
Festival Cahaya Madu, Itulah yang akan dilaksanakan untuk besok. Yang Yuri kumpulkan dari informasi hari ini adalah festival ini diadakan untuk mengingatkan generasi lama dan memperkenalkan kepada generasi baru tentang dewi mereka.
Orang-orang Meda sangat menjunjung tinggi akan Sylph. Beberapa orang yang Yuri lihat dihari ini, Yuri telah banyak menghabiskan waktu kemarin untuk menjelajahi meda.
Dan hari ini adalah lanjutan ekspedisi nya dan masih memikirkan cara untuk menemukan letak segel dan cara membukanya.
Yuri sedikit kesal karena Enyo hanya memberitahu sedikit tentang hal itu. Yuri yang duduk di kasurnya kini teringat sesuatu, sesuatu yang membuatnya dengan segera membuka salah satu sarung tangannya dan melihat Magic Device nya.
Alat canggih yang Yuri ciptakan untuk menggantikan Ai Chan yang baru, namun masih banyak kekurangan menurut Yuri. Tapi, setidaknya alat bantu Yuri ini tidak terlihat oleh siapapun.
Bahkan Enyo sendiri tidak tau akan hal itu.
Adalah hal konyol menurut Yuri, namun yang jelas sisi baiknya, Ai Chan tidak akan terancam oleh siapapun dan yang tau hanyalah Versalite saja.
"Fuh, Yuxuan... Andai kamu disini." Gumam Yuri
Seperti nya Yuri harus merelakan Yuxuan, tidak ada yang berubah, Versa juga sepertinya tidak mampu mencegah hal itu, kematian didepan mata emang tidak bisa di hindari, Yuri harus segera move on secepat mungkin.
~Tok..Tok..Tok~
"maaf jika mengganggu nyonya, tapi raja dan ratu ingin berbicara dengan anda didalam ruangannya."
Tak lama setelah suara ketukan, Yuri mendengar ucapan dari seorang pelayan wanita menginformasikan dirinya jika dipanggil raja.
Menjelang malam begini ia dipanggil, untuk apa? Yuri juga tidak paham.
Yuri yang masih berpakaian yang biasa ia pakai, masih belum menggunakan pakaian tidur kini mengikuti arahan dari pelayan setelah Yuri membukakan pintunya.
Sesampainya di dalam ruangan atau kamar raja, Yuri melihat sang raja sudah duduk di sofa diruangan ini sedangkan sang ratu duduk di kursi rias atau dandan.
"Yuri akhirnya kamu datang." Ucap sang raja.
"Yang mulia, ada apa anda memanggil saya di sore menjelang malam ini?." Balas tanya Yuri.
Sang raja yang sudah terlihat tua, wajah keriputnya sudah sangat tampak, rambutnya yang putih karena uban sudah mendominasi dirinya melihat kearah Yuri seperti melihat harapan.
"Singkat saja, aku dan ratu ingin memilihmu menjadi istri sah Harry, anak pertamaku.." Ucap raja.
Mendengar perkataan raja, detak jantung Yuri berdebar-debar, Yuri merasa dirinya belum siap, apalagi Yuri tau bahwa dirinya juga akan menjadi ratu baru jika menikahi putra dari raja Jailen Joseph.
"Uh.. Aku tidak tau akan hal itu yang mulia." Balas Yuri. Bimbang dan bingung menyertainya.
"Aku tau... Beberapa kisah dari para pujangga,Minstrel bahkan seorang aktor teater menggambarkan kisah mu harus kehilangan orang-orang yang kamu sayangi." Jelas sang raja.
Sang ratu tertawa singkat lalu berdiri dari kursinya, berbalik dan berjalan kearah Yuri.
"Dan kamu adalah gadis yang baik. Tentu saja jika sudah menikah kamu masih bisa berkelana seperti biasanya." Lanjut sang raja.
Terlihat bimbang, Yuri kini merasakan rambutnya di elus oleh sang ratu.
__ADS_1
"Selain itu, aku. Sang ratu ingin mendapatkan garis keturunan. Sangat susah mencari gadis seperti mu." ucap Noya sang ratu.
Yuri yang masih bimbang dan tambah bingung kini hanya terdiam. Melihat hal tersebut sang raja hanya bisa tersenyum.
"Aku akan menunggu jawabannya dirimu jika kamu belum bisa jawab, oh dan kamu sudah dengar bukan soal festival?" Ucap sang raja.
Yuri mengangguk.
"Festival Cahaya Madu, festival yang bertema dewi Sylph." Balas Yuri.
"Kalau begitu.. Apakah kamu bisa membantu menjaga pintu gerbang diluar dari area kerajaan?" Ucap sang ratu.
Yuri mengangguk, Yuri paham kenapa dia harus menjaga. Monster dan hewan buas adalah alasan utama yang ditakuti oleh orang banyak.
Yuri menahan nafasnya, setelah iya berfikir singkat, Yuri berdiri membuat sang ratu berhenti memegang rambut Yuri seperti memegang rambut anak sendiri.
"Untuk menikahi Harry, aku akan pikirkan. Aku, perlu pembuktian mereka, terimakasih tawaran nya, tapi untuk sementara aku menolak untuk saat ini."
Setelah menjawab pertanyaan sang raja, Yuri memberi hormat sebelum keluar dari ruangan mereka berdua.
"Nghh.. Menjadi istri dari seorang putra raja.." Gumam Yuri.
Yuri terlalu fokus dengan dirinya dan tidak melihat bahwa Abel Reagan Mieda sudah ada hadir didepannya dan menabrak Abel.
