu dengan terbata-bata , namun Huang membantu Sara dengan menepuk pundaknya lalu memberikan snack yang ia bawa bersama Yu Jie, tentu Sara menerima dan memakannya.
"Ini semua... Salah kami..."
__ADS_1
Dengan nada menyesal, Huang menurunkan bola matanya kebawah ketika Sara menyebutkan nama Yuri.
"Seharusnya kami bisa lebih mengatur kapal kami lebih cepat dan awal.."
Sara menggelengkan kepalanya.
"Itu bukan kesalahan kalian, kak Yuri sekarang berada di dunia para Hor." Balas Sara.
Huang dan Yu Jie terkejut, tidak menyangka akan hal itu. Mereka juga lega karena beban pikiran mereka hilang, mereka tidak akan memaafkan diri mereka sendiri jika Yuri terluka atau entah kenapa-kenapa.
"Ahh iya, kami membawa snack ringan hingga berat loh dannn makan malam. Kami membelinya di Journey Restaurant dan di Pick Your Snack." Ucap Huang.
Melihat tingkah Huang dan Yu Jie membuat Sara terhibur lalu tersenyum.
Yah walaupun ekspedisi gagal dilaksanakan, setidaknya Sara mempunyai orang-orang hebat disekitar nya.
Sara kemudian mempunyai ide setelah pikirannya mulai jernih, ide yang membuat Huang langsung setuju begitu pula Yu Jie yang malah antusias.
Setidaknya sebelum melakukan makan malam bersama dengan anggota ETP dan itu akan menjadi hari yang besar esok hari atau esoknya lagi ketika ekspedisi selesai.
"Ah benar, Crew Hoshi dan Callibri besok siang akan sampai disini, jika tidak ada kendala."
Huang memberikan surat kecil kepada Sara.
"Hmm, Kru dari kapal Hoshi, Kapten Nier dan perwiranya, August."
Ga lama ini, selain Feng Shui, ada kapal penjelajah ETP yang ditakuti oleh para bajak laut, yaitu Hoshi , sebuah kapal yang baru diluncurkan ini menimbulkan banyak rumor bagus dan menakutkan.
Hal tersebut dikarenakan yang menjadi pemimpin dari kapal itu adalah Nier dan August. Nier adalah seorang Sage yang dapat memainkan sihir juga ahli berpedang, Nier juga dapat menggunakan Twilight Magic, perpaduan cahaya dan kegelapan.
Keahlian dalam berpedang sekaligus sihir dalam satu paket, membuat dirinya menjadi penyihir terbaik dengan skor tidak terkalahkan.
August, August adalah seorang penyihir berbakat, dia baru-baru ini bahkan menciptakan jenis penyihir baru,yaitu Chaos.
August juga dapat membuat sihir-sihir ciptaannya sendiri, membuat sihir unik namun mematikan, penuh daya tipu alias ilusi.
Huang dan Yu Jie tentu saja tidak sanggup jika melawan mereka berdua atau mungkin saja sanggup yang membuat mereka berempat berakhir masuk kedalam dunia roh alias wafat.
"Ah kalau begitu, kami pamit dulu."
Dengan merasa gemas, Huang mencubit pipi Sara.
Mereka berdua akhirnya pergi melangkah kan kakinya menjauh dari wilayah kamar Sara,Wendy dan Anna berada.
Mereka semua tidak tau, mereka tidak tau bahwa Anna menguping pembicaraan mereka, tidak sengaja karena indra pendengaran Anna sangat tajam, walau terkadang.
__ADS_1
"Nier dan.... August..."
...~To Be Continued ~...