
Kali ini cerita akan di sorot oleh Lu Woh, sang naga petir dan pemimpin dari para naga lainnya.
Sebagai Peacekeeper, tentu Lu Woh akan mengerahkan segala sesuatu yang dia bisa. Tentu saja dengan bantuan keenam Archangel yang telah beristirahat ke pulau bintang memberikan kekuatan mereka pada 6 naga tersebut.
Lu Woh kini sedang berada di salah satu Vila didekat Colloseum besar milik Sophia Kingdom. Tentu saja bersama Ashura,Scathacha,Caliery,Lindwurm, dan Schahathen.
"Aku merasakan kekuatan Wendy semakin berkembang" Kata Scathacha.
Lu Woh kini melihat Wendy,Yuri,Anna, dan Turin sedang berhadapan dengan Gloryier Machina. Sebenarnya mesin ini sudah dilarang oleh Lu Woh dan para naga lainnya.
Namun sayangnya, ras Cura yang menciptakan mesin mesin sihir tersebut tetap melanggar dan bahkan menolak larangan Lu Woh. Berbeda dengan Ras Blima, yang lebih menciptakan teknologi sihir agar dapat membantu seseorang menggunakan sihir.
Tentu saja ras Blima lah yang menciptakan sebuah alat yang bernama Flier (Terbang).
Cara mengaktifkan mesin ini sangat mudah, kamu tinggal menyentuh benda yang berbentuk setengah lingkaran tersebut lalu kamu dapat mengakses sihir dasar untuk kebutuhan sehari-hari atau untuk membela diri.
Flier juga dilengkapi fitur dimana, fitur ini dapat mengeluarkan jubah kecil, sehingga tidak perlu untuk membawanya dengan tangan.
"Ras itu memang hampir rata-rata sombong dan acuh tak acuh. Bahkan kepada kita sendiri"
Ucap Ashura dengan kesal.
Ashura yang meninju meja didekatnya kini di tenangkan oleh Caliery sendiri.
"Lu Woh, bagaimana pendapatmu tentang Gloryier Machina, apakah kita turun tangan?" Tanya Scathacha.
"Kalau iya, aku akan duluan datang menghajar mesin menjijikkan itu dengan kapak kebanggaan ku" Sambung Ashura.
Seperti nya ini sulit bagi Lu Woh, karena Lu Woh sendiri ingin melihat perkembangan dari Yuri dan regu nya tersebut. Ditambah dia tidak bisa asal menolong Yuri.
Hal itu disebabkan masih ada Chaos Bringer dan Belial yang berkeliaran. Meskipun Belial dan Chaos Bringer ditelak mundur, namun hal itu tidak akan membuat Belial dan Chaos Bringer menyerah begitu saja.
"Machina dari Cura, mereka kali ini menggunakan mayit berbagai hewani sebagai bahan baku pembuatan Gloryer Machina." Ucap Lindwurm.
"Kalian tenang saja, semua akan baik-baik saja"
Ucap seseorang yang tiba-tiba hadir didalam ruangan tersebut, ke enam naga tetap duduk diam ditempat dan sama sekali tidak menunjukkan rasa terkejutnya mereka.
"Glory Bringer, pahlawan dari planet Nahasa, atau lebih tepatnya mantan pahlawan" Sapa Lu Woh.
"Panggil saja aku Haax, temanku." Balas Glory Bringer, Haax.
"Kami telah memantau mu setelah berhasil menaklukkan sebagian dari para penjajah"
Ucap Ashura yang kini memanggil sebuah kursi dengan sihirnya lalu mengangkatnya dengan sihirnya dan meletakkan dengan sopan di samping kiri Haax.
"Terimakasih sudah pengertian" Ucap Haax.
Haax pun mengambil kepala kursi nya dan menaruhnya didekat Caliery dan Haax duduk dengan sopan.
"Maafkan aku, mungkin ini agak gegabah. Tapi aku ingin gadis ini, yang bernama Yuri menjadi pengganti ku" Ucap Haax.
__ADS_1
Ashura menggelengkan kepalanya, kemudian Ashura menatap Lu Woh yang kini mengangguk. Ashura pun membuka sebuah portal kecil yang dimana portal tersebut mengeluarkan sebuah kertas lusuh.