"nghh!!"
Setelah tak sengaja menubruk Abel, Yuri melihat langsung siapa yang ia tabrak setelah Yuri terjatuh.
"Hei.. Kau tak apa?" Tanya Abel sembari memberikan Yuri bantuan untuk berdiri.
Dengan pipi merah dan menahan kebingungan yang membuat ia tidak bisa menahan kesedihan. Yuri dengan spontan memeluk Abel, Abel yang bingung apa yang terjadi membalas pelukan nya dan mengusap rambut Yuri.
"Hei, apa yang terjadi?" Tanya Abel.
Yuri melepaskan pelukannya dan menggelengkan kepala, memberi isyarat bahwa disini bukan tempat yang aman dan Abel mengerti itu.
Itulah kenapa Abel menggenggam tangan Yuri dan membimbing Yuri menuju ke sebuah ruangan besar dan terlihat pribadi.
Setelah itu, Yuri menceritakan apa yang terjadi dan Abel paham akhirnya, juga Abel tau bahwa ayahnya merencanakan ini.
"Begitu.. Aku tau orang seperti mu akan sulit untuk menerima, kamu juga adalah seorang petualang penyihir." Ucap Abel.
"Bagaimana jika kita membantu para pelayan kerajaan untuk mempersiapkan festival besar Meda." Jelasnya.
Yuri mengangguk pelan.
"Baiklah, ahahaha, kamu mungkin kuat melawan dewi jahat dan iblis tapi soal ginian kamu bisa lemah gemulai juga ya." Ucap Abel lagi.
dan begitulah selanjutnya, Abel dan Yuri menghabiskan waktu berdua membantu para pelayan yang seharusnya mereka tidak perlu, tapi karena kemauan Abel sendiri, mau tidak mau dan dengan perasaan senang dari pelayan, mereka akhirnya membiarkan Abel dan Yuri membantu mereka.
__ADS_1
Didalam keseruan mereka, Abel melihat wajah Yuri kini kembali berseri-seri, melihat hal tersebut Abel merasa senang dan Abel merasakan ada benih cinta kepada Yuri.
Abel sendiri masih berusia 19 tahun sedangkan Harry berusia 21 tahun. Sungguh perbedaan jarak yang tidak terlampau sangat jauh.
Abel juga sering bercanda saat membantu para pelayan, jahil yang membuat Yuri kesal namun senang. Yuri juga merasakan ada perasaan aneh, perasaan dimana Yuri rasakan saat bersama Yuxuan.
"Hah, ini sih mudah.. Kita perlu mengambil kembang api yang sudah dipesan langsung ke tokonya."
Begitulah kata Abel setelah melihat ada yang kurang, Abel menarik lengan Yuri dan mereka pun keluar kastil untuk membeli kembang api.
Sesampainya di kota kerajaan Meda, para wanita berbisik-bisik saat melihat Yuri dengan Abel.
"Psst.. Pahlawan Terra berpacaran dengan pangeran Abel."
Yuri tidak sengaja mendengar hal tersebut kini dipatahkan oleh Abel dengan memanggil namanya. Mereka sudah sampai di sebuah toko terbuka yang terbuat dari batu tentunya.
Dan Yuri melihat seorang gadis yang Yuri yakin umurnya sebaya dengan Yuri sedang meracik sesuatu.
"Hey Aina , bagaimana dengan pesanan kami, apakah sudah jadi?." Ucap Abel.
Gadis tersebut menoleh kearah Yuri dan Abel kini tersenyum dan mendekati mereka berdua.
Gadis berambut pirang dan bermata hijau ini, terlihat sangat bersemangat dan Yuri merasakan bahwa gadis ini mempunyai aura kekuatan yang tidak bisa diremehkan.
"Oh tentu-tentu, tidak ada yang mustahil di toko kembang api Aina Harumi yang sangat jenius dalam kembang api ini!." Seru Aina.
Aina membalikkan badannya dan berjongkok, sepertinya sedang mengemas sesuatu yang pasti adalah untuk kembang api.
"Ini dia! kembang api mini dengan ledakan super, isi nya juga menarik sesuai pesanan raja."
Aina berdiri lalu kembali berbalik, memberikan sebuah kantung plastik besar. Dan dengan perasaan bingung, Aina melihat kearah Yuri.
"Abel.. Gadis ini siapa? aku baru melihatnya... Apa kalian pacaran!!??."
Mendengar perkataan dari Aina, Abel menggelengkan kepalanya beserta tangannya memberikan tanda tidak.
"Ah bukan-bukan, dia adalah tamu spesial, namanya Yuri Heisenberg, dia adalah pahlawan Terra." Balas Abel.
Mendengar hal tersebut, mata nya langsung berbinar-binar dan Aina dengan cepat memegang tangan Yuri, reflek Yuri yang mukanya memerah kini sedikit mendorong Aina.
"...!!! Apa-apaan itu?!!." Ucap Yuri.
"Ahaha, Abel, pacar pahlawan mu ini sungguh unik." Ucap Aina.
"Bukan heh!!" Seru Abel.
Pipi Abel kini juga merah karena dikatain begitu secara terus-menerus oleh Aina. Gadis yang berasal dari Hanamura ini, sepertinya dia adalah gadis dengan penuh rencana jahil.
Tapi setidaknya Yuri mempunyai teman baru yang unik disini, Yuri juga menikmati situasi ini, situasi baru.... Disamping dari cara untuk membuka segel Sylph.
__ADS_1
...~To Be Continued ~...