Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Yuri Heisenberg Vs Demon Lord Akuji Loralei


__ADS_3

Ruang ini terlihat menyeramkan, sungguh. Jika dibumi, mereka tidak bisa apa-apa melihat makhluk-makhluk yang ada disini.


Bentuknya aneh dan sepertinya telah berevolusi menjadi makhluk yang lebih menjijikkan atau lebih parahnya adalah eksperimen gagal kepada monster.


Tidak ada yang tau dan Yuri tidak akan pernah tau apa yang terjadi, semua ini pastinya sudah terlambat dan yang Yuri bisa lakukan adalah menyingkirkan tiap makhluk yang menghalanginya.


"Taaaahh..!!. "


Satu sabetan untuk monster slime yang terkontaminasi racun. Yuri menghindari setiap ledakan setiap Yuri mengalahkan mereka, cukup mudah bagi Yuri.


"Ai-Chan, mode kombat... Aku perlu mengetahui titik lemah tiap makhluk tersebut.. " Ucap Yuri.


Namun tidak ada jawaban untuk beberapa detik lamanya barulah Ai-Chan merespon Yuri.


Ai-Chan : Proses diterima... Menampilkan Hasil.. Combat Mode Active.


Yuri kemudian melangkah dengan gesit karena pandangan dimatanya berubah menjadi lebih detail untuk setiap kelemahan monster tersebut. Dengan mudah Yuri mengalahkan monster tersebut dengan cepat dan langsung berjalan menuju ruangan besar yang amat gelap.


Namun, tidak semudah itu... Tidak.. Yuri tidak sendirian, makhluk yang terasa berat sedang bernafas, sangat terasa oleh pendengaran Yuri dan energi ini cukup besar.


"Child of Eternity... Anak angkat dari Enyo, Queen of Zodiac... Kau akhirnyaa datang setelah sekian ribuan tahun lamanya.. " Ucap makhluk tersebut yang Yuri sudah tau siapa itu.


Yuri mengepalkan tangannya dan ekspresi wajahnya terlihat yakin. Yuri memberikan pencahayaan pada ruangan yang gelap ini, atau setidaknya Yuri sendiri yang mempunyai penglihatan ekstra dari Ai-Chan, meskipun gelap Yuri dapat melihat nya seperti orang lain melihat dunia ketika hari sudah pagi.


Makhluk yang begitu besar darinya, bertanduk panjang, setiap lapisan tubuhnya memiliki ujung yang sangat tajam atau bisa dibilang bergerigi tapi dalam ukuran yang besar dan lebih tajam.


Tubuh dari makhluk ini bahkan lebih besar dan terlihat kuat dibandingkan Ifrit.


"Akuji Lorelei... Aku disini meminta pertanggungjawaban dengan nyawamu.. " Ucap Yuri dengan suara lantang.


"Hahahaha, kau? mengalahkan aku? ahhh tidak bisa.. Aku adalah makhluk terkuat sedangkan kau hina.. " Balas Akuji..


Akuji benar, dia adalah musuh terkuat yang pernah Yuri temui, terlihat dari auranya sangat dahsyat.


Tapi dia sangat salah, jika meremehkan Yuri yang dibantu oleh para roh bahkan dewa sekalipun.


"Sekarang... Temui ajalmu..!!!. "

__ADS_1


Akuji benar-benar tidak berbelas kasihan, dia mencoba duluan menyerang Yuri dengan mencoba menimpuk Yuri dengan telapak tangannya, namun energi kuat dari Yuri menepis telapak tangan Akuji yang membuat makhluk tersebut kaget bukan kepalang.


"Ghhh... Boleh juga.. " Ucap Akuji.


Disitulah Yuri tidak sadar bahwa diam-diam Akuji melilit tubuh Yuri dengan ekornya, reaksi Yuri membuat Akuji benar-benar terhibur.


"Malang sekali, tapi aku akan ampuni jika kau bersedi--Ugh..!!! "


Tubuh Akuji yang besar kini melayang jatuh ke belakang akibat serangan kejutan dari Yuri, ia ga menyangka bahwa Yuri akan memanggil replika dari senjata poseidon yang membuatnya terjatuh dan langsung berdiri.


Baik Yuri maupun Akuji saling bertarung satu sama lain dengan gesit, Akuji tampak kualahan menangani serangan Yuri.


"..!!! Ba-bagaimana bisa....Bagaimana bisa aku dikalahkan oleh makhluk rendahan seperti kau..!! "


Marah dan frustasi, Akuji mengumpulkan energi yang luar biasa besar, energi ini setara dengan nuklir yang ada di bumi.


"Hahahahaha... Catastrophe Inferno Blast..!!!. "


Sebuah energi besar muncul menuju ke arah Yuri dengan cepat. Yuri dengan segera melakukan gerakan tangan untuk melepaskan mantra lainnya.


Tubuh Yuri seketika terbagi menjadi tujuh dan mereka membawa portal namun juga seperti cermin serangan dari Akuji masuk kedalam portal cermin Yuri dan begitulah seterusnya sampai pada cermin terakhir, cermin yang mengarah ke arah Akuji kini melesat kencang.