"..?"
Kertas tersebut dengan sendirinya tergeletak di paha Haax dengan pelan. Haax memegang kertas tersebut dengan hati-hati dan melihat bahwa kertas ini di tulis oleh Nathalya Roswel.
"Baiklah, saya tidak tau akan seperti itu. Apa saya tarik kembali sebagian kekuatan yang saya berikan kepada gadis itu?" Tanya Haax.
Haax kini sedikit bimbang, karena Yuri adalah sosok manusia yang diciptakan spesial dan misterius bagaimana akhir nasibnya. Bahkan Versalite yang memegang kendali atas seluruh alam semesta pun hanya mengetahui sedikit tentang Yuri.
Hal ini juga dapat mengungkapkan dua arti untuk Yuri. Yuri bisa saja menjadi jahat haus kekuatan, tentu saja itu bakal membuat Six Dragon kwalahan nantinya dan Yuri membuat Identitas baru sebagai Enyo,The Goddess Of Destructio, ketika berhasil melenyapkan Six Dragon.
Hal lainnya yang tertulis dalam kertas, ketika menjadi Enyo,The Goddess Of Destructio, Yuri bakal masuk ke segala dimensi dan waktu. Masa depan, masa kini, bahkan masa lalu untuk mencuri kekuatan. Menciptakan dan menghancurkan nya kembali dengan sesuka hati.
"Tidak perlu, kamu tetap awasi saja gadis itu. Tapi ingat, jangan melukai gadis itu jika masih belum menunjukkan sisi gelap nya" Ucap Ashura.
"Apa yang dipikirkan Versa menghidupkan kembali gadis itu kalau takdir nya belum diketahui" Ucap Scathacha.
Lindwurm yang menyimak percakapan sambil merokok pun akhirnya berdiri dan mematikan rokok nya dengan tangannya sendiri lalu membuangnya ke asbak rokok yang berbentuk seperti barang antik.
Tentu saja arti yang kedua adalah Yuri tidak dibutakan oleh kekuatan dengan cara apapun dan masih mengejar mimpinya menjadi penyihir atau Zodiac yang paling hebat yang pernah ada dan banyak lagi.
Arti kedua yang membuat Lindwurm berdiri. Arti yang kedua yang membuat Lindwurm kini mengucapkan sesuatu yang tidak terduga oleh yang lain, tak hanya itu Lindwurm mengungkapkan sesuatu tentang identitas bernama Turin.
Disisi Yuri. Yuri kini tengah sengit bertarung dengan Gloryer Machina. Tawa pun dikeluarkan oleh orang yang mengendalikan Machina tersebut.
"TURIN~~"
~Whooshhhh~
Api dan angin mengitari tombak milik Turin dan tombak milik Turin tersebut diselubungi oleh elemen api milik Yuri.
Begitu juga Yuri, senjata Yuri yang kini sudah aktif dan berevolusi jadi sabit kini pun di campur oleh elemen angin milik Turin.
Yuri kini memutar sabit nya dengan lihai, seperti sebuah atraksi dan kemudian menebaskan empat tebasan dengan energi sihir angin yang luar biasa keluar dari sabit tersebut.
Turin kini juga memutar tombaknya dengan lincah lalu menghubuskan tombaknya kedepan dan menciptakan beam yang sangat besar dari tombak nya Turin.
" The Power Of Twin, Gemini : TWIN SLASH-PIERCE"
Yuri dan Turin mengucapkan mantra serentak sambil menggeram, mengerahkan pusat perhatian ke serangan mereka. Serangan tersebut tentu saja menuju kearah Gloryer Machina tersebut.
"Percuma hahaha, menyerahlah dan aku akan mengampuni kalian!! " Seru orang yang didalam mesin tersebut.
Dengan percaya diri, Gloryer Machina kini menahan serangan gabungan Yuri dan Turin tersebut. Meskipun terseret sedikit demi sedikit namun Gloryer Machina tampaknya tidak ingin kalah.
Namun, sayang sekali dari atas langit Gloryer Machina sudah di duduki oleh Wendy dan Anna. Kelihatan nya mereka siap dengan meluncurkan sihir mereka.
"Lu Woh Providance" Ucap Wendy.
Wendy seperti nya meningkatkan daya serang yang akan diberikan Anna kepada Gloryer Machina, Cahaya kuning masuk kedalam tubuh mereka masing-masing.
__ADS_1
Anna merasakan tubuhnya lebih ringan dan kekuatan yang ia persiapkan untuk diluncurkan semakin besar empat kali lipat dari sebelumnya.
"Atas perjanjian Abbyseal Serpent, aku kirimkan kau keneraka. ABBYSEAL DORMA~~"
Sebuah cahaya hitam pekat yang dipegang oleh Anna tadi kini di lepaskan kearah Gloryer Machina. Besar dari serangan yang di hasilkan Anna kini sebesar angin topan yang pernah melanda Terra.
"..!!"
Tak sempat untuk menghindari serangan atau menahan, Gloryer Machina akhirnya menerima serangan tersebut. Badan dari Gloryer Machina tertutup oleh serangan Anna.
"Nghhh...!!!!"
Disaat Gloryer Machina diserang habis-habisan, seketika sihir milik Yuri,Turin,Wendy dan Anna yang diberikan ke Gloryer Machina kini menghilang dengan cepat.
Yuri dan lainnya terkejut dengan apa yang terjadi, Anna mendarat dengan selamat begitu juga Wendy. Mereka berdua kini berlari untuk mengambil posisi bersama Yuri dan Turin.
"Baiklah main-mainnya sudah cukup"
Suara berat terdengar tak jauh dari mereka, dengan segera Yuri dan lainnya melakukan pose yang lebih waspada. Bahkan mereka tidak memedulikan pria yang tertawa gila dibalik mesin Gloryer Machina.
Tak jauh dari Gloryer Machina muncul seorang. Bukan, makhluk aneh yang kini muncul didepan mereka.
"General Abhisk! Syukurlah anda data-~"
~ Syut , kraakk , kraakk srett~
"A--AAAHHH!!! Tuaaann Ab-~"
Sebelum orang yang didalam Gloryer Machina mengungkapkan rasa senangnya, Gloryer Machina yang kini dengan mudahnya diremuk oleh Abisk. Dengan mengendalikan satu tangannya mesin tersebut kini seperti botol minuman kaleng yang di remas kuat.
Darah perlahan-lahan keluar dari dalam mesin tersebut hingga akhir nya keluar banyak. Gloryer Machina yang tadinya sebesar rumah tingkat 2 kini sudah menjelma jadi rongsokan besi yang dapat dipegang oleh kedua tangan saja.
Hal tersebut membuat Yuri dan Turin membelalakkan matanya, Wendy dengan reflek berteriak dan menutup matanya dibantu dengan Anna yang kini memeluk Wendy dan menepuk rambut nya dengan pelan sambil memejamkan mata.
"APA YANG KAU LAKUKAN!! KAU BARU SAJA MENGAKHIRI NYAWA REKANMU SENDIRI~"
Yuri kini mengeraskan suaranya dan berseru sambil mengungkapkan emosi nya ketika melihat hal itu terjadi tak hanya itu Yuri menggertakkan giginya. Wendy kini gemetaran walau dia tidak melihat hal lebih lanjut.
Turin menatap tajam kearah Abisk dengan tatapan jijik dan tidak suka.
"Aturan nomor satu bagi Amanda. Makhluk lemah tidak diterima oleh kami" Balas Abisk.
Suara abisk mirip seperti suara dua yang tengah berbicara secara bersamaan. Bahkan menakutkan dan lebih dari itu, Abisk kini mengambil Staff miliknya yang di pasangkannya di tengkuk nya sendiri dan menyiapkan dirinya untuk pertarungan.
"Tapi walaupun begitu, dia juga setia padamu!" Seru Yuri membalas perkataan Abisk.
Abisk kini mendengus lalu menjatuhkan rongsokan besi tersebut lalu menginjaknya.
"Kalian makhluk banyak bicara, tidak berguna seperti makhluk menyedihkan ini"
Ucap Abisk dengan singkat dengan nada yang sombong. Lalu kedua belah pihak pun terdiam saling tatap menatap.
__ADS_1
...~To Be Continued~...