"Heh... "


Dengan tatapan remeh, Akuji menghilangkan kekuatannya yang ia keluarkan tadi dan menjadikan Catastrophe Inferno blast miliknya menjadi sebuah sabit raksasa yang dengan cepat melayang menuju Yuri, Yuri dengan reflek yang bagus menghindari serangan tersebut.


Setidaknya itulah yang ada dipikiran Yuri ketika ia berfikir berhasil menghindari serangan tersebut hingga akhirnya darah keluar dari lengan kanannya dan kemudian muncul luka yang besar di tangan kanannya yang membuat Yuri menjerit kesakitan.


"Hahaha, kau perlu mengasah kembali kemampuanmu.. dasar bodoh.. Tapi semua terlambat, salam buat dirimu dariku hahaha. "


Dengan percaya diri Akuji memegang sabitnya yang ia kendalikan tadi dan mencoba menghantam Yuri dengan sabitnya yang ia pegang dengan kedua tangannya.


Dari dalam kegelapan ini muncul bunyi yang memekik, bunyi suara senjata dikeluarkan dan benar saja senjata milik Akuji tertebas dan langsung terbelah menjadi dua.


Seorang wanita android dengan rambut pirang tiba-tiba muncul dan memasukkan katananya kedalam sarungnya bersamaan dengan ia mengucapkan sesuatu.


"Skyboom... Slash."

__ADS_1


Sabetan tadi tak hanya memotong pedang Akuji, namun sisa sabetan tadi terus berulang-ulang menjalar sampai keseluruh tubuh Akuji. Dengan rasa kesakitan dan perasaan marah, Akuji tidak bisa apa-apa.


Dan saat serangan tersebut mereda, Akuji melihat tidak ada lagi seorang pun yang hadir dalam pandangannya.


"Hah kukira hebat, ternyata hanya kecoa.. "


Namun, Akuji merasakan ada yang aneh, tidak biasanya ia melihat keanehan pada sekitarnya. Kenapa semua jadi bercahaya. Cahaya itu seperti menelannya, namun cahaya itu seperti menusuknya, sangat jahat dan tajam kepadanya.


Akuji menahan siksaan dari cahaya tersebut hingga akhirnya ia benar-benar sadar... Benar-benar sadar bahwa sebenarnya ia dari tadi plonga-plongo ditempat dan melihat Yuri yang ternyata masih utuh lengannya dan tidak terluka sama sekali.


"Hahh.. hahhh... Itu tadi hampir saja.. " Ucap Yuri.


Benar, Yuri telah melakukan ilusi kepada Akuji, namun melakukannya kepada makhluk sebesar ini sangat berat dan sulit sebenarnya. Yuri sebenarnya tau bahwa serangan Akuji tadi memiliki pelapis ganda ghaib dimana hanya ia yang tahu bahwa sebenarnya kapak tersebut lebih besar dari yang terlihat.


Nafas Yuri sedikit terengah-engah namun Yuri berhasil mengaturnya dan memasang posisi bertarung.


"Kurang ajar kamu mempermainkan perasaanku ya.. " Ucap Akuji.


"Selagi kau masih Prototype dari tubuh aslimu, aku dapat melakukannya dengan mudah.. " Balas Yuri.


Yuri kemudian memusatkan energi sihirnya tanpa basa-basi. Yuri kemudian melesat ke arah Akuji dan menggandakan dirinya menjadi tiga orang tiap clone memegang senjata berbeda. Clone 1 memakai Claw, Clone 2 memakai pedang dan Clone 3 memakai belati dan tiap senjata bercahaya putih ke kuningan.


Dengan kecepatan luar biasa Yuri dan clone miliknya menghajar Akuji dengan tanpa ampun dan tiap tebasan memiliki efek tebasan tambahan yang membuat Akuji terlihat di tebas secara brutal.


Setelah melakukan serangan beruntun, semua clone masuk kembali kedalam Yuri dan Yuri yang memegang tombak cahaya kini melesat menghunuskan tombaknya kearah Akuji dan berhasil menembus badan dari Akuji hingga Yuri sekarang berada di posisi belakang Akuji.


"Leo : Thunderblaze Execution. "


Bekas tebasan dan bekas dimana gerakan Yuri tadi berada kini berubah menjadi petir, menyambar tubuh Akuji secara beruntun, besar dan sangat kuat. Akuji terus saja meringis dan menahan rasa sakit hingga ia menjerit saat tadi dihajar oleh Yuri ,hingga sekarang.


"Nghh... Aghh.. Aaa... K-kau.... "


Dengan kaku, Akuji kini tersedot oleh sebuah kursi batu yang berisikan batu segel. Pada saat bersamaan juga Yuri merasakan pandangannya kabur dan ia jatuh dengan posisi tidak sadarkan diri.


Sebelum ia sempat kehilangan total kesadarannya, Yuri melihat ada bayangan.... bayangan entah apa... mendekatinya...


...~To Be Continued~...

__ADS_1


__ADS_